Minggu, 20 Februari 2022

Sistem yang Individualistik

 



Sebenarnya Indonesia itu lahir prematur. Mengapa? karena ketika proklamasikan. Kita hanya ada falsafah mendirikan negara, yaitu Pancasila. Sementara UUD belum ada. Kalaupun Prof. Dr. Soepomo dalam sidang BPUPKI pada 31 Mei 1945, menyampaikan Rancangan UUD 45, namun tidak dianggap serius. Alasanya. Saat itu situasi sedang genting. Api revolusi baru saja menyala. Orang tidak tahu pastinya masa depan Indonesia itu seperti apa. Mereka yang hadir dalam BPUPKI bersikap “ Nanti kalau keadaan sudah tenang. Akan diadakan pemilu. Hasil pemilu itu akan bertugas membuat UUD.


Usai Pemilu 1955 dibentuklah dewan konstituante. Tugasnya membuat UUD. Tetapi gagal. Soekarno keluarkan dekrit kembali kepada UUD 45. Yang jadi masalah, UUD 45 itu tidak sejalan dengan falsafah Pancasila. Prof. Dr. Soepomo sebagai perancang UUD 45 menyebut bahwa UUD 45 itu “ Inilah idee totaliter, idee integralistik dari bangsa Indonesia, yang berwujud juga dalam susunan tata negaranya yang asli,” Sebenarnya ini copy paste teori negara integralistik yang didasarkan pemikiran Baruch Spinoza, Adam Muller, dan Georg Hegel.


Apa contoh konsep UUD 45 itu yang sudah diterapkan negara lain? yaitu Derde Reich Jerman di bawah Hitler dan Kekaisaran Jepang. Keduanya, sebagai negara integralistik, menyatukan negara dengan seluruh rakyatnya, mengatasi seluruh golongan. Negara berada di atas individu, dengan ekonomi sosialis dan setiap aktivitas ekonomi dijalankan “secara kekeluargaan”. Artinya secara tidak langsung kalau kita kembali kepada UUD 45 maka lihatlah pemerintahan Hitler dan kekaisaran jepang yang kalah perang dunia ke dua. Itu sebabnya oleh Soekarno, UUD 45 itu diterjemahkan sebagai Demokrasi terpimpin.


Oleh Soeharto, UUD 45 itu dipertahankan. Namun diterjemahkan sebagai demokrasi perwakilan lewat partai dan golongan plus TNI. Yang dipilih lewat Pemilu. Kalau Soekarno menggunakan barisan Nasional ( NASAKOM ) sebagia pengawal Pancasila. Namun Soeharto, menggunakan Dewan Pengamalan Pancasila Atau BP7. Dewan ini bertugas membuat manifesto Pancasila dan dikampanyeka kepada rakyat lewat penataran P4. Tetap saja fasis dan diktator atas nama partai dan golongan.


Era reformasi. Kita sepakat mengubah UUD 45. Maka amandemen UUD 45 dilakukan sebanyak tiga kali. Dengan adanya amandement ini, maka kita terjemahkan UUD 45 dalam konteks demokrasi. One man one vote. Demokrasi langsung dan liberal. Didasarkan pada adanya kontrak sosial yang terjalin antar seluruh perseorangan dalam masyarakat. Kita sudah tidak lagi jadi negara integralistik. Tetapi negara individualistis yang bertolak dari ide-ide John Locke, J.J. Rousseau, dan Harold Laski. Pancasila ditempatkan dalam lipatan buku perpustakaan.


Jadi kalau kita masih bicara tetang Pancasila sebagai idilogi hanya dianggap angin lalu. Masih belum paham?  Tuh lihat DPR dan ormas agama menolak Rancangan UU Haluan Idiologi Pancasila ( HIP). Karena engga nyambung dengan UUD 45 yang sudah diamandemen. Kalau masih bicara soal keadilan sosial. Itu juga omong kosong. Engga percaya?. Lihatlah Pasal 33 UUD 45 ayat 1 dan 2. Ini sistem negara individualistis. Yang menang yang menetukan. Suara mayoritas yang berkuasa dengan prinsip Constitutional democracy. Atau negara demokrasi yang berdasarkan hukum. Atau negara hukum demokratis. Partai jadi shareholder negara atas nama rakyat.


