Kamis, 19 Desember 2019

Perjalanan ke Xinjiang

Tahun 2006 teman saya di Changsa memperkenalkan saya dengan Perwira Militer. Perwira ini dari etnis Uyghur. Tidak nampak wajah seperti pada umumya orang China. Menurut saya wajahnya lebih mirip orang Turki, namun sedikit agak pendek. Bahasa Inggris bagus sekali. Perwira itu mengundang saya untuk berbisnis di Xinjiang. “ Ayolah. Kamu kan saudara muslim kami.” katanya meyakinkan saya untuk tidak ragu datang ke Xinjiang. Dia tahu bahwa saya dapat kesempatan membangun pabrik filter knalpot kendaraan untuk mengurangi polusi di Changsa. “ Kamu juga bisa buat pabrik itu di Xinjiang. “ Katanya.

Kota Tua Kashgar
Setelah kembali ke Hong Kong, saya dihubungi kembali oleh Perwira itu. Menanyakan rencana kedatangan saya. Walau saya sering ke Urumqi untuk urusan bisnis tapi saya tidak ada waktu bertemu dengan dia. Karena tempat tinggalnya di Kashgar. Itu jauh. Lebih jauh jakarta - Papua. Namun kami terus menjalin berkomunikasi. Sedikit cerita soal Urumqi, saya menyaksikan sendiri, di setiap kantor pemerintah, di tempat umum seperti stasiun , bandara, tidak sulit menemukan tempat sholat. Di Xinjiang ada lebih dari 24.400 tempat ibadah, termasuk untuk Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan kepercayaan lain seperti Saman. Dari jumlah itu, 24.200 adalah masjid! Bahkan Perda Syariah Xinjiang mengharuskan pemda membiayai para Imam dan Khotif dan pembangunan masjid.

Umat islam di China tidak dilarang pergi haji. Tidak dilarang melakukan ibadah puasa. Tidak ada larangan menggunakan pakaian muslim. Tidak ada larangan melakukan kegiatan keagamaan. Semua biasa biasa saja. Kalau ada larangan menggunakan burka, itu hanya berlaku di tempat umum seperti kantor pemerintah, stasiun, terminal, bandara, mall. itu sebagai salah satu sarat standar sekuriti. Di tempat pribadi , itu bebas saja. Pernah ada larangan berpuasa, dan orang Xinjiang sendiri tidak terkejut dengan larangan itu. Karena larangan itu bukan datang dari hukum nasional China, tetapi dari Perda Syariah. Maklum Xinjiang itu di China sama dengan Daerah Istimewa Aceh di Indonesia yang punya hak otonom mengelola wilayahnya, khususnya soal keagamaan. 


Sebenarnya, bangsa Uighur bukan etnis muslim terbesar di China, melainkan etnis Hui. Namun walau minoritas, mereka punya hak otonomi. Mengapa etnis Hui tidak pernah terdengar melawan pemerintah? Mungkin karena mahzab Etnis Hui itu sama dengan mahzab NU di Indonesia. Mereka mudah dipersatukan dan sangat toleran. Kembali pada issue Larangan puasa. Itu bukan pada puasanya tetapi pada ritual puasa yang mengharuskan orang tidak tidur sepanjang malam. Ini bisa membuat orang ngantuk ketika siang hari. Kalau dia pegawai, akan mengurangi produktifitas. Kalau dia murid , akan membuat otaknya lemah menerima pelajaran. Nah kalau sampai ada orang ngantuk ketika berpuasa, maka dia harus batalkan puasa. Itu artinya dia melanggar aturan Perda Syariah.
China melarang kegiatan keagamaan yang boros. Itu bukan hanya untuk umat islam, tetapi juga bagi umat kristen dan budha. Contoh China melarang Natal dengan pesta berlebihan tapi tidak melarang kebaktian di gereja atau di rumah. Bahkan tradisi ritual keagamaan pada prosesi pernikahan yang mewah, juga dilarang. Semua larangan itu tidak berkaitan dengan sentimen anti agama. Tetapi bagian dari pendidikan mental agar agama benar benar berfungsi sebagai sumber kekuatan dan kecerdasan spiritual. Hidup itu tidak ramah. Kalau tidak disiplin, tidak hemat, gunung emas pun akan habis.
Saya sempat bilang ke teman di Urumqi “ Kamu tahu, orang luar bilang China menghalangi umat islam beribadah”. Teman saya hanya tersenyum. Bagi saya senyum itu lebih kepada ketidakpedulian dia dengan issue soal agama itu. Mengapa ?” Penduduk kami lebih dari 1 miliar. Tanah kami tidak sesubur Indonesia. Iklim kami tidak seperti Indonesia. Kami hanya bisa berpoduksi tanah selama 5 bulan saja. Beda dengan indonesia bisa sepanjang tahun karena iklim yang bersahabat. Dengan situasi itu, semua orang China hanya peduli dengan issue soal perut. Hari hari kami sudah sangat sibuk memikirkan bagaimana bisa makan hari ini dan besok tidak harus kelaparan. Itu saja.”

