Senin, 13 Juni 2022

Politik sandera.

 





Pada periode 2014-2019, ketua DPR didapat oleh Golkar, SN. Walau prosesnya sangat panas. Tetapi akhirnya SN lolos. Saya dengar kabar LBP terlibat membantu lobi agar SN terpilih. Tapi pertengahan 2015, SN dinyatakan melanggar etik karena menghadiri kampanye Pilpres AS bersama Fadli Zon. Kemudian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan SN ke MKD. Ada rekaman. SN meminta saham Freeport sebesar 20 persen dan meminta jatah 49 persen saham proyek PLTA Urumuka, Papua. Dia mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Jokowi marah besar.


Posisi SN sebagai Ketua DPR resmi digantikan Ade Komarudin per 11 Januari 2016. Namun tidak sampai satu tahun, Ade Komarudin ditarik dari Pimpinan DPR pada November 2016 oleh partainya, Golkar. Posisi Ketua DPR kembali dijabat oleh SN lagi. Mengapa? sepertinya ada upaya kudeta konstitusi yang ingin menyandera Presiden lewat UU. Ada agenda besar yang ingin mereka loloskan jadi UU di DPR. Benarlah. Pada Juli 2017, SN kembali meninggalkan kursi Ketua DPR karena terjerat kasus korupsi proyek pengadaan E-KTP digantikan oleh BS.


SN sebenarnya pegang bara merah. Dia tahu tersandera tapi dia juga orang bisnis. Dia juga pegang kartu elite yang memojokannya. Dia berusaha memainkan kartunya itu. Tetapi karena begitu banyak kartu yang dia pegang. Akhirnya dia dikroyok ramai ramai. Terjadi sikap kolektif diantara elite.  Kompak habisi SN. Bahkan putrinya juga diseret ke dalam kasus. Itulah akhirnya membuat SN lemah dan menyerah. Begitulah  politik dan bisnis saling menyandera. Sulit dapatkan pemimpin yang idealis. Kecuali memang dia tidak pernah bersentuhan dengan pemerintah sebelumnya.


Politik  di Indonesia ini, selalu ingin agar Pemimpin itu adalah mereka yang terkena kasus, atau setidaknya mudah menimbulkan intrik. Makanya pada periode kedua, PDIP sebagai pimpinan koalisi berhak menentukan Cawapres. Walau Jokowi sudah meminta agar Mahfud MD sebagai Cawapres dan Megawati diam saja. Namun Last to minute. Megawati membuat keputusan bahwa cawapres adalah Ma’ruf Amin. Itu bukan berarti Mahfud MD tersandera kasus. Tetapi Megawati tentu tahu intrik yang akan timbul kalau sampai dia jadi Wapres. Dan setelah itu menunjuk Puan sebagai Ketua DPR, yang pasti tidak tersandera kasus.


Kalau mau jujur, capres yang masuk radar lembaga survey sebagian besar adalah mereka yang pernah tersangkut kasus.  Engga sulit untuk tahu apa dan siapa saja mereka itu. Silahkan google aja. Bukan berarti kasusnya sudah selesai dan aman aman saja. Kasus mereka disandera. Agar apa? kalau dia berkuasa, maka kasus itulah yang akan menjerat dia. Sehingga dia akan patuh mengikuti perintah oligarki bisnis. 


PDIP tidak perlu pusing dengan  hasil suvey menjelang pengumuman paslon Pilpres. Karena mereka sudah dapat boarding pass untuk mencalonkan sendiri tanpa perlu koalisi. Pasti calon dari PDIP adalah yang tidak tersandera kasus. Agar agenda PDIP bisa jalan tanpa tersandera pihak lain. Tapi partai lain perlu koalisi. Dan itu pasti calonnya adalah mereka yang tersandera kasus. Buruk laku, memang.