Perseteruan antara kelompok, itu semua omong kosong. Karena pada akhirnya yang berkuasa adalah orang perorang. Merekalah yang menentukan nasip bangsa ini. Di bilik suara pada saat Pemilu. Apakah kekuasaan politik orang perorang itu dijemput dengan uang?. itu biasa saja. Karena semua orang paham. Mereka terima uang, pasti ada kontrak sosial. Dan kalau karena itu yang mendapatkan manfaat kekuasaan itu adalah pemodal. Itu juga konsekuensi sistem individualistik


Printing money.

 




Banyak orang bicara politik menggunakan narasi ekonomi. “ Apa susahnya menggerakan ekonomi. Kebutuhan dana untuk pemerintah dan dunia usaha, bisa didapat dengan cara mencetak uang ( printing money). Jangan bodoh dan mau dibodohi dengan cara berhutang. BIla perlu bayar utang dengan cara mencetak uang. “ Kira kira begitu kata mereka. Saya tidak tahu pengetahuan mereka soal ekonomi dan moneter. Tetapi karena dia bicara dalam konteks politik menyerang pemerintah, jelas yang senang dan percaya pihak yang memang anti pemerintah.


Kalau AS dijadikan acuan sebagai negara pencetak uang lewat Quantitative easing ( QE). Itu sama seperti orang buta menyebut bentuk gajah. Mengapa ? Sejak AS keluar dari gold standar dan masuk ke sistem uang fiat. AS tidak pernah mencetak uang. Mereka menciptakan sistem moneter yang memastikan distribusi uang itu dari pemerintah ke Bank, kemudian ke rumah tangga perusahaan, terus ke rakyat, dan kembali lagi ke pemerintah. Karena sistemnya sudah solid maka mata uang AS sangat dipercaya dunia.


Yang namanya sistem pasti ada aja error. Apa penyebanya? Umumnya uang begitu banyak diserap dunia usaha dalam bentuk kredit. Tetapi uang itu menumpuk di sektor financial ( instrument investasi). Sementara sektor produksi kurang. Padahal sektor produksi menyerap angkatan kerja. Penting untuk kesejahteraan rakyat. Artinya terjadi ketidak seimbangan. Lantar apa solusinya ? Mudah saja. 


Caranya? Kalau uang berlebih, ya the Fed naikan suku bunga acuan. Otomati instrument investasi publik ( saham dan obligasi ) akan pindah ke surat utang negara. Uang ini akan jadi cadangan bank cental. Setelah keadaan seimbang lagi. Maka the fed akan menurunkan suku bunga. Berharap dengan turun suku bunga, penyaluran kredit bisa lancar lagi. Ekonomoi bergerak lagi. Gimana kalau ternyata penurunan suku bunga terendah, tetap saja kredit tidak tersalurkan? ekonomi tetap tidak tumbuh. Saat inilah program QE bisa diterapkan. Dan setelah itu akan dilanjutkan dengan tapering. Caranya? 


Pemerintah terbitkan surat utang. Yang beli bank central sendiri. Inilah  QE. Oleh Bank central uang itu dipompa ke perbankan.  Berbunga  murah lewat pembelian surat utang korporate atau debitur bank. Apa yang terjadi? M0 ( uang cash) berpindah ke perbankan, namun M1-2-3 ( intrument financial ) masuk ke cadangan bank central. Sebagai catatan. Dalam sistem uang fiat. Uang itu bukan hanya uang kontan tetapi juga termasuk instrument financial. 


Nah, kalau ekonomi sudah stabil lagi. Maka Bank central akan lakukan tapering atau mengurangi cadangan instrument financial lewat kenaikan suku bunga . Maka akan berangsur angsur uang kontan akan mengalir ke bank central. Balance kan.


Jadi salah besar kalau QE itu seni cetak uang atas dasar politik. Atau semaunya politisi demi kebutuhan anggaran  atau bayar utang. Salah!Defisit APBN Amerika tidak bersumber dari QE tapi dari hutang ( T-Bill ). QE itu sendiri tak lebih permainan akuntasi debit credt doang. Itu hanya seni mempengaruhi psikologi pasar. Engga serius amat. Mengapa? karena pada akhirnya debit kredit itu harus nol atau balance. Atau QE  hanya sarana menukar aset. Ingat! Bukan tukar dengan angin atau dengan proyek yang masih dalam rencana. Tetapi sesuatu yang sudah exist atau established.


Masih belum paham.?


Saya analogikan sederhana. Pernah lihat air mancur di tengah kolam ? debit air yang keluar dari adanya air mancur itu. dengan debit yang masuk kedalam kolam, valumenya sama. Artinya tidak ada penambahan dan pengurangan air dalam kolam itu. Yang anda hanya perpindahan air dari kolam ke air mancur doang. Paham ya sayang.


