Selasa, 29 November 2016

Ancaman ISIS pada aksi Demo


Usai demo 411, POLRI berhasil menangkap 9 terduga teroris di Jakarta dan Bekasi. Kesembilan tersangka di ketahui pernah melakukan bai'at ke pimpinan ISIS dan memfasilitasi bagi warga negara Indonesia yang hendak ke Suriah. Keberadaan mereka sudah di pantau sejak aksi demo 411. Di antara mereka ada yang berusaha merebut senjata dari petugas namun gagal karena petugas tidak di lengkapi senjata api. Dengan peralatan canggih POLRI bisa mendeteksi setiap aksi kekerasan dari para demontran. Sehingga usai demo, mereka di ikuti terus sampai saatnya Polisi menyergap mereka dan dijerat dengan UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Kemungkinan ISIS akan mendompleng aksi sholat jumat 212 bersama sama ulama dan umarah. Kemungkinan ini ada saja sebagaimana aksi demo 411, mengingat jumlah aksi sholat berjamaah ini di perkirakan ratusan ribu. Tentu mereka akan sangat mudah menyusup dalam lautan massa. Itu sebabnya kekuatan TNI dan POLRI di turunkan mencapai lebih dari 10.000 pasukan. Panitia GNPF sudah sepakat dengan POLRI bahwa apapun aksi yang tidak sesuai dengan kesepakatan aksi super damai, GNPF tidak bertanggung jawab. Artinya TNI dan POLRI berhak melakukan tindakan keras sesuai dengan hukum yang berlaku.

***
Apakah itu ISIS? ISIS adalah milisi kelompok Islam radikal yang bergabung dengan militan Al-Qaeda di Irak, setelah kepergian Paul Bremer III dan penyerahan kekuasaan politik ke tangan rakyat Irak. Baik ISIS maupun  Al Qaeda lahir dari ibu yang sama, yaitu AS. Layaknya seperti anak haram yang di lahirkan untuk menjadi mesin pembunuh sesuai perintah. Pasukan ISIS dilatih oleh perwira AS, Perancis, Arab dan Israel. Infrastrutur pertahanan Amerika dan badan inteligent (CIA ) terlibat langsung melahirkan ISIS dan Al Qaeda sebagai pion perlawanan terhadap kepentingan Rusia di berbagai negara (Afghanistan, Bosnia-Herzegovina, Chechnya, Irak, Suriah). 

Apa motive AS dan Eropa mendirikan ISIS ? Ini berkaitan dengan agenda lama AS yang belum tuntas terhadap Irak. Sejak tahun 2001, Amerika punya agenda untuk memecah belah Timur Tengah  menjadi banyak negara-negara kecil, yaitu negara yang homogen secara etnis. Tahun 2006 diterbitkan Peta Wilayah Timur Tengah baru. Dalam peta ini menyebutkan bahwa Irak terbagi dalam  tiga , yaitu negara Sunni, negara Syiah dan Negara Kurdi. Memang dengan kegagalan Israel dalam menghadapi Hizbullah di musim panas tahun 2006, dan juga kekalahan Perancis dan Inggris di Suriah pada 2011-2014, mengisyaratkan bahwa rencana tersebut telah ditinggalkan. Tapi bukan itu permasalahannya, pimpinan militer AS secara diam diam terus melanjutkan proyek pemecah belahan itu melalui modern condottieri, yaitu menggunakan pasukan bayaran yang tidak terikat pada instansi pemerintahan – dan tentu saja, jihadis inilah yang mereka manfaatkan. Itulah mengapa ada  ISIS, walau terkesan liar dan sulit di kendalikan AS namun peran ISIS masih strategis bagi tujuan agenda washington memecah Irak.

Transformasi ISIS menjadi organisasi regional (bukan lagi cabang regional dari sebuah organisasi global), dan siap untuk memenuhi peran yang di tugaskan oleh sponsornya utamanya. Organisasi ini tentu di kendalikan oleh Abu Bakr al-Baghdadi, tetapi berada di bawah otoritas Pangeran Abdul Rahman al-Faisal, saudara Pangeran Saud al-Faisal (menteri luar negeri Saudi ) dan Pangeran Turki al-Faisal.  Pada bulan Mei 2014, al-Faisal membeli sebuah pabrik senjata di Ukraina. Cadangan senjata berat di terbangkan ke bandara militer Turki, lalu MIT (Turki Secret Service) meneruskannya dengan kereta api khusus untuk ISIS. Tampaknya tidak mungkin bahwa arus pasokan senjata tersebut bisa di lakukan tanpa melibatkan NATO.Itulah konpirasi membuat ISIS exist dan berperan significant menggoyang pemerintah Irak dan Suriah.

Dengan dukungan senjata modern dan standard skill prajurit diatas rata rata maka tidak sulit bagi ISIS untuk menguasai kota yang menjadi targetnya. Cara cara pasukan ISIS menaklukan wilayah percis sama dengan cara Jengis khan. Di Suriah, ISIS  menyembelih masyarakat sipil dan tentara dan menyalib umat Kristen. Kisah kekejaman pasukan ISIS ini menjadi momok menakutkan bagi warga Irak. Menurut William Lacy, mantan duta besar AS untuk Afrika Selatan, setidaknya 550.000 warga Irak telah melarikan diri saat jihadis menguasai kota. Bagaimana kekuatan miiter Khilafah ini? Charles Lester, peneliti Pusat Brookings Institute yang terletak di Doha, menyebutkan perkiraan jumlah pasukan organisasi Khilafah Islamiyah di Suriah mencapai 6000 atau 7000 personil. Sedangkan di Irak, sekitar 5000 hingga 6000 personil.

Pada 29 juni 2014 , ISIS melalui juru bicara resminya merilis sebuah pesan audio yang isinya mengumumkan berdirinya Khilafah Islamiyah dengan wilayah kekuasaan membentang di Irak dan Suriah dengan Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi, di tetapkan sebagai Khalifah.  Dengan berdirinya Khilafah Islam maka ISIS keluar dari sekenario Amerika. ISIS punya agenda sendiri, berbalik jadi ancaman bagi Amerika dan sekutunya di Timur Tengah. Karenanya Mesin pembunuh (ISIS) ini harus di musnahkan. Apalagi Abu Bakr al-Baghdadi, berjanji akan memimpin pendudukan Roma dan mengajak kaum muslim untuk migrasi ke “negara”nya dan untuk berjuang di seluruh dunia di bawah naungannya. Seorang analis Delma Institute di Abu Dhabi, menuliskan bahwa Baghdadi menghadirkan tantangan paling radikal sejak kemunculan Osama bin Laden dan Al-Qaeda. Khilafah Islamiyah bisa menjadi magnit bagi seluruh kaum militan radikal islam di seluruh dunia untuk bergabung. Ini acaman serius bagi seluruh dunia.

Target Khilafah Islamiah bukan hanya Irak dan Suriah tapi juga seluruh jasirah Arab , bahkan seluruh dunia. Inilah yang membuat seluruh negara Arab merasa kawatir dengan perkembangan ISIS yang berubah menjadi Khilafah Islamiah. ISIS tidak lagi tergantung pendanaan dari sponsornya. Hasil jarahan brangkas bank central Irak cabang Mosul dan penjualan minyak dari kilang yang di kuasainya lebih dari cukup bagi ISIS untuk mandiri membiayai agendanya. Karenanya ISIS menjadi ancaman serius. Iran bersama Rusia akan meningkatkan bantuan militernya kepada Pemerintahan Nouri al-Maliki guna menghadapi ISIS. Bahkan Iran bersedia bekerjasama dengan Amerika untuk menghadapi ISIS. Amerika Serikat pun bersikap, dengan mengirim kapal perang.   

Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel menurunkan persenjataan militernya, termasuk jet tempur yang diangkut menggunakan kapal perang USS George HW Bush, dari Laut Arab Utara. Selain itu, kapal pengangkut rudal penjelajah USS Philippine Sea dan kapal pengangkut rudal penghancur USS Truxtun juga bakal diluncurkan ke Irak. Raja Arab Saudi Abdullah, khawatir dan ketakutan, lalu bertekad untuk menghancurkan ISIS yang semakin mendekat ke wilayah tersebut. Kekhawatiran Arab Saudi itu wajar sebab negeri kerajaan itu memiliki perbatasan darat sepanjang 800 kilometer dengan Iraq. Yordania mulai memperketat garis perbatasan negaranya dengan Iraq pasca takluknya kota Rutbah dan pos perbatasan al Walid di tangan khilafah Islam Iraq dan Syam ISIS. Garis perbatasan Yordania dengan Iraq sepanjang 181 kilometer tersebut kini dikawal oleh berlapis-lapis pasukan.