Minggu, 05 Juni 2022

Trade off

 



Trade off itu kalau diterjemahkan secara bebas dalam bahasa kampung saya, berarti tarik ulur. Contoh, anda mau kecepatan mobil tinggi, ya anda harus pastikan skill Driver hebat. Kalau engga, siap resiko kecelakaan. Kalau skill drive kurang ya kurangi kecepatan agar kecelakaan tidak terjadi.. Memberi dan menerima , itu perbuatan. Tetapi tidak semua take and give itu mendatangkan manfaat. Kadang salah satu dirugikan dan dikecewakan tanpa dapat manfaat apapun. Itu bukan trade off. Karena kalau trade off,  walau harus take and give, dia lakukan dengan smart.


Dalam ilmu menagement, kalau anda membuat keputusan. Pasti tidak mungkin sempurna. Mengapa? Anda hasus korbankan hal tertentu agar tujuan tercapai. Nah anda harus menimbang untung rugi. Mungkin saja secara quantitive lebih besar ruginya tetapi secara qualitatif menguntungkan. Silahkan tentukan pilihan. Apapun pilihan tidak ada yang sempurna. Itulah trade off.


Dalam kehidupan sehari hari. Punya istri pemberang. Itu jelas tidak nyaman. Pasti bikin pening. Tetapi karena anda menerima tanpa pernah membentak atau memukulnya,  secara kejiwaan istri merasa nyaman hidup bersama anda. Dia merasa secure. Dampaknya ? Dia akan setia dan selalu bisa menerima dan mengerti anda. Dia akan terus berkorban untuk anda. Jadi engga mungkin istri ujuk ujuk mau berkorban begitu saja, apalagi hanya karena retorika agama doang. Itulah trade off.


Tentu istri  tidak nyaman dengan kedekatan anda dengan mitra bisnis wanita anda. Wajar kan. Pasti dia kawatir suami selingkuh. Tetapi dia bisa menerima itu karena Anda serahkan semua aset atas nama dia. Itulah trade off yang terus berlangsung dari waktu ke waktu. Selalu antara istri dan suami melakukan  trade off. Tarik ulur. 


Dengan mitra bisnis juga sama. Kalau anda membuat keputusan yang akan merugikan dia, pastikan dia akan dapat manfaat lain. Sama juga. Anda bisa saja korbankan sumber daya untuk kepentingan mitra anda. Tetapi pastikan  anda dapatkan manfaat lain. Dan mitra anda mau. Kalau engga, ya untuk apa deal terjadi. Antara anda dan mitra selalu melakukan trade off. Hanya itu membuat hubungan bisa langgeng. 


Kehidupan ini tidak ada yang sempurna. Plato mengatakan satu sama dengan nol. Dua sama dengan satu. Anda tidak bisa hidup sendiri tanpa dukungan orang lain. Dan itu hanya bisa terjadi apabila keduanya punya kemauan melakukan trade off, yang terus berlangsung sepanjang usia. Yang bisa tarik ulur ( trade off ) itu hanya mereka yang cerdas. Orang bego engga bisa. Mengapa? Kegedean ego dan gaya


Standar normatif

 



Dalam kehidupan sehari hari, kita bersikap tergantung pengetahuan dan pengalaman kita sendiri. Kalau kebanyakan kita bersikap dengan standar normatif, ya wajar saja. Tetapi hukum normatif bagaimanapun tidak bisa digeneralisir. Karena pengalaman dan pengetahuan orang kan berbeda, beda pula standar normatif nya. Orang Bali melihat wanita jalan pakai sempak doang. Biasa saja. Tetapi bagi daerah lain pastilah persepsinya buruk “ Itu wanita merendahkan dirinya dan memancing sahwat pria. Dosa besar”


Makanya standar normatif itu tidak bisa dijadikan hukum. Misal, ada wanita dan pria satu kamar. Mereka bukan pasangan resmi. Pastilah dianggap sudah terjadi hal amoral. Itu persepsi bagi sebagian orang. Tetapi dalam hukum islam standarnya engga begitu. Harus ada empat orang minimal yang menyaksikan perzinahan itu. Kalau hanya melihat mereka masuk kamar. Tidak bisa hukum zina diterapkan. Dalam hukum pidana. Harus ada bukti cairan sperma di seprei. Kalau tidak ada. Tidak bisa di hukum. Orang berduan lain jenis di kamar tidak melanggar hukum. Makanya panti pijat pemerintah izinkan.


