Kamis, 10 Desember 2020

Nelson Mandela...

 




Nelson Mandela lahir 18 juli 1918 di sebuah desa bernama Mvezo, wilayah tenggara Afrika Selatan yang dikenal sebagai Transkei. Usia 12 tahun dia sudah yatim. Kemudian dia dibesarkan oleh Jongintaba, seorang Wali Raja Tembu yang tinggal di Great Place di Mqhekezweni. Mendela kemudian berupaya untuk mendapat gelar Bachelor of Arts di University College Fort Hare, namun dia tidak pernah menyelesaikannya karena bergabung dengan aksi protes mahasiswa. Akhirnya dia juga bisa menyelesaikan pendidikannya di  University of South Afrika.


Mandela aktif terlibat dalam gerakan anti-apartheid dan bergabung dengan Kongres Nasional Afrika (ANC) pada 1942. Di ANC, ada sekelompok kecil pemuda Afrika yang bersatu, menyebut diri sebagai Liga Pemuda Kongres Nasional Afrika (ANCYL). Mandela menikah dengan Evelyn Ntoko Mase, seorang perawat, pada 1944. Keduanya dikaruniai 4 orang anak. Namun, keduanya bercerai pada 1958. 


Pada 1949, ANC resmi mengadopsi metode liga pemuda dalam mendorong gerakan akar rumput masal untuk menggelar boikot, pemogokan, pembangkangan, dan tidak bekerja sama. Gerakan itu bertujuan mencapai kebijakan kewarganegaraan penuh, redistribusi tanah, hak-hak serikat pekerjaan, dan pendidikan gratis serta wajib bagi semua anak. Dia mendirikan firma hukum Mandela and Tambo, bermitra dengan Oliver Tambo, rekan mahasiswanya cemerlang di Fort Hare. Firma tersebut menyediakan layanan hukum gratis dan berbiaya rendah bagi orang kulit hitam. Pada 1956, Mandela dan 150 orang lainnya ditankap atas tuduhan berkhianat


Yang menarik adalah selama 20 tahun, Mandela mengarahkan tindakan damai, tanpa kekerasan. Dalam orasi tidak tidak pernah menghujat kepada penguasa Afrika selatan. Apalagi meminta mereka turun.  Dia mencerahkan rakyat akan hak mereka. Hak hidup damai tanpa ada politik rasialis. “ Perjuangan dengan mengajak orang membenci penguasa itu memang efektif memotivasi orang untuk jadi radikal. Tetapi tidak ada pendidikan moral karena itu. Kalaupun sukses dicapai, dan rezim dapat digulingkan, itu hanya akan melahirkan kekuasaan yang lebih buruk. “ katanya.


Ketika dia ditangkap. diapun tidak lari. Dia hadapi dengan berani. “ Bagi rezim sekarang saya bersalah. Itu benar adanya. Kita harus belajar menghormati hukum kalau kita berniat membangun peradaban dengan damai. Andaikan karena hukum itu, raga kita terpasung, jiwa kita tak akan terkalahkan. Mengapa ?kita adalah kapten atas jiwa kita sendiri. “ Dia merasakan penjara 27 tahun lamanya. Namun semangatnya tidak pernah padam.


Dia berjuang dengan cara damai. Dia jaga kata katanya agar musuhnya tidak tersinggung, yang pada waktu bersamaan bisa mencerahkan rakyat akan haknya. Berkali kali kerusuhan terjadi yang tak bisa diatasi oleh pemeritah Afrika Selatan, namun dia juga yang mendamaikan dari balik penjara. Suaranya yang sejuk bisa mendamaikan rakyat untuk bersabar. Dan kalaupun dia bisa menggerakan revolusi,  namun dia tetap menempuh jalan konstitusi.


Pada 27 April 1994, Afrika Selatan menggelar pemilu demokratis pertama. Nelson Mandela terpilih menjadi presiden kulit hitan pertama pada 10 Mei 1994, ketika usianya 77 tahun. Apa yang pertama dia lakukan? memaafkan semua musuhnya. Menteri dan perwita militernya bertanya,

 “ Mengapa anda tidak lakukan hal yang sama seperti dulu mereka penjarakan anda ? 

“ Karena saya bukan mereka.” katanya.


Tahun 1993, Mandela mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian dan akan terus menjadi simbol perdamaian dunia. Mandela seorang kristiani dan terlahir dari keluarga kristen yang taat.  Kekuatan Mandela bukan kepada kehebatannya berorasi kebencian diatas panggung tetapi karena cinta kasih. Agama mendidik dia jadi orang hebat dan terhormat. Semoga MRS   dan ustad pemarah lainnya, bisa belajar dari akhlak seorang Nelson Mandela. Jagalah mulutmu, karena ia bisa menjadi harimaumu untuk memakanmu atau mempermalukanmu…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Perjuangan membela kaum tertindas.

  Tan Malaka lahir di Nagari Pandam Gadang, Gunuang Omeh, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, 2 Juni 1897. Ayahnya pegawai kesehatan hindia Bela...