Bagaimana dengan sekelompok orang yang menolak dan melakukan aksi terorisme di Xinjiang. “ Itu bukan hanya terjadi di Xinjiang, juga terjadi di negara lain, seperti Eropa dan AS, termasuk di Indonesia yang mayoritas islam. Biasa saja. Itu tugas Polisi dan tentara menghadapinya. Itu soal kriminal. Engga ada kaitannya dengan agama. “ katanya tersenyum.

Tahun lalu, saya putuskan untuk terbang ke Kashgar. Saya butuh bantuanya untuk rencana perluasan investasi peternakan sapi organik di Mongolia, China. Saya tahu dia punya koneksi dengan pejabat lokal di Mongolia. Maklum pejabat mongolia ada banyak yang muslim. Sama dengan dia.

Urumqi
Saya didampingi oleh sekretaris saya. Kami berangkat dengan penarbangan pertama, pagi hari. Tujuan dari Hong Kong ke Urumqi, ibu kota Xinjiang. Waktu tempuh 8 jam 10 menit. Jadi bukan penerbangan pendek. Itu hampir sama dengan penerbangan Hong Kong- Dubai yang memakan waktu 7 jam lebih. Sampai di Urumqi hari sudah sore. Urumqi kota yang indah. Dengan perpaduan kota modern dan kuno. Gedung pencakar langit ada dimana mana Pertumbuhan Xinjiang sangat pesat sejak beberapa tahun belakangan ini terutama sejak ada program deradikalisasi bagi penduduk lokal.

Kami melanjutkan perjalanan ke Kashgar. Jarak Urumqi - Kashgar itu kalau naik kereta bisa sehari semalam atau 19 jam. Kalau naik bus 14 jam. Saya memilih naik pesawat yang butuh waktu 3 jam lebih sampai. Sampai di Kashgar Airport hari sudah malam. Perwira itu menjemput saya di Bandara. Dia membawa saya ke Radisson Blu Hotel Kashgar. Sampai hotel, setelah Check in, perwira itu mengajak saya makan malam di Kashgar Uyghur Street Food. Pengalaman yang mengesankan mencicipi makanan muslim.

“ Mr. B, banyak orang luar terpengaruh pemberitaan buruk tentang Xinjiang. Itu karena mereka membaca berita dari Barat. Tapi faktanya, kamu liatkan. Tidak ada masalah. Bahkan jauh lebih aman dibandingkan 10 tahun lalu.” kata perwira itu ketika kami makan malam.

“ Ya. Katanya banyak delegasi dari negara islam dan barat yang di undang datang ke Xinjiang. “

“ Benar. “

“ Bagaimana sih sebetulnya masalah Xinjiang ini? Kata saya berharap mendapatkan penjelasan dari sisi pemerintah.

“ Sebetulnya kontroversi tentang Xinjiang lebih merupakan persaingan antara dua ideologi dan dua metode membangun , yang berbeda antara China dan AS. Dengan peningkatan kekuatan ekonomi nasional China, negara-negara yang dipimpin oleh AS berusaha merusak reputasi China, dan pada waktu bersamaan menarik sebanyak mungkin sekutu untuk melawan China. Bagi kami, itu hak AS. Namun adalah juga hak kami untuk melawannya.”

“ Sebetulnya ini kan masalah persepsi soal HAM. Kan China dan AS punya kepedulian yang sama soal HAM. Kan bisa dibicarakan.”

“ Masalah Xinjiang kususnya Etnis uyghur itu lebih kepada faktor geopolitik AS yang ingin menguasai Asia Tengah. Etnis uyghur yang terlibat teroris bukanlah pelaku sebenarnya. Mereka hanyalah korban dari hasil pencucian otak para proxy AS, yang juga adalah tokoh agama di Xinjiang.

Bagaimanapun etnis Uyghur adalah rakyat China, dan tidak bisa diingkari. Kami tidak mungkin terus berperang dengan rakyat sendiri. Makannya program deradikalisasi itu menjadi kebijakan utama mengatasi soal terorisme dan ektrimisme. Program ini sebetulnya sudah disetujui oleh PBB, dan menjadi stadar yang sesuai dengan HAM International.”

“ Tapi bagi AS , camp deradikalisasi itu dianggap tidak sesuai dengan HAM.”

 Camp Guantanamo, AS
“ AS itu melakukan standar ganda. Mereka membangun camp khusus teroris, Camp Delta di Guantanamo Bay. Ada 7 camp, isinya semua teroris islam extrimis. Semua tahu kekejaman dari Camp tersebut. Sementara Camp deradikalisasi Xinjiang, China membuka kesempatan bagi semua pihak untuk mengunjungi dan melihat sendiri. Tetapi apakah AS melakukan hal yang sama untuk Cam Delta di Guantanamo. Tidak ada. Bahkan camp itu sangat rahasia bagaikan hantu. Tidak boleh satupun negara mempertanyakan keberadaan Camp tersebut.

Anehnya lagi, 90% penghuni Camp Guantanamo itu bukan warga negara AS tetapi warga negara asing, dan semuanya Muslim. Sementara kami, rakyat kami sendiri. AS berhak memburu teroris dimana saja dan membawanya ke Camp tersebut tanpa ada hak negara lain protes. Kami tidak lakukan itu. Silahkan nilai sendiri dengan akal sehat. Siapa sebetulnya brengsek ” Katanya dengan tersenyum.

Saya mengangguk setuju.

“ Dengan adanya program deradikalisasi, kami bisa membedakan mana proxy dan mana korban dari ulah proxy itu. Proxy itu kami anggap sebagai kriminal dan mereka harus menghadapi hukum yang keras. Sementara mereka yang terpapar radikalisasi menjalani kehidupan yang lebih baik, di pusat-pusat pelatihan. Mengingat bahwa mereka yang dirusak oleh ekstremisme lebih sering karena faktor kemiskinan dan kebodohan. Di camp itu mereka mendapatkan jaminan hidup yang layak dan membantu mereka mendapatkan skill agar bisa survival seperti rakyat China lainnya”

“ Gimana hasilnya sekarang?

“ Sejak tahun 2018, sejak issue soal Camp deradikalisasi etnis Uighur di Xinjiang, China, terjadi peningkatan wisata ke wilayah Xinjiang mencapai 40%. Kini boleh dikatakan bahwa Xinjiang menempati rangking pertumbuhan wisata tertinggi di China. Teman saya pengusaha, berkata kepada saya,  Kami senang dengan issue soal Xinjiang, dan karena itu Xinjiang jadi terkenal di dunia. Itu promosi wisata terbaik. Banyak wisatawan dari negari islam yang berkunjung ke Xinjiang dan sebagain besar mereka ingin tahu lebih banyak tentang Camp Deridikalisasi itu.

Para wisatawan tidak merasa terganggu dengan ketatnya penjagaan di camp tersebut. Dan para petugas juga tidak merasa terganggu melayani para wisatawan yang ingin menengok kedalam camp tersebut. Setelah mereka melihat fakta di dalam campt tersebut, mereka yang awalnya membayangkan hal yang buruk ternyata berubah. Bagi mereka camp itu sama dengan pusat pelatihan yang berkelas kolosal. Tentu ongkos untuk membiayai camp itu sangat mahal. Tetapi bagi China, itu bukan masalah. Dan lagi karena itu bisnis wisata Xinjiang tumbuh pesat. Mendatangkan devisa yang tidak sedikit.

Ternyata bukan hanya wisatawan asing yang datang, wisatawan dometik juga banyak yang datang ke xinjiang. Tujuan mereka sama. Ingin tahu ada apa di balik camp tersebut. Para penghuni camp itu sebagian besar bukan dijemput di rumah dan dijebloskan ke camp tetapi justru mereka datang dengan suka rela. Mereka ingin mengubah nasip mereka jadi lebih baik. Di camp itu mereka bukan hanya dapat pendidikan gratis dan makan, tetapi juga dapat kesempatan magang kerja yang dibayar dan setelah selesai dapat kerjaan.

Kamu tahukan bahwa Xinjiang menyimpan sejarah exotic tentang Islam. Sa’ad bin Abi Waqqash penakluk Persia, dan sekaligus Sahabat Rasul yang pertama kali melepaskan anak panah dalam perang Badar mendapat tugas dari Nabi Muhammad untuk berkunjung ke China. Pintu masuknya adalah Kota Tua Kashgar, Xinjiang yang merupakan pusat perlintasan jalur sutera kuno. Alam Xinjiang sangat memukau, dari bukit pasir yang luas di Gurun Taklamakan hingga puncak-puncak yang tertutup salju di Tianshan. Di pusat kuliner ini, kamu bisa lihat wajah ceria tanpa rasa takut. Para penjual makanan yang tersenyum menyajikan tusuk sate domba yang menggugah selera sementara anak-anak bermain ceria di jalanan, tidak seperti saudara muslim mereka di Yaman dan Suriah, libia.

Itu sebabnya 36 negara yang mayorita islam penduduknya mendukung China dalam menyelesaikan masalah entnis Uighur. Yang mengecam hanya 22 negara dan itu sebagian besar negara yang tergabung dalam uni Eropa dan Australia, New zealand. Dubes China telah mengundang masyarakat muslim Indonesia berkunjung ke Xinjiang. Bagi China, pada akhirnya seburuk apapun rumor, akan selalu ada hikmah positipnya dan karena issue entis Uyghur, ekonomi Xinjiang tumbuh pesat. Ya kami mengundang seluruh umat islam, mari berkunjung ke Xinjiang. Dunia lain dari komunitas islam yang ramah dan maju berkat perubahan mental. program deradikalisasi.

Tapi ingat ya, kalau berkunjung ke Camp, jangan sekali kali photo petugas polisi di camp. Karena memang polisi yang dipilih, umumnya kalau pria ganteng dan wanita, cantik. Memphoto aparat keamanan yang sedang bertugas adalah pelanggaran serius di China. 

Memang aksi teroris dalam tiga tahun belakangan ini tidak ada lagi. Namun begitu bagi kami perang terhadap teroris tidak pernah berakhir. Cara menghadapinya tidak lagi dengan senjata tetapi dengan pendidikan dan kepedulian kepada mereka yang miskin. Ya keadilan ekonomi harus jadi senjata melawan terorisme. “ katanya.

Shipton Arch
Keesokannya, kami pergi untuk melihat Shipton Arch. Ini tidak boleh dilewatkan, itu kurang dari 2 jam perjalanan dari Kashgar, dan kemudian kami berjalan menanjak selama sekitar 2-3 jam (dua arah). Arch itu luar biasa, sangat besar, panjangnya sekitar 500 m dan besar 100 m, sangat layak untuk mendaki ke sana. Sore hari, kami kembali ke Kashgar dan menjelajahi lagi kota dengan berjalan di malam hari. Hari ke-3 kami berkendara ke danau Karakul, pemandangan yang fantastis di sekitar rute. Tiba di danau dan berjalan di sekitar danau, makan siang di danau.

Tashgurkan
Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Tashgurkan dan tiba di sana malam hari. Dalam perjalanan ke Tashgurkan kami bisa melihat beberapa puncak tertinggi (7000m +) di Pakistan. Kami menghabiskan sepanjang pagi mengunjungi benteng tua, kemudian berjalan di padang rumput dan makan siang dengan keluarga lokal di Yurt mereka. Sore hari kami berkendara kembali ke Kashgar dan tiba di malam hari. Esoknya kembali ke Urumqi dan terus ke Hong Kong. Saya senang karena perwira itu berhasil membantu kami mendapatkan lahan untuk peternakan sapi organik.

gurun Taklomakan
Suatu saat saya ingin kembali ke Kashgar untuk melihat gurun Taklomakan. Membayangkan perjalanan berat Saad Bin Wakas melintasi gurun menuju China untuk menyampaikan pesan Rasul kepada kaisar Cina, tetang islam. Ya Xinjiang baik baik saja. Dan umat islam di sana lebih beruntung dairpada umat islam di Libia, Suriah, Yaman, Aganistan, bahkan Pakistan. Hidup mereka terjamin lewat program Cinta China, dan mereka punya hope.

***
Tahun 2002 AS meminta kepada Presiden Megawati agar menyerahkan Abu Bakar Ba’asyir (ABB). Maklum bagi AS , Abu Bakar Ba’asyir adalah gembong teroris yang paling dicari. Terutama dengan adanya bomb Bali dimana banyak warga AS yang meninggal. Penjara terseram dan terburuk HAM sudah disiapkan oleh AS untuk Abu Bakar Ba’asyir di Guantanamo. Tetapi permintaan AS itu ditolak keras oleh Megawati. Padahal saat itu Indonesia butuh dukungan politik dari AS dalam perundingan dengan IMF dalam rangka pemulihan ekonomi. Semua team ekonomi Megawati menyarankan agar tidak perlu melawan kehendak AS.

ABB bukan siapa siapa. Dan lagi ABB sudah siap dengan segala resikonya ketika dia berjuang dengan caranya untuk mendirikan khilafah. Tapi tidak ada satupun yang bisa meyakinkan Megawati agar Abu Bakar Ba’asyir dibiarkan diambil oleh AS dan mati membusuk di Guantanamo. Megawati tetap dengan prinsipnya. ABB adalah warga negara Indonesia. Negara harus melindungi warga negaranya, dan presiden harus bertanggung jawab soal itu. Ketika team Delta AS mendarat di Halim, Polri dan TNI dengan tegas memaksa Team Delta harus kembali ke AS. Kisah ini tidak banyak orang tahu.

Dalam wawancara dengan Pojoksatu, Mega Simarmata mendapatkan pengakuan dari ABB, soal sikap megawati itu. “ "Amerika pernah meminta secara khusus kepada Presiden Megawati Soekarnoputri agar saya ditangkap. Tetapi yang namanya Megawati mendapat kekuatan dari Allah untuk menolak permintaan Amerika yang arogan itu. Namun menurut saya, pemerintahan Yudhoyono ini adalah pemerintahan yang tunduk kepada kepentingan dan tekanan Amerika.”

Tidak ada pemimpin di dunia ini yang berani melawan aroganis AS. Apalagi UU Patriot Act AS memberikan hak kepada pasukan AS melakukan apa saja memburu pelaku teroris termasuk di negara lain. Dalam UU Patriot Act , tidak ada pasal yang mengakui legitimasi negara lain, kecuali legitimasi AS untuk berperang di mana saja melawan teroris. Seharusnya ini dicatat dengan baik bahwa kita pernah punya presiden Wanita yang berani melawan AS.

Tetapi belakangan AS berada dibalik keberadaan ISIS, yang membawa bendara Islam namun memproduksi dan mengekspor aksi teror di Irak, Suriah, Yaman dan bahkan sampai ke Philipina dan Indonesia. Hanya karena alasan politik adu domba islam, ISIS di create. Dalam pembersihan kantong ISIS oleh pasukan Suriah, ternyata ditemukan senjata buatan Israel dan NATO. Ini fakta bahwa AS ada dibalik ISIS. Bukan hanya ISIS, AS juga menjalin kekuatan di negara islam lewat proxy nya yang terhubung dengan gerakan khilafah dan Wahabi. Tujuannya tak lain agar kekuatan islam menjadi lemah, dan pengaruh AS lebih mudah mendikte penguasa negara tersebut. Tapi kini itu sudah disadari oleh banyak negara terutama negara yang mayoritas islam. Ada 36 negara yang sebagian besar negara yang berpenduduk mayoritas Islam mendukung China menyelesaikan masalah entnis Uyrghu.

Di Indonesia bertahun tahun kelompok HTI, JAT dan lain lain, menolak keras bahwa mereka adalah proxy AS. Tetapi dengan kasus Uighur, kecaman keras kepada China, mereka membuka kedok mereka sendiri yang selama ini berusaha mereka sembunyikan di balik bendera Tauhid. Bahwa mereka adalah bagian dari proxy AS, untuk tujuan hegemoni AS. China adalah negara yang berani melawan AS, dan tentu juga adalah musuh bagi proxy AS.

Musuh bangsa Indonesia bukan China, tetapi adalah AS yang tak henti ingin menguasai negara lain lewat proxy nya. Dan para proxy itu menjual jiwanya karena uang. Tidak ada kaitannya dengan agama. Sementara bangsa ini terancam persatuannya dan rakyatnya disuruh mati sia sia dalam aksi teroris. Kita bersyukur, bahwa NU digaris depan menentang gerakan proxy AS itu di Indonesia. Bahkan Muhamamdiah walau dipaksa oleh Dubes AS untuk mengecam China, tetapi Muhammadiah bisa bersikap tegas, menolak tekanan AS. China tidak punya Muhammadiah dan NU namun China punya partai komunis yang tahu pasti AS sebagai musuh mereka dan bersiap melawan demi melindungi eksitensi negaranya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Hoax lebih bahaya dari virus.

  Saya tidak sependapat kalau media massa dibatasi memberitakan tentang COVID-19. Kata teman. Saya bisa terima. Alasannya bahwa  justru kare...