Bagi sebagian orang islam, kalau wanita tidak pakai jilbab itu persepsinya negatif. Kan tidak bisa orang di hukum tidak pakai jilbab. Bagi sebagian orang melihat pria islam menggunakan baju gamis dan wanita pakai burka. Persepsinya negatif. Mereka radikalis dan bisa saja masuk jaringan teroris. Itu saya rasakan di luar negeri sikap orang non muslim. Tetapi aparat hukum tidak bisa melarang orang mengenakan pakaian  dan pemikiran sesuai agamanya.


Begitu banyak standar normatif yang dijejalkan kepada kita. Baik dalam konteks agama ataupun konteks moral. Tanpa kecerdasaan spiritual dan intelektual, kita bisa saja jadi hakim terhadap sikap orang lain. Tanpa disadari, telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan bagi orang lain. Itu akhlak rendah. Mengapa? bisa merusak hubungan. Bisa menimpulkan fitnah. Tuduh orang lain kafir, pendosa, tidak bermoral. Padahal itu hanya persepsi anda saja sesuai standar normatif yang anda pahami.


Makanya selagi tidak merugikan anda, dan itu masalah privasi, engga usah disikapi sendiri. Kalau tak paham, diam saja. Soal benar atau tidak, itu urusan dia dengan Tuhan. Engga usah kepoan seakan ingin jadi moralis. Kalau anda merasa dirugikan, biarkan pengadilan yang memutuskan. 


Mengapa? banyak terjadi rusaknya hubungan suami istri karena persepsi dan standar normatif yang dipaksakan oleh salah satu pasangan. Rusaknya persahabatan juga karena tidak bisa bijak bersikap. Maunya standar seperti anda mau. Ya bubar lah. Kalau engga ya temannya hanya sebatas itu itu saja. Gimana bisa luas rezeki. Kalau teman terbatas. Rusaknya persatuan bangsa, karena kita memaksakan persepsi kita seperti standar kita sendiri.


Minggu, 29 Mei 2022

Visi negarawan kedepan

 




Sudah tinggal 1,5 tahun lagi Pemilu 2024. Tetapi para elite politik masih tidak jelas apa visinya kedepan. Semua masih sibuk bahas omong kosong. Padahal tantangan kedepan sangat rumit. Dampak dari krisis energi dan pangan yang dipicu oleh perang Rusia dan Ukraina dan kelanjutan dari pandemi COVID 19 tidak mudah selesaikan. Indonesia tidak baik baik saja. Karena ketahanan ekonomi kita yang didukung oleh sumber daya keuangan global memang sangat renta terhadap goncangan eksternal. Apalagi hampir semua tekhnologi dan barang modal masih tergantung kepada asing. 


Kalau visi kita masih bicara soal nilai nilai lama, mindset bahwa APBN adalah alat politik populis, kita akan terjebak kutukan hutang. Akan semakin membuat kita tidak punya posisi tawar yang kuat dihadapan sumber daya. Akibatnya sulit bagi kita untuk jadi negara besar dan diperhitungkan dunia. Tentu dampaknya sulit juga bagi kita untuk mendistribusikan kemakmuran. NKRI akan sulit bertahan. 


Presiden mendatang harus punya visi negarawan mempersatukan semua potensi yang ada dan mendorong terjadinya transformasi ekonomi komoditi tradional menjadi negara industri berbasis SDA. Hilirisasi harus disikapi secara menyeluruh. Bukan hanya sektor pertambangan tetapi juga sektor agro dan bahari. Karenanya sudah saatnya presiden mendatang harus punya keberanian meningkatkan anggaran riset.


