Kamis, 17 Oktober 2019

Rezeki

Banyak orang punya persepsi bahwa rezeki itu identik dengan harta, kekuasaan, kesehatan, ketenaran, kecantikan. Sebagai orang beriman, saya percaya bahwa rezeki itu adalah takdir. Karenanya, takdir jangan hanya dimaknai terbatas. Tapi sesuatu yang sangat universal sekali yang berhubungan dengan hukum alam atau sunntullah. Sistem yang menjaga kelangsungan kehidupan di planet bumi ini adalah rezeki Tuhan. Kalau dapat disimpulkan bahwa kehidupan itu adalah rezeki Tuhan. Tidak ada yang bisa memprovide kehidupan kecuali Tuhan.
Cobalah, perhatikan. Apa yang terjadi kalau tidak ada atmosfer. Kita tidak bisa bernafas. Karena tidak ada oksigen yang kita hirup. Bumi akan mudah hancur karena tanpa pelindung dari serangan meteor. Bukan itu saja. Tanpa atmosfer, tidak ada proses photosintesa yang menjamin rantai makanan. Itu akibat matahari langsung menyinari bumi tanpa filter. KIta kelaparan tanpa makanan. Tanpa atmosfer, tentu tidak ada hukum keseimbangan materi karena pasti bumi tidak berputar di porosnya. Semua unsur di bumi akan terurai dan menciptakan bencana pemusnahan.
Itu dari sisi Atmosfer, belum lagi dari sistem yang ada dalam tubuh kita. Yang terdiri dari jasad dan pikiran. Coba bayangkan, apa yang terjadi bila kita punya jasad tanpa pikiran? Kita akan hidup seperti hewan. Kita akan hidup seperti Malaikat yang hanya berbuat baik saja. Atau kita akan jadi setan yang hanya berbuat jahat saja. Tidak ada romantika kehidupan. Tidak ada hidup penuh warna. Tentu tidak akan ada perubahan peradaban. Manusia akan saling menghabisi, seperti hewan. Nah sampai di sini, kita bisa paham, bahwa rezeki itu adalah takdir.
Lantas bagaimana memahami rezeki Tuhan itu dalam kehidupan sehari hari? Ya kita harus memahami hakikat dari hukum ketatapan Tuhan. Apa itu ? hukum keseimbangan. Selalu di dunia ini dalam keadaan berpasangan. Bahagia/menderita, kaya/miskin, sehat/sakit, pria /wanita, baik/buruk, siang/malam. Rezeki Tuhan itu adalah sistem. Artinya kalau kita bisa menjaga keseimbangan itu maka kita sudah memahami rezeki Tuhan. Kita bisa berdamai dengan kenyataan. Mari kita bahas fakta kehidupan yang tidak bisa menjaga keseimbangan dan pasti tidak mapan.
Adolf Merckle adalah orang terkaya di Jerman. Tetapi dia menabrakan dirinya ke kereta Api. Karena depresi. MICHAEL JACKSON adalah seleb paling terkenal di bumi ini tetapi dia meninggal karena minum obat tidur overdosis. G. VARGAS, Presiden BRAZIL, berujung kepada bunuh diri dengan menembak jantungnya. MARLIN MONROE, artis cantik dan terkenal. Hidup dalam depresi tergantung kepada alkohol dan obat obatan dan mati karena itu. THIERRY COSTA, Dokter Terkenal dari Perancis, tidak akan membunuh dirinya akibat acara di TV. Radikalisme agama adalah orang yang melaksanakan agama dengan berlebihan tapi berujung jadi teroris membunuh dirinya sendiri.

Ternyata, kemapanan seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, berkuasanya, sehatnya atau radikal agamanya. Yang membuat orang bahagia adalah mampu menciptakan keseimbangan dalam dirinya. Lah lantas apa kuncinya untuk bisa seimbang ? Hiduplah sederhana. Engga usah berlebihan, termasuk beragama. Orang yang hidup sederhana pasti dia mapan. Rezekinya melimpah. Karena dia pandai bersyukur dan tahu arti mencintai. Pahamkan sayang..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Islam : Ranah privat dan politik

  Waktu Kekhalifah Islam di Turki yang kekuasaanya membentang dari Barat ke Timur selama 6 abad. Waktu zaman Kekhalifahan Abassiah juga sama...