Minggu, 20 Februari 2022

Printing money.

 




Banyak orang bicara politik menggunakan narasi ekonomi. “ Apa susahnya menggerakan ekonomi. Kebutuhan dana untuk pemerintah dan dunia usaha, bisa didapat dengan cara mencetak uang ( printing money). Jangan bodoh dan mau dibodohi dengan cara berhutang. BIla perlu bayar utang dengan cara mencetak uang. “ Kira kira begitu kata mereka. Saya tidak tahu pengetahuan mereka soal ekonomi dan moneter. Tetapi karena dia bicara dalam konteks politik menyerang pemerintah, jelas yang senang dan percaya pihak yang memang anti pemerintah.


Kalau AS dijadikan acuan sebagai negara pencetak uang lewat Quantitative easing ( QE). Itu sama seperti orang buta menyebut bentuk gajah. Mengapa ? Sejak AS keluar dari gold standar dan masuk ke sistem uang fiat. AS tidak pernah mencetak uang. Mereka menciptakan sistem moneter yang memastikan distribusi uang itu dari pemerintah ke Bank, kemudian ke rumah tangga perusahaan, terus ke rakyat, dan kembali lagi ke pemerintah. Karena sistemnya sudah solid maka mata uang AS sangat dipercaya dunia.


Yang namanya sistem pasti ada aja error. Apa penyebanya? Umumnya uang begitu banyak diserap dunia usaha dalam bentuk kredit. Tetapi uang itu menumpuk di sektor financial ( instrument investasi). Sementara sektor produksi kurang. Padahal sektor produksi menyerap angkatan kerja. Penting untuk kesejahteraan rakyat. Artinya terjadi ketidak seimbangan. Lantar apa solusinya ? Mudah saja. 


Caranya? Kalau uang berlebih, ya the Fed naikan suku bunga acuan. Otomati instrument investasi publik ( saham dan obligasi ) akan pindah ke surat utang negara. Uang ini akan jadi cadangan bank cental. Setelah keadaan seimbang lagi. Maka the fed akan menurunkan suku bunga. Berharap dengan turun suku bunga, penyaluran kredit bisa lancar lagi. Ekonomoi bergerak lagi. Gimana kalau ternyata penurunan suku bunga terendah, tetap saja kredit tidak tersalurkan? ekonomi tetap tidak tumbuh. Saat inilah program QE bisa diterapkan. Dan setelah itu akan dilanjutkan dengan tapering. Caranya? 


Pemerintah terbitkan surat utang. Yang beli bank central sendiri. Inilah  QE. Oleh Bank central uang itu dipompa ke perbankan.  Berbunga  murah lewat pembelian surat utang korporate atau debitur bank. Apa yang terjadi? M0 ( uang cash) berpindah ke perbankan, namun M1-2-3 ( intrument financial ) masuk ke cadangan bank central. Sebagai catatan. Dalam sistem uang fiat. Uang itu bukan hanya uang kontan tetapi juga termasuk instrument financial. 


Nah, kalau ekonomi sudah stabil lagi. Maka Bank central akan lakukan tapering atau mengurangi cadangan instrument financial lewat kenaikan suku bunga . Maka akan berangsur angsur uang kontan akan mengalir ke bank central. Balance kan.


Jadi salah besar kalau QE itu seni cetak uang atas dasar politik. Atau semaunya politisi demi kebutuhan anggaran  atau bayar utang. Salah!Defisit APBN Amerika tidak bersumber dari QE tapi dari hutang ( T-Bill ). QE itu sendiri tak lebih permainan akuntasi debit credt doang. Itu hanya seni mempengaruhi psikologi pasar. Engga serius amat. Mengapa? karena pada akhirnya debit kredit itu harus nol atau balance. Atau QE  hanya sarana menukar aset. Ingat! Bukan tukar dengan angin atau dengan proyek yang masih dalam rencana. Tetapi sesuatu yang sudah exist atau established.


Masih belum paham.?


Saya analogikan sederhana. Pernah lihat air mancur di tengah kolam ? debit air yang keluar dari adanya air mancur itu. dengan debit yang masuk kedalam kolam, valumenya sama. Artinya tidak ada penambahan dan pengurangan air dalam kolam itu. Yang anda hanya perpindahan air dari kolam ke air mancur doang. Paham ya sayang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Capres dari Jokowi?

  Suka tidak suka, Jokowi berusaha lead dalam proses suksesi presiden mendatang. Tentu bermaksud agar presiden berikutnya punya visi sama de...