Tanpa adanya keadilan soal penguasaani sumber daya dan masih terjebak dengan sistem birokrasi akan sangat sulit kita melakukan transformasi. Presiden harus mampu lebih dulu mengubah mindset birokrasi menjadi meritokrasi. Sehingga rasa keadilan tercipta di masarakat. Kemudian perubahan politik dapat dilakukan secara prudential. Mulailah duduk bersama dengan semua komponen bangsa untuk membuat konsesus tentang manifesto Pancasila sebagai idiologi. 


RUU HIP disahkan sebagai UU. Agar apa ? agar kita sebagai anak bangsa bisa focus kepada hal hal yang produktif. Tantangan kedepan memang sangat berat. Tanpa itu, sulit kita bisa bergerak serentak. Tiap hari hanya ributkan soal omong kosong. Sementara china dan negara lain sedang sibuk menguasi IPTEK ruang angkasa. Rekayasa iklim, dan rekayasa nano tekhnologi 


***

Perekonomian dunia telah melalui periode transformasi besar sejak 1964. Laju kemajuan teknologi dan integrasi internasional yang menakjubkan telah menghasil global society di mana negara-negara menjadi lebih dekat karena mode komunikasi  yang lebih cepat dan lebih baik. Hubungan perdagangan dan keuangan yang lebih kuat daripada yang bisa dibayangkan 50 tahun yang lalu. Perekonomian dunia bergerak dari konfigurasi bipolar ke multipolar dengan ekonomi pasar berkembang yang sekarang menyumbang bagian terbesar dari pertumbuhan global. 


Ada banyak kemajuan dalam meningkatkan standar hidup di berbagai penjuru dunia. Namun, krisis ekonomi sebagai dampak dari sebuah proses perubahan tidak bisa dihindari zaman. Masih banyak yang harus dilakukan untuk memperbaiki kebijakan makroekonomi dan keuangan agar dapat merespons krisis dengan lebih baik dan mengurangi kemiskinan dan ketidaksetaraan.


Bahwa ekonomi negara maju kemungkinan akan memasuki periode stagnasi sekuler karena kebijakan yang salah arah. Hari-hari pertumbuhan yang kuat telah berlalu karena inovasi hari ini kurang bermanfaat daripada penemuan besar di masa lalu. Tapi, bagaimanapun, selalu ada harapan. Bahwa ekonomi global memiliki potensi besar untuk menghasilkan dosis pertumbuhan yang sehat dalam beberapa dekade mendatang.  Asalkan Inovasi, kebijakan yang dirancang dengan baik, dan pasar berkembang yang dinamis serta frontier economies dapat membantu mewujudkan harapani itu. 


Tidak ada yang bisa memprediksi secara akurat perubahan yang dialami ekonomi dunia selama setengah abad terakhir. Dan tidak ada yang bisa memprediksi masa depan. Tapi satu prediksi yang benar hari ini seperti dalam lagu Dylan yang berusia 50 tahun: “waktunya berubah.” Hanya mereka yang hebat yang bisa memahami perubahan itu dan sukses melewatinya.


***

Jauh sebelum COVID-19, teknologi Revolusi Industri Keempat telah membawa reorganisasi rantai nilai global yang melibatkan relokasi produksi yang signifikan. Pandemi telah mempercepat tren ini, karena ketahanan dan ketergantungan produksi menjadi lebih penting, dan baik otomatisasi maupun "reshoring" (mengembalikan produksi ke negara asalnya) memungkinkan penyesuaian yang lebih fleksibel terhadap perubahan permintaan, mengurangi risiko perusahaan dalam terjadinya pandemi atau guncangan eksternal lainnya.


Integrasi regional tidak hanya dapat meningkatkan arus perdagangan tetapi dapat memfasilitasi perubahan struktural, karena mungkin lebih mudah bagi perusahaan lokal untuk mengekspor barang dengan nilai tambah yang lebih tinggi ke pasar regional daripada pasar internasional. Integrasi ekonomi melalui perjanjian perdagangan juga dapat mendorong ketahanan:  penelitian UNCTAD baru-baru  ini menunjukkan bahwa perdagangan dalam perjanjian perdagangan relatif lebih tahan terhadap penurunan perdagangan global COVID-19.


