Kamis, 22 Agustus 2019

Seni Berdakwah

Karena tulisan saya kemarin di FP, ada nitizen kirim pesan lewat inbox. “ karena babo bilang tidak tahu soal sorga , saya sarankan babo baca Kitab Hadil-Arwah, penulisnya Ibnu Qayyim. Buku itu ditulis sesuai tradisi ahli hadis, sehingga mayoritas hal yang ditulisnya memiliki landasan tekstual yang cukup ketat. Sebagian besar isi kitab Hadil-Arwah itu memang berupa nukilan ayat dan hadis. “ Saya tersenyum. Saya katakan bahwa saya pernah baca buku tersebut dalam terjemahan bahasa Inggris dan Indonesia. Namun semua itu bukanlah ujud dari sorga sesungguhnya . Itu hanyalah gambaran dalam bentuk contoh perumpamaan.
Allah itu memang hebat banget mendidik manusia agar termotivasi berbuat baik. Caranya dengan menggambarkan reward yang disukai oleh nafsu. Maklum nafsu dunia itu condong menginginkan materi dan kepuasan tak ada batas. Makanya dengan janji pemenuhan nafsu tak tertandingi ala sorga , Allah tawarkan reward agar manusia menahan nafsunya di dunia demi mendapatkan yang lebih baik di akhirat/ surga. Cukup? Belum.
Untuk mengunci hati orang hanya kepada sorga, Allah beri ancaman neraka yang merupakan kebalikan dari yang diinginkan nafsu. Jadi sorga dan neraka itu bahasa propaganda ala Tuhan untuk mendidik manusia jadi baik. Namun itu kembali kepada manusia, mau ikut atau engga. Cara ini dipakai dengan efektif oleh Inyik Jambek, Ulama besar dari Minang Kabau. Sebagaimana para wali, beliau diberi kharamah oleh Allah.
Perhatikan cara Inyik jambek menarik orang berakhlak baik. Cerita nya begini, di Padang dulu sering ada pasar malam, yang menyediakan tempat berjudi. Inyik jambek mendatangi tempat judi sabung ayam. Beliau membawa ayam kecil untuk disabung di gelanggang . Semua orang menganggap beliau bodoh karena ayam aduannya pasti kalah. Karenanya tidak ada satupun penjudi menjagokan ayam aduannya. Ketika diadu, hanya dua kali pukulan , ayam lawan langsung roboh. Orang banyak terkejut. Berkali kali ayam kecil itu diadu selalu menang. Inyiak dapat uang banyak dari adu ayam itu.
Kemudian beliau mendatangi tempat judi panah bulu ayam. Kalau bisa mengenai sasaran, beliau dapat hadiah. Ini judi ala kampung. Setiap beliau melempar panah bulu ayam itu selalu kena tepat sasaran. Setiap tepat sasaran, beliau dapat hadiah. Orang ramai menyaksikan. Beliau baru berhenti setelah bandar bangkrut. Demikian kebiasaannya. Dimana ada pasar malam, beliau menjadi bintang dan ditakuti oleh bandar. Orang banyak mulai berfantasi ingin kaya raya dengan judi. Kalau kaya bisa kawin empat. Punya istri cantik. Rumah bagus. Orang pun datang kepedepokan inyiak Jambe untuk belajar. Berharap bisa dapat seperti beliau. Menang terus judi.
Bila awalnya orang belajar agama dengan fantasi ingin kaya raya dari judi, namun semakin lama, orang pun tak lagi ingin kaya dari judi. Karena orang takut akan neraka. Lebih baik tahan nafsu biar entar dapat sorga. Mereka pun jadi orang berakhlak baik. Kemudian, semakin dalam ilmu agamanya, semakin tawadhu, dan tak lagi takut neraka dan Tak pula berharap sorga. Mereka hanya ingin berusaha mendekati Allah, dengan hidup rendah hati, dan penuh ikhlas berbagi. Dengan demikian apapun profesi mereka selalu kebaikan bagi orang lain. Orang Minang merantau kemanapun, yang mereka bawa bukan sorban dan baju gamis tapi akhlak dengan etos kerja tanpa kenal menyerah. Mengaktualkan iman dalam melalui sunatullah. Engga kerja engga makan. Barugi makonyo balabo.
Berdakwah adalah seni mendidik orang, dan bukan hanya mengundang gelak orang mendengar . Karenanya diperlukan pengetahuan agama dan penguasaan teologi yang kuat sehingga tahu bagaimana mengarahkan orang tentang pemahaman agama dengan egaliter dan penuh cinta tanpa menuduh orang lain kafir, laknat, sesat hanya perbedaan paham dan pengetahuan. Apalagi memprovokasi orang jadi teroris agar masuk sorga. Itu bukan ulama, tapi provokator. Kriminal. Tugas ulama hanya menyampaikan kebenaran ilahiah, tidak ada kewajiban memaksa orang harus beriman. Hidayah itu hak Allah.
“ Tuhanku, hanya engkau tujuanku, dan hanya ridloMulah yang kucari. Limpahkan Cinta dan Ma’rifatMu kepadaku…” itulah doa seharusnya dilantunkan. Bukan berharap sorga biar bisa orgy dangan bidadari.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Bisnis model dan ekosistem.

  Anda tahu semua minuman mineral kemasan plastik. Kalau harga minyak jatuh, pabrik air mineral untung besar dari kemasan. Karena harga naft...