Di Suriah, ISIS berada di bawah tekanan dari pasukan rezim Suriah yang di dukung koalisi Rusia, aliansi Arab-Kurdi yang didukung koalisi AS, dan tekanan dari pasukan oposisi Suriah. Sementara di Irak, pasukan keamanan koalisi AS yang di dukung dan bekerja sama dengan kelompok milisi pro-pemerintah menekan ISIS dalam beberapa rangkaian pertempuran. ISIS kini mengalami kekalahan di Irak dan Suriah. Seperti di ketahui, Mosul yang diduduki ISIS di bombardir pertengahan november. Pasukan Inggris dan Rusia berhasil mengambil alih kota strategis di utara Irak tersebut. Setelah sukses memporak-porandakan militan ISIS di Mosul, Irak, dunia  kini berbalik cemas. Karena khawatir para relawan ISIS melakukan aksi balas dendam dengan sejumlah rangkaian teror.  Aksi balas dendam itu sangat mungkin. Karena itu, negara manapun harus tetap waspada untuk ancaman teroris. 

Dengan kekalahan ISIS, pasukan Irak yang di dukung oleh kekuatan udara sekutu AS, Inggris, Rusia, akan memaksa pasukan ISIS keluar dari Mosul. Yang jadi masalah adalah pasukan ISIS itu tidak hanya berasal dari Irak dan Suriah, tetapi juga banyak relawan yang berasal dari luar negeri, termasuk dari Indonesia. Jumlah mereka di perkirakan mencapai satu juta orang. Tentu mereka akan mencari wilayah baru untuk tempat cantolan meneruskan perjuangannya. Dan Indonesia adalah target untuk ISIS mendirikan khilafah. 

Saat sekarang di Indonesia, ISIS itu tak berbentuk, dan bergerak ke banyak arah. ISIS memperoleh pengikut di tempat yang paling tak terduga. ISIS menyatakan diri dalam bentuk yang acak dan sangat massive. Dengan secuil firman Allah, benci bisa jadi advertensi dahsyat. Mereka itu mengisolasi diri, menjadikan dirinya tak kelihatan, merawat khayal atau phantasma-nya, menyimpan tenaga, dan menanti sampai saatnya datang. Karena akan ada selalu orang-orang yang menjadikan nafsunya sebagai dasar mentafsirkan firman Tuhan untuk menjadi pemicu bahwa kekerasan dengan pemaksaan kehendak itu di benarkan. Dan ketika kekacauan terjadi, ISIS akan ambil bagian memanfaatkan situasi. Mereka adalah sampah dari peradaban manusia yang menjunjung tinggi kemanusiaan yang seharusnya cinta dan kasih sayang sebagai tautnya dengan Tuhan.

Kita harus waspada dengan memberikan kepercayaan kepada Aparat TNI dan POLRI untuk menghadapi mereka. Dan seyogianya kita bantu TNI dan POLRi dengan melaporkan kalau ada tentangga  atau teman yang mengkases fb anda yang terindikasi ISIS, laporkan ke aduankonten@bnpt.go.idJangan pernah terkecoh dan terprovokasi dengan jargon ISIS  : jihad, membela Agama Allah, membela Al Quran, menghalalkan darah kaum kafir dengan cara membunuh. ISIS membenci bukan hanya orang non islam tapi juga orang yang berbeda paham dengan mereka termasuk umat islam sendiri. Untuk itu mereka siap berperang dan membunuh. 


Sekali lagi saya ingatkan bahwa ISIS itu pada dasarnya di pimpin oleh tentara bayaran yang kesetiannya hanya berdasarkan uang dan uang. Siapapun yang mau bayar , mereka siap berperang secara kolosal ataupun aksi teror. Kehebatan ISIS, mereka menggunakan Islam agar orang bodoh mau bergabung untuk menjemput sahid membela Al Quran dan Hadith...Lawan mereka!. Jangan korbankan negeri ini oleh para predator berjubah Islam. Merekalah musuh sesungguhnya umat Islam dan seluruh umat beragama..

Senin, 28 November 2016

Aksi 212


Ketika Jokowi memilih Jenderal Polisi Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D  sebagai Kapolri, teman saya sempat berkata bahwa Santoso ( Teroris di Poso ) akan berhasil di ringkus. Benarlah hanya hitungan hari setelah dia di angkat sebagai Kapolri, Santoso berhasil di sergap oleh team gabungan. Santoso tewas di tempat.  Tentu tidak sembarangan mengapa Tito sampai di pilih Jokowi sebagai Kapolri. Dia termasuk perwira yang karirnya cepat sekali melesat. Prestasi yang sangat cemerlang yang di raihnya adalah ketika tahun 2001 berhasil menangkap Tommy Soeharto dan kemudian tahun 2005 berhasil meringkus gembong Teroris yang di kenal sangat licin yaitu Azahari Husin. Tahun 2007 ketika terjadi konplik Poso, Tito berhasil membongkar otak di balik konplik Poso itu dan sekaligus meredamnya. Tahun 2009 , Tito berhasil meringkus gembong teroris Noordin Muhammad Top. Ketika terjadi aksi di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat pada awal Januari 2016. Dengan pengalamannya yang mendalam soal terorisme, tak kurang dari 5 jam Ibukota sudah kembali di kuasai dan kondusif dan 7 tersangka sudah tertangkap.

Tito memang di kenal sebagai ahli operasi anti teror. Jabatan terlamanya adalah sebagai Komandan Densus 88. Keahliannya bukan saja berkelas lokal tapi international. Bebepara Akademi Kepolisian di luar negeri memintanya memberikan mata kuliah umum tentang anti teror. Atas dasar itulah Tito punya tugas penting di era Pemerintahan Jokowi sebagaimana katanya usai di lantik sebagai Kapolri bahwa kejahatan yang berimplikasi kontigensi, seperti terorisme dan konflik intoleransi akan menjadi fokus utamanya. Bagaimana menjadikan potensi besar Umat islam dapat di manfaatkan sebesar mungkin bagi pembangunan nasional dan menemukan solusi tepat mengatasi paham radikalisme dari segelintir umat Islam. Tantangan kedepan Indonesia sangat besar. Karena ancaman konplik global yang di picu oleh kelangkaan sumber daya akan Food, Energy and Water bisa saja menjadikan Indonesia sebagai target untuk di perebutkan. Dan potensi konplik di Indonesia walau itu sangat kecil namun sangat mudah menjadi ledakan besar. Apalagi di kemas dengan retorika agama yang membuat orang bisa terprovokasi menjadi mesin pengrusak persatuan dan kesatuan.

Jokowi tidak mungkin memusuhi ormas Islam. Karena secara politik Jokowi butuh kekuatan informal dari umat islam. Maklum karena  beliau bukan elite Partai dan bukan pula berasal dari Militer. Keberadaan kekuatan informal umat islam harus di jaganya sebaik mungkin  agar bisa menciptakan ke seimbangan dengan kekuatan formal yang ada. Namun membiarkan kekuatan radikal berada di tengah umat islam juga tidak menguntungkan bagi potensi umat islam itu sendiri yang di percaya sebagai benteng NKRI. Juga tidak mungkin karena segelintir umat islam yang radikal lantas menciptakan stigma bahwa setiap gerakan umat islam yang berbeda dengan pemerintah adalah musuh. Tentu tidak bijak. 

Masalahnya adalah, bagaimana caranya memisahkan dengan tegas kelompok paham radikal yang tak mungkin lagi di rangkul dan harus di hancurkan, mana yang radikal dan masih bisa di jinakan lewat persuasi, dan mana yang moderat dan harus di tingkatkan potensinya untuk ambil bagian dalam pembagunan nasional di segala bidang ? Tito memang ahlinya di bidang ini. Acara demo pada tanggal 2/12 nanti yang di dukung oleh Kapolri adalah salah satu bentuk ke piawaian Tito mendekati kekuatan radikal untuk kembali ke jalur yang di inginkan pemerintah. Dari rencana demo di Jalan Sudirman dan Thamrin bergeser ke Lapangan Monas, dengan di back up langsung oleh POLRI dan TNI. Boleh di katakan aksi demo kali ini sebagai tuan rumah adalah POLRI. Tentu aksi ini akan di jaga dengan ketat agar tidak sampai di masuki oleh provokator yang bisa menimbulkan kerusuhan. Bila aksi damai ini terjadi, maka citra indonesia di mata international akan terangkat dan pasti membuat dunia harus berpikir ulang untuk mengobok ngobok Indonesia dengan memanfaatkan issue SARA. 

