Sabtu, 15 Mei 2021

Kisruh Palestina -Israel


 


“ Pah kenapa sih Palestina itu ribut terus denga Israel. ? Tanya istri waktu habis sholat subuh berjamaah.


“ Karena mereka tidak bisa bersatu. Kalau mereka bersatu, masalahnya sudah lama selesai.”


“ Kenapa mereka tidak bisa bersatu ?


“ Kepentingan berbeda. Dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina itu, rakyat Palestina tergabung dalam organisasi yang disebut dengan PLO. Mereka kompak sekali. Tetapi ketika terjadi kesepakatan damai dengan Israel pada tahun 1994 di Oslo, dimana PLO mendapatkan wilayah otonomi khusus di Tepi Barat. terjadilah perpecahan di dalam tubuh PLO. Barisan terbelah dua. Satu Faksi Fatah dan Satu lagi Faksi HAMAS.  Faksi Fatah mendukung kesepakatan Oslo dan Hamas menolak.”


“ Kenapa HAMAS menolak ?


“ Karena HAMAS tidak mengakui israel sebagai negara. Kalau ada kesepakatan dengan Israel itu artinya mengakui Israel sebagai negara. “


“Terus.”


“ Ya keadaan jadi kacau. Karena masing masing mengaku sebagai wakil rakyat Palestina. Nah untuk memastikan siapa yang betul betul mewakili rakyat Palestina di Tepi Barat maka diadakan Pemilu. Akibatnya terbelah lagi dua faksi itu menjadi 13 Partai termasuk didalamnya ada Partai Komunis Palestina. Dalam Pemilu di Tepi Barat, Faksi Fatah mendominasi. Faksi Hamas kalah.”


“Terus..”


“ HAMAS  mendekati rakyat Palestina lewat program sosial, di Jalur Gaza yang dikuasai Israel. Tahun 2005 Israel keluar dari Jalur Gaza, dan dalam proses politik menentukan siapa yang akan memimpin maka tahun 2006 diadakan Pemilu lagi di Jalur Gaza. Hasilnya yang menang adalah Hamas. Tahun 2007 HAMAS merebut kekuasaan dari pasukan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Ini disikapi oleh Israel dengan meblokade Jalur Gaza.”


“  Jadi di Palestina itu ada dua wilayah yang dikuasai oleh dua faksi. Yang keduanya punya agenda berbeda. Ih bego ya.  Gimana mau merdeka kalau diantara teman aja engga kompak.”


“ Sama waktu kita mau merdeka. Kelompok Islam dan Komunis menolak berunding dengan Belanda. Kelompok Nasionalis dan sosialis memilih jalan perundingan dengan Belanda. Tetapi kita punya Soekarno yang bisa mempersatukan semua golongan.”


“Ya udah.Terus..Gimana solusinya?”


“ Sebetulnya setelah perang Arab-israel tahun 1967 udah ada solusi yaitu two-state solution. Artinya Israel dan Palestina bisa berdiri sebagai negara berdaulat dan saling berdampingan. Setiap orang yang ada di Israel dan Palestina bebas memilih salah satu negara itu. Dengan demikian, Palestina mengakui keberadaan Israel dan Israel mengakui Palestina sebaga negara berdaulat. “


“ Bagus itu.”


“ Adalagi masalah. Israel menganggap Yerusalem sebagai ibukotanya. Secara international itu tidak bisa dianggap wilayah Israel karena wilayah Yarusalem timur dicaplok Israel dalam perang 1967. Harusnya Israel keluar dari seluruh wilayah yang dia caplok dalam perang 1967. Tapi AS malah memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan mengakui wilayah itu sebagai milik Israel. Padahal bagi Palestina, Yarusalem itu ibukota masadepan mereka. OKI juga mendukung Ibukota Palestina adalah Yarusalem.”


“ Kenapa saling ngotot inginkan Yarusalem?


“ Ya karena itu simbol politik atas dasar keagamaan yang bisa mempersatukan etnis Yahudi atau Arab Palestina. “


“ Maksudnya ?


“ Ya Wllayah  Yarusalem ada dibagian timur, di dalamnya ada Kota Lama Yerusalem dan sebagian tempat-tempat suci agama Yahudi, Kekristenan, dan Islam, seperti Bukit Bait, Tembok Barat, Masjid Al-Aqsa, dan Gereja Makam Kudus. Artinya, siapa yang bisa menguasai Yarusalem maka dia akan bisa mempersatukan etnisnya. Nah mayoritas penduduk di Yarusalem timut adalah orang Arab.”


“ Sikap Indonesia gimana?


“ Ya kita mengikuti OKI yaitu two state solution. Mendorong terbentuknya negara Palestina berdaulat dan mengakui israel sebagai negara. Tapi selagi Israel tidak mau memberikan kemerdekan kepada Palestina, Indonesia tidak akan mengakui Israel sebagai Negara. Sederhana saja.


“ Tapi katanya HAMAS menolak berunding?


“ Ah Hamas itu pion Israel agar two state solution itu gagal. Mereka hanya cari uang saja. Dapat sumbangan dari mana mana. Perang  HAMAS dangan israel hanya drama picisan. Antar mereka saling berbagi peran dalam drama. Orang bego aja yang percaya itu.”


“ Wah ruwet ya. Udah ah. Dengarnya udah capek. Apalagi mikirinnya. Mau makan apa hari ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Hoax lebih bahaya dari virus.

  Saya tidak sependapat kalau media massa dibatasi memberitakan tentang COVID-19. Kata teman. Saya bisa terima. Alasannya bahwa  justru kare...