Kamis, 13 Februari 2020

Bisnis dan politik, konflik Timur Tengah.

Senja datang. Setelah sekian waktu menanti. Dia akhirnya datang juga. Dari jauh nampak dia melangkah tegap. Ciri khasnya. Melangkah tegas namun ringan. Baju putih lengan panjang yang gulung setenga lengan. Dasi longgar. Memang dia keliatan lelah. Mungkin seharian meeting dengan tamu tamunya. Di cafe di jantung Dubai, kami akhirnya bertemu kembali setelah setahun tidak saling komunikasi. Aku tahu dia tidak akan melupakanku karena bagiku dia selalu dihatiku. Tautan batin kami terus ada. Aku yakin itu. 

“ Maaf terlambat, sis. “ Katanya duduk dikorsi menghadapku. 
“ Engga apa apa. Aku tahu kamu sibuk. Sampai kapan bisnis trip di Dubai ?
“ Rencana lusa pulang ke Hong kong.”
“ Terlalu cepat.”
“ Tentu cepat dibadingkan dengan kamu yang menetap disini. Gimana kerjaan kamu?
“ Biasa saja. “
“ Saya senang dengar kamu dapat kerjaan di Dubai. Apalagi jadi analis investasi dan geostrategis. “
“ Ya walau harus meninggalkan jabatan diplomatik. “
“ Sudah harusnya kamu berpikir soal uang, engga melulu karir. Dengan posisi kamu sekarang setidaknya ilmu dan pengalaman mu sebagai diplomat diharagai pantas. Terus kapan nikah lagi ?
“ Engga kepikiran mau nikah lagi. Usia kepala Empat dan putra yang sedang menanjak remaja, sulit untuk melihat kelain tempat. Focus kerja dan besarkan anak. Itu lebih baik.” 
“ Saya dukung.”

Makan malam terhidang. Aku sempat tersenyum melihat menu itu. Membayangkan dulu waktu masih bertugas sebagai diplomat, menu seperti ini makanan sehari hariku bersama relasiku. Tetapi sekarang tentu suatu kemewahan. Untuk dia, sahabatku, ini menu biasa. Dia pebisnis kelas atas, dan punya koneksi banyak dengan pengusaha Arab dan Barat.

“ Kalau melihat Dubai, kita seakan lupa tentang konplik Timur Tengah. Mungkin sebagian orang awam bertanya tanya, ada apa dengan Timur Tengah? Mengapa mayoritas umat islam di Timur Tengah tidak bisa melawan Israel ? Mengapa mereka membiarkan Israel berbuat sesukanya terhadap penduduk Palestina di Gaza ? Apakah tidak ada secuilpun empathi dari Penduduk Arab yang kaya raya untuk berbuat sesuatu bagi Rakyat Palestina. Apalagi mereka bertetangga. Bukankah rasul mengajarkan kepada umat islam untuk saling tolong menolong dengan tetangga. Dan lagi bagi islam, semua yang  seiman adalah bersaudara.  

Mengapa Eropa dan AS yang katanya cinta perdamaian diatas nilai nilai demokrasi justru tidak berbuat apapun untuk menahan nafsu Israel menindas Rakyat palestina. Bukankah mereka begitu bersemangat membela pro demokrasi di Syria. Bahkan mengecam rezim Syria yang kejam kepada rakyatnya sendiri. Tapi mengapa tidak melakukan hal yang sama kepada Israel yang menindas rakyat bangsa lain ? Mengapa Arab Saudi, Qatar tidak melakukan hal yang sama kepada Palestina seperti mereka mendukung pejuang pro demokrasi di syria. Dan ketika terdengar Iran mendukung Hamas, semua Negara Barat, AS termasuk Arab mengecam Iran. Mengapa ? “ katanya. Aku tahu dia ingin mengajak diskusi soal geopolitik. Inilah yang membuat aku suka bersahabat dengan dia. Karena dia suka hal hal diluar dirinya. 

“ Pertanyaan kamu terlalu banyak namun saling terkait. Untuk menjawabnya ada baiknya kita melihat kebelakang soal sejarah terbentuknya Negara Negara yang ada di TImur Tengah sekarang khususnya Arab. “

“ Wah menarik. Bisa ceritakan. Saya siap menyimak.”

“ Sebelum Negara Eropa masuk ke Timur Tengah, wilayah ini di bawah daulat Dinasti Turki Ustmani atau kerajaan Ottoman. Pada tahun 1517 Syria dan Mesir diduduki Oleh Dinasti Ottoman. Dan setelah itu operasi penaklukan terus berlangsung sampai menduduki Iraq dan bagian-bagian wilayah Arabia. Ketika masuk abad 19 kekuasaan Ottoman sudah mulai melemah karena wabah korupsi. Pada waktu bersamaan semakin banyaknya Negara taklukan untuk melepaskan diri dari Ottoman. Puncaknya adalah ketika Perang Dunia Pertama dimana Ottoman terpaksa harus menjalin aliansi dengan Jerman untuk berhadapan dengan Inggris dan Perancis.  “

“ Kenapa harus menjalin aliansi dengan Jerman? bukankah semua penduduk Timur Tengah beragama Islam. Mengapa harus aliansi dengan non islam?