Pada saat yang sama, digitalisasi yang didorong oleh pandemi mengharuskan negara-negara untuk memprioritaskan infrastruktur digital dan investasi rantai pasokan mereka. Digitalisasi pelabuhan dan badan-badan perbatasan publik adalah contohnya. Otomatisasi bea cukai, pemrosesan data pra-kedatangan, optimalisasi panggilan port, dan solusi digital lainnya dapat membantu mempercepat penanganan pelabuhan dan operasi bea cukai.


Untuk mengatasi krisis rantai pasokan, negara berkembang memiliki peluang untuk mengembangkan dan memperkuat spply chain nasional melalui konsesus regional. Ini dapat memastikan bahwa terjadinya kolaborisasi antara usaha kecil dengan usaha besar untuk mengurangi biaya transaksi, investasi dan mendapat manfaat dari skala ekonomi. Tumbuhnya Industri & Manufaktur Indonesia yang mengandalkan SDA akan berkembang bila smart membaca situasi yang berkembang akan pentingnya rantai pasokan. 


Kalau kita focus kepada kekuatan tawar sebagai negara pemilik  SDA akan tidak sulit mendorong terjadinya kerjasama regional. Menjadi bagian dari  pusat global supply chain. Kolaborasi regional ini akan juga mendorong terciptanya ekosistem ekonomi dan ekosistem financial bagi masuknya arus dana investasi global. Yang lebih penting lagi, pembangunan dengan visi global berbasis sumber daya lokal sangat suitable bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris dan bahari. Semoga.


***


Dalam satu kesempatan saya diskusi dengan teman aktifis. Mereka tanya kepada saya soal visi seperti apa presiden mendatang setelah Jokowi nanti. 


“ Menurut saya. Presiden mendatang harus tahu diri seperti presiden sebelumnya.”


“ Tahu diri apa ?


“ Setiap presiden itu melanjutkan agenda presiden sebelumnya dan kemudian dia kembangkan agendanya sendiri. Contoh, SBY itu mewarisi sistem anggaran I form. Dia lakukan ekspansi APBN lewat sistem anggaran defisit. Dia sukses meningkatkan PDB 4 kali lipat selama 10 tahun berkuasa. Menurunkan rasio utang dari 56,5 % pada 2004 menjadi 24,7 % diakhir kekuasaannya. SBY juga sukses  membuat cetak biru pembangunan infrastruktur yaitu MP3EI. 


Nah oleh Jokowi, kebijakan anggaran defisit itu diteruskan. Karena dia harus eksekusi MP3EI dalam program Indonesia centris, dia perlebar ruang fiskal dengan mengurangi belanja rutin. Sehingga dia ada uang untuk eskalasi pembangunan infrastruktur. Utang memang bertambah tetapi modal bruto negara juga meningkat. Saat dia berkuasa tahun 2014 aset negara   Rp 3.910,3 triliun. Tapi tahn 2021 melesat jadi Rp. 11.000 triliun. Itulah fakta prestasi dia  mengeksekusi MP3Ei.


Nah presiden mendatang. Harus melanjutkan pembangunan di era Jokowi. Jangan sampai seperti ABAS, dia abaikan program Gubernur sebelumnya. Akibatnya costly. Karena membuat perencanaan baru itu perlu ongkos dan waktu yang tidak sebentar, dan belum tentu benar.  Kenapa engga lanjutkan yang sudah ada. Focus kepada perbaikan saja dan pada waktu bersamaan tingkatkan.”


“ Contihnya apa ?