Bagaimana dengan tuntutan agar Ahok di tangkap dan di penjara? Masalah ini saya yakin sudah selesai di persuasi oleh POLRI dan TNI untuk meyakinkan mereka bahwa tuntutan dengan pemaksaan kehendak itu , bisa saja di kabulkan. Tapi bagaimana dengan supremasi hukum sebagai dasar berdirinya sistem demokasi ? Ini bukan soal keberpihakan terhadap AHok atau tuntutan Umat islam tapi keberpihakan kepada supremasi hukum. Sekali Indonesia tunduk dengan kekuatan massa maka saat itu juga bukan hanya dunia meragukan kredibilitas pemerintah tapi juga kelompok islam moderat dan golongan minoritas juga tidak lagi merasa nyaman dan aman di bawah kepemimpinan Jokowi. Karena di nilai lemah. Sekali pemerintah di nilai lemah maka apapun kebijakan pemerintah tidak akan efektif lagi, Hanya  masalah waktu kekuasaan akan jatuh. Dan inilah sebetulnya target dari kelompok radikal di balik aksi demo belakangan ini.

Dalam upaya persuasi, Jokowi melakukan pendekatan kepada Elite partai, tokoh ulama, pimpinan ormas islam , agar semua dapat di dudukan pada tempatnya. Semua komponen bangsa bisa menerima sikap pemerintah bahwa hukum harus di hormati dan proses nya harus transfarance agar legitimasinya kuat di hadapan rakyat. Bagi pihak yang meragukan tekad pemerintah maka sikap pemerintah melalui TNI dan POLRI sangat jelas, bahwa siapapun yang mencoba melawan UU dan aturan dengan cara cara kekerasan maka itu sama saja berhadapan dengan TNI dan POLRI bersama sama dengan semua komponen bangsa. Semua berprinsip bahwa NKRI harga mati. 

Mungkin saja setelah 2/12  akan ada aksi demo susulan apabila tuntutan mereka tidak terpenuhi, karena Ahok di nyatakan bebas. Namun sikap mereka yang menolak itu sudah berada di kelompok radikal yang tak bisa lagi di persuasi maka mereka harus berhadapan dengan moncong senjata TNI dan POLRI. Dan Jokowi tidak akan berdamai dengan ini. Karena taruhannya adalah NKRI.  Terlalu mahal harga yang harus di bayar bila pemerinntah lemah dengan para pemaksa kehendak. Ingat bahwa satu satunya sifat teroris adalah mengancam untuk mencapai tujuan, Dan bila ancaman tidak di hiraukan maka mereka akan beraksi. POLRI di bawah Tito dan TNI di bawah pimpinan Gatot sangat menguasai peta kekuatan radikalisme di Indonesia dan paham sekali bagaimana cara menghadapi mereka. 

Yang jelas hikmah dari aksi bela islam ini adalah tanpa ramai ramai pada bulan november 2016 Pemerintah berhasil membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, setelah dua tahun molor sejak UU Halal di syahkan. Pemerintah berhasil merevisi UU ITE dengan memasukan pasal karet terhadap konten menyebarkan informasi yang bersifat tuduhan, fitnah, maupun SARA yang mengundang kebencian. Yang bisa dijerat bukan hanya yang membuat, tapi justru juga yang mendistribusikan dan mentransmisikannya. Saat sekarang sedang di bahas di DPR revisi : UU anti Teror dan UU Pilkada dan UU Minerba. Kemungkinan besar akan lolos dengan mudah di DPR. Apalagi kalau aksi bela islam III pada 2/12 mendatang jadi di laksanakan. Maka selanjutnya Pemerintah semakin kuat mengontrol kekuasaan dari segala issue SARA. Ormas yang radikal bisa langsung di bubarkan atau di tangkap pengurusnya bila di curigai. Kekuasaan negara terhadap SDA semakin besar untuk kepentingan nasional dan terdistribusi sesuai dengan otonomi daerah..

Jadi tidak perlu terlalu kawatir dengan aksi 2/12 yang rencananya melakukan sholat jumat berjamaah di Lapangan Monas. Memang ada resiko tapi  kita harus lakukan demi prinsip demokrasi. Dan demi terwujudnya perdamaian dan kesatuan dalam kebinekaan maka kita harus berjuang menyamakan visi antar anak bangsa, agar NKRI tetap utuh dan bermartabat , tempat tumpuan bagi anak bangsa. 

Sabtu, 26 November 2016

Pancasila, kesatuan.


Dulu tahun 80an setiap mahasiswa baru wajib mengikuti pencerahan tentang P4 ( Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila). Namun saya dengan cara saya bisa menghindar dari pencerahan itu. Ketika di Masjid saya bertemu dengan seseorang yang nampak seusai sholat maghrib dia mengaji sampai datangnya sholat Isya. Yang membuat saya tertarik dengan seseorang itu adalah dia mengaji tanpa membaca Al Quran.Itu artinya dia hafal Al Quran.Ada rasa kagum kepada seseorang itu.Seusai sholat isya saya memberanikan diri untuk menegurnya dan berharap bisa berdialogh dengannya.  Benarlah,  dia sangat ramah ketika saya tegur. Saya berbicara tentang kegundahan saya dimana pemerintah memaksakan agar semua orang berkiblat kepada Pancasila. Padahal islam sudah punya pedoman yang lengkap yaitu AL Quran dan hadith. Apa lagi? 

Dia nampak tersenyum mendengar keyakinan saya. Menurutnya Pancasila adalah alat komunikasi tentang isi Al Quran dan hadith kepada masyarakat Indonesia. Di dalam Pancasila ada kalimat Adab, Hikmah, Musyawarah. Ini semua terminologi Al Quran. Tapi mengapa harus menggunakan pancasila? Harap maklum bahwa hampir semua penduduk Indonesia yang beragama karena faktor keturunan dan budaya. Bagaimanapun Al Quran dan hadith itu datang dari luar Indonesia, dan untuk menyampaikannya kepada orang indonesia tentulah harus menggunakan budaya Indonesia sehingga mudah di pahami. Bila sudah di pahami tentu tidak ada kesulitan untuk di jalankan.Jadi ini hanya  educative method 

Pancasila adalah hasil tafakkur yang panjang dari para pendiri negara yang seumur hidupnya di wakafkan untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebagai falsafah negara maka Pancasila itu adalah platform yang bukan satu kesatuan tapi satu mempersatukan yang lain. Jadi urutan pancasila harus runut tidak bisa di balik balik.  Perhatikanlah bahwa Pancasila itu pengakuan prinsip aqidah Islam bahwa segala sesuatu haruslah di awali karena Allah. Sila pertama adalah Ketuhan Yang Maha Esa. Sila yang lain dalam pancasila tidak ada tanpa ada sila pertama. Pembahasan kepada sila yang lain harus di dasarkan kepada sila yang pertama. Ini Platform nya. Bagaimana manusia memperlakukan Tauhid atau Ketuhanan Yang Maha Esa itu? 

Pada sila kedua, kemanusiaan di definisikan sesuai dengan Al Quran yaitu yang adil dan beradab. Adab adalah kesopanan, keramahan, dan kehalusan budi pekerti, menempatkan sesuatu pada tempatnya, keadilan dan lain-lain. Adab juga dapat berarti mendisiplinkan jiwa dan fikiran. Adil dan beradab adalah akhlak mulia dan ujud nyata ketaqwaan kepada Allah."Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ihsan dan memberi kepada keluarga yang dekat  dan melarang dari yang keji, dan yang di benci, dan aniaya. Allah mengingatkan kalian, supaya kalian ingat.” (QS 16:90). Ia lebih tinggi nilainya dibandingkan definisi kemanusiaan konsep HAM dari PBB. Bila definisi tentang kemanusiaan seperti ini maka dijamin semua orang bertauhid  akan bersatu, yang selanjutnya masuk kesila ketiga  persatuan Indonesia.

Bila umat bersatu karena dasarnya aqidah maka kembali ditanya bagaimanakah bentuk tatanan masyarakat yang hendak di bangun? Ternyata para pendiri negara kita kembali mengangkat definisi sesuai dengan Al Quran. Bahwa sila keempat yaitu  kerakyatan yang dipimpin oleh “hikmat”kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Siapakah hikmat itu ? Dalam al-Qur’an, kata hikmah, baik dalam bentuk nakirah ataupun ma’rifatnya ada sembilan belas kata. Diantaranya adalah surat al-Baqarah; 129,151, 231, 251, 269, surat Ali Imram; 48, 81,164, surat al Nisa; 54, 113, surat al Qamar; 5, surat al Nahl; 152, surat al Isra’; 39, surat al Ahzab; 34, surat al Zahraf; 63, surat al Jumat; 2, surat al Maidah; 110, surat Lukman; 12, dan surat Shaad; 20. Arti hikmah itu berhubungan dengan adil, ilmu, sabar, kenabian, al-Qur’an, dan Injil. Ungkapan untuk mencegah sesuatu yang utama dengan ilimu yang lebih utama. 