“ Benar. Memang sebelumnya Ottoman lebih banyak dibantu oleh penduduk local dengan semangat islam. Namun dalam perang Dunia Pertama ini , Thomas Edward Lawrance, perwira intelijen Inggris berhasil meloby suku-suku arab untuk berada di pihak Inggris. “

“ Gimana caranya inggris bisa merusak persatuan Islam di kalangan Arab dan akhirnya berpihak kepada mereka? 

“ Ya inggris memanfaatkan seorang ulama radikal bernama Muhammad bin Abdul-Wahhab. Dia mengusung paham pemurnian islam. Mengelimanasi semua mahzab dalam islam. Narasinya mendapatkan dukungan dari Inggris dan Perancis. Walau pernah diredam oleh perwakilan dinasti Ottoman di Mesir dan sempat tumbang namun belakang bangkit lagi dengan lebih militan.”

“ Valid itu sejarahnya ?

“ Korespondensi Pemimpin Mekkah Hussein bin Ali dengan Komisioner Tinggi Inggris di Mesir, Sir Henry McMahon pada tahun 1914-1915 adalah satu bukti bahwa bangsa Arab di balik persekutuan mengalahkan pasukan Ottoman dalam perang dengan Inggris dan Perancis. Tujuan mereka adalah mendirikan negara sendiri tanpa di bawah koloni Ottoman

“ Jadi suku Arab malah bersekutu dengan orang kafir asalkan dapat tahta dan mahkota daripada bersatu untuk membela khilafah Ottoman. “

“ Ya. Terbukti memang Ottoman mengalami kekalahan dimana mana menghadapi Inggris dan Perancis. Kepala suku Arab menagih janji kemerdekaan dari inggris. Tetapi Inggris dan Perancis tidak ingin menjadikan negara Arab dalam satu negara. “

“ Mengapa ?


“ Arab yang bersatu sudah cukup ditangan Ottoman. Itu masa lalu. Arab masa depan harus dipecah pecah agar mereka lemah dan tetap tergantung dengan Barat. Ini terungkap dalam perjanjian antara Inggris dan Perancis yang dikenal dengan perjanjian Sykes-Picot 1917.” 

Pembicaraan terhenti. Kami meneruskan menikmati makan malam. Lantunan suara musik dengan iringan lagu jazz terasa romantis sekali. Tapi aku lirik dia nampak biasa saja. Makan dengan tenang tanpa ada gairah berlebih.

“ Terus gimana dengan kelahiran Israel di Tanah Palestina? Katanya.

“ Israel itu lahir dari adanya gerakan Zeonisme. 

“ Kamu kan tahu, zionis itu adalah sebuah gerakan yang dibuat oleh pentolan Yahudi diabad ke-19.  Tujuannya untuk menguasai dunia.” 

“ Ini tidak sepenuhnya benar. Apalagi kalau dibilang Inti gerakan ini adalah membuat negara di Palestina yang dianggap sebagai kampung halaman kuno umat Yahudi, jelas tidak ada argumentasi nya. Dan anehnya, sampai pada kesimpulan bahwa gerakan ini menyebabkan munculnya konspirasi-konspirasi besar seperti menguasai dunia. Teori-teori konspirasi ini berkembang dengan sangat pesat di Eropa, Afrika, hingga Asia. Semua orang menganggap jika Zionis Yahudi ingin mengatur dunia. Alasan inilah yang menyebabkan banyak Yahudi dibantai di masa lalu.

Kalau kita mau jujur dan teliti membaca sejarah maka Zeonisme itu tidak seseram yang ada pada teori konspirasi. Zeonisme merupakan propaganda kaum Yahudi untuk mendapatkan wilayah agar mereka bisa membangun identitasnya sebagai bangsa, sehingga tidak lagi terasimilasi dari bangsa lain dan tidak mengalami diskriminasi. 

Karena sebelumnya mereka diaspora di berbagai negara di dunia ini sejak mereka terusir dari tanah asalnya. Pada 1799 ada wacana dari para penguasa di Eropa untuk merelokasi etnis Yahudi. Tujuannya tentu memindahkan masalah sosial di Eropa ke suatu tempat. Theodore Herzl yang dikenal sebagai bapak Zeonis, mengusulkan relokasi ke Uganda atau Argentina. Tetapi inggeris engga ada uang untuk mengirim mereka ke Uganda atau Argentina. Makanya rencana itu gagal. Kemudian datanglah ide Haim Weizmann , seorang Yahudi Rusia, mengusulkan wilayah Palestina untuk relokasi Yahudi. “

“ Mengapa ke Palestina ? 