“ Saat sekarang ini kan Jokowi sudah bangun infrastriktur disegala bidang. Jalan toll, bandara, pelabuhan, KEK, Bendungan, Jalur kereta dan lain lain. Nah itu yang sudah dibangun diintegrasikan dalam program “ Indonesia super kuridor ekonomi nasional lewat konsep National Supply chain resource (NSCR). Jokowi kan udah bangun 19 KEK, itu dikembangkan dengan konsep NSCR. KEK yang ada, ubah jadi konsep NSCR sehingga punya magnit besar untuk menarik investor dalam dan luar negeri berinvestasi. Maka sektor  real akan bangkit. Orang kerja, negara dapat pajak. 


“ Apa sih yang dimaksud dengan NSCR ?


Saya tersenyum. “ Dalam teori ekonomi pembangunan dikenal istilah dengan distribusi kemakmuran. Itu terjadi karena lancarnya distribusi barang/jasa, modal, dan pasar. Untuk itu tidak hanya perlu aturan tetapi juga infrastruktur yang memungkinkan distribusi terjadi berkesinambungan. Jokowi sudah settle dengan tugasnya itu.


Misal, KEK itu juga berfungsi jadi pusat logistik dan stokist semua komoditis utama kita. Kalau sumber daya alam terkonsentasi dalam KEK, maka itu otomatis akan menjadi pusat supply chain untuk memungkinkan orang bangun industri downstream secara massive.  Peluang terbuka bagi sisapa saja. Keadilan ekonomi tercipta. Ya logika aja. Industri itu tumbuh kalau ada jaminan pasokan bahan baku. Tentu UU Ciptakerja harus segera di apply. Paham.”


“ Paham. Gimana dengan soal Politik? Apa visi presiden berikutnya?


“ Ya dia harus perjuangkan disahkannya RUU HIP ( haluan Idiologi Pancasila). Jadi kalau ada orang seenaknya terjemahkan pancasila, bisa dipidana. Kan lucu aja negara sebesar Indonesia ini tidak punya manifesto politik. Konyol kan. Dengan disahkannya RUU HIP itu, engga ada lagi cebong dan kampret. Semua satu. Focus ke kerja aja. “ Kata saya tersenyum. 

Senin, 23 Mei 2022

Ekosistem financial.?



Katakanlah, anda dapat SPK dari kementrian atau Pemda. Anda harus delivery SPK itu untuk dapatkan uang dan laba. Sederhana kan. Tetapi sering jadi masalah, kesulitan dapatkan modal untuk melaksanakan SPK itu. Begitu juga. Walau ada kontrak dengan pabrik untuk jadi suplier. Atau dapat kontrak jadi rekanan persahaan tambang. Bahkan dapat kontrak dari BUMN, Tetap saja anda tidak akan dapatkan modal dari bank bila tidak ada collateral. Yang bisa sukses hanya yang punya sumber daya untuk dapatkan akses ke bank. Bagi orang yang terbatas sumber dayanya, ya sulit mengakses bank.


Padahal bank itu sumber daya dalam ekosistem keuangan. Tetapi mengapa Bank tidak percaya dengan SPK itu? karena bank tahu walau sarat dapatkan SPK itu tidak mudah namun semua bisa diatur dalam seni konspirasi. Standar etika moralnya rendah sekali. Makanya bank minta collateral. Apa yang terjadi? bank lepas dari orbitnya sebagai financial resource bagi semua. Itu bukan hanya bank, tetapi juga lembaga keuangan lainnya, Sama saja sikapnya. Akibatnya sumber daya keuangan menjadi sumber daya langka . Ketidak adilan jadi melebar.


Itu yang terjadi di Indonesia. Makanya kalau anda dari keluarga miskin, bermimpi jadi pengusaha sukses sangat sulit. Kalaupun bisa itu harus jadi proxy orang yang sudah kaya lebih dulu. Kalau engga, ya cukup puas jadi pegawai atau pengusaha kelas cukup hidup bergaya saja. Lama lama usia bertambah, anda tidak kemana mana. Sampai ajal menjemput.