Al-hakiim, yaitu orang yang cermat dalam segala urusan, atau orang yang bijak, yakni orang yang telah di tempa berbagai pengalaman. Al hakam dan al hakiim, yaitu penguasa dan hakim. tulisannya hakiim, tapi maknanya haakim. Al-hikmah, yaitu objek kebenaran (al haq) yang di dapat melalui ilmu dan akal. Al hakiim, juga bermakna orang yang mencegah kerusakan.Al hakamatu, yaitu seseorang yang menghadang kuda. maksudnya ia mencegah kuda agar tidak lari kencang dan ia dapat mengendalikan. Al hukmu, yaitu mencegah kezhaliman. Bayangkanlah, tinggi sekali qualifikasi orang yang di sebut pemimpin dalam Pancasila. Dengan qualifikasi seperti inilah maka keadilan sosial bagi seluruh rakyat ( sila ke lima) dapat terjelma sebagai reward dari Allah karena di pimpin oleh orang orang yang hikmah...

Jadi Pancasila adalah falsafah bermasyarakat dan bernegara yang bersumber dari AL Quran, yang di singkat dalam lima pasal dalam bahasa sederhana sebagai unifying factor bagi siapa saja utamanya yang beragama islam dan nyatanya di terima oleh semua golongan. Itulah indahnya islam sebagai rahmat bagi alam semesta. Untuk implemetasi Pancasila di buatlah UUD 45 namun karena dibuat dengan terburu buru maka semua pendiri negara sepakat bahwa UUD 45 akan diperbaiki dikemudian hari apabila keadaan politik telah stabil, agar sesuai dengan Pancasila. 

Kalau ada orang yang mengatakan bahwa  Pancasila adalah system kufur itu berarti telah menuduh pendiri negara ini kufur. Ada baiknya kita kembali kepada hadith Nabi dirawikan oleh sahih Bukhari bahwa...sesungguhnya Islam itu datang dalam keadaan asing dan nanti akan kembali asing. Para sahabat bertanya : Wahai RasuluLlah siapakah orang-orang asing itu? Nabi menjawab :Mereka adalah orang-orang yang berbuat kebaikan dikala orang-orang berbuat kerusakan, tidak berbantah-bantahan dalam agama Allah dan tidak mengkafirkan salah seorang di antara ahli Tauhid dengan sebab dosa yang telah dia lakukan. Barangsiapa mengatakan kepada saudaranya dengan Wahai Kafir, maka kekafiran itu kembali kepada salah satunya"

***
Mengapa sebagian umat islam malah berani menolak Pancasila dan menganggap bahwa Pancasila anti Islam?  BIsa di pahami bahwa Islam awalnya di perkenalkan Rasul dalam keadaan utuh. Hanya masalahnya menjadi lain ketika ia tersebar-luaskan. Cara menerima agama inilah yang berbeda sehingga berbeda pula sikap dan perbuatannya. Ada dua macam perbedaan dalam bersikap tentang agama, yaitu pertama , Ekstrinsik dan kedua, Intrinsik

Yang Ekstrinsik memandang agama sebagai something to use but not to live. Orang berpaling kepada Tuhan, tetapi tidak berpaling dari dirinya sendiri. Agama di gunakan untuk menunjang motif-motif lain: kebutuhan akan status untuk tujuan politik atau business, kebanggaan, rasa aman atau harga diri. Orang yang beragama dengan cara ini, melaksanakan bentuk-bentuk luar dari agama. Ia puasa ,Sholat, naik haji dsb, tetapi tidak di dalamnya. Imam Al-Ghazali, menyatakan bahwa beragama seperti ini adalah beragama yang ghurur (tertipu). Tertipu, karena di kira sudah beragama, ternyata belum. Bahwa cara beragama seperti ini memang erat kaitannya dengan penyakit mental. Sehingga kesimpulannya, cara beragama seperti ini tidak akan melahirkan masyarakat yang penuh kasih sayang. Sebaliknya, kebencian, iri hati, dan fitnah masih tetap akan berlangsung. 


Sedangkan makna yang intrinsik, yang di anggap menunjang kesehatan jiwa dan kedamaian masyarakat, agama di pandang sebagai 'comprehensive commitment' dan 'driving integrating motive', yang mengatur seluruh hidup seseorang. Agama di terima sebagai faktor pemadu (unifying factor). Hanya dengan cara itu kita mampu menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang.

Suka tidak suka, Islam di terjemahkan dengan dua makna keberagamaan tersebut. Seluruh literatur Islam, sebenarnya penuh dengan dua makna tersebut. Imam Al-Ghazali menyebutnya dengan makna lahir dan makna batin. Dia menjadi unifying factor, yang sejarah tak pernah mencatat ada sesuatu selain Islam. Bahkan, unifying factor, ini hanya merupakan salah satu karakteristik konsepsi Islam, yaitu yang disebut dengan keseimbangan. Selain itu, Islampun datang dengan karakteristik-karakteristik kekonstanan, keuniversalan, keativan, kerealisitisan, ketauhidan dan yang paling utama kerabbanian (Ketuhanan). Karakteristik-karakteristik inilah yang membuat Islam berhak menyandang gelar Rahmat bagi Alam.

Rasul memang diutus untuk menebarkan rahmat (kasih sayang) kepada seluruh alam, sebagaimana tercantum pada QS. 21:107: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". Itu sebabnya George Sarton, dosen Universitas Harvard menyatakan bahwa sesungguhnya Islam merupakan tatanan agama yang paling tepat sekaligus paling indah. Tetapi sangat di sayangkan bahwa sebagian kaum Muslimin sendiri terlalu jauh dari hakekat yang dibawa Islam.

SDA dan ancaman konflik global


Jangan di kira berkah Tuhan akan SDA adalah rezeki yang mudah di manfaatkan untuk mencapai kemakmuran. Setiap Tuhan memberi sumber rezeki maka Tuhan juga melengkapinya dengan cobaan. Cobaan itu bukan hanya harus bekerja keras tapi bagaimana menahan serangan dari predator luar yang ingin juga memafaatkan sumber daya yang ada itu.Banyak negara berkembang yang punya SDA pada akhirnya SDA itu menjadi sebuah kutukan seperti  apa yang di sampaikan oleh Richard Auty dalam tesisnya " kutukan sumber daya" di tahun 1993, Beberapa penelitian, termasuk oleh Jeffrey Sachs dan Andrew Warner, telah memperlihatkan hubungan antara keberlimpahan sumber daya alam dengan lambatnya pertumbuhan ekonomi negara pemilik SDA. Tantangan geopolitik global saat ini bukan lagi bermotif ideologi, agama, atau penguasaan teritori. Tetapi berganti menjadi sumber daya alam, seperti makanan, energi, dan air. Penduduk bumi yang kini mencapai 6,6 miliar dan masih akan terus bertambah, sehingga memerlukan sumber kehidupan. Apa yang di sebut food, energi, water (FEW) security, ini sangat penting, jjika dunia gagal mengatasi dan mengelola kemungkinan terjadinya benturan kepentingan dalam pencarian penguasaan FEW bisa menyulut konflik baru di tingkat global

SURIAH

Apabila rezim Bashar Al Asaad di suriah jatuh dan digantikan oleh kelonpok oposisi, apa yang akan terjadi ? Tanya saya. Sentimen soal Sunni dan Syiah itu hanyalah omong kosong. Perjuangan tegaknya syariah islam, itu juga omong kosong. Itu semua hanya alat propaganda politik untuk  dukungan kepada pro demokrasi menjatuhkan Bashar. Yang pasti bahwa bIla Bashar jatuh maka kebijakan politik Suriah terhadap LIbanon juga akan berubah. Begitupula kebijakan terhadap Palestina juga akan berubah. Perubahan ini pasti menguntungkan AS dan Israel. Demikian kata teman saya ketika saya berkunjung ke Dubai tahun 2013. Mengapa ? 

