Jumat, 13 September 2019

Antara Jakarta-Ho Chin Minh

Kisah  yang saya tulis ini awalnya berjudul “ Mencoba Memahami Mu, yang dimuat secara bersambung di Fanpage. Ini adalah kisah seputar wirausaha, yang memuat tentang kejujuran, kesabaran dan semangat. Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.**



”Ini kali pertama aku datang ketempat ini. Inikah tempat persembuyian mas ?.” Kata Maria sambil memandangi sekitar tempat itu. Sebuah villa yang berada diatas bukit yang serba hijau. Sekeliling Villa di tanami bunga. Seakan Villa ini berada di tengah taman. Romantis sekali Budi memilih tempat ini.

”Saya juga baru pertama kali. Ini tempat sengaja Saya pilih agar kita bisa bicara tanpa ada kenangan masa lalu.?” 

“ Hmmm..Masa lalu ? Belum juga setahun.“ 

“ Tapi setahun juga kan waktu..”

“ Terserah Mas ajalah.”

“ Kamu merindukan saya ? 

“ Kenapa tanya ? Apakah Mas sedang mentertawakan aku ?

“ Tidak. Saya hanya sekedar bertanya. Engga boleh ?

“ Terserah Mas ajalah,” Kata Maria acuh.

“ Ketus amat sih. Lihat saya sekarang ada di hadapanmu. Tidak kah kau merindukanku” Kata Budi. “ayo peluk aku,” Kata Budi sambil merentangkan kedua tangannya. Maria merebahkan kepala di dada Budi. Mata Maria terpejam “ Lama sekali...” Katanya pelan seakan bicara kepada dirinya sendiri. “Betapa aku sangat merindukanmu Mas. Namun karena sifat egoisku, aku bertahan untuk tidak ingin bertemu dengan mu. Setahun rasanya beabad abad. Aku selalu menanti Mas telp aku.  aku selalu menantinya. Seperti sekarang ini. Kata Maria. 

Kemudian Maria melepas pelukannya, Budi tersenyum menatapnya. Wajah mereka dekat sekali.  “Mata itu bicara. Mata itu merindukan. Mata itu dahaga ku. “ Kata Maria dalam hati. Dia segera melepas pagutan tangannya dari Budi, dan menjauh kearah Jendela. Maria dan Budi sudah saling kenal satu sama lain. Tak ada rahasia diantara mereka. Maria merasa dia telah ada dalam tubuh Budi beratus-ratus tahun yang lalu. Maria tahu sekali pertemuan ini harus terjadi dan entah kenapa dia percaya sejak awal bahwa dia tidak akan secure hidupnya tanpa Budi. 

“Kamu seperti orang patah hati deh...” kata Budi

” Memang. Mas juga seperti orang stress.?” 

”Memang. Jadi kita sama- sama orang cacat neh?” 

”Cacat?”

” Iya, cacat emosi.” 

Mereka tertawa bersama. Dulu atau sejak Maria masih menjadi eksekutif Perusahaan Budi, Maria sering punya kesempatan menikmati malam bersama Budi. Mereka menghabiskan waktu di cafe berkelas. Melihat orang datang dengan tawa dan senyum palsu. Wine berbotol dan wiski berloki loki di iringi musik jazz membuat suasana penuh kepalsuan terasanya nyata. Maria sangat suka cara Budi mentertawakan semua hal , termasuk derita. 

Bagi Budi tidak ada orang baik yang ada orang cerdas. Orang pergi ke tempat ibadah bukan karena dia ingin mencari Tuhan tapi karena stress memikirkan hidup yang tidak ramah. Mereka butuh pengalihan waktu barang sejenak agar bisa bertahan dalam kekalahan dan rasa kawatir. Juga orang yang datang ketempat hiburan. Bukan mencari kesenangan dan kebahagian dari uang berlebih. Tapi hanya sekedar lari dari kegalauan hutang yang belum dibayar, keluarga yang tak menentramkan, kompetisi hidup yang menyesakan. Semua orang berusaha recharge bateray kehidupannya, dan soal apakah itu tempat hiburan atau tempat ibadah sebagai pelarian hanyalah situasi dan kondisi kantong aja. 

” Pelangi itu indah.” Kata Maria memandang dari teras  villa kearah ujung langit. 

“ Setiap pelangi yang indah hanya akan muncul ketika hujan deras berakhir. Sama seperti manusia yang harus merasakan lelahnya usaha untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Sama seperti kata pepatah "Berakit-rakit ke hulu berenang renang ke tepian", tiada mimpi yang dapat tercapai tanpa usaha yang giat dan kerja keras. Oleh karena itu, kamu harus selalu berani memwujudkan mimpimu ya! Kata Budi.

“ Tapi pelangi itu tidak lama kehadirannya.”

“ Pelangi bertahan dalam waktu yang tidak begitu lama, namun pelangi selalu memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi siapapun yang melihatnya. Begitu juga seharusnya manusia memandang bahwa hidup ini begitu singkat untuk dihabiskan dengan amarah dan benci. Genggam waktu yang kamu punya dengan erat, dan pergunakanlah itu dengan sebaik mungkin.”

“ Oh ya. Memang begitu seharusnya. lantas apa makna warna pelangi itu ? Kata Maria.

“ Setiap warna dalam pelangi punya makna sendiri, contohnya seperti merah yang melambangkan kasih sayang, kuning yang melambangkan kecerian dan semangat. Begitu juga dengan setiap manusia yang hidup, mereka juga punya cerita masing-masing dalam hidup ini. Kamu juga punya banyak kisah dalam perjalanan hidupmu bukan? Oleh karena itu, kamu tidak boleh menilai seseorang tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Semua warna yang berbeda dalam pelangi itulah yang menciptakan pelangi menjadi fenomena alam yang begitu indah dan menawan. Keberagaman yang ada tidak boleh sama sekali menciptakan perbedaan, melainkan keberagaman adalah hal yang indah bila bersatu. Oleh karena itu, selalu rawat keberagaman yang ada di sekitar dirimu.“

“ Hanya sebuah pelangi, begitu luas maknanya. Apa hikmahnya “ kata Maria tersenyum. 

“ Kekuatan pelangi untuk menginspirasi orang memang tidak diragukan lagi. Tidak heran bila begitu banyak orang yang berhasil memunculkan ide yang beragam dari fenomena alam yang satu ini. Kamu juga harus bisa menginpirasi dan membantu satu sama lain, meskipun mungkin orang tidak menghargaimu usahamu. Ingatlah bagaimana pelangi selalu tulus kepada semua orang.”
“ Iya dech…” Kata Maria. ” Mas adalah  hadiah semesta. Aku mencintai Mas...”.

” Kamu tidak mencintaiku tapi hanya terpesona saja?”

” Mengapa Mas bilang itu ? Kita telah bersama sama lebih dari 10 tahun. Apakah itu tidak cukup bagi mas untuk mengetahui seoranga wanita mencintai atau tidak ”

” Kebersamaan 1000 tahun belum tentu ada cinta. Tapi sehari ada cinta sama dengan kebersamaan 1000 tahun. Kamu tidak pernah mencintaiku. Tepatnya kamu hanya terpesona saja. Tapi hubungan kita akan selalu baik baik saja” Kata Budi menegaskan. 
” ya sudahlah. Engga usah bahas soal cinta. “ Maria ketus.

”Baiklah. Deal “ Budi tersenyum

“ Jadi, untuk apa pertemuan ini ? Maria berkerut kening.

“ Kembali bekerja denganku.” Suara Budi dengan lembut.

“ Kantor yang lama ?

“ Ya. Tapi tugas kamu sebenarnya bukan itu. Karena kantor itu sudah jalan sistemnya. Aku inginkan kamu terlibat dalam business process pendirian pabrik. “

“ Ah itu bukan masalah serius. Mengapa harus aku ? Kata Maria penuh selidik. 

“ KIta butuh tekhnologi” Kata Budi singkat.

“ Dan Mas tidak bisa membeli teknologi itu dengan mudah kan. Seperti dulu waktu aku ditugaskan di Amrik ?

“ Tepat.” Kata budi tersenyum. Yakin Maria paham dengan tujuannya.

“ Dan mas butuh aku?”

“ Sinergi tepatnya. Saling membutuhkan.”