Pengalaman saya di luar negeri. Sangat berbeda. Saya dapat SPK dari LG untuk supply LCD. SPK itu saya bawa ke bank atau lembaga keuangan, tidak perlu lama. isi formulir dan lengkapi dokumen pendukung. Tidak lebih 1 jam sudah dapat uang. Engga perlu collateral segala. DI CHina juga begitu. Saya dapatkan kontrak penjualan garment ke Eropa dan AS. Datang ke bank, bank beri kredit tanpa collateral. Saya dapatkan longterm kontrak dalam bentuk offtake guarantee, tidak sulit dapatkan kredit investasi bangun pabrik. Tanpa colateral. Keren ya.


Mengapa begitu mudahnya? itulah yang dimaksud ekosistem financial. Apa kuncinya ? Standar kepatuhan etika dan moral yang disepakati semua pihak, sangat menjunjung tinggi transfaransi. Tidak ada praktek KKN. Misal, Kalau anda mau dapat SPK dari pabrik, engga bisa ngandelin karena boss nya teman baik anda. Anda mau dapatkan SPK dari pemerintah. Engga bisa andalkan lobi ( suap ) agar tender menang. Anda harus qualified melewati standard compliance itu. Apa yang terjadi? persaingan terjadi karena faktor kompetensi yang di dalamnya ada skill, trust, network dan lain sebagainya.


Sehingga kompetisi terjadi secara fair, dan peluang terbuka bagi siapa saja yang mau kerja serius. Jadi keadilan Sosial itu ada pada ekosistem financial. Orang mendapat proporsional dengan kompetensinya. Bukan karena lobi (suap/KKN) dan bergaya keren seperti pengusaha hebat. Itulah yang tidak bisa diadakan di Indonesia. Karena mindset korup itu bukan hanya ada pada pemerintah tetapi masyarakatnya juga memang korup. Ya mau gimana lagi. Aturan tinggal aturan. Realitas nya kita hidup seperti rimba belantara. Yang kuat makan yang lemah. Semua saling curiga


Singapore.

 





Mungkin sebagian besar orang Indonesia menganggap Singapore itu kecil. Itu ada benarnya kalau dilihat dari jumlah penduduk dan luas wilayah. Tapi dari segi ekonomi dan politik, negara ini punya kekuatan lebih besar dari Indonesia. Mungkin anda mengerutkan kening. Apa iya sehebat itu Singapore.? Baik saya gambar sekilas saja.


Pertama. Walau Singapore negara kecil dan tentaranya tidak sebanyak Indonesia, tetapi di Singapore ada pangkalan perang AS. Singapore satu satunya negara ASEAN yang ada kerjasama dengan AS soal logistik militer. Lue coba ganggu singapore. Lue urusan dengan Uwak Sam. Berani ? Coba dech.., Mengapa Uwak Sam ada dinana? karena ada kilang ExxonMobil perusahaan minyak asal AS. Pemerintah AS berkewajiban menjaga Aset strategis milik mereka dimana saja berada.


Kedua. Singapore punya ekosistem bisnis oil and gas. Mengapa? karena mereka punya bunker oil untuk mempung stok dalam jumlah besar. Kilang yang terpadu, dari BBM sampai downstream. Pelabuhan minyak yang sangat efisien dan berkelas dunia. Sebagian besar konraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau para perusahaan pengeboran minyak di Indonesia menjual minyaknya ke Singapura atau menjadikan Singapore sebagai Hub. Karena perbankan Singapura penyedia fasilitas transaksi yang sangat likuid dalam mata uang apapun. 


Dengan demikian menempatkan Singapore salah satu negara eksportir minyak terbesar dunia. Bukan hanya BBM tetapi termasuk mining dan agriculture, CPO. Jadi walau mereka tidak ada SDA namun Singapore Commodity Exchange sangat dihormati dan salah satu hub perdagangan dunia.


Ketiga, Singapore punya Financial Center setara London, NY dan Hangseng. Jadi hampir semua konglomerat dan BUMN mendapatkan sumber pendanaan dari Singapore. Jadi walau PDB Singapore 1/3 PDB kita namun turnover keuangannya sangat raksasa. Misa data tahun 2016. Perputaran transaksi valas per hari mencapai USD 419 Miliar. Perputaran tranksasi derivative mencapai USD 87 miliar. Hitung aja berapa total setahun turnovernya. Benar benar kalau bandingkan kita, terasa kita hanya liliput dari segi financial market.