Semua tahu bahwa letak geographis Suriah  dengan Turki di sebelah utara, Irak di Timur, Laut Tengah di Barat dan Yordania di selatan, ini sangat strategis untuk jalur lintas perdagangannya minyak. China dan Rusia tidak ingin karena perubahan itu hegemoninya hilang di wilayah ini. Apabila Bashar jatuh maka control China dan Rusia terhadap Suriah dan kemudian Libanon  akan hilang. Tentu apapun akan dipertaruhkan oleh China dan Rusia melindungi Bashar. Harap maklum bahwa Rusia dan China adalah termasuk konsumen MIGAS terbesar didunia setelah AS. Jadi sebenarnya ini soal minyak, Ini menyangkuat resource oil and gas yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, demikian tutur teman saya yang pernah terlibat dalam pembiayaan  project migas di Arab.

Kemudian ketika saya bertemu dengan teman yang terlibat dalam business fund provider untuk minyak, sedikit tersibak pengetahuan saya soal konplik suriah ini. Dia bertanya, tahukah anda apa itu Basin Levant? itu adalah wilayah yang berada di Estern Mediteranian yang mencakup pesisir Israel, Suriah, Lebanon, Ciprus dan Palestina, mengandung sekitar 122 trilun kaki kubik gas dengan deposit minyak 1,7 miliar barel. Atas dasar itulah maka Pemerintah Israel bersama AS telah punya agenda jangka panjang untuk membangun terminal terapung gas alam cair yang dilengkapi system pertahanan udara dan dukungan angkatan laut. 

Tapi rencana itu tidak semudah membalik telapak tangan. Karena berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut, Palestina, Lebanon dan Suriah semua berhak untuk mengeksplorasi dan menyuling minyak dan gas di zona masing-masing. Tanpa izin dari salah satu Negara itu maka agenda Israel akan kandas secara hokum. Itu sebabnya dengan memanfaatkan Arab spring , Israel bersama AS melalui Task Force Center ( USCENTCOM) di Qatar dan Bahrain melakukan operasi intelligent yang didukung oleh Mossad dan CIA untuk menjatuhkan Bashar al-assad dan menggantikannya dengan rezim yang akan menjadi boneka AS seperti Negara teluk lainnya.

Sampai kini konflik suriah tak kunjung selesai dan Bashar tetap bertahan. Mengapa ? Menurutnya yang membuat keadaan Suriah berlarut larut karena operasi menjatuhkan Bashar al-assad tidak dilakukan secara langsung seperti menjatuhkan Sadam dan Khadafi tapi melalui “ perantara “ dibawah kendali operasi intelligent. Mengapa tidak langsung ? karena pihak China dan Rusia tidak mau lagi diajak beraliansi di PBB untuk melegitimasi serangan langsung. Maklum sebelumnya China dan Rusia dibohongi oleh AS dan Barat ketika menjatuhkan Sadam dan Khadapi. Bagi bagi tidak adil. AS dan Barat mendapatkan lebih, sementara China dan Rusia mendapatkan sedikit. 

Karenanya AS dan Israel menggunakan kekuatan oposisi dalam negeri untuk melakukan pressure kepada pemerintah Suriah dan ketika konplik terjadi, pihak AS dan Israel menggunakan jalur swasta untuk membiayai operasi intelligent menciptakan chaos agar Bashar jatuh. Menurutnya ada sebuah perusahaan bernama XE Service LL mendapatkan dana dari perusahaan offshore company yang merupakan holding company dari berbagai perusahaan minyak yang beroperasi di Timur Tengah. Dana inilah yang di pakai untuk melatih tentara bayaran, mengirim senjata, biaya propaganda, dan lain sebagainya. Ini operasi intelligent yang rumit karena melibatkan network AS /Israel dari Turki, Irak, Afganishtan, Yordan, Arab Saudi, Qatar dll.

Mengapa operasi ini tidak efektif ? tanya saya. Secara keseluruhan efektif namun menjadi rusak karena tentara bayaran menggunakan seragam resmi tentara Bashar untuk melakukan penculikan, terror dan pembunuhan kepada rakyat sipil. Awalnya ini berhasil efektif menjatuhkan citra tentara sekaligus Pemerintahan Bashar dimata internatioanl. Namun berkat operasi kontra intelligent yang dilakukan iran dan Suriah berhasil menangkap ratusan tentara bayaran dan sebagian lainnya terbunuh dalam operasi penggerebekan. Dari merekalah terungkap pengakuan tentang operasi Xe untuk menjatuhkan rezim Bashar. Sebetulnya ini sudah lebih dulu diketahui oleh Jurnalis Barat seperti CNN namun dengan tertangkapnya pemberontak itu semakin memperkuat indikasi bahwa AS ada di balik pemberontakan dan teror.

Jadi apa yang menyebabkan masalah Suriah tidak pernah selesai sampai kini karena kepentingan asing begitu besarnya untuk mengontrol Suriah. Amerika punya agenda. China bersama Rusia punya agenda. Pergolakan di Suriah adalah repliksi perang antara Rusia ( bersama China ) dan AS ( bersama Barat) dengan agenda yang sama yaitu, bisnis minyak dan gas. Ini semua menyangkut dana triliunan dollar yang dipertaruhkan. 

Keberadaan Israel bersama Liga Arab dan Iran bersama rezim Bashar hanyalah pion dari dua group raksasa dalam perebutan konsesi minyak. Lantas dimana Rakyat suriah? Tidak ada!. Makanya saatnya persatuan umat islam tampil untuk menyelesaikan masalah ini dengan jujur untuk kepentingan rakyat Suriah. Tidak ada LIga Arab, tidak ada Iran, tidak ada AS, tidak ada China, tidak ada Rusia, tidak ada Sunni, tIdak ada syiah. Yang ada hanya rakyat suriah dan Islam… 

MYANMAR.

Ketika bertemu dengan teman di Hong Kong yang punya business di Myanmar, menurutnya masalah etnis Rohingya di Burma adalah masalah lama yang tak pernah tuntas  di selesaikan oleh sejarah. Tapi konplik yang kini terjadi adalah akibat dari pertarungan kepentingan politik Negara besar yang ingin menguasai Myanmar secara tidak langsung. Apa pasal? Menurutnya Myanmar memang dikenal sebagai Negara kaya SDA, meliputi emas, berlian dan migas. Terutama ketika tahun  2004 di temukan gas bumi di  Shwe (emas) Blok A1-Teluk Bengal. Prakiraan deposit gas mencapai 5,6 triliun kubik yang tidak akan habis di eksploitasi hingga 30  tahun, maka semenjak itulah bentangan pantai sepanjang 1.500 km antara Teluk Bengal - batas laut Andaman, Thailand menjadi incaran Negara Negara seperti  Cina, Jepang, India, Perancis, Singapura, Malaysia, Thailand, Korsel dan Rusia. Negara Negara terserbut bertarung mendapatkan konsesi untuk eksplorasi serta eksploitasi kecuali AS agak belakangan melalui  Chevron (AS) dan Total, Perancis.

Tapi menurut teman saya, yang paling  agresip menguasai Myanmar adalah China dan kemudian Rusia. Kedua Negara ini bukan hanya menguasai konsesi minyak dan gas tapi juga terlibat aktif memberikan bantuan peralatan militer kepada junta militer di Myamar, juga memberikan bantuan dana tidak sedikit untuk pembangunan insfrastruktur ekonomi. Saat kini china sedang berambisi menyelesaikan pembangunan pipa minyak sepanjang 2.300 km dari pelabuhan Sittwe, Teluk Bengal sampai Kunming, Cina Selatan. Depat dibayangkan cengkaram China akan Myanmar sangat kuat. Bila project ini selesai maka niscaya seluruh impor minyak dari Timur Tengah dan Afrika cukup di pompa melalui Sittwe ke salah satu kilangnya di Kunming. Apabila proyek itu selesai maka geopolitik di Asia Tenggara bakal berubah, terutama dalam hal distribusi minyak. Ibarat memangkas jarak pelayaran sejauh 1.820 mil laut ,  bahkan lebih dari sekedar memangkas jarak, modal transportasi import minyak Cina dalam jalur sangat aman dan lebih murah.

Amerika dan Barat memang hanya peserta pasif ditengah hegemoni China dan Rusia  terhadap Myanmar namun bukan berarti AS dan Barat berikhlas hati terhadap itu semua. AS dan Barat paham betul bahwa ada saatnya mereka bergerak untuk menjadi pemenang. Kesalahan paling besar bagi Rusia dan China yang punya akses kepada Junta Militer Myanmar adalah gagal meyakinkan pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah Rohingya. Padahal ini potensi konplik terpendam yang mudah di ledakan oleh siapapun yang tidak menginginkan stabilitas di Myanmar. 

