Minggu, 07 Maret 2021

Cara China melawan Korupsi.

 




Ada kebiasaan China dalam memerangi budaya korupsi sehingga efektif mengurangi tindak korupsi. Setiap mereka yang diterima jadi PNS, diajak tour ke penjara para koruptor yang menanti hukuman mati. Mereka meliat suasana penjara yang sangat memprihatinkan. Juga diperlihatkan tempat eksekusi mati. Ada kamar suntik mati. Ada tiang gantungan. Ada ruang tembak. Setiap kenaikan pangkat, mereka juga harus mondok sehari di penjara guna menghayati kehidupan menyedihkan bagi koruptor. Mereka juga diperkenalkan keluarga koruptor yang dimiskinkan secara sistematis.


Bagi anak sekolah dan mahasiwa. Pemerintah sedikan meseum korupsi. Tahun 2010 saya pernah diajak teman ke museum anti korupsi di Nanning ( Guangzie ). Tempat ini tadinya milik konglomerat. Ditutup tahun 2008 setelah diserbu oleh tentara Rakyat bersama team anti korups dari Beijng. Beberapa perwira tinggi militer, polisi, elite partai, dan pejabat walikota di tangkap dan dihukum mati bersama lebih 100 pengusaha.


Saya membayangkan meseum itu seperti meseum pada umumnya. Namun ternyata salah. Museum itu adalah hotel bintang 7. Di depan loby hotel terparkir 4 kendaraan limo. Kendaraan itu tadi milik koruptor yang di sita negara.  Ketika masuk kedalam loby, saya merasa berada di hotel super mewah. Seluruh lantai terbuat dari marmer berkualitas satu. Tempat duduk di ruang executive lounge terbuat dari kayu jati dengan design davinci.  Semua mengesankan kemewahan Eropa abad 18. Mungkin arsiteknya terobsesi dengan istana Tsar Rusia. 


Tadinya ini tempat berkumpulnya pejabat dan pengusaha untuk melakukan transaksi haram. Mereka bukan hanya menciptakan transaksi fiktif  yang canggih untuk merampok kas negara tapi juga memeras BUMN melalui kerjasama dengan pengusaha nakal untuk membuat BUMN tidak efisen. Mereka juga menciptakan berbagai business yang keliatan real tapi sebetulnya rente yang mengakibatkan secara nasional ekonomi china tidak efisien. Dengan uang melimpah yang didapat cara mudah, mereka sengaja menciptakan imaginasi kemewahan hidup ala istana Tsar Rusia.


Kemudian saya diajak ke ruangan lain. Ruangan berbentuk suasana istana harem Topkapi, Kerajaan Turki Ottoman. Di sini nampak ruangan didesign layaknya teras istana yang menghadap ke taman. Ada air mancur dibeberapa tempat. Suara riak air mengalir terdengar sayup. Tadinya ruangan ini tempat wanita pamerkan diri seraya bercengkrama di air mancur dalam keadaan bugil. Pemandu menjelaskan betapa kejamnya para koruptor itu di tengah keadaan China sedang berjuang mengangkat ratusan juta rakyat keluar dari kebungan kemiskinan. Hanya hukuman yang pantas untuk mereka.


Di Indonesia, mantan Napi bisa tetap jadi pengurus partai. Mengapa? keluar penjara dia tetap kaya, bahkan lebih kaya. Karena uang yang tadinya tersembunyi bisa bebas digunakan. Pendidikan anti korupsi ditingkat sekolah dan universitas belum terprogram. Belum ada meseum anti korupsi. Tidak ada program studi tour bagi PNS ke penjara. Bagi kita korupsi itu jahat tetapi menghukum mati koruptor lebih jahat. Anti HAM. Padahal dampak perbuatan mereka merampas hak jutaan rakyat, membuat program pembangunan melambat. APBN/D yang boros.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Hoax lebih bahaya dari virus.

  Saya tidak sependapat kalau media massa dibatasi memberitakan tentang COVID-19. Kata teman. Saya bisa terima. Alasannya bahwa  justru kare...