Jumat, 05 November 2021

Kebenaran.

 





Membunuh itu melanggar hukum dan moral. Tetapi bagi tentara ketika perang, membunuh itu adalah hero. Menipu itu jelas melanggar moral. Tetapi seni drama dan cinema mendapatkan uang dari menipu orang. Semakin  canggih cara menipunya semakin laku film itu dan semakin tenar artisnya. Itu persepsi tentang kebenaran.  Perampok terhomat adalah pejabat ketika dia berkuasa. Kebijakannya tidak bisa dianggap kesalahan, walau banyak orang tidak setuju. Tapi kalau pejabat itu tidak lagi berkuasa, dan dia menantang aturan yang dia buat ketika berkuasa, itu dianggap kriminal. Apa artinya? kebenaran itu tengantung situasi dan kondisi. 


Saya tidak merasa pecundang memberi orang yang tak terkait dengan kepentingan saya secara personal. Saya juga tidak merasa pecundang di-bully orang yang tidak saya kenal secara personal. Kalau saya memberi hanya given aja. Kalau saya memaafkan, itu nature saja.  Tetapi kalau orang ambil uang saya dalam konteks bisnis, itu sudah bisa dianggap saya sebagai pecundang. Artinya dalam konteks bisnis apapun berhitung. Ukurannya untung rugi. Tetapi dalam konteks personal, ukurannya adalah human being. Harus bisa dibedakan itu dengan jelas. Persepsi kebenaran juga berbeda. Jangan disamakan.


Bank itu modalnya manimum 8%. Tetapi karena legitimasi negara, dia bisa menarik dana 100%. Kalau anda setor uang ke bank, anda hanya dapat secarik kertas atau tulisan digital sebagai bukti setoran. Tetapi kalau anda pinjam uang ke bank, harus ada collateral. Engga bayar collateral disita bank.  Tetapi kalau bank gagal bayar tabungan atau deposito anda, yang bailout adalah LPS atau asuransi. Siapa yang bayar premi asuransi? ya anda sendiri. Adilkah ini. ? Tetapi karena ia lahir dari sistem kekuasaan, maka itu keadilan namanya. Keadilan itu subjektif. Jangan baper soal keadilan seperti yang anda mau.  Pahami batas diri anda dan posisi anda. Kalau engga, bisa stress nanti.


Di luar rumah saya petarung. Tidak ada ombak besar yang membuat saya takut. Tidak ada gunung tinggi yang membuat saya gamang. Tidak ada hutan lebat yang membuat lemah melangkah. Lintas pulau dan benua saya jabanain. Apapun saya hadapi dengan kekuatan phisik dan mental. Tetapi di rumah kekuatan saya ada kepada kesabaran saya menghadapi istri, termasuk harus berkata, ya mah..Tahu diri dimana seharusnya menempatkan diri. Itu aja..jadi kita engga stress dan happy terus..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Keputusan MK, UU CIPTA KERJA

  “ Babo silahka baca link diatas “ Kata Nitizen via WA. Saya baca. Itu berkaitan dengan keputusan MK soal UU Cipta Kerja.  “ Ya sudah baca....