Memang etnis Rohingya tidak pernah di akui sebagai bagian dari Burma. Tidak seperti etnis Bamar, Karken, Kayah, Chin, Arakan (disebut Rakhine), Mon, Kachin yang mendapatkan hak layaknya warga Negara syah. Mengapa sampai etnis Rohingya tidak diakui. Menurutnya ini karena factor sejarah yang menimbulkan dendam berkepanjangan. Bermula ketika pada tahun 1658, akibat konflik internal di Kekaisaran Mogul, pada 7 feb 1661 pangeran India Shah Shuja datang berlindung ke Arakan tapi dia dibunuh oleh raja yang beragama islam . Akibatnya terjadi perang saudara di Arakan antara etnis Rohingya yang beragama islam dengan Arakan budha. Perang berkelanjutan ini membuat Arakan lemah dan akhirnya direbut oleh Raja Burma. Padahal sebelumnya Raja  Burma pernah  dikalahkan oleh Arakan ketika dipimpin oleh Suleiman Shah dari etnis Rohingya  yang mendapat dukungan dari Sultan Bengal, Nasiruddin Shah.

AS dan Barat paham sekali akan factor sejarah yang menyimpan potensi konplik itu. Ketika inggris keluar dari Birma dan membiarkan birma merdeka,  memang sengaja menanamkan bomb waktu ke Burma dengan membiarkan Arakan masuk bagian Burma yang mereka tahu bahwa Arakan tak ingin menjadi bagian dari Burma.  Maka bisa di tebak keributan dan kekacauan di Arakan dengan korban etnis Rohingya tidaklah datang dengan sendirinya. Kejadian itu hasil sebuah grand design dengan scenario yang hebat.

Bermula dari masalah krimininal biasa dimana etnis Rohingya memperkosa wanita Arakan Budha, yang memancing kerusuhan besar. Sebentar bisa di redamkan namun berikutnya muncul lagi keributan kecil  dari Arakan Budha kepada etnis Rohingya dan benturan terjadi lagi. Begitu seterusnya. Keadaan ini membuat Junta Militer di Myanmar menjadi bertindak keras untuk menjaga stabilitas. Kekerasan pemerintah kepada komunitas Arakan bukan hanya kepada Rohingya yang muslim tapi juga kepada Arakan Budha. Disamping itu memang Arakan tidak pernah berikhlas hati menerima kekuasaan Junta Militer. Konplik ini akan digiring menjadi issue international. 

BIla kekacauan ini terus terjadi dan perhatian dunia terarah penuh kepada Myanmar khususnya korban kemanusiaan atas Etnis Rohingya maka seperti biasanya akan mengundang turut campur PBB dengan mengirim pasukan perdamaian untuk menentukan nasip Arakan. Bila ini terjadi maka akan membuat Pemerintahan junta Militer tersudut untuk duduk dalam meja perundingan. Senjata demokrasi akan dipakai oleh AS dan sebagaimana biasanya AS akan muncul sebagai pemenang mengontrol Myanmar , mengontrol asia tenggara.  Bila scenario tersebut diatas terjadi maka saat itulah kontrak konsesi minyak yang sudah ditanda tangani Junta Militer Myanmar akan dievaluasi ulang. Uncle Sum akan mendapatkan porsi paling besar tanpa harus berkorban banyak seperti China dan Rusia.  

Apa yang terjadi di Myanmar bukanlah masalah besar. Ini masalah dalam negeri Myanmar sendiri. Kalaupun ada pergolakan dan penolakan rezim yang berkuasa sekarang maka jumlahnya tidaklah mencerminkan mayoritas rakyat Myanmar. Saya pernah berkunjung ke Yangon dari Yunan. Kehidupan rakyat disana nampak biasa biasa saja. Kebutuhan pokok terjamin dan infrastructure ekonomi dibangun dengan systematis dibawah dukungan China. Memang kebebasan seperti kehidupan masyarakat materialistis seperti di negara demokrasi lainnya , tidak nampak. Pemerintah memang mengontrol kehidupan masyarakat sesuai dengan donkrit politik mereka yang sadar dengan ancaman pengaruh dari luar. Apapun paham yang dapat membuat Myanmar terpecah sebagai negara berdaulat akan berhadapan dengan tangan besi pemerintah.

Kalaupun kini Myanmar lebih memilih China, India sebagai mitranya dan menapik AS ( Barat ) maka itupun harus dihormati. Karena AS dengan pro demokrasinya pun tidak bisa menjamin kehidupan rakyat akan lebih baik setelah penguasa otoriter dijatuhkan. Seyogianya, membiarkan rakyat Myanmar menjalani kehidupannya sesuai dengan pilihannya adalah lebih bijak daripada terus menekan penguasa disana, yang justru menambah persoalan bertanbah rumit dan akhirnya rakyat Myanmar juga yang akan menderita. Seperti arogansi AS yang membekukan dana pemerintah junta militer di luar negeri. Anehnya, AS tidak melakukan hal yang sama kepada penguasa Israel yang menyerbu pendudukan Palestina. Yang pasti Myanmar tidak sendiri melawan arogansi AS, disampingnya ada Iran, Sudan dan Korea Utara, yang selalu tampil gagah berani demi kehormatan bangsanya.

Yang harus di ketahui oleh Rakyat Myanmar bahwa pandai pandailah memanfaatkan komplik yang kini terbentuk diantara dua kekuatan raksasa , China dan AS. Kedua negara besar ini, tidak pernah tulus untuk membuat kemakmuran bagi bangsa Myanmar. Kedua duanya mempunya kepentingan ekonomi untuk menjadikan Myanmar sebagai resource bagi kelangsungan pertumbuhan ekonomi mereka. Kekuatan dalam negeri harus terus di bangun sambil mendidik rakyat untuk cerdas menyikapi setiap pengaruh asing yang masuk. Kemudian secara gradual membuka katup kehidupan politik lebih terbuka, sebagaimana yang dilakukan china kini setelah berhasil dengan reformasi ekonominya.

AS dan China atau lainnya tidak bisa memaksakan kehendak seperti apa yang mereka mau untuk rakyat Myanmar. Rakyat Myanmar lebih tahu , mau di bawa kemana negerinya. Memprovokasi mereka tentang pro demokrasi atau lainnya, tidak akan membantu mereka. Semoga Myanmar dapat belajar dari suriah..

***
Semoga ini tidak pernah terjadi di Indonesia. Saya katakan semoga karena Indonesia kaya akan SDA terutama wilayah yang strategis yang menyimpan kekayaan luar biasa untuk pangan dan energy. Kita harus sadar bahwa kita setiap saat terancam akan di suriahkan oleh kekuatan asing dengan memanfaatkan potensi konplik di Indonesia , yaitu perbedaan agama, mahzab dan golongan. Segala macam cara pihak asing akan berusaha menggoyang persatuan dan kesatuan ini dengan memanfaatkan kebebasan media massa dalam sistem demokrasi. Berbeda dengan Myanmar dengan sistem junta militer sehingga sulit pihak asing memprovokasi terjadinya kekacauan. Di Indonesia , agitasi yang melemahkan reputasi pemerintah akan terus di lakukan oleh Proxy asing yang berlabelkan HAM, agama dan lainnya , agar integritas pemerintah jatuh sehingga lemah untuk terjadi benturan horizontal antar anak bangsa. Akhirnya setelah konplik terjadi dengan korban tak terbilang, pihak asing akan masuk atas nama Dewan Keamanan PBB , dan leluasa menempatkan pion nya sebagai penguasa untuk menjalankan agendanya. 

Ingatlah, saudaraku...Kita akan kuat selagi kita bersatu dan berdamai dengan kenyataan tanpa bisa di adu domba karena kita bukan hanya bisa melupakan perbedaan tapi karena kita mampu saling memaafkan. Perbedaan bagi kita adalah kekuatan untuk membangun peradaban. Bukan malah menjadi sumber potensi konplik. Ingat bahwa 350 tahun kita bisa di jajah oleh Belanda karena kita tidak bisa bersatu. Ketika persatuan terbentuk kita menjadi pemenang dalam perang kolosal dengan asing. BIla sikap persatuan dan kesatuan ini terus kita galang maka kedepan apapun upaya asing mengobok ngobok kita melalui proxy nya yang ada di dalam negeri,  akan kita lawan atau setidaknya kita tidak tanggapi segala upaya provokasi yang menimbulkan perpecahan...Indonesia adalah rumah kita untuk kini dan besok, kita semua harus menjaganya...pahamkan sayang..

Rabu, 23 November 2016

Bukan saatnya menang...

Anak ku,
Dulu kami sebagai aktifis belajar politik tidak dari sosmed atau media massa, karena waktu itu belum ada sosmed dan lagi media massa tidak bisa seratus persen di percaya. Kebebasan masih di pasung. Kami mendapatkan pengetahuan dan wawasan politik dari banyak membaca buku. Berbagai litetarur tentang  politik, sosial, ekonomi dan agama, kami baca sampai tuntas. Tak semua kami mampu membeli buku namun piknik kami bukan ke mall tapi adalah perpustakaan nasional. Di sanalah kami membenamkan diri melahap buku.Setelah itu kami akan terlibat diskusi dengan teman teman sesama aktifis. Dari diskusi itulah wawasan kami semakin kaya dan paham di mana kami berdiri. Paham mengapa kami harus berjuang. Kami sedari usia muda sudah terlatih berdebat dengan santun dan   smart.  Bukan untuk saling menyalahkan tapi saling mengingatkan bahwa walau kami berbeda paham namun kami punya satu tujuan, yaitu membela kebenaran, kebaikan dan keadilan.

Kamu tahu Nak, proses sejarah perjuangan kaum terpelajar Indonesia menuju Indonesia merdeka di pengaruhi oleh empat golongan yaitu Nasionalis, TNI, Agama  dan Komunis. Ini fakta sejarah. Ke empat golongan  ini bersatu ketika menyusun konsep kemerdekaan Indonesia dengan lahirnya Pancasila. Dalam palsafah Pancasila idiologi keempat golongan itu terwakili. Tapi dalam kenyatannya ke empat golongan itu memang punya agenda masing masing yang tersembunyi dibalik Pancasila. Kelompok Agama, dalam hal ini Islam ingin mendirikan negara Islam. Kelompok Komunis ingin mendirikan negara komunis. 

Memang baik Komunis maupun islam punya kesamaan yaitu internationalisasi. Sementara nasionalisme tidak ingin ada negara Agama atau negara golongan. Baik islam maupun komunis , keduanya pernah terlibat pemberontakan. Tahun 1948 terjadi pemberontakan Madiun oleh PKI. Kekuatan islam berkali kali melakukan makar seperti Gerakan DI/TII Daud Beureueh, Gerakan DI/TII Ibnu Hadjar, Gerakan DI/TII Amir Fatah, Gerakan DI/TII Kahar Muzakkar, PRRI yang didukung oleh Tokoh Masyumi. Semua pemberontakan itu berhasil dipatahkan oleh TNI/ABRI. Ketika terjadi pemberontakan G30S PKI, saat itulah TNI melakukan propaganda bahwa PKI anti Tuhan sehingga dengan mudah menarik massa Islam dalam satu barisan untuk menjadikan Soeharto sebagai Presiden.

TNI berperan besar mencambuk kaum nasionalis dan komunis paska G30S dengan keluarnya Tap MPRS XXV/MPRS/1966 bahwa PKI sebagai Partai Terlarang di Indonesia karena tidak sesuai dengan Pancasila. Padahal tokoh PKI seperti Tan Malaka, Amir Syarifuddin, Chaerul Saleh, Sukarni dll ikut terlibat membidani lahirnya republik ini yang bersendikan kepada Pancasila. Jadi PKI memang korban politik berebut hegemoni diantara kekuatan idiologi di Indonesia.

Namun Nak, yang harus kamu pahami bahwa peran umat islam dari sejak awal kemerdekaan sampai jatuhnya rezim Soeharto selalu di manfaatkan sebagai benteng terakhir bagi TNI untuk menggusur kekuatan kolonialis dan nasionalis yang berkuasa. Cobalah perhatikan, ketika merebut kemerdekaan, Ulama sejawa mengeluarkan fatwa bahwa perang melawan kolonialis asing  adalah jihad. Fatwa itu tidak datang dengan sendirinya. Tapi berkat bujukan dari Tentara di bawah pimpinan pengalima Sudirman yang di kenal sangat religius itu. Karena itulah Ulama tergerak hati mengerahkan rakyat untuk bersama sama dengan Tentara menyabung nyawa dalam perang kolosal di setiap wilayah Indonesia. Tak terbilang jumlah suhada menjadi nisan tak bernama. 

Setelah kolonial asing di usir. Kekuasan tidak jatuh ke golongan Islam. Tapi jatuh ke kelompok nasionalis. Ketika Soekarno melemah, kembali kelompok Islam di provokasi TNI untuk bersama sama menjatuhan Soekarno dengan menjadikan PKI sebagai pintu masuk. Soekarno jatuh dan PKI di nyatakan sebagai Partai terlarang, islampun tidak mendapatkan peran apapun dalam kekuasaan Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto. Kekuasaan tunggal ada di bawah Soeharto yang di back up ABRI. Partai islam di bolehkan berdiri namun di awasi ketat perkembangannya dan segala infrastruktur politik islam di kebiri. Ketika Soeharto harus di jatuhkan maka kembali kekuatan TNI menggunakan elite islam seperti Amin Rais dari Muhamaddiah dan Gus Dur dari NU yang merupakan ormas terbesar di Indonesia sebagai corong menggiring massa Islam bersimpati atas gerakan reformasi dan menjadikan mahasiswa sebagai pemicu terjadinya chaos. Soeharto pun jatuh.

Pertanyaannya mengapa di setiap moment pergantian kekuasaan selalu islam sebagai benteng terakhir TNI untuk mendapatkan dukungan menjatuhkan kekuasaan. Namun ketika kekuasan masih berlangsung malah islam tidak mendapat tempat?. Bahkan  bila golongan Islam ingin menyuarakan kebenaran harus berhadapan dengan moncong senjata TNI. Jawabnya sederhana. Bahwa emosi rakyat Indonesia yang mayoritas Islam memang mudah di provokasi untuk menjadi pemicu terjadinya revolusi. Karena sebetulnya setiap revolusi dan reformasi terjadi bukan karena rekayasa atau buah pemikiran orang tapi lebih karena situasi dan kondisi terjadi begitu saja di masyarakat. Mengapa? semua berawal karena masalah ekonomi. Karena pemerintah gagal mengatasi ekonomi dan korban terbesar ada para rakyat yang mayoritas umat islam. Itulah mengapa mudah sekali umat islam di provokasi menjadi kekuatan kolosal menjatuhkan penguasa.  Dan setelah revolusi terjadi, kekuatan islam kembali pada kehidupan seperti sebelumnya di mana mereka menjadi umat yang gagal bersaing dengan kelompok minoritas. Mereka tidak  menjadi bagaikan karang di tengah lautan tapi lebih bagaikan buih di lautan yang mudah di sibak oleh sampan kecil. Selagi kelompok menengah dan atas solid , dan ekonomi tumbuh sehat, maka tidak akan pernah ada revolusi yang sukses.

***
FPI ( Front Pembela Islam )  bersama ormas islam lainnya bertekad melengserkan Ahok melalui cara extra parlementer dengan issue menistakan agama. Demikian yang di pahami orang. Saya tidak tahu siapa yang mendesign munculnya kekuatan islam pada moment sekarang. Bagaimana ia begitu yakin  FPI dan ormas islam bisa melengserkan Ahok, yang juga berharap bisa saja bergerak menjatuhkan Jokowi. Apakah ini merupakakan awal dari agenda besar untuk merubah Republik yang bersendikan Pancasila menjadi bersendikan Syariah Islam? Apakah ini hanya hard game dari elite politik? Apakah gerakan itu akan mendapat dukungan dari cendikiawan ? Apakah akan mendapatkan dukungan kelompok Menengah dan Atas?. Apakah mendapat dukungan dari semua Elite partai? 

Mengapa ini saya tanyakan ? karena kekuatan extra parlementer di manapun berada akan menjadi people power apabila didukung oleh kelompok yang saya tanyakan tersebut. Kerumunan rakyat banyak yang berdemo tidak pernah masuk perhitungan kalkulasi politik. Karena moncong senjata Polisi dan TNI selalu di arahkan kepada rakyat bukan kepada elite politik. “ Para pegiat agama diwilayah politik hanyalah omong kosong. Mereka sedang mencoba bargain position tapi sebetulnya itu tak lebih mastur politik. Membosankan dan memalukan. Yakinlah kepentingan elite politik berserta kelompok menengah bukanlah idiologi tapi kepentingan ekonomi. Semua elite politik dan birokrat berada dalam kalkulasi bisnis. Harap maklum bahwa kini 90 % APBN bersumber dari Pajak dan ingat ! bahwa 90% pembayar pajak adalah corporate dan kelompok menengah dan atas. Kepentingan business dan kelompok menengah haruslah segala galanya, dan semua itu bermuara kepada UANG." ”  Demikian kata teman saya seorang aktifis. 

Mengapa ? Kita mengenal uang sebagai ujud lembaran kertas atau koin. Uang itu kita kenal dan akrab dengan keseharian kita untuk melakukan aktifitas pertukaran barang dan jasa. Dengan uang maka semua ada nilai untuk dibeli, dijual dan di nominalkan. Lantas bagaimanakah uang itu di ciptakan dan darimana asalnya ? Dahulu kala uang itu di buat dari emas dan perak. Berapa nilai uang itu , ya tergantung dari beratnya koin emas atau tembaga. Artinya uang berhubungan langsung dengan nilai materi yang melekat padanya. 

Tapi dia era modern , ketika populasi manusia semakin bertambah, kebutuhan semakin luas, perpindahan penduduk, barang dan jasa semakin cepat. Maka uang tak bisa lagi sepenuhnya ditentukan dengan materi yang ada. Uang sudah bergeser menjadi ”sebuah nilai ” yang tak bisa lepas dari "Internationalisasi." Uang dan politik adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Suka tidak suka inilah kenyataanya. Dari segi monetary system kita menyatu dengan system keuangan global. APBN harus di buat berdasarkan Standard Government Finance Statistic (SGFS) yang sehingga kekuatan fiskal negara dapat setiap saat dimonitor sebagai dasar forecasting value Rupiah. Di samping itu juga Sistem Akuntasi Moneter Bank Indonesia harus mengacu kepada International Reserves and Foreign Currency Liquidity (IRFCL). Sehingga setiap detik posisi devisa BI dapat di monitor secara international. Semua menjadi transference dan terhubung keseluruh dunia secara borderless 

Walau semua serba transference namun pasar berbuat sesukanya berdasar data real tesebut. Di sinilah nilai uang di ukur dan di tentukan oleh segelintir pemain. Cadang devisa negara dalam berbagai mata uang tak lagi terkait langsung dengan jumlah rupiah yang beredar. Cadangan devisa hanya di pakai untuk transaksi atau belanja yang mengharuskan tunai atau cash advance bermata uang asing. Sementara hampir 90% transaksi lintas negara ( cross border ) yang dilakukan dunia usaha tidak berupa cash advance tapi commitment. Commitment ini dalam bentuk instrument yang di legimite oleh kesepakatan multilateral baik dalam kuridor WTO maupun BIS dan lainnya. Hitunglah berapa perputaran uang dibalik commitment itu?. Anda akan terkejut. Jumlahnya diatas cadangan devisa negara kita. Bahkan melebihi SUN yang kita terbitkan. Atau melebihi dari jumlah pajak yang terkumpul. 

Proses uang itu sangat sophisticated, misal Corporate melakukan pinjaman luar negeri. bermata uang asing. Apabila mereka mendapatkan penghasilan dalam mata uang rupiah, lantas bagaimana menjamin keseimbangan kurs antar mata uang agar transaksi ini tidak merugikan. Pertanyaan berikut, apabila pinjaman itu gagal siapakah yang akan menjamin uang itu kembali. Juga beragam kegiatan investasi yang berhadapan dengan resiko perbedaan kurs itu. Pertanyaan ini akan panjang sekali bila kita melihat melalui kacamata uang secara normal.Proses itu bergerak sangat cepat , bukan lagi jam atau hari ukurannya tapi detik.

Tapi dalam system moneter ini sudah diantisipasi. Yaitu melalui berbagai instrument derivative yang mendukung proses perputaran uang. Instrument ini tidak melihat devisa negara sebagai kekuatan mata uang. Tidak melihat fundamental ekonomi sebagai dasar uang. Tapi melihat dari sisi ”kepercayaan ” ( trust ). Trust ini adalah energy ( power) dari uang itu sendiri untuk terus berputar mengorbit melintasi dunia sebagai alat tukar. Sementara system moneter adalah software untuk memungkinkan uang terkendali sesuai program yang diinginkan. Di dalam software itu terdapat fiture seperti CDS dan berbagai produk derivative keuangan lainnya. Besar /kecilnya atau kuat / lemahnya trust ( energi) dapat dilihat dari tingkat premium credit Default Swap (CDS) yang dibayar.  

CDS itu biasanya meliat tingkat rating ( trust ) obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Semakin murah CDS semakin tinggi tingkat ”trust” dan tentu semakin tinggi energy yang berputar. Arus investasi akan masuk deras. Nah, Apa jadinya bila CDS tingkat premiumnya semakin tinggi ? tentu ongkos transaksi semakin mahal dan resiko semakin terbuka lebar. Uang akan mengalir keluar ketempat yang energynya besar. Pada saat inilah commitment uang menjadi hancur. Bila hancur maka mata uang yang kita pegang lepas dari orbit. Uang akan terjun bebas tak terkendali hingga harga harga barang sehari hari akan melambung tinggi tentu akan membuat rakyat miskin semakin miskin.Yang kaya jatuh miskin.

Jadi Nak, uang bukan hanya lambang legitimate dan kekuasaan negara tapi juga uang sebagai lambang kepercayaan. Bila kita percaya tapi dunia tidak percaya maka kita hancur. Bila dunia percaya tapi rakyat tidak percaya, masih engga ada masalah. Apabila Ahok dapat di jatuhkan oleh kekuatan extra parlementer maka reputasi negara hancur dimata international. Trust hancur. Tentu Rupiah hancur. Karena jakarta adalah barometer Indonesia. Kecuali gerakan itu memang kehendak dari dunia international dan di dukung oleh kelompok menengah dan Atas, seperti jatuhnya Soeharto dan Mursi di Mesir. Tapi ini hanya di dukung oleh segelintir tokoh islam  dibawah Ormas Islam yang tak pernah berhasil menjadikan partai Islam unggul dalam Pemilu. Artinya mereka memang tidak dukung oleh mayoritas rakyat. Dunia tahu itu. 

Melunaknya sikap elite Politik dari KMP terhadap Jokowi-JK, dan akhirnya koalisi bubar karena mereka sadar bahwa bila kondisi politik tidak stabil maka kepercayaan jatuh dan rupiah akan hancur. Yang pertama jadi korban adalah rakyat banyak serta elite dari KMP karena sebagian besar mereka adalah pengusaha yang sarat dengan hutang. Jatuhnya rupiah akan membuat hutang mereka semakin menggunung dan bisnis bankrut. Semua akan sepakat siapapun yang membuat instabilitas politik akan digilas ,siapapun itu.

***
Nah Anakku, mengapa aku ceritakan ini semua? agar kamu sadar Nak, bahwa era sekarang dan selanjutnya kalau kamu ingin menjadikan syariah islam di tegakkan di negeri ini maka yang harus kamu lakukan bukanlah demo dan teriakan amarah terhadap keadaan yang apa boleh buat sudah cacat. Kamu harus mulai membangun gerakan ashaf di bidang ekonomi yang bertumpu pada IPTEK dan di laksankan dengan dasar Tauhid untuk cinta bagi semua. Yakinlah, bila ini jadi gerakan kolosal maka hanya masalah waktu , Umat islam akan memimpin perubahan menuju peradaban negeri yang makmur di bawah lindungan Tuhan. Saya berharap ada pihak pihak yang seide dengan saya dapat berdiskusi secara jernih bagaimana mestruktur gerakan itu secara terorganisir: mandiri , modern dan lentur. Memang tidak mudah tapi bila kita bergerak harapan itu tercipta. Seperti apa yang dikatakan oleh Lu Xun, penulis China ” harapan adalah seperti jalan didaerah pedalaman, pada awalnya tidak ada jalan setapak, semacam itu, namun banyak orang berjalan diatasnya, jalan itu tercipta

Kita bersyukur saat sekarang Jokowi adalah presiden yang bukan elite partai, bukan birokrat, dan bukan TNI. Ini kesempatan besar bagi umat islam untuk ambil bagian dalam pembangunan ekonomi.  Mengapa ? Bagaimanapun agar kekuasaanya stabil , dia akan terus menjaga keseimbangan kekuatan komponen bangsa, dan umat islam dengan dukungan ulama akan mendapat tempat istimewa sebagai mitra pemerintah. Ayooo sikapi smart situasi. Kini bukan saatnya menang tapi kalau kita terus bergerak dengan smart maka hanya masalah waktu kita akan menang dengan sendirinya sebagai sebuah sunatullah..


Pahamkan sayang..

Islam : Ranah privat dan politik

  Waktu Kekhalifah Islam di Turki yang kekuasaanya membentang dari Barat ke Timur selama 6 abad. Waktu zaman Kekhalifahan Abassiah juga sama...