“ Yang pasti kalau Mas butuh orang, Mas akan bujuk orang, Termasuk aku yang sudah dibuang dipungut lagi.”

“ Jangan begitulah. Aku tidak pernah buang kamu dan tidak pernah tinggalkan kamu. Kamu yang pergi dari ku. Sekaragn aku panggil kamu, dan kamu datang. Tentu aku berharap ada deal.”

“ Aku rasa tidak ada sesungguhnya deal. Yang ada adalah aneksasi. “
“ Aneksasi ?
“ Ya karena aku tergila gila dengan Mas dan mau melakukan apa saja demi Mas, ya kan ?

“ Duh..bisa engga jangan ketus terus. Pening kepalaku, sayang”

“ Aku marah dan kesal dengan Mas tapi tidak punya alasan untuk menghilang dari Mas.”

“ Ya karena kamu mencintaiku.”

“ Naip ya.”

“ Engga juga. Lebih baik mencintai daripada membenci.Itu berkah dari Tuhan. Sabar aja. Lihat sisi lain dari hubungan kita.”

“ Entahlah…” kata Maria menoleh kesamping.

“ Jadi gimana ? mau kerja lagi engga dengan aku.?

“ Mengapa Mas harus tanya lagi. Mas kan tahu aku wanita yang terjebak dari kerakusan pria yang kucintai namun tidak pernah bisa kumiliki. Aku tidak bisa menolak. Paham!

“Paham ” Kata budi mengangguk

“ Puas !” Mata maria melotot.

“ Biasa sajalah. Aku senang aja kamu kembali.”

“ Kapan mulai kerjanya ? Kata Maria seraya duduk  disofa disamping Budi. Dekat sekali.

“ Kapan kamu siap ? “

“ Sekarang aja.” kata Maria. Nafasnya terasa menyentuh pipi Budi. Budi tidak bereaksi apapun. Pandangannya tetap kedepan. Kemudian Budi tersenyum seraya menyentuh kedua pipi Maria dengan kedua telapak tangannya. “ Kamu terlalu cantik untuk wanita etnis tionghoa. Sangat oriental. “ Maria menanti. Tapi Budi segera berdiri dari sofa dan melangkah ke arah taman. Maria mengikuti langkah Budi. 

“ Pada tahap awal kamu akan menempati Pos di Vietnam. Tugas kamu sebelum masuk ke agenda utama saya adalah melakukan relokasi pabrik di China ke Vietnam. Pastikan kamu eksis dulu. Setelah itu baru masuk agenda utama“ 

“ Operasi ini tidak melibatkan holding di Hong Kong dan tidak boleh satupun tahu. Kalau terjadi apa apa, aku yang tanggung resiko “ Kata Maria sinis.

“ Tidak akan ada resiko. Percayalah”

“ Ya aku percaya.”

“ Ya sudah. Sebaiknya kita pulang. Di jalan nanti kita bahas detail tugas kamu.

***
Malam merangkak begitu lamban di antara deru terbang burung layang-layang. Langit merah jambu menyelubung Hanoi. Hening mengepung dirinya yang terkurung di sebuah kamar hotel berbintang. Dia kembali termenung. Ingatannya pada kenangan kali pertama menjadi eksekutif Budi dan ikut bisnis trip ke Changsa. Bagi Maria itu kali pertama berkunjung. Sementara Budi, sudah puluhan kalinya. Karena dia punya pabrik filter knalfot kendaraan untuk mobil rendah emisi. Itu business proteksi. Tekhnologi dia dapat dari German dan ditingkatkan kecanggihannya di Wuhan. Berkat koneksinya dengan petinggi militer di China dia dapat konsesi business monopoli di kota itu. 

Maria terlihat takjub dengan kunjungan itu. Sepertinya Budi ingin menunjukan kepada Maria bahwa dimana saja kekuasaan bisa dimanfaatkan asalkan tahu bagaimana membeli jiwa orang. Hormati orang dan pastikan orang merasa nyaman untuk bersama kita. Setelah itu banyak hal bisa di lakukan. Itu nasehatnya kepada Budi kepada Maria.

Pada kunjungan ke Changsa itu, memang tak ada yang istimewa. Hanya sekedar kunjugan business. Dan kalaupun ada selingan, maka itu hanya jalan jalan ke mal, makan, ke spa , nonton theater, dan jika masih ada sisa waktu, nongkrong di kedai kopi. “ Aku ingin membuatmu terkesan. Ingin membuatmu merasa aku berbeda dari orang-orang yang selama ini pernah kau kenal dalam hidupmu. Aku tahu kamu sangat sulit mempercayai orang lain, sampai kamu lebih merasa nyaman dengannya. Tapi, aku yakin, kau dengan perasaanmu padaku, akan mudah mengikuti hubungan kita secara akal sehat. Mitra bisnis yang lahir dari persahabatan. Engga ada masalah kan“ kata Budi.Maria terpesona.

Di kedai kopi yang menghadap ke taman. Maria dan Budi bersediam. Melihat warna langit yang berubah perlahan. Menyaksikan terang beranjak gelap. Minum segelas air kopi seharga 15 Yuan. Mendengarkan suara pengamen yang bernyanyi. Saling bercerita tentang kehidupan masing-masing. Maria dengan keluarganya, dan Budi dengan impian-impiannya. Sejak kunjungan itu Maria lebih mengenal diri Budi. Selanjutnya dia berharap bisa pergi bersama Budi ke Eropa, Melihat keindahan Eropa seperti cerita Budi. Menjelajah kota kota eropa timur. Tapi harapan itu tak kunjung datang. Budi selalu sibuk dengan bisnisnya dan Maria juga sibuk dengan tugas sebagai eksekutif dari salah satu perusahaan Budi.

Maria menyadari bahwa bagi Budi pada akhirnya terlihat lebih nyaman bila dia tidak banyak menuntut untuk bertemu. Namun, ada hal yang menyentuh hati Maria. Budi sangat peduli dengan putrinya dari pernikahannya yang gagal. Itu sangat tulus. Maria merasa Budi sangat sempurna sebagai ayah. Padahal itu bukanlah anak kandungnya. “ Tapi sikapnya membuat aku terperangkap dalam jiwa bahwa aku memang tak berdaya. Dia memberiku kesempatan menjadi wanita dan menghormati peranku sebagai ibu dihadapan anakku. “ Kata maria dalam hati. Dia menangis. Kalau ingat semua kebaikan Budi. Tapi apakah hanya sebuah kebaikan saja. Apakah Budi tidak pernah berpikir untuk membalas cintanya atau menidurinya.?

“ Mengapa Mas tertarik denganku ? Kata Maria suatu waktu.

“ Ingat engga.” Kata Budi sambil tersenyum” Ketika kamu menuju mall tempat kita akan bertemu, aku kaget sewaktu kamu meneleponku bahwa kamu naik bus karena sulit menemukan taksi yang tidak berpenumpang. Aku lihat dari lounge hotel, kamu turun di seberang mall dan menaiki jembatan penyeberangan. Kamu bertemu denganku ekspresi khawatir. Tak kamu pedulikan keringat yang membasahi wajah dan rambutmu. Rupanya kamu setengah berlari dari pintu mal untuk bertemu denganku. Kamu segera menjabatku dan berbisik bahwa kamu khawatir pertemuan ini gagal. Karena maklum udah berkali kali kamu ingin betemu denganku.. Saat itu kamu begitu polos atau tepatnya wajah keibuan. “

“ Dan dari pertemuan itu, Aku gagal menaklukan mas sebagai konsumen.“ 

“ Ya. Tapi kamu berhasil menaklukan ego ku. Dan akhirnya kamu mendapat lebih dari yang kamu harapkan.” 
***
Terakhir bersama dengan Budi di Singapore membekas rindu dan malu. Apakah Budi bisa memahami betapa dia selalu merindukan kebersamaan dengannya?. Entahlah. Maria sadar, itu lebih baik daripada dia bersama dengan orang yang tidak dia cintai. Tapi kini entah mengapa dia juga merindukan pria lain. Pria berkwarga-negaraan Canada yang ramah dan tahu menghormatinya sebagai orang kepercayaan Budi. Kesan pertama ketika bertemu dengan Robert membuat jantungnya berdebar kuat.