Nah dengan kekuatan dari tiga hal tersebut diatas, hitung aja berapa pendapatan negara itu dari segi jasa? ingat! Jasa itu nilai tambahnya sangat tinggi. Makanya walau hutang Singapore terhadap PDB lebih tinggi dari Indonesia Engga ada masalah. Karena nilai tambah tinggi, kemampuan membayar juga tinggi. Beda dengan kita yang mengadalkan SDA. Margin rendah, ratio hutang tinggi ya repot. 


Jadi, udahan baper  sama Singapore. Lebih baik damai dan belajar hikmah dari kehebatan mereka. Jangan pelihatkan kebodohan kita dengan amarah. Itu memalukan dan merendahkan martabat kita sebagai bangsa


Srilanka default.




Krisis ekonomi berdampak kepada krisis politik sedang melanda Srilanka. Negara pulau di Asia Selatan berpenduduk 22 juta. Itu dipicu oleh ditolaknya LC dari bank di Srinlanka untuk impor MIGAS. Bank international for settlement, mengharuskan semua bank di dunia tidak menerima LC dari Srilanka tanpa accepted dari bank correspondent sebagai penjamin pembayaran. Itu karena devisa bank central Srilanka kosong. Terjadilah antrian orang beli BBM tapi BBM tidak tersedia. Amuk massa tidak bisa dihindari. Yang disalahkan pemerintah.


Apa penyebabnya krisis sampai begitu parahnya? ya teori klasik aja. Pengeluaran besar tetapi pemasukan rendah. Itu dipaksakan terus lewat skema hutang. Ratio hutang terhadap PDB diatas 100%. Rasio penerimaan devisa atas angsuran hutang semakin tinggi dan akhirnya semua devisa yang diterima tahunan tidak cukup lagi bayar bunga dan cicilan. Ya dampaknya terpaksa surrender. Lempar handuk putih. Default tidak bisa dihindari.


Nah dalam dunia keuangan. Ketika negara default bayar utang. Maka itu dampaknya sistemik sekali. Yang pasti cross settlement antara bank central udah engga bisa. Sehingga praktis perdagangan international tidak bisa dilayani negara. LC engga laku. Mata uang Rupee ( LKR) engga laku lagi. Sementara di dalam negeri, inflasi menggila. Dalam situasi ekonomi ambruk, oposisi memprovokasi rakyat untuk menjatuhkan pemerintah.


Akibatnya proses negosiasi dengan IMF, negara kreditur seperti CHina dan India kandas. Padahal tadinya IMF sudah mau masuk memberikan bantuan. China sudah setuju merestruktur utang Srilanka lewat SWAP aset 50% dari hutang. 50% lagi engga usah bayar. China juga akan memberikan bantuan lunak agar Srilanka bisa memulihkan ekonominya. India akan memberikan pinjaman baru untuk refinancing utang lama Srilanka.


Akibat Chaos ini, ya semua negara donor dan lembaga multilateral, terpaksa  wait and see aja. Tunggu babak akhir dari drama politik di Srilanka. Kalau sampai presiden jatuh, maka harus ada pemilu lagi. Uruslah pemilu. Setelah selesai pemilu, mari bicara lagi soal penyelesaian utang. Tetapi presiden Srilanka sekarang didukung militer. Jadi engga mudah menjatuhkannya. Bangsa Srilanka butuh kearifan melihat masa kini dan masa depan. Mereka harus berdamai atas situasi dan para elite harus duduk bersama membahas masalah masa depan. Itu aja


Politik sandera.

  Pada periode 2014-2019, ketua DPR didapat oleh Golkar, SN. Walau prosesnya sangat panas. Tetapi akhirnya SN lolos. Saya dengar kabar LBP t...