“ itu hanya alasan sederhana bahwa daerah itu tidak ada potensi ekonominya dan familiar dengan orang Yahudi. Ide ini disampaikan kepada Inggeris sebagai pemilik koloni. Lagi lagi inggeris menolak untuk keluar anggaran atas biaya relokasi etnis Yahudi itu. Weizmann mendatangi Baron Rothschild. Dia tawarkan bisnis tanah untuk membangun kota baru di palestina. Sebagai kampiun bisnis Rothschild berpikir “ Aha..ini ide bagus. Ane bisa buat brosur marketing. Dijual tanah yang dijanjikan Tuhan untuk bangsa Yahudi, yaitu Palestina.” Pasti akan laku keras. Ini tambang uang. Karena orang Yahudi yang kaya raya pasti mau keluar uang untuk keyakinannya. “

“ Semakin menarik ceritanya. Terus…”

“ Kemudian Weizmann dan Rothschild mendatangi Pemerintah inggris dan mengusulkan membeli wilayah Palestina untuk dibangun kota baru bagi etnis Yahudi, dan soal anggaran, Bos Rothschild yang tanggung.  Kebetulan Inggris sedang bokek sehabis perang dunia pertama. Proposal ini diterima dengan senang hati oleh Inggris. Solusi masalah Yahudi ditemukan tanpa keluar anggaran relokasi, bahkan dapat uang dari penjulan Tanah.”

“ Smart idea. Terus”

“ Pada 2 November 1917 ditanda tangani "Deklarasi Balfour". Inggeris memberikan hak akan tanah Pelestina kepada Yahudi dengan satu syarat bahwa Yahudi tidak boleh menggangu kehidupan beragama non Yahudi, tidak boleh mendirikan negara. Kemudian dalam Deklarasi Balfour dimasukkan ke dalam Perjanjian Damai Sevres pada 10 Agustus 1920 antara Ottoman Turki dan sekutu. Inti dari perjanjian ini adalah pembagian wilayah milik Dinasti Ottoman, termasuk pemukiman Yahudi di Palestina. Setelah resmi tanah dikuasai oleh Rothschild, maka tugas Haim Weizmann untuk menggerakan pemasaran. Tentu dengan pemanis “ ditawarkan tanah yang dijanjikan Tuhan”. Karena Weizmann adalah Yahudi Rusia, pembeli lahan itu pada awalnya adalah 70% etnis Yahudi berasal dari Rusia. 

Lambat laun di atas lahan itu berdiri pemukiman dan komunitas yang banyak. Animo orang yahudi yang diaspora di berbagai negara ingin pulang ke “ tanah yang dijanjikan" dari waktu ke waktu semakin besar. Karenanya Yahudi berpikir untuk mendirikan wilayah khusus yang tidak dicampuri aturan negara lain. Apalagi inggris mengeluarkan kebijakan pembatasan imigrasi Yahudi ke Palestina yang dituangkan dalam White Paper 1939, ini membuat Organisasi Zionis berang. 

Akibatnya, para pemimpin Zionis berkumpul di New York pada 1942 tepatnya di Hotel Biltmore. Saat itulah secara resmi para pemimpin Zionis menetapkan Palestina sebagai wilayah Persemakmuran Yahudi. Selain itu para pemimpin Yahudi menganggap Inggris sebagai musuh yang harus diperangi. Kelompok bersenjata Yahudi melakukan aksi teroris kepada Inggris.

Sementara itu aksi kekerasan terus terjadi di Palestina antara Etnis Yahudi dengan penduduk Palestina. Karena itu AS punya kesempatan masuk ke dalam konplik itu dengan membentuk Komite Investigasi Anglo-Amerika pada 1946. Hebatnya Komite ini justru memberikan rekomendasi menambah 100.000 populasi Yahudi di Palestina dengan relokasi 100.000 Yahudi di Eropa ke Palestina. Rekomendasi ini keliatan arif dan murni alasan kemanusiaan untuk menampung pengungsi Yahudi di Eropa paska perang dunia. Namun Inggris menolak.”

“ Loh kan tanahnya udah dibeli. Kenapa inggris menolak?

“ Bagaimanapun walau jual beli Tanah Palestina itu sudah terjadi dengan Baron Rothschild, tetapi secara hukum tanah Palestina masih di bawah inggris. Seharusnya masalah palestina bukan hak dari AS tetapi Inggris dan atas persetujuan bangsa Arab sesuai Perjanjian Damai Sevres pada 10 Agustus 1920 antara Ottoman Turki eks penguasa jazirah Arab dan Inggris sebagai bagian dari Sekutu Eropa yang  memenangkan perang dunia pertama. Kondisi inilah yang membuat Inggris mengumumkan niatnya menyerahkan Mandat Palestina ke tangan PBB.  Akibat niat Inggris ini, PBB membentuk Komite Khusus untuk Palestina (UNSCOP) pada 15 Mei 1947. UNSCOP yang terdiri dari 11 negara ini melakukan sidang dan kunjungan ke Palestina untuk melakukan investigasi. 

Pada 31 Agustus 1947, UNSCOP memaparkan laporannya. Dalam salah satu bagian laporannya, UNSCOP merekomendasikan kepada Sidang Umum PBB sebuah skema pembagian wilayah Palestina dalam masa transisi selama dua tahun yang dimulai pada 1 September 1947. Pembagian itu terdiri atas negara Arab merdeka dengan area 11.000 km persegi, negara Yahudi dengan luas 15.000 km persegi. Sementara kota Jerusalem dan Betlehem akan berada di bawah kendali PBB. Usulan ini tidak memuaskan kelompok Yahudi maupun Arab. Bangsa Yahudi kecewa karena kehilangan Jerusalem. Namun, kelompok Yahudi moderat menerima tawaran ini dan hanya kelompok-kelompok Yahudi radikal yang menolak. Sementara itu, kelompok Arab khawatir pembagian ini akan mengganggu hak-hak warga mayoritas Arab di Palestina. 

Dalam pertemuan di Kairo, Mesir, pada November dan Desember 1947, Liga Arab mengeluarkan resolusi yang menyetujui solusi militer untuk mengakhiri masalah ini. Dalam kenyataannya, sejumlah negara Arab memiliki agenda tersendiri. Jordania ingin menguasai Tepi Barat, sementara Suriah menginginkan bagian utara Palestina, termasuk wilayah yang diperuntukkan bagi Yahudi dan Arab. “

“Lalu bagaimana dengan Inggris? 

“ Meski menerima usulan pembagian ini, Inggris enggan menerapkannya di lapangan karena jelas-jelas tidak diterima oleh kedua belah pihak. Inggris juga enggan memerintah Palestina bersama PBB di masa transisi.  Itu sebabnya, pada September 1947, Inggris mengumumkan mandat mereka pada Palestina akan berakhir pada 14 Mei 1948 tengah malam. Sebagai respons pernyataan Inggris ini, Presiden AS Harry Truman mengajukan proposal baru yang membatalkan rencana pembagian Palestina.  Dalam proposal itu, AS mengusulkan PBB langsung memerintah Palestina. 

Kekacauan tak terelakkan yang mengakibatkan korban jiwa berjatuhan di mana-mana. Hingga akhir Maret 1948, setidaknya 2.000 orang meninggal dunia dan 4.000 orang terluka. Pada 14 Mei 1948, atau sehari sebelum Mandat Inggris di Palestina berakhir, Ketua Yishuv, Komunitas Yahudi di Palestina, David Ben Gurion, di hadapan 250 orang undangan di Museum Tel Aviv, Pada 14 Mei 1948, Israel memproklamasikan kemerdekaan berdirinya negara Israel, yang tentu ditolak oleh negara Arab karena tidak ada pembatasan wilayah di Palestina.”

“ Jadi kalau mau disimpulkan. Palestina itu sejarah nya hanya deal bisnis property.  Sama dengan keberadaan Hong Kong yang dikuasai inggris selama 100 tahun dan Macau dikuasai portugal selama 100 tahun. Hanya bedanya China tidak mau menjual Hong Kong dan Macau tetapi menyewakan. Sementara Palestina dijual inggris kepada Baron Rothschild . “

“ Ya. Jual beli sudah settle. Akta jual beli sudah diteken semua pihak. Clean and clear. Artinya para kepala suku Arab bersenang hati karena perjanjian Deklarasi Balfour 2 November 1917 yang mempreteli eks wilayah kekuasaan Ottoman menjadi beberapa wilayah termasuk lahan untuk relokasi Yahudi di Palestina. Tidak ada yang protes. Kelak kepala kepala suku inilah yang akan jadi Raja di Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Yordania dll. “

“Kenapa sampai sekarang terus terjadi konflik?

“ Secara Hukum international memang keberadaan Israel tidak legitimate. Itu sebabnya Marshal, Menhan AS ketika era Truman menolak ide berdirinya negara Israel karena itu akan menjadi konplik hukum dimasa depan. Apalagi ketika itu Marshal tahu dibalik berdirinya negara israel ada deal bisis raksasa dari konglomerat Yahudi untuk mengontrol bisnis minyak di Timur Tengah. Kalau tadinya mereka menambang uang dari jualan property untuk hunian relokasi Yahudi ,belakangan mereka ingin menambang uang dari bisnis konsesi minyak. Lagi lagi ini soal bisnis  dan  kerakusan. 

“ Mengapa Yahudi tidak berhak untuk punya negara dan wilayah sendiri? Bukankah bumi ini milik Allah dan lagi pembagian wilayah itu karena politik kekuasaan dari paham nasionalisme sebagai kelanjutan dari kolonialisme. Kalaulah semua duduk bersama dengan hati jernih tanpa prasangka, berbagi itu indah dan mendamaikan, kecuali kalau didasarkan agenda kerakusan memang sampai kapanpun dunia ini tidak akan damai.’

“ Saya tidak mau jawab. Kamu lebih paham. Ini soal bisnis, soal geostrategis. Tidak  ada istilah berbagi.”

Dia hanya tersenyum. Karena tahu apa yang saya maksud. Ini soal penguasaan konsesi bisnis. Harus utuh tanpa ada pihak yang ganggu. Agar rencana bisnis bisa dikembangkan. Kalau ada narasi agama dalam konflik itu hanya cara bagaimana menciptakan konflik agar kedua belah pihak bisa duduk berunding dalam posisi transaksional. Kalau deal terjadi, narasi agama akan ditinggalkan.

“ Semua konflik diawali oleh masalah ekonomi dan berakhir karena ekonomi juga. Kapan minyak sebagai sumber masalah ? Katanya.

“Kalau kita bicara tentang konplik Timur Tengah maka itu berarti Mesir dan Negara wilayah bagian barat Mesir. Tapi ketika kita bicara tentang Minyak Timur Tengah maka itu berarti wilayah Teluk Persia yang berada di timur Mesir atau biasa disebut dengan Asia Barat Daya.”

“ Jadi apa sebetulnya yang mengakibat konplik terus terjadi ? tanya saya. 

“ Kamu paham kan kalau Minyak adalah komoditi startegis dan merupakan komoditi yang sangat penting di dunia. Bukan hanya soal energy tapi hampir 75% produk industry tidak bisa dilepaskan dari ketergantung bahan naphtha dari Minyak itu sendiri. Itulah dasarnya mengapa kekuatan Barat dan AS menjadikan Minyak di Timur Tengah sebagai bagian dari geopolitiknya. Siapapun yang mengontrol aliran minyak memiliki kontrol luar biasa terhadap kecepatan dan arah ekonomi dunia”

“ Kapan minyak begitu penting ? Tanyanya.

“ Minyak pertama kali menjadi penting pada tahun 1912 ketika Winston Churchill sebagai komanda angkatan Laut inggeris mengganti bahan bakar kapal dari batubara ke Minyak. Inggris pada waktu itu tidak memiliki sumber minyak cukup. Satu satunya resource minyak yang dimiliki Inggris adalah konsesi Southwest Persia di bawah bendera Anglo Persian Oil Corporation (APOC). Demi kepentingan nasional  maka Churchill menasinaonalisasi APOC. Ketika Persia menjadi Iran  maka dirubah Anglo Iran Oil Corporation dan belakangan berubah menjadi British Petroleum ( BP). “

“ Sejak itu Iran di bawah kendali inggris demi alasan strategis.”

“ Tapi itu berakhir tahun 1950 ketika Mossadeg pejuang nasionalis Iran merebut kekuasaan dan  menasionalisasi BP. Tidak lama setelah itu Inggris bersama AS , tahun 1953 berhasil menjatuhkan Mossadeg dengan menempatkan Shah Reza Pahlefi sebagai Raja, yang juga boneka dari Inggris dan AS. “

“ Ya. Namun nyatanya AS lebih dominan mengendalikan Shah dari pada inggris. “

“ Betul. AS memang culas dalam bermitra, bahkan dengan sekutunya sekalipun. Tahun 1979 Syah Iran digulingkan oleh revolusi Islam Iran dan mereka menasionalisasi seluruh perusahaan bendera Asing. Keadaan semakin mengkawatirkan bagi AS. “

“ Mengapa ?

“ Masalahnya adalah  ketika Shah Iran digulingkan pada tahun 1979 dan kemudian Uni Soviet menginvasi Afghanistan. AS Khawatir akan menimbulkan ancaman jalur supply  minyak Saudi Arabia. Presiden Carter mendapat dukungan penuh dari Kongress untuk "menggunakan segala cara yang diperlukan, termasuk kekuatan militer”. Ini dikenal apa yang disebut dengan Dokrin Carter. Maklum saja ini berkaitan dengan keamanan selat hurmuz dan di sisi lain pelabuhan minyak di Pakistan yang melintasi Afghanistan. “

“ Apakah dokrin Carter sampai sekarang masih ada? Tanyanya penasaran. 

“ Sampai saat ini itu masih ada. AS punya system komando terpusat di Tempa , Florida dengan kantor Regional di Qatar dan Bahrain. System komando ini bertanggung jawab melaksanakan Doktrin Carter, yaitu menjamin bahwa tidak ada kekuatan musuh akan pernah memutus jalur supply minyak dari Teluk Persia ke Amerika Serikat dan sekutunya. Setiap presiden terpilih harus punya komitmen atas itu.  Tempo hari Presiden Obama telah menegaskan  bahwa jika Iran mencoba untuk memblokir Selat Harmuz, maka itu sinyal merah untuk AS melakukan aksi militer. Dunia tahu betul itu.”

“ Sekedar confirmasi. Apa benar di belakang Arab Saudi adalah AS. Tanyanya penasaran. 

“ Pada 14 Februari 1945 Presiden Roosevelt bertemu dengan Raja Arab Saudi, Abdel Azziz, diatas kapal  Quincy AS, tak lama sebelum kematiannya. AS berkomitmen melindungi Kerajaan Arab Saudi dari segala ancaman baik internal maupun external dan konpensasinya Arab Saudi memberikan hak exclusive kepada AS untuk mengontrol ladang minyak. “

“ Sejak kapan AS kali pertama tertarik dengan sumber daya minyak di Timur Tengah? 

“ Tepatnya tahun 1930-an. Ketika itu sebuah perusahaan minyak AS yang bernama Standard Oil Company of California (SOCAL) memenangkan konsesi di provinsi timur, yang merupakan daerah di sepanjang pantai Teluk Persia, dikota Dahran. Ketika awal beroperasi, Perang Dunia II pecah, dan Presiden Roosevelt butuh minyak untuk menggerakan mesin perangnya. Makanya Rosevelt berusaha untuk menasionalisasi SOCAL namun digagalkan oleh Kongress karena lobby Yahudi. AS hanya bertindak sebagai off taker minyak. 

Karena permintaan begitu tinggi, SOCAL melibatkan Texaco yang kemudian menjadi CALTEX untuk mengembangkan bisnis minyak di Arab Saudi. Untuk memperluas operasi bisnis minyak tersebut , bergabung lagi perusahaan Standard Oil of New Jersey ( Exxon) dan Standard Oil of New York ( Mobil). Aliansi ini disebut dengan Arab America Corporation (ARAMCO) , yang kini tumbuh menjadi perusahaan minyak terbesar di dunia.”

“ Semua perusahaan itu pendirinya adalah Yahudi? Tanyanya.  Aku hanya mengangguk, dan berusaha tersenyum karena dia punya teman banyak yang Yahudi. 

“ Apakah dukungan AS terhadap Sadam Husein dalam perang dengan Iran merupakan bagian dari dokrin Carter ? Tanyanya.

“  Dalam perang tersebut AS terlibat karena Iran menyerang Tanker minyak  Kwait dan Arab Saudi, di samping itu Iran berusaha memotong jalur supply minyak teluk Persia.  Andaikan perang itu tidak menggangu Arab Saudi dan Kwait juga jalur supply minyak , AS tidak  akan melakukan Earnest Will Operation untuk menyerang armada Iran di tahun 1987-1988. 

Begitu juga ketika 2 Agustus 1990 Saddam Hussein menyerbu Kuwait. Bagi Presiden Bush ini sinyal  untuk berlakunya dokrin Carter karena terancam tidak hanya minyak Kuwait, tapi juga Arab Saudi, apalagi  pasukan Irak berada tepat di perbatasan antara Kuwait dan Arab Saudi. Ladang minyak Saudi di dekatnya. Amerika Serikat harus melindungi Arab Saudi dan akhirnya mengusir Irak dari Kuwait. 

“ Sekarang aku paham benang merahnya. Apapun AS lakukan agar kepentingan suply minyaknya tidak terganggu di Timur Tengah. Pertanyaan berikutnya, mengapa AS invasi Irak pada tahun 2003 ?

“ Itu juga didorong sebagian oleh Doktrin Carter karena ancaman Sadam yang akan menggunakan senjata kimia untuk menjadi leader di kawasan Teluk dan mengancam status quo para raja boneka AS. “

“ Oh i see. Konplik di Afganistan juga karena supply minyak. Gelombang teror yang anti syiah di Irak. Bagaimana dengan Suriah?

“ Itu berkaitan dengan ladang gas dan jalur logistik Migas. Ingat, bila Rezim Suriah yang syiah bergabung dengan Irak yang syiah maka bisa menjangkau Laut Mideterania dan Danau Karun. Tentu akan mengubah konstelasi energi gas dan minyak serta jalur  logistik Migas Hal ini tentu mengkawatirkan AS. “

“ Semua karena minyak. Karena bisnis. Lantas gimana dengan Palestina. Emangnya Palestina punya cadangan minyak ? Kan engga. Kenapa ribut terus ? Apa hubungannya dengan bisnis?

“ Itu hanya kembang api untuk membuat Negara Teluk semakin kecut terhadap Israel atau iran dan  merapatkan diri kepada AS untuk mendapatkan perlindungan. Jadi konflik agama dan sekterian memang sengaja terus dihidupkan oleh AS dan Barat. Agar negara Timur Tengah terus tergantung kepada mereka.”

“ Bukankah soal Suriah juga berhubungan dengan politik sekterian, antara Sunni dan Syiah ? 

“ Konflik sekterian itu hanya omong kosong. Itu bermula karena Eropa Barat dan Turki tidak mau tergantung suply gas dari Rusia. Turki bersama Qatar berencana membangun jaringan pipa gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dari Qatar yang tersambung sampai ke Eropa. Pipa tersebut membentang melalui Arab Saudi, Kuwait, dan Irak, melintasi Suriah. Tapi pada 2009 Assad menolak proposal dari Qatar karena menjaga kepentingan sekutunya, Rusia. Maklum Rusia adalah pemasok gas utama di Benua Biru. Sekitar 37% pasokan gas di Uni Eropa datang dari Negeri Beruang Merah. Ya Rusia engga mau hilang kontrol market nya. 

“ Soal proyek pipa gas itu saya paham tapi soal Rusia dan China. saya masih bingung “ 

“ Kamu kan tahu bahwa letak geographis Suriah dengan Turki di sebelah utara, Irak di Timur, Laut Tengah di barat dan Yordania di selatan, ini sangat strategis untuk jalur lintas perdagangannya minyak. China dan Rusia tidak ingin karena perubahan itu hegemoninya hilang di wilayah ini. Apabila Bashar jatuh maka control China dan Rusia terhadap Suriah dan kemudian Libanon akan hilang. Tentu apapun akan dipertaruhkan oleh China dan Rusia melindungi Bashar. Harap maklum bahwa Rusia dan China adalah termasuk konsumen MIGAS terbesar didunia setelah AS. “

“ Oh sama saja dengan AS. Ini soal minyak. “

“ Ya, ini menyangkuat resource oil and gas yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi mereka. Kamu tahu Basin Levant? ?

“ Apa itu ?

“ itu adalah wilayah yang berada di Estern Mediteranian yang mencakup pesisir Israel, Suriah, Lebanon, Ciprus dan Palestina, mengandung sekitar 122 trilun kaki kubik gas dengan deposit minyak 1,7 miliar barel. Atas dasar itulah maka Pemerintah Israel bersama AS telah punya rencana jangka panjang untuk membangun terminal terapung gas alam cair yang dilengkapi system pertahanan udara dan dukungan angkatan laut. 

Tapi rencana itu tidak semudah membalik telapak tangan. Karena berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut, Palestina, Lebanon dan Suriah semua berhak untuk mengeksplorasi dan menyuling minyak dan gas di zona masing-masing. Tanpa izin dari salah satu Negara itu maka agenda Israel akan kandas secara hukum. Itu sebabnya dengan memanfaatkan Arab spring , Israel bersama AS melalui Task Force Center ( USCENTCOM) di Qatar dan Bahrain melakukan operasi intelligent yang didukung oleh Mossad dan CIA untuk menjatuhkan Bashar al-assad dan menggantikannya dengan rezim yang akan menjadi boneka AS seperti Negara teluk lainnya.”

“ Wow…benar benar semua karena bisnis. Agama dan konflik sekterian hanya tai mata saja. Itu sebab Bashar tetap bertahan. Mengapa AS tidak lakukan seperti mereka invasi ke Irak ? 

“ Karena pihak China dan Rusia tidak mau lagi diajak beraliansi di PBB untuk melegitimasi serangan langsung. Maklum sebelumnya China dan Rusia dibohongi oleh AS dan Barat ketika menjatuhkan Sadam dan Khadapi. Bagi bagi tidak adil. “

" Kalau begitu mengapa AS tidak melaksanakan dokrin Carter untuk menghabisi Suriah?

“ Suriah tidak menyerang negara Arab lainnya. Dia hanya tidak mau bekerjasama dengan mereka. Lain halnya kalau Suriah menyerang seperti Irak dulu. Itu AS bisa menggunakan dokrin Carter. Apalagi kini itu tidak mudah lagi. Perang dingin udah engga ada. Dan lagi yang punya kepentingan ada juga  Rusia, China yang tentu tak akan tinggal diam kalau AS melakukan aksi militer terhadap Suriah. Bisa perang dunia ketiga.”

Terus, intervensi secara tidak langsung itu konkritnya seperti apa?

“ AS menggunakan jalur swasta untuk membiayai operasi intelligent menjatuhkan Bashar. Yangn saya tahu, ada sebuah perusahaan bernama XE Service LL mendapatkan dana dari perusahaan offshore company yang merupakan holding company dari berbagai perusahaan minyak yang beroperasi di Timur Tengah. Dana inilah yang dipakai untuk melatih tentara bayaran, mengirim senjata, biaya propaganda, dan lain sebagainya. Ini operasi intelligent yang rumit karena melibatkan network AS /Israel dari Turki, Irak, Afganishtan, Yordan, Arab Saudi, Qatar dll.”

“ Siapa tentara bayaran itu ?

“ Itu beroperasi di bawah kendali proxy AS, Al Qaeda, di irak yang kemudian belakangan menjadi apa yang kita kenal sekarang yaitu ISIS. Awalnya mereka bergerak dalam gelombang demontrasi anti pemerintah. Dengan licik mereka menggunakan seragam militer Suriah untuk melakukan penculikan, terror dan pembunuhan kepada rakyat sipil. Tujuannya mendiskriditkan pemerintah Suriah di hadapan rakyat , dan memancing aksi demo lebih besar.  Namun berkat operasi kontra intelligent yang dilakukan iran dan Suriah berhasil menangkap ratusan tentara bayaran dan sebagian lainnya terbunuh dalam operasi penggerebekan. Namun sebagian besar besar berhasil lolos. Dari merekalah terungkap pengakuan tentang operasi Xe untuk menjatuhkan rezim Bashar.

“ Tadi katanya AS membiayai tentara bayaran di bawah kendali Al Qaeda yang kemudian bermetamoforsa jadi ISIS. Mengapa akhirnya AS bersama sekutunya menghabisi iSIS? 

“ Tujuan AS adalah menjatuhkan Bashar. Tetapi kalau tujuan itu tidak tercapai, ya sudah. Operasi dihentikan. Tetapi ISIS malah mendirikan negara sendiri atas wilayah yang dia kuasai dan menyatakan perang kepada seluruh dunia termasuk kepada Arab Saudi dan negara Arab lainnya. Padahal uang dan senjata dari AS beserta sekutunya. Ini jelas memancing AS bersikap sesuai dengan dokrin Carter. “

“ Itu artinya AS kecolongan dong. Kenapa sampai AS tidak tahu akan terbentuk ISIS? 

“ Menjelaskan itu tidak mudah. Yang jelas ini memang berkaitan dengan agenda ekstrimis sunni yang tergabung dalam AL Qaeda. Mereka ingin mendirikan khilafah. Agenda itu sudah lama. Sudah ada sejak kejatuhan Sadam Husein. Al Qaeda engga bisa mengendalikan  ekstrimis Sunni. “

“ Mengapa ?

“ Itu bisa lihat dari sifat Osama Bin Laden sebagai pimpinan puncak Al Qaeda. Setelah AL Qaeda berhasil mengusir Uni Soviet keluar dari Afghanistan, ada kefakuman. Suplai uang dar AS juga terhenti. Saat itulah, Agent Iran berhasil mengontak Laden untuk bergabung dengan Hizbullah. Walau kesepakatan itu tidak terjadi, namun Laden tidak sepenuhnya loyal dengan AS. Dan AS tetap menggunakan Al Qaeda tahun 2003 membantu AS meng invasi Irak dan sukses. Nah, ketika kelompok pemberontak yang dibayar AS di Suriah sudah sulit dikendalikan, AL Qaeda di Irak dapat tugas menyelesaikan. Saat itulah AS kecolongan. Pemberontak itu justru bergabung membentuk ISIS berkat dukungan orang AL Qaeda. “

“ Terus  mengapa Rusia, Iran juga bergabung dengan AS , Turki dan lainnya memerangi ISIS.”

“ Jelas, mereka tidak mau kehilangan geopolitik dan geostrategis nya di Suriah. Engga mau jadi penonton begitu saja. Tentu mereka mau ambil share dihadapan Bashar.”

“ Ya  dengan jatuhnya iSIS, yang diuntungkan adalah rezim Bashar. Terus apa lagi rencana AS dan Turki setelah ISIS bisa dimusnahkan.”

“ Yaitu memecah Suriah dengan memberikan wilayah kepada suku Kurdi. Dengan demikian AS dan Barat tetap bisa mengontrol Suriah, setidaknya proyek pipa gas kerjasama Turki dan Qatar dapat terlaksana.”

“ Apa semudah itu ?

“ ya engga lah. Mana mau Rusia, dan Bashar pasti menolak. “

“ Perang lagi ?

“ Ya ?

“ Kapan kelarnya ?

“ Kalau deposit minyak dan Gas habis.” 

Dia tersenyum lagi. Aku senang menikmati makan malam ini. Karena terjadi dialogh yang produktif dan dia menyimak dengan serius. Aku tidak bisa membayangkan pria pemalu yang aku kenal 20 tahun lalu, kini jadi pria yang penuh percaya diri. Dia sangat gentle ketika mengantarku ke kamar Hotel dalam keadaan lelah dan sedikit mabuk. Sebetulnya aku ingin mengatakan kepada dia bahwa ancaman terbesar indonesia adalah disintegrasi, dan itu pemicunya adalah politisasi agama. Sejarah Timur Tengah adalah fakta bahwa politisasi agama lebih buruk dari komunis. Karena kebenaran milik segelintir orang  dan segelintir orang itu yang menikmati kemakmuran, yang lain dapat sampah Tidak ada yang bisa digugat karena mereka yang segelintir itu merasa mewakili Tuhan. Jatuhnya khilafah ustmani dan terjadinya neocolonialism di Timur Tengah, itu karena politisasi agama, paham primordial yang memberikan peluang patron bersenggama dengan kolonialism dan kalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Islam : Ranah privat dan politik

  Waktu Kekhalifah Islam di Turki yang kekuasaanya membentang dari Barat ke Timur selama 6 abad. Waktu zaman Kekhalifahan Abassiah juga sama...