Terdengar getar dari telp selular Maria.Tertera disitu nama Robert. Maria segera menerima.
" Yes Robert "

“ Hei..Maria, gimana kalau kita nongkrong di cafe. Bukankah besok kamu akan terbang ke Ho Chi Minh.”

“ Senang sekali. Kamu dimana ?

“ Aku ada di loby hotel.”

“ Segera aku turun “

“ OK”

Hati Maria terasa melambung. Kesepian di kamar akhirnya di ceriakan dengan kehadiran Robert di hotel. Apalagi ini hari terakhir di Hanoi.

“ Vietnam sekarang sedang berbenah. Ekonomi menggeliat dan pertumbuhan ekonomi pesat. Arus investasi asing semakin kencang masuk ke Vietnam. Ini karena stabilitas politik dan keamanan yang terjamin. Sehingga hampir tidak pernah ada demo buruh atau apalah. Pemerintah vietnam sangat kuat mengontrol segala galanya.” Kata Robert mengawali pembicaraan. Tetap terkesan formal namun santai.

“ Apakah di sini ada juga Organisasi Buruh ?

“ Saat ini satu satunya serikat yang diakui adalah Vietnam General Confederation of Labour. Setiap perusahaan dengan modal asing wajib mengakui organisasi yang mewakili pegawai mereka.

“ Bagaimana dengan upah buruh ?

“ Upah di Vietnam diatur sesuai distrik. Namun secara keseluruhan jauh lebih murah di bandingkan upah di Indonesia. Sebagai pembanding, upah tertinggi di Vietnam adalah Rp. 1,4 juta per bulan’

“ Wah rendah sekali. “

“ Ya bukan hanya rendah dari segi uang tapi dari segi nilai juga sangat rendah karena output nya lebih tinggi dari buruh yang ada di Indonesia. Soal output, hanya china yang bisa mengalahkan Vietnam.”
“ Sekarang saya paham, mengapa Budi pindahkan pabriknya di China ke Vietnam, bukan ke Indonesia. “

" Ya, bahkan banyak pabrik sepatu yang hengkang dari Indonesia ke Vietnam. " Kata Robert.

" Ya saya tahu itu. Makanya kalau buruh Indonesia tidak meningkatkan etos kerjanya maka akan di gilas oleh persaingan ASEAN. Apalagi sekarang sudah ada MEA"

Maria terdiam sambil sekilas memperhatikan wajah Robert. Ah, pria ini begitu santunnya terhadapku. Pikirnya. Mungkin karena Budi memerintahkan dia agar menjaga dan membantunya dan memperlakukannya dengan hormat.

“ Ceritakan kepadaku tentang vietnam. Bagaimana negara ini bisa bangkit dari puing puing perang saudara. ? Kata Maria sekedar menghilangkan kebisuan.

“ Hmm…” Robert nampak bingung dari mana harus mulai bicara. “ Baiklah, lanjut Robert. “ Kamu tahu, Pada 30 April 1975, tank-tank Vietnam Utara mendobrak gerbang istana kepresidenan di Saigon, menumbangkan rezim bagian selatan yang didukung oleh Amerika Serikat. Kemenangan itu mengakhiri sebuah perang yang telah menewaskan jutaan warga Vietnam, sekitar 58.000 tentara AS dikirim untuk menghentikan serangan komunis tersebut.

Empat puluh tahun kemudian, masyarakat menyaksikan pawai militer dan mendeklarasi kembali kemenangan komunis di bekas istana kepresidenan. Para tentara melambaikan bendera palu dan sabit dan kaum perempuan menari bertema Star Wars dengan tulisan, “Hidup Partai Komunis Vietnam”. Dalam sebuah pidato yang disiarkan secara nasional, Nguyen Quoc Khanh, seorang letnan jenderal tentara, menjelaskan kemenangan pada 30 April tersebut sebagai “titik balik bagi rakyat Vietnam”.

Tapi beberapa blok dari acara tersebut, sentimen serupa diungkapkan Vo Xuan Son, seorang wanita berusia 60 tahun yang menjual kue ala Vietnam dengan keranjang. “Ini adalah hari negara kita,” katanya, sambil menaburkan pate pada roti yang dipanggang. “Hari ini sangat penting bagi semua orang karena tidak ada perang, tidak ada orang tewas. Anak-anak kita tidak perlu ikut berjuang bersama tentara.”

Maria terpesona menyimak setiap kata dan cara Robert bercerita, Sangat menarik dan terasa hidup.

“ Saigon telah berkembang jauh dalam 40 tahun. Lanjut Robert’ Tahun 1986, setelah bertahun-tahun sosialis gagal, Partai Komunis mengumumkan doi moi, serangkaian reformasi yang melonggarkan cengkeraman negara terhadap perekonomian dan menciptakan sistem “sosialisme yang berorientasi pasar.” Ketika Vietnam dibuka kembali kepada dunia, masuklah investasi asing, kehidupan ekonomi meningkat dan banyak orang terangkat dari kemiskinan. Saat ini kota ini dengan delapan juta orang telah berubah selama beberapa dekade terakhir. Ada gedung-gedung tinggi, jalan-jalan diperlebar, dan banyak hal yang berubah dalam cara yang positif.”

“ Jadi sejak reformasi sosialis , ekonomi vietnam tumbuh pesat. Sama dengan China? Kata Maria

“ Tepat sekali. Tapi itu hanya nampak di bagian selatan atau yang sekarang di kenal namanya Ho Chi Minh , yang dulu di sebut kota Saigon. Sementara Hanoi tetap dengan sosialisnya.”

“ Bagaimana dengan politiknya ?

“ Para pendukung pemerintah berpendapat bahwa reformasi ekonomi telah mengangkat rakyat dari kubangan kemiskinan, tetapi para silent oposisi lebih skeptis. Dalam praktek, reformasi telah menjadi peluang bisnis bagi orang-orang memiliki koneksi dengan elite politik.”

“Ya, perekonomian telah terbuka tentu kompetisi terbuka juga. Orang akan melakukan segala cara untuk unggul. Wajar saja. “ kata Maria

“ Benar. kata Robert “tapi mereka berusaha membuka diri terhadap mekanisme pasar dan tidak setimpal dengan keterbukaan politik.”

“ Maksudnya ? Tanya Maria berkerut kening.

“ Partai Komunis sudah lama mengabaikan cita-cita sosialis Ho Chi Minh. Korupsi luar biasa di Vietnam akibat dari hanya satu partai. Jika vietnam ingin mengubah ini maka elite nya harus mau juga mereformasi politik nya. Sudah saatnya multi-partai, demokrasi, dan hak asasi manusia,” katanya Robert dengan sikap humanisnya.

“ jadi korupsi adalah topik sensitif akibat satu partai Vietnam, dimana media tetap di bawah kontrol negara yang ketat.Benar ?

“ Benar sekali.”

“ Lantas apakah ada gerakan dari rakyat yang berani secara langsung menentang ini ?

“ Tidak ada. Namun perlawanan datang dari pemuka agama. Dia Pastor Anthony Le Ngoc Thanh, seorang imam Katolik yang mengelola situs Redemptoris News, salah satu media independen di Vietnam, telah ditahan tiga kali akibat menerbitkan berita tentang HAM dan penganiayaan agama oleh negara. Dia berusaha membuka mata publik tentang apa yang telah di lakukan pemerintah, termasuk soal kebohongan. Tapi, meskipun banyak keluhan dari rakyat , rakyat tidak menentang kapitalisme. Rakyat tidak suka KKN. Itu saja. “

“ Jadi orang vietnam tidak anti investasi asing” Tanya Maria untuk menegaskan pemahaman tentang penerimaan publik terhadap asing.

“Bahkan, hasil survei terbaru , 95 persen dari warga Vietnam mendukung kebijakan kapitalis. Itu index tertinggi dari 45 negara yang disurvei”
“ Jadi sama juga dengan rakyat CHina yang tidak menial kapitalisme tapi tidak suka dengan budaya KKN. “

“ Tepat sekali. Tapi sekarang sudah mulai ada kemauan politik dari pemerintah untuk berubah. Banyak putra elite partai yang duduk di BUMN di berhentikan dan di gantikan dengan professional. Ini suatu tanda bagus. Yang pasti rakyat vietnam tidak suka keributan. Budaya malu masih ada di kalangan elite dan walaupun rakyat tidak protes secara terbuka namun cara rakyat bersikap sudah cukup membuat mereka malu dan harus berubah.”