Bisnis di Indonesia.

 





Di Indonesia ini ada yang aneh. Yang mengelola tol itu adalah para mereka yang bermental kotraktor. Dapat proyek tol. Pinjam uang ke bank untuk biaya kontruksi. Untung dari biaya kontruksi. Dari investor private dapat lagi untung dari harga tanah yang dibebaskan. Jadi sebelum jalan toll beroperasi mereka sudah untung duluan. Soal nanti tol sepi dan cash flow macet bayar bunga dan cicilan hutang. Mereka ajukan rencana divestasi. Dapat duit lagi dari divestasi.


Padahal sebenarnya, Tol itu harus dibangun dengan visi development. Apa itu? Bisnisnya bukan dari jalan tol tetapi pembangunan kawasan yang ada disepanjang jalan tol. Akses toll itu bisa dibangun kawasan industri dan perumahan. Disitulah untungnya. Lucunya lagi di Indonesia. Yang menikmati keutungan bisnis dari jalan tol itu adalah pengusaha real estate yang hidup dari rente tanah. Tak ubahnya dengan Kereta Cepat PT KAI mengandalkan laba dari jual ticket. Sementara yang nikmati adanya akses kereta cepat adalah pengasaha real estate.


Begitu juga dengan kawasan Industri. Proyek itu dibangun dengan visi jual tanah dan kaveling. Akibatnya, banyak kawasan industri yang sepi tenan. Mengapa? Karena lokasi tidak berada dilingkungan strategis. Cari tanah yang murah dan berharap bisa jual dengan harga berlipat. Sekarang sebagian besar KEK itu hanya rame ketika awal dibangun, Setelah itu deadduck. Sementara yang kelola KEK sudah untung duluan. Darimana ? ya dari pinjaman bank. Pastilah semua harga di mark up. Kalau akhirnya gagal bayar, ya surrender aja. Negara juga akhirnya yang bailout.


Apapun bisnis infrastruktur kalau mau dibangun, Pasti ramai. Siapapun bicara atas nama rakyat dan HAM. Tetapi sebenarnya hanya cari peluang dapat uang diam. Lucunya pemda dan aparat ikutan ngompori dan seakan jadi pendamai. Tetap aja ujung ujungnya minta bagian dari aksi ribut itu.  Dengan kondisi begitu. Kalau anda mau berbisnis semacam itu di Indonesia. Hanya dua kemungkinan. Anda setan atau malaikat. Kalau anda setan, silahkan nikmati bisnis lendir dan tahi kebo. Makanlah itu. Kalau malaikat. Siaplah jadi pecundang.


Skandal korupsi BPJS Tenaga kerja.?

 





Dana yang terkumpul oleh BPJS tenaga kerja disalurkan dalam program investasi. Portfolio nya per 31 Desember 2020 sebagai berikut, surat utang 64 persen, saham 17 persen, deposito 10 persen, reksa dana 8 persen, dan investasi langsung sebesar satu persen. Soal surat utang, memang aturan OJK menetapkan 50% minimal dari total Dana BPJS ditempatkan pada SBN. Jadi aman. Bagaimana dengan saham?


Mari kita berhitung kerugian pada Saham. Laporan periode Agustus-September 2020, unrealized loss diperkirakan Rp43 triliun. Apa itu unrealized loss. Kerugian karena jatuhnya nilai saham di bursa. Namun belum dicatat sebagai kerugian. Karena belum dijual ( Cutloss). Nah kalau penempatan saham sebesar 17% atau Rp. 87 triliun dari total dana BPJS Rp486,38. Itu artinya terjadi susut sebesar separuh dari total portfolio di saham.


Pertanyaan bego saya?. Apakah yang dikatakan BPJS bahwa penempatan saham hanya di LQ45 itu benar? Emang ada saham LQ45 sampai jatuh 50% ? Walaupun index jatuh dibawah 4000, engga mungkin drop sampai 50%. Lucunya hal ini dibantah oleh APINDO ( asosiasi pengusaha Indonesia ). Menurut APINDO, BPJS sudah membuat clarifikasi bahwa dana pekerja aman.


Padahal kasusnya ada dugaan korupsi BPJS tenaga kerja sudah masuk ke kejakasaan. Sampai hari ini, Kejaksaan Agung menyatakan bahwa penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan dana investasi perusahaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) masih berlangsung. Kalau benar unrealize loss sudah recovery sekarang, mengapa kasusnya masih lanjut ? 


Bagaimana dengan portfolio 1% pada direct investmen.? Itu engga kecil loh. Kalau total dana kelola BPJS sebesar 486,38 triliun, itu artinya Rp. 4,866 triliun. Jumbo! Tolong transfaran. Siapa saja pengusaha yang dapat dana sebesar itu. Biar mereka jangan belagu seperti orang kaya. Setidaknya mereka sadar, mereka kaya dari uang keringat pekerja.

Kita tak bisa ribut terlalu keras terhadap kasus korupsi APBN. Tetapi tolonglah, jaga amanah dana pekerja itu. Karena mereka orang kecil. Jangan sok jagoan. Negeri ini bisa chaos dan rezim bisa jatuh, karena para buruh diperlakukan tidak adil atas hak yang memang mereka dapatkan dari kerja mereka. Sejarah membuktikan itu


Jumat, 04 Februari 2022

Mindset rakus.

 




“ Di Indonesia ini ada yang paling aneh. Pemerintah bekerja membangun jalan dan bendungan, bandara, pelabuhan, IKN dinyinyirin terus. Teriak macam macam. Seakan kebodohan dan kesalahan ada pada pemerintah. Sementara 10 tahun era SBY, uang dibakar untuk subsidi BBM ribuan triliun, tidak ada yang protes. Semua yang protes sekarang itu hidup di era SBY. Bahkan partainya berkoalis dengan SBY. Mereka happy aja. Jadi sebenarnya ini bukan lagi soal politik tetapi mental rakus. “ Kata saya kepada Oma tadi malam sebelum tidur.


Tahu rakus itu apa ? Rakus adalah sifat yang ogah kerja keras, ogah berproses melewati hambatan, tetapi pengen dapatkan uang cepat. Engga penting uang itu dapat dari ngemis. Engga penting uang itu dari subsidi negara. Engga penting uang itu didapat dari korupsi, nipu atau modus. Apapun yang memberikan ilusi kemudahan jadi orang kaya pasti diikuti. Kalau ada yang sulit pasti dihindari. Makanya jangan kaget akun selebritas paling banyak diikuti. Entah selebiritas panggung artis atau ustad atau pengkotbah. Semuanya heboh.


Akibat sifat rakus itu, batas orang baik dan jahat sulit sekali dibedakan. Karena semua mereka punya mindset sama. Sama sama pengen cepat kaya dan mudah. Kalau gagal, sama sama punya sifat ngeluh. Marah engga jelas. Nyeletuk perasaan irasional. Pemerintahlah engga adil. Orang kaya yang tidak mau berbagi. Kemudian pasti berujung kepada agama. Jadi hakim soal dosa orang lain. Jadi hakim perlunya perubahan sistem. Sementara mereka tidak kemana mana. Hanya berputar putar dari depan rumah dan dapur saja nunggu BLT pemerintah atau jamaah atau bouhier.


Kini di China banyak studio film dan TV yang sepi produksi. Akun seleb dan influencer sepi like. Karena pemerintah hapus fiture like. Artis hanya boleh dapat honor maksimum 40% dari budget produksi. Tidak boleh jadi bintang iklan yang mempromosikan hedonisme. Kini rumah produksi dan studio kesulitan dapatkan artis. Apakah mati bisnis hiburan? Tidak. By process terjadi transformasi. Yang tampil adalah mereka yang lulusan akademi teater. Film sudah jadi industri. Ukurannya bukan lagi cantik dan gateng. Tetapi passion orang terhadap pekerjaannya. Mereka pasti tidak rakus. Begitu cara China memerangi pengaruh buruk  yang membuat orang rakus.


“ Orang gagal dan sukses itu hanya karena berbeda mindset. Orang sukses melihat pekerjaan adalah ibadah. Sekeras apapun hambatan dan kesulitan, walau harus kerja diatas 10 jam tidak akan membuat mereka mengeluh. Punya uang banyak mereka tetap sederhana.  Selalu bersyukur setiap waktu. Tetapi orang gagal, apapun dikeluhkan, termasuk pekerjaan dan rezeki yang tersedia. Kurang bersyukur. Selalu melihat rumput tetangga. Selalu menengadah keatas. ..Dah gitu aja. Oma tersenyum dan memeluk saya. “ Ya gua percaya aja, mau salah atau benar, kalau laki gua ngomong pasti gua patuhi. Daripada ustad seleb”


How Democracies Die.

Saya membaca buku How Democracies Die. Itu saya baca tahun lalu. Buku itu biasa saja. Mengapa? Karena ditulis sebagai tesis atas fenomenan k...