Jumat, 04 Maret 2022

Putin cerdas.

 


Saya tidak akan memuji Putin. Karena tidak ada manusia yang sempurna dan dia bukan siapa siapa bagi saya. Jadi kalau saya tulis tentang sosok Putin, cukup diliat sekedar literasi saja.


Pribadi

Putin itu sarjana hukum dengan tesis Prinsip Dagang Negara yang Paling Disukai dalam Hukum Internasional. Dia juga sahabat baik dengan Anatoly Sobchak, profesor Hukum bisnis international. Secara pribadi dia pintar dan terpelajar dengan skor diatas rata rata. Terbukti dia berhasil lulus sekolah intelijent yang paling keras dan ketat yaitu KGB. Terima aja sulit apalagi lulus. Udah pasti dia menguasai bahasa asing sedikitnya dua bahasa ( inggris dan Germen). 20 Agustus 1991 Putin mengundurkan diri di KGB dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel.


Sampai tahun 1995 dia sudah masuk arena politik tingkat wilayah Saint Petersburg dan tahun 96 atau usia 41 tahun pemimpin kota. Tahun 1997 dia diangkat sebagai staf presiden. Tahun 1998 dia diangkat sebagai Direktur  Dinas Keamanan Federal (FSB).Bayangkanlah.’ Ada ratusan jenderal dan kolonel di Rusia itu, tetapi hanya Putin dalam usia 42 tahu sudab jadi orang nomor 1 di Pusat intelijent paling bergengsi di dunia.


Saya yakin kursi orang nomor 1 di Rusia sudah jadi agenda hidupnya. Bukan datang dadakan. Bukan ikut arus gelombang. Tetapi by design. Tetapi dilakukan dengan smart. Perhatikan.Waktu dia jadi pejabat kota. Dia sudah berteman dekat dengan Anatoly Sobchak profesor ekonomi dan hukum dan kemudian jadi miliarder akibat adanya privatisasi. Putin memang tidak terlibat langsung. Tetapi dia arsitek melahirkan Group miliarder Chubais, kelompok miliarder pro reformasi.


Saat dia jadi direktur FSB, semua kesalahan group chubais ada ditangannya. Bukan tidak mungkin dia ada dibalik pembunuhan kaum statusquo yang dilakukan para miliarder itu yang merasa terhalang dalam mendapatkan bisnis privatisasi. Setidaknya dia tahu dan mendiamkan saja. Kelak ini jadi bekal dia untuk meminta mereka membiayai dia jadi orang nomor 1 di Kremlin. Benarlah, tahun 1999 dia sudah jadi PM Rusia dan teman teman miliardernya buatkan partai untuk kendaraan dia jadi presiden. Tahun 2000 atau usia 45 tahun dia sudah jadi presiden.


Hanya tiga minggu setelah menjabat jadi Presiden, yang pertama dia kick out adalah Berezovsky, bandar yang membiayai dia jari presiden. Tahun 2000 Berezovsky melarikan diri ke luar negeri dan tahun 2013 tewas di kamar mandi rumahnya di London. Sejak dia jadi presiden ,praktis semua kekuatan Group miliarder Chubais dibawah kendali Putin. Tidak ada satupun group Chubais berani. Karena 24 jam hidup mereka diawasi oeh FSB. Melawan nasip akan sama dengan Berezovsky.


Karena begitu smartnya dia mengelola kekuasaan. Makanya agenda besar dia untuk kebangkitan Rusia setelah jatuh USSR dapat dia lakukan setahap demi setahap. Rusia bisa bangkit sebagai negara modern yang bertumpu kepada sumber daya alam namun unggul dalam riset, persenjataan dan ruang angkasa. Sehingga berlalunya waktu dia sudah bisa bicara keras kepada AS dan NATO. Kehebatan Putin adalah mempecundangi AS dan NATO dalam konlik Suriah.


Apa yang kita bisa ambil hikmah dari sosok seorang Putin. Pertama, dia sangat ahli dalam sistem birokrasi, karena dia pernah jadi pejabat publik dan intelijent. Dia hapal siapa kucing air dan tikus got dari kalangan pengusaha atau pejabat. Kedua, dia sarjana hukum bisnis dan bergaul dengan elite ahli ekonom, jadi dia sangat kuasai detail ekonomi. Tidak ada ring 1 nya pecundangi dia. Dia cepat sekali bertindak. Tanpa suara dan wacana. Hilang tuh orang. Jadi yang dekat dia hanya yang loyal dan smart saja.


Ketiga. Dia mengerti politik kerakyatan, Di era dia jadi presiden dia berhasil mengangkat PDB Rusia dengan tingkat hutang sangat rendah. PDB tahun 2000 sebesar USD 278 miliar tapi tahun 2021 sudah mencapi USD 1,7 trilion atau naik 6 kali lipat. Jadi memang jenius orang ini. Bukan kaleng kaleng, yang gila pencitraan. Meman nilai demokrasi rendah. Tapi apakah ukuran demokrasi hanya sekedar bicara mendatangkan like and subscriber YouTube asal beda dg pemerintah? Sementara lawan kartel impor , sembako dan oligarki bisnis malah keok ..


***


Semua tahu bahwa Putin itu mantan perwira intel KGB. Kalau orang sudah level perwira badan intel yang paling berkelas di dunia, pastilah kecerdasannya diatas rata rata. Pengendalian emosinya diatas rata rata. Terbiasa berpikir berbadasarkan data dan informasi yang valid. Dia terlatih mengelola sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan. itu dia bisa lakukan secara mandiri atau melalui orang orang yang dia kelola. Jadi paham ya. Jauh betul kelasnya dengan Zelensky sang mantan pelawak yang terpilih lewat Demokrasi. Sekarang saya akan ceritakan sisi lain dari perang Rusia dan Ukraina. Ini tulisan tentang strategi bertempur, yang juga bisa dipakai dalam kita bisnis.


Pertama. Putin tidak akan melakukan perang karena alasan idiologi.  Mengapa? Dia belajar dari kesalahan masa lalu ketika USSR masih berkuasa. Bangkrut.  Jadi jelas dia tidak mau bangkrut alias pecundang. Jadi apa alasannya?  Kepentingan politik domestik. Dia butuh narasi besar untuk menstabilkan kekuasaanya. Karena  harap maklum bahwa keadaan ekonomi Rusia sama saja dengan UE dan AS. Suffering juga karena krisis ekonomi global.  


Jadi apa narasi besar itu? merebut cremia dan kemudian   Donbass. Dua wilayah ini adalah icon politik identitas Putin dihadapan Rakyat.  Setelah Cremia berhasil dia aneksasi. Maka tahun 2014 dia bersedia teken perdamaian yang dimediasi Perancis.  Setelah perjanjian damai itu. Terjadi konflik bersenjata antara pasukan separatis Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk melawan tentara pemerintah Ukraina. Apakah Putin diam saja? Tidak. Justru dia sedang melakukan perang asimetris atau perang proxy. 


Kedua. Pada waktu bersamaan selama 8 tahun. Para intelijen Putin keluar masuk Ukrania untuk mendapakan data dan informasi tentang kekuatan militer Ukrania. Ini detail sekali. Seperti, logistik militer yang tampak dipermukaan maupun yang tersembunyi. Tempat tinggal para perwira Militer. Posisi atau koordinat sistem pertahanan udara. Singkatnya semua data koordinat infrastruktur pertahanan ukrania sudah direkam. Nah data korordinat itu dimasukan kedalam database intelijent. Sangat rahasia. Yang tahu hanya kalangan terbatas saja. 


Selama 8 tahun. Rusia sudah mempebesar cadangan emasnya. Dan stok minyak serta gas lewat pipa yang disalurkan ke China. Artinya, kalau terjadi sanksi ekonomi dari AS dan EU, mereka sudah amankan semua sumberdaya  utamanya. Mereka juga sudah dapat data proxy konglomerat EU dan AS yang ada bisnis  di Rusia. Jadi kalau ada perang. AS dan EU kenakan sanksi ekonomi. Tinggal sita saja aset proxy itu. Itu akan dinasionasi oleh Rusia.  Jadi secara data intelijent dan Ekonomi sudah dia dapatkan. Maka mari kita perang.


Ketiga. Cara perangnya? Data center yang ada di kapal perang Rusia di Laut hitam melepaskan rudal hipersonik menyasar koordinat yang sudah ada didalam database intelijent. Tingkat presisi tinggi sekali. Error hanya 2 meter. Artinya walau meleset 2 meter, rudal itu tetap punya daya rusak significant. Kalau Rudal nyasar ke apartemen.Itu tempat tinggal petinggi militer. Kalau nyasar ke rumah sakit, dan ke pembangkit listrik. Itu bukan salah sasaran. Tetapi itu tempat markas perang ukrania tersembunyi. Karena presisi tinggi sekali daya rusaknya terbatas,. Hanya hancurkan sasaran saja.


Kemudian dari pangkalan rudal yang ada di Belarusia, Rudal melesat ke pangkalan udara ukrania. Tepat sasaran. Mengapa sistem pertahanan udara anti rudal Ukrania tidak bisa intersep ? Karena Rudal Rusia itu hipersonik dan melesat rendah. Engga mungkin terdeteksi oleh sistem elektonik anti rudal Ukrania buatan NATO. Dengan demikian. Walau Ukrania punya pewasat ratusan dari NATO, useless. Pesawat tempur itu kalau sistem komandonya rusak ya dia terbang buta. Jadi bego. 


Nah infanteri dan pasukan lapis baja bertugas menghadapi tentara Ukrania yang ngeyel melawan. Kalau mereka menyerah. Ya udah Pulanglah. Target Putin adalah membebaskan wilayah Donbass sesuai perjanjian Minsk 2014. Setelah itu, pasukannya akan masuk Kiev. Targetnya tangkap Zelensky. Agar kemudian Pemilu bisa diakukan. Untuk memiiih presiden baru. Game is over. Nah lucunya, EU dan AS, hanya merasa unggul lewat sosial media dan Media massa. Zelensky malah masih bisa sibuk main tweeter. Katanya mau terjun perang?. Di lapangan Rusia unggul disemua lini. Hemat lagi, engga perlu pakai pesawat tempur segala. Itulah perpaduan strategi tempur yang memadukan perang asimetris dan senjata. Atau strategi hybrid war.


Apa yang dapat kita pelajari dari perang ini? Kalau jadi pemimpin jangan terlalu banyak omong seperti presiden AS dan EU. Hemat bicara. Tetapi focus kerja,  dengan lebih utama dapatkan informasi dan data sebelum membuat keputusan. Buat rencana berdasarkan data yang akurat dan valid. Hitung cost dengan detail. Harus punya skill mandiri. Tidak sepenuhnya tergantung semua dengan staff. Mengapa ? kita engga mungkin demi pencitraan tapi tekor. Karena pada akhirnya kalau tekor, walau target tercapai, tetap aja kita pencundang. Ingat Churchill yang walau sukses membawa inggris menang dalam perang dunia kedua, tetap saja kalah dalam Pemilu. Karena menang tapi tekor. Nah, sekali membuat keputusan jangan berhenti sebelum tujuan tercapai. Fight until die.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Capres dari Jokowi?

  Suka tidak suka, Jokowi berusaha lead dalam proses suksesi presiden mendatang. Tentu bermaksud agar presiden berikutnya punya visi sama de...