“ Paham sekali, Robert. “

“ Besok pagi kamu harus terbang ke Ho Chin Minh. Sebaiknya kamu istirahat ya. “Kata Robert dengan santun.

Maria terdiam barang sejenak, Karena sebetulnya dia masih ingin terus bersama Robert. Namun akhirnya dia segera berdiri juga “ Baiklah, Selamat malam” Kata Maria melangkah.

“ Besok saya jemput di hotel untuk ke bandara”

“ Terimakasih..”
***
Sebelum berangkat tidur, Maria tertegun karena telp bergetar. Dia berharap telp itu dari Robert tapi tidak ada nama tertera. Itu dia yakin dari Budi. Hanya Budi yang tahu telpnya di Vietnam. Ini jam 1 dini hari.
" Maria " terdengar suara telp di seberang dengan suara serak serak basah.

" Ya Mas "

" Gimana kerja Robert ? Dia bantu kamu dengan baik ?

" Baik sekali dia Mas. Saya senang dia bantu saya."

" OK. Keliatanya kamu ceria banget ?

" Ini barusan selesai makan malam dengan Robert"

" Dating ?

" Enggalah..hanya ngobrol aja. Mau tahu banyak soal Vietnam."

" OK. Dia tadinya dosen di universitas di Hanoi dan bergabung dengan saya sejak tiga tahun lalu. "

" Oh i see."

" Besok kamu ke Ho Chi Minh ?

" Ya Mas.."

" Kamu ingin Robert dampingi kamu di Ho Chi MInh?

" hmmm "

" Jawab aja ?

" eh ya ya Mas..boleh?"

" Ok. Besok saya minta Robert dampingi kamu ke Ho Chi Minh. "

" Mas..."

" Ya..

" Boleh request engga ?

" Apa?

" Apa bisa Robert jadi staff saya selama saya bertugas di Ho Chi Minh?
" Engga tahulah. Nanti saya tanya dengan HRD holding di Hong kong. "

" Baik saya paham."

" udah ya.."

" Mas dimana sekarang ?.

" Di Jakarta. Ini lagi jalan pulang ke rumah."

" Engga minum kan "?

" Enggalah.." Terdengar Budi menahan tawa.

" Minum kan.?"

" Engga "

" Bohong.."

" Engga .. "

" jaga kesehatan kamu ya ..."

" Kamu juga..Udah ya.."

" OK. Bye now.

***
Sesampai di Bandara Udara Internasional Tan Son Nhat, Maria langsung menuju Sherwood residence Hotel dimana dia akan tinggal selama berada di Ho Chin MInh. Semua sudah diatur oleh Robert. Perjalanan dari Bandara ke apartement hanya 20 menit. Jadi pilihan yang tepat untuk tempat tinggal. Disamping tenang, Sherwood berada setengah kilometer dari pusat kota. Sesampai di Hotel, hanya istirahat 1 jam, dia minta diantar Robert ke pusat kota, distrik 1. Ketika itu hari menunjukan jam 9 malam.

Di distrik 1 , Maria mendapat kesan bahwa Ho Chi Minh City, dikenal sebagian orang sebagai Saigon, berdenyut dengan energi yang berbeda dari kota lain di Vietnam. Kota ini digerakkan oleh bisnis dan berkembang pesat. Namun sesibuk apa pun kota ini, penduduknya tahu persis cara bersantai, biasanya sambil menikmati es kopi atau koktail. Di District 1, pencakar langit menjulang bersedekat dengan museum-museum Prancis tua. Di jalanan rombongan motor berderu menyusuri ruas jalan. Tak ubahnya dengan Jakarta.

“ Begitu matahari terbenam dan lampu neon menyala, Ho Chi Minh City menjawab seluruh kebutuhan kita untuk menikmati malam, mulai dari tempat minum bir sederhana hingga bar koktail mewah dan kelab malam yang mengentak. Begitu banyaknya pilihan, mungkin kita baru akan tertidur saat matahari terbit. Ini tidak terjadi di tempat lain di Vietnam. Dari restoran mewah hingga outlet siap saji tersedia di sini. “ Kata Robert menjelaskan kepadaku sambil berjalan di Ben Thanh Market. Kawasan kaki lima untuk kuliner.

Robert mengajak Maria makan malam di L’usine restoran. Maria menyukai restoran ini. Harga makanannya hanya setengah dari harga restoran serupa di Jakarta. Sementara, hidangan yang disajikan, tidak jauh berbeda dengan cafe eksklusif di hotel bintang lima. Robert memastikan menu tanpa babi.

“ Boleh tahu ? Apa agama mu ? tanya Maria

“ Islam “ kata Robert dengan mantap

“ Oh i see. “

“ Sejak kapan masuk islam ?

“ Waktu kuliah dulu di Toronto.”

“ Mengapa kamu masuk Islam ? Tanya Maria penasaran.

“ Islam itu agama yang mudah. Tidak sesulit agama lain. Di Islam tidak ada pemujaan terhadap tokoh, Tidak ada pemimpin sprituall seperti agama Khatolik atau agama lainnya. Islam hanya ada satu yang ditinggikan yaitu Allah. Selain Allah adalah fana dan pasti tidak sempurna. Semua umat islam memimpin dirinya sendiri dan bertanggung jawab sendiri sendiri di hadapan Tuhan atas perbuatannya “

“ Pemahaman yang sederhana namun jelas.”

“ Agamamu apa ? Tanya Robert halus.

“ Islam”

“ Jadi kita bersaudara. Bukankah sesama muslim bersaudara.”

“ Ya tapi pemahaman agama saya tidak sehebat kamu. Agama saya masih cetek. Makanya saya sendiri tidak yakin apakah amalan saya sudah benar di hadapan Tuhan. “ Kata Maria dengan wajah mendung.

“ Ilmu agama saya juga tidak luas. Bahkan saya tidak bisa membaca AL Quran. Namun literatur terjemahan Al Quran banyak dijual dari buku sampai CD , bahkan ada digiital system melalui perangkat lunak pintar yang bisa menjawab semua pertanyaan kita sekitar hukum dan syariat. Islam itu agama yang sederhana, moderat dan adil. Jadi bukan hal yang sulit di pahami oleh siapapun."

“ Mengapa ?

“ Karena hanya ada lima rukun islam, Ingat ! hanya lima. yaitu bersahadat, sholat, saum, zakat dan haji.Tidak banyak kan namun tentu didasarkan oleh keyakinan sesuai rukun Iman. Sedari kecil kita sudah diajarkan oleh orang tua kita tentang rukun islam itu. Bahkan di ajarkan sambil bersenandung indah mengantar kita tidur. Tidak sulitkan menghafalnya. Itulah islam.

“ Lantas apa yang sulit ?

“ Menghayati makna dibalik rukun islam itu. Itulah yang sulit. Karena bila kamu sertakan nafsumu maka kamu tidak akan pernah bisa memahami makna di balik rukun islam itu. Bersahadat bukan hanya melafalkannya tapi memahami bahwa Tidak ada satupun yang kita sembah kecuali Allah. Engga ada tuhan harta, tuhan jabatan, tuhan pangkat, tuhan cinta dunia, tidak ada tuhan manusia. Semua hanya senda gurau, fana. Yang ada dan kekal hanyalah Tuhan. "

“ Bagaimana kita sebagai umat islam memahamii itu ?

“ Belajarlah dari pribadi Rasul yang di tugaskan menyampaikan wahyu dari Allah. Rasul adalah teladan terbaik dan terlengkap untuk semua aspek kehidupan. Beliau adalah manusia biasa dan melaksanakan misi kerasulannya dengan prinsip sunatullah. Pernah menang ,pernah kalah. Pernah untung , penah juga rugi. Dicerca dan di asingkan, dan kemudian di puja dan di hormati. Akhlak beliaulah yang menjadi teladan kita. Bahwa islam itu rahmat bagi alam semesta, yang tentu menentramkan bagi semua.”

“ I see. Bagaimana dengan kewaiiban sholat ?

“ Sholat adalah cara kita memahami tentang dimensi gaip khususnya tentang eksistensi Tuhan. Sholat adalah koneksi keruang tanpa batas dalam makna tak terdefinisikan, kecuali meninggikan Tuhan dan merendahkan diri kita bahwa kita bukanlah siapa siapa tanpa pertolongan Tuhan. Bahwa semua berawal dari Tuhan dan berakhir kepada Tuhan. Apapun itu. Selagi kita terus terkoneksi dengan Tuhan sepanjang usia lewat sholat maka secara sunatullah karakter kita akan terus berkembang menjadi lebih baik.”

“ Mengapa sampai begitu ?

“ Karena kita merasa selalu menyatu dengan Tuhan yang maha pengasih lagi penyayang. Hidup kita penuh cinta. Tanpa “ada prasangka buruk, tanpa berpikir negatif dan selalu ikhlas.”

“ Bagaimana dengan puasa ?

“ Apabila sholat dalam dimensi tanpa batas, maka puasa adalah dimensi yang terbatas. Puasa sebagai latihan jiwa untuk sabar dan rendah hati dengan menahan hawa nafsu dalam kurun waktu tertentu. Tidak ada yang tahu kita puasa kecuali Allah. Di sinilah di uji keimanan kita. Apakah kita benar berpuasa karena Allah ataukah karena rasa hormat dari manusia. Bila ikhas karena Allah, maka puasa itu menyehatkan raga dan jiwa. Badan kita sehat, dan jiwa terlatih stablil menghadapi segala kemungkinan dimasa depan. Bukankah kita tidak sabar dan tidak ikhlas karena nafsu, dan nafsu itu ada diperut dan alat kelamin. Kendalikan itu maka kita kendalikan nafsu kita.

“ Sederhana ya. “ Kata Maria tersenyum.

“ Benar”

“ Bagaimana dengan Zakat. “

“ Zakat adalah nutrisi jiwa. Kamu memberi tanpa berharap apapun dari manusia kecuali mengharapkan ridho Tuhan. Apabila kamu lakukan ini maka rasa bahagia akan membuncah dalam jiwamu. Empati terbangun dan cinta menghiasi hatimu untuk senang memberi , dan bukan meminta. Dengan memberi jiwamu akan kokoh, tentu ragamu akan jauh dari penyakit. Perasaan bahagia yang dari sikap memberi itu mampu meningkatkan kekebalan tubuh kita dari serangan penyakit. “

“ Wow luar biasa. ?

“ Dan bila rukun islam dari satu sampai empat dapat kamu lakukan dengan istiqamah maka puncak agama tauhid adalah ibadah Haji. Itu melodrama perjalanan spirtiual untuk tiada tuhan selain Allah ,Itulah puncak agama Tauhid. “

“ Hanya lima rukun islam itu tapi maknanya luas dan menyeluruh untuk kesehatan jiwa dan raga kita. Benarlah , apapun yang kita lakukan dalam beragama kembali kepada diri kita sendiri. Allah tidak mendapatkan manfaat apapun namun Allah bangga bila kita bisa memenuhi ketentuanNYA.”

“ Ya benar. Hanya lima. Namun kita tidak bisa mengatakan yang penting sahadat tapi sholat tidak di lakukan, Itu salah, Atau yang penting sholat dan zikir tapi etos kerja lemah sehingga rezeki tidak cukup untuk membayar zakat. Itu juga salah. Tidak juga yang penting memberi tapi puasa tidak, sholat tidak. Itu sikap yang salah. Lima rukun itu harus di lakukan secara penuh tanpa bisa kurang satupun. Engga sulit kan?

“ ya engga sulit kalau mau konsisten. Tapi kenapa kadang umat islam tersekan rumit ? kadang saling menghujat orang yang berbeda”

“ Itu hanya apabila islam masuk ke ranah politik. Bukan islamnya salah tetapi orangnya salah. Salah memaknai agama islam. Islam itu agama berfocus kepada Akhlak. Tentu dasarnya adalah keimanan. BIla akhlak baik maka apapun urusan jadi baik. Saya melihat itu ada pada Pak Budi. “ Kata Robert. Maria hanya tersenyum. Karena Budi memang agamais sekali tapi kalau sudah bicara bisnis kadang dia raja tega. Humanisnya hilang.
Pesanan makan datang terhidang di meja. Kuperhatikan Robert membaca doa sebelum makan. 

“ Besok kita akan menunjuk agent untuk mengurus segala izin untuk pendirian perusahaan. Setelah izin di dapat , kita akan sewa kantor di kawasan distrik 1. Setelah itu tugas saya selesai dan kembali ke Hanoi. Kamu bisa lanjutkan untuk proses pendirian pabrik. “ kata Robert kembali mengingatkan rencana kerja yang harus Maria lakukan.

Maria berharap Budi bisa membantu menempatkan Robert sebagai stafku di Ho Chi Minh. Walau hanya sebentar berteman dengan Robert, dia merasakan ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Maria juga merasakan sikap Budi selama ini tidak ada yang salah terhadap dirinya. Hanya saja karena dia terlalu menempatkan cinta manusia sebagai tuhan sehingga membuat dia terpasung dalam kekalahan dan derita yang tidak perlu. 

***
Ketika sampai di hotel jam sudah menunjukan pukul 2 pagi. Maria baru sadar ada 4 missecall dari luar negeri. Nomor tidak di kenal. Maria yakin itu yang telp pasti Budi. Benarlah, hanya berselang beberapa menit sebelum dia tidur telp bergetar.

" Maria " terdengar suara Budi di seberang.

" Ya Mas."

" Sudah di hotel kan."

" Ya sudah."

" Pastikan dalam seminggu urusan pendirian perusahaan selesai dan kamu harus sewa kantor agar management bisa bekerja. Setelah itu kamu harus terbang ke Dongwan China untuk persiapan relokasi pabrik."

" Ya Mas. Maria paham. Tapi sampai izin keluar butuh waktu 1 bulan"

" Ya Engga apa. Yang penting proses izin pendirian sudah kamu lengkapi.  Itu pasti keluar kok Izinnya. Dengan itu kamu sudah bisa sewa kantor."

" Mas dimana sekarang ?

" Di Medan. Besok ke KL. Mungkin weekend kita bisa ketemu di Ho Chi Minh."

" Benar ya.!” Kata Maria setengah berteriak.

“ Kamu kangen aku ya ?" Terdengar Budi tertawa. 

" GR kamu ah. “Kata Maria cepat

“ Ya udah. Saya mau bicara dengan teman di sana yang mau jual property”

" Hotel ?

" ya resort hotel. Tapi itu ekspansi bisnis di Hong kong.”

" Oh i see. Oh ya Robert bisa bekerja untuk kamu. Udahan ya. Nanti sambung lagi."

" Terimakasih Budi, Kamu baik sekali. OK bye."

Maria merasa bahagia karena mendengar kabar dari Budi bahwa Robert akan tetap di Ho Chi Minh untuk membantunya. Itu artinya kebersamaan dengan Robert akan terus berlangsung.

***
Maria tidak merasa kecewa ketika dia tahu Budi datang ke Ho Chi Minh selama weekend tapi tidak menghubunginya. Dia sadar tidak ada istilah kangen kepada wanita bagi Budi. Hidup bagi Budi adalah bukan hanya bagaimana bertahan dari kesulitan tapi juga dari rasa bahagia. Apapun disikapi dengan biasa biasa saja. Tak pernah nampak rasa kawatir berlebihan dan juga senang berlebihan. Maria tak ingin menelpon untuk mengingatkan Budi bahwa dia akan menanti sepanjang malam. Karena dia tahu pasti Budi bukan pria yang suka diingatkan soal urusan yang tidak ada kaitannya dengan bisnis. Tapi dia sadar bahwa Budi tidak melupakannya dan Maria akan selalu memahami sikapnya.

Senin , hari kerja pertama Maria di Ho Chi Minh, ditatapnya dari jendela hotel sambil berkata “ Aku harus melupakan emosiku kepada Budi. Aku harus berusaha professional saja. Dia dengan sikapnya dan aku dengan sikapku”

Maria tersenyum ketika dapat pesan singkat dari Robert bahwa sudah stand by di loby untuk mengatur bertemu dengan agent yang akan mengurus segala sesuatunya pendirian perusahaan di Ho Chi Minh.

“ Selamat pagi Bu? Kata Robert menyapa ketika keluar dari Lift

“ Pagi Robert. Kita langsung ke tempat agent itu kan?’

“ Ya bu. Ibu tunggu aja di depan loby, Saya akan ambil kendaraan“ Robert melangkah cepat kearah parkrr kendaraan.
Dalam perjalanan Robert mengatakan bahwa tidak mudah mendapatkan kepercayaan dari Budi. Dia sudah bekerja lebih dari 2 tahun namun belum pernah dapat kesempatan duduk satu meja dengan Budi. Tapi dia senang karena posisinya mendapatkan penghargaan luar biasa untuk mendampingi ibu selama proses pengurusan pemindahan pabrik di Cina ke Vietnam.
“Apa cita cita kamu sebenarnya ? tanya Maria

“ Aku ingin mendirikan sendiri perusahaan. Berharap suatu saat bisa jadi mitra venture Pak Budi”

“ Kamu yakin dengan harapan kamu itu ?

“ Yakin, Bu. “

“ Mengapa ?

“ Tuhan akan menolong kita sesuai dengan keyakinan kita. Seberapa besar keyakinan kita sebesar itulah pertolongan Tuhan.” Kata robert.

“ Apakah itu bersifat umum ?

“ Maksud kamu ?

“ Gimana keyakinan untuk hal yang buruk? Kejar Maria.

“ Sama saja. Tuhan berbuat seperti pikiran kita. Soal baik dan buruk, itu soal pilihan kita. Dan Tuhan mentunaikan pilihan itu.”

“ Wah bahaya juga. Gimana kalau semua orang punya keyakinan untuk berbuat jahat tentu dunia ini akan hancur”

“ Kamu juga harus ingat. Ini soal pilihan. Ada yang memilih keyakinan yang buruk tentu ada juga yang baik. Di sinilah hukum kompetisi terjadi. Sunnatullah. Yang menang tentu yang paling yakin dengan pilihannya.”

“ Jadi kalau ada orang yang keliatan baik, sholeh, tetapi kalah dengan orang yang jahat, itu bisa saja karena yang nampak baik itu sebenarnya tidak begitu yakin dengan pilihan hidupnya. Makanya dia jadi pecundang’

“ Tepat sekali. Hidup ini soal pilihan. Kapasitas orang diukur seberapa besar keyakinannya atas pilihannya.”

“ Lantas dimana keadilan Tuhan? Kalau pada akhirnya orang jahat menguasai orang baik” kata Maria mengerutkan kening.

“ Keadilan Tuhan itu di dunia bukan diukur dari baik dan buruk atau agama yang dianut orang tetapi dari hasil yang didapatnya sesuai dengan takaran keyakinan. Orang yang ragu tidak mungkin hasilnya sama dengan orang yang full yakin, walau keyakinan itu hal yang jahat.”

“ Lantas dimana keadilan Tuhan? kembali Maria bertanya. Dia semakin pening dengan kata kata Robert.

“ Kalau kamu inginkan keadilan Tuhan, maka tidak di dunia ini tetapi kehidupan setelah mati. Disitulah baik buruk akan mendapatkan keadilan paling adil. “

“ Tapi itu soal keyakinan beragama. Faktanya selalu orang jahat lebih banyak menangnya “

“ Jangan salahkan orang jahat. Tetapi coba kembali ke diri kita sendiri. Apakah kita sudah sangat yakin dengan kebaikan yang kita perjuangkan. Masalahnya banyak orang yang begitu yakin dengan kebenaran sebagai pilihanya tetapi sangat renta keyakinanya ketika dihadapkan soal keinginan yang menggoda. Sekali dia tergoda saat itu dia jadi peragu atas pilihan utamanya.Sejak itu dia jadi pecundang atas dirinya sendiri. Engga usah salahkan orang lain.”

“ Bagaimana kamu bisa memahami hidup seperti itu ?

“ Memahami agama dengan akal dan mencoba berprasangka baik kepada Tuhan. “
“ Kesimpulan yang sederhana namun tidak mudah diterapkan.”

Robert hanya tersenyum. Maria semakin tertarik dengan Robert. Cara berpikirnya tidak ubahnya dengan Budi. Maria pernah bertanya kepada Budi, mengapa Jokowi nampak berani membuat keputusan meng-eksekusi proyek yang sebetulnya oleh presiden sebelumnya selalu dihindari. Dengan santai Budi berkata bahwa itu karena Jokowi sangat yakin dengan pilihannya. Sekeras apapun tantangan, dia tidak goyah. Bahkan tekanan dari lawan politiknya begitu besar atas keputusannya. Dia juga tidak peduli.

Mungkin para pembantunya juga ada yang ragu tetapi Jokowi dengan penuh keyakinan , tidak sulit baginya untuk mengajarkan hal yang konstruktif kepada bawahannya agar emosi tetap terjadi secara positip, mengundang orang untuk mengambil langkah keyakinan melalui sepatah kata tentang apa yang mungkin , menciptakan sebuah inspirasi kolektif. Semua itu tercermin dari caranya berpikir , merasakan dan kemampuannya memfungsikan semua potensi positip, sebuah cara hidup dan cara menjadi yang transformative.

“ Bu” seru Robert. Maria terkejut dari lamunannya.

“ Ya”

“ Saya diterima bekerja di Hong Kong karena rekomendasi teman saya yang sudah sukses sebagai mitra venture Pak Budi. Dan saya senang sekali ditunjuk sebagai kepala perwakilan Perusahaan di Hanoi. “

“ Berapa orang staf kamu di Hanoi ?

“ Hanya tiga orang “

“ Selama 2 tahun lebih apa yang sudah di lakukan di Hanoi?

“ Hanya kumpulkan informasi apa saja yang bagus untuk dijadikan peluang. Membangun network dengan pengusaha dan pejabat Vietnam. Mencari mitra sebagai agent dan distributor yang qualified. Masih banyak lagi. “

“ Tentu ada SOP nya ya”

“ Ya. Holding di Hong kong mengawasi dengan ketat setiap pekerjaan yang ditugaskan.”

“ Ya paham saya. “ Kata Maria mengangguk.

Kendaraan berhenti di Iwa Square di kawasan Distrik 1. Agent yang ditemui ternyata seorang wanita Vietnam yang nampak cerdas. Proses administrasi berlangsung cepat. Maria menyerahkan document yang berkaitan dengan statusnya sebagai authorize penuh dari perusahaan Budi di China yang berencana melakukan relokasi pabrik ke Ho Chi Minh.

“ Setelah akta pendirian perusahaan dan pembukaan rekening bank settle, Holding di Hong Kong akan mengirim uang sebagai setoran modal.” Kata Robert.

“ Ya. Kamu pastikan proses itu selesai dengan cepat.”

“ Ya bu.”

“ Bagaimana dengan kantor ?

“ Hari ini kita ke Saigon Center tower untuk lihat kantor yang akan disewa. Engga jauh dari sini. “ Kata Robert sambil melangkah kearah tempat parkir.
***
Maria sudah memutuskan untuk menyewa kantor di Saigon Center Tower dengan luas 100 meter persegi. Jam makan siang, semua urusan sudah selesai. Robert mengajak Maria makan di Quan An Ngon Restaurant.

“ Robert, boleh saya minta pendapat soal pribadi ? kata Maria

“ Kalau kamu percaya saya..” Kata Robert dengan sopan.

“ Tentu saya percaya kamu “

“ Silahkan”

“ Usia saya sudah 43 tahun. Punya seorang putri. Saya merasa sudah mati sebelum waktunya. “

“ Maksud kamu ?

“ Entahlah. Semoga kamu bisa paham apa maksud saya “ Maria murung. Bayangannya kepada Budi. Kebersamaan dengan Budi bagaikan dilangit tak bergantung di bumi tak berbijak. Tertawa hanya menumpang tawa. Tapi selalu menangis di tempat sepi.

“ Dari awal ketika kita bertemu, saya merasakan ada sesuatu pada dirimu. Tapi kamu terlalu hebat bisa menyembunyikannya. Namun kadang tanpa kamu sadari, mendung itu datang tiba tiba di wajahmu. Aku perhatikan itu.”

“ Oh gitu. “ Maria bersemu merah wajahnya. Artinya Robert punya perhatian khusus terhadapnya.

“ Masalah apa ?

“ Aku merasa selama hidupku selalu gagal dan kalah, khususnya dalam percintaan. Aku mengingat peristiwa ketika diusir oleh suamiku bersama putri kecilku. Hanya karena dia merasa gagal sebagai suami akibat PHK. Dia kecewa karena aku tidak mendapatkan uang setelah dia ijinkan untuk bekerja. Padahal dia tahu aku bekerja sebagai sales asuransi yang pendapatannya tergantung deal terjadi. Setelah bercerai aku bekerja di perusahaan Pak Budi di Jakarta. Namun setelah itu kegagalan berumah tangga datang silih berganti di dalam hidupku.

Sebuah kegagalan yang mungkin tidak harus ku ratapi lagi. Tapi kalau ingat rasanya aku merasa terpanggang dalam kesendirian. Dalam keadaan depresi aku terpaksa mengundurkan diri bekerja di perusahaan pak Budi. Padahal aku sudah bekerja lebih dari 10 tahun. Aku kembali kepada Budi setelah setahun bekerja sebagai volantir kemanusiaan di luar negeri. Dan berharap keadaan berubah setelah itu.” Kata Maria berlinang air mata. Budi terdiam agak lama menanti suasana hati Maria tenang.

“ Maaf, apakah boleh aku bicara ? Kata Budi dengan perlahan.

“ Silahkan. Aku butuh nasehat kamu.”

“ Baiklah, aku ingin sampaikan pandangan yang mungkin kamu bisa pahami. Manusia itu merasa bisa berbuat segala galanya tapi realita nya manusia tidak bisa berkuasa atas waktu. Ketahuilah bahwa setiap waktu, bisa saja peristiwa menyakitkan begitu saja terjadi, tidak meninggalkan apa pun selain kesan kehilangan; sebuah perasaan kekalahan yang terus tertunda. Kita selalu berpikir bahwa kegagalan adalah cara baik untuk kuat. Namun bila saatnya datang tidak semua orang bertambah kuat karena itu. Banyak juga yang tambah hancur. Masalahnya apakah kita termasuk orang yang hancur karena kegagalan atau bertambah cerdas dan kuat? Lagi lagi itu soal pilihan. Mau move on atau stuck?

“ Jadi...?

“ Hidup penuh ketidak pastian. Satu satunya yang pasti adalah kematian. Setiap orang tidak berdaya terhadap waktu bila saatnya kematian menjemput. Jadi tidak perlu menganggap bahwa hidup ini adalah liang kesedihan yang bisa membuat kita depresi atau ruang pesta membuat kita selalu euforia. Kamu dengan kegagalan perkawinan memang sangat menyedihkan. Tapi apakah kamu pernah bertanya berapa banyak istri yang rumah tangganya kandas, berujung sebagai PSK. Sementara kamu hidup terhormat karena Tuhan mengirim orang seperti Pak Budi untuk mengusap dukamu dan menuntunmu ke mata air. Agar kamu mensyukuri kehidupan ini. “ kata Robert.

“ Entahlah..Kesedihan sangat akrab didalam hidupku. Kesedihan bukanlah barang asing lagi. Akan tetapi, telah menjelma menjadi seorang kawan lama yang bisa kapan saja datang; mengetuk pintu rumahku; berbicara panjang lebar seraya melemparkan lelucon tentang hidup yang sebenarnya sudah sangat menyedihkan; kehidupan yang seharusnya jadi bahan tertawaan. Kesedihan adalah candu yang harus aku sesap berulang kali.” Kata Maria seakan tidak peduli dengan kata kata Robet.

“ Apapun yang kamu alami itu adalah perjalanan spiritual kamu menuju Tuhan. Bahagia, menderita, kalah atau menang adalah proses menuju jalan ke Tuhan. Engga usah terlalu larut dengan keadaan masa lalu dan juga engga perlu kamu terus bertanya mengapa tidak begini, mengapa begitu. Itu hanya membuang energy. Apa yang harus kamu lakukan adalah nikmati kehidupan hari ini dan syukuri kamu masih makan dengan badan tetap sehat. “ Kata Robert dengan sabar untuk mencerahkan. Maria terkesima. Sikap hidup Robert tidak jauh beda dengan Budi. Tapi Budi matang karena usia diatas 50 , sementara Robert dapat bijak dalam usia muda.

“ Boleh tahu mengapa kamu bercerai ? Tanya Maria.

“ Saya bisa saja cerita apa alasan perceraian. Tapi untuk apa?. Alasan hanyalah sunattullah tapi penyebab utamanya adalah soal pilihan. Sudah sampai disitu usia jodoh saya. Mau gimana lagi?“

“ Apakah kamu menderita karena itu?

“ Tidak.” Jawab Robert dengan tersenyum tanpa beban apapun.

“ Mengapa ? Apakah semua pria bisa dengan mudah melupakan perpisahan dan berdamai dengan kenyataan?

“ Ini bukan soal mudah melupakan dan berdamai dengan kenyataan tapi sikap hidup. Apapun di dunia ini tidak ada yang abadi. Bahkan tidak ada hubungan yang sempurna. Kalau toh akhirnya kami berpisah, itu juga bagian dari kenyataan hidup. Yang penting saya dan mantan istri saya tidak larut dalam kegagalan. Tidak harus saling membenci. Kami punya cara sendiri untuk berdamai dan melanjutkan hidup.”

“ Bagaimana dengan anak ?

“ Anak ikut mantan istri saya namun biaya hidup anak saya tanggung setiap bulannya. ya kami kerjasama. Dia menggunakan tenaganya dan saya membantu uang. Biasa saja.”

“ Semudah itu ?

“ HIdup kita milik Tuhan. Apapun itu hanya Tuhan yang menjadi sandaran kita. Sikap bijak menerima dan melaluinya dengan ikhlas adalah kata kunci sebagai orang beriman.”

“ Luar biasa. Sebegitunya kamu bisa berdamai dengan kenyataan hanya karena kamu percaya kepada Tuhan.” kata Maria seraya mengacungkan jempolnya. Robert hanya tersenyum mendengar kesimpulan yang terucap dari Maria. Maria tak ingin bicara banyak. Setelah makanan terhidang, Maria nampak kembali riang.

“ Saya harus jemput Pak Budi di hotel dan antar ke Bandara. Hari ini dia akan terbang ke Bangkok.”

“ Oh Pak Budi masih di Ho Chi Minh ? Kamu tahu dari mana? Kata Maria berkerut kening.

“ Ya. Saya dapat email dari Hong Kong tadi pagi untuk antar Pak Budi ke Bandara. Emang ada apa ?

“ Ah engga. “

Maria terdiam agak lama. Mengapa Budi tidak menghubungiku? Ah sudahlah. Mungkin tidak ada yang penting untuk di bahas oleh Budi. Toh pekerjaan di Ho Chi Minh telah dibantu oleh Robert dan itu juga berkat permintaanku. Pikir Maria.

“ Oh ya kamu mau ikut ke Hotel Pak Budi ?

“ Boleh ?

“ Saya hanya staf dan kamu boss saya yang juga executive Pak Budi. Emang ada larangan eksekutif ketemu Pak Budi ?

“ Engga ada larangan “

“ Ya udah kita sama sama saja antar Pak Budi ke Bandara. Kan hari ini kita engga ada lagi kerjaan yang harus di urus”

***
Budi menginap di Park Hyatt Saigon yang juga di kawasan distrik 1. Sesampai di Hotel, Robert menghubungi Budi via telp bahwa dia sudah ada di loby. Tak berapa lama menanti, Budi keluar dari ruangan longe executive bersama seorang wanita. Nampaknya wanita Korea. 

“ Hi Maria! “ Seru Budi “ Udah kenalkan Wenni ?. Kami sedang menjajaki akuisisi hotel di Saigon.” Lanjut Budi. Maria dengan agak ragu menyalami Wenny yang nampak sangat dekat di samping Budi.

“ Ok Robert, ambil kendaraan sekarang, Saya tunggu di pintu loby. “ Kata Budi dengan berwibawa. “ dan kamu ikut saya ke Bandara “ Sambung Budi kepada Maria yang masih nampak mematung. Maria hanya mengangguk dan mengikuti langkah Budi ke pintu loby utama. 

Dalam perjalanan menuju bandara Budi duduk di sebelah Maria dan Wenni duduk di depan. Dalam bahasa Indonesia , Maria setengah berbisik berkata kepada Budi “ Mas  engga kangen aku ya. “

“ Aku sibuk “ Kata Budi sekenannya.

“ Sibuk dengan Wenny  ?

“ Maksud kamu ?.”

“ Sibuk apa selama weekend ?

“ Meeting dengan relasi di sini.”

“ Wenny  ?

“ Bukan lah. Dia baru datang pagi tadi dari Hong Kong. Saya akan ajak dia ke Bangkok, biar urusan akuisisi diserahkan dengan perusahaan yang ada di Bankok.”

“ Hmmm “Maria hanya berguman. Tapi dia percaya. Budi tidak mudah mengajak tidur wanita tanpa alasan yang kuat. Apalagi wanita sebagai mitra bisnis tidak pernah dia dekati secara emosional. Business is business. 

“ Gimana kalau kamu ikut aku ke  Bangkok ?

“ Ngapain ?

“ ya ikut aja.”

“ Tapi ..” Maria memikirkan pekerjaannya di Ho Chi Minh.

“ Itu udah ada Robert yang bantu kamu di sini. Bukankah kamu harus terbang ke Shenznen minggu ini. ? 

“ Pakaian ku di Hotel ?

“ Beli aja di Bangkok nanti. Yang penting passport “

“ OK. Tapi engga ganggu,kan ? 

“ Ah sudahlah. Mau ikut engga ?

“ Ya mau.” Aku mencubit lengan Budi seraya tersenyum. 

***
Di Bangkok , Budi tinggal di Hotel Grand Millennium.  Itu karena sahabatnya dari US datang ke Bangkok untuk bertemu membahas rencana akuisis hotel. Maria mendampingi Budi makan malam. Juga hadir mitra Budi dari Hong Kong, Wenny. Awalnya Maria tidak begitu peduli karena pembicaraan lebih kepada masalah business. Seperti aspek legal business yang akan di lakukan di Bangkok. Kemudian membicarakan soal business model yang tepat, siapa international chain yang layak dirangkul. Design dan lain lain. Beranjak soal financial engineering tentang bagaimana merancang pembiayaan, Apakah melalui project funding atau project equity.  Terakhir membahas mengenai project settlement sebagai dasar dilakukan financial closing.  

Namun menjadi menarik pembicaraan ketika masalah business usai di bahas. Budi berdiskusi dengan mitranya dari AS soal ekonomi Thailand dan Politik. Maria menyimak dengan seksama.

“ Kamu tahu, Mr B. “ seru teman Budi dari AS.” China bisa besar seperti sekarang karena revolusi kebudayaan melahirkan Dengxioping sebagai pemimpin fenomenal sepanjang sejarah China. Deng bisa membalik keadaan China yang terpuruk setelah revolusi kebudayaan, dalam 20 tahun kemudian menjadi naga raksasa yang mengeliat, membuat negara maju terpukau dengan kehebatan China berubah.  AS menjadi hebat karena usai perang dunia kedua punya pemimpin Dwight  Eisenhower. Presiden Amerika Serikat ke-34. Eisenhower-lah yang punya ide dimulai pembangunan US high way. Dari barat ke timur. Dari utara ke selatan. Seperti papan catur. Membelah-belah seluruh  daratan Amerika. Total panjangnya: 45.000 Km. Tidak terbayangkan ada presiden yang punya ide seperti itu. Setelah Eisenhower. meninggal program itu terus dilanjutkan. Karena itu ekonomi AS tumbuh pesat sekali.  Bagaimana dengan Indonesia?”

“ Indonesia punya seorang Gus Dur dengan wakilnya seorang wanita, Megawati. Kamu bisa bayangkan, ketika krisis moneter melanda Indonesia, krisis politik juga terjadi. Indonesia tidak bisa lebih dulu menyelesaikan krisis moneter sebelum masalah politik dibenahi.  Lima tahun kekuasaan pemimpin dari hasil demokrasi lansung itu seakan sebuah simponi indah bagaimana seorang berlatar belakang Ulama intelek mampu mereformasi TNI dan mengubah UUD 45 yang berorientasi kepada HAM universal. Kemudian dilanjutkan Megawati dengan mulai melakukan kebijakan mendasar menyelesaikan krisis moneter dengan mengeluarkan  MSA terhadap debitur yang gagal bayar atau program penyesahatan perbankan, dan pada waktu bersamaan mengesahkan berdirinya KPK, dan menuntaskan perubahan UUD 45. Megawati juga mengawal proses Pemilu 2004 yang jujur dan adil sesuai UU. Megawati telah memberikan legacy bagaimana demokrasi itu harus dihormati walau karena itu dia kalah sebagai petanaha. 

Hasil Pemilu 2004 menempatkan mantan Militer menjadi Presiden. SBY tidak lagi dibebani dengan agenda pemulihan politik. Dia hanya focus bagaimana menempatkan kapal besar Indonesia yang duduk diatas karang bisa lepas dan melaju menuju dermaga harapan. Lima tahun periode pertama kekuasanya, dia berhasil melepaskan indonesia dari jeratan fundamental. Eksport tumbuh dan ekonomi bergerak naik. Kepercayaan pasar semakin meningkat. Periode kedua, dia focus membuat perencanaan pembangunan fisik khususnya infrastruktur agar presiden berikutnya dapat melaksanakan program itu. Perencanan ini tidak mudah. SBY berhasil dengan tugasnya, terutama dia bisa menjaga proses demokrasi berjalan tertip dengan lahirnya pemimpin baru berlatar belakang pengusaha kreatif. Jokowi.

Di era Jokowi semua perencanaan yang dibuat SBY dieksekusi dengan cepat. Karena Jokowi tidak lagi dibebani dengan perencanaan yang rumit dan semua perangkat UU sudah tersedia. Dia tinggal melaksanakan dan mengawasi proses pembangunan dengan sedikit mungkin mengorbankan kepentingan pembangunan untuk rakyat kecil yang masih butuh keadilan dan keberpihakan. Kini ditengah keadaan dunia sedang suram, Indonesia tetap bisa tumbuh ekonominya dan pada waktu bersamaan proses perbaikan terus terjadi disemua bidang. “ Kata Budi.

“ Wow…hebat. Seharusnya Thailand belajar dari Indonesia.

 “ kata mitra Budi dari AS.”

“ Sebetulnya paska krisis 1998, Thailand mendapatkan berkah. Tuhan mengirim Thaksin Shinawatra sebagai perdana menteri tahun 2001. Thaksin adalah alumni Eastern Kentucky University AS,  S2 Criminal Justice dan phd di Sam Houston State University. Thaksin yang berlatar belakang sebagai pengusaha,tahu betul bagaimana melakukan reorientasi ekonomi Thailand. Dia focus bagaimana mengembangkan kemampuan ekonomi domestik."

" Bagaimana caranya ?  

" Dalam upaya mengakhiri krisis mata uang tahun 1997, Thailand sejak awal telah berupaya meningkatkan ekspornya. Pertumbuhan ekspor tahun 2002 Thailand tercatat sudah mengalami kenaikan sebesar 2,8%. Agar sektor UKM bisa menjadi penopang kekuatan domestik, Thailand membentuk BUMN nirlaba yang bertugas membeli produksi dalam negeri dan kemudian di distribusikan kepada retail tradisional dengan harga subsidi. Bank central Thailand memberikan program kredit bagi UKM retail tradisional yang mau meningkatkan usahanya. Otomatis sektor tradisional bergairah tumbuh pesat menjadi jaring pengaman paska krisis.

Thaksin juga tidak takut membuat defisit anggaran samakin melebar agar negara lebih besar kemampuan melakukan ekspansi. Anggaran defisit pemerintahan Thailand pada tahun 2002 sekitar 3,4%, sengaja ditingkatkan dari 0,8% pada tahun 2001. Tetapi kebijakan ekspansif sektor fiskal itu tidak untuk belanja konsumsi tetapi untuk barang modal (infrastruktur ) yang banyak menyerap angkatan kerja. Sehingga memungkinkan permintaan domestik meningkat. Penganguran berkurang dan daya beli domestik meningkat. Selama 5 tahun atau periode pertama kekuasaan Thaksin, pendapatan rakyat meningkat, terutama petani dan UKM. Pada masa itu juga Thailand mampu membayar lunas utangnya sebesar 17 miliar USD ke IMF.

Tetapi model pembangunan Thaksin yang pro kepada rakyat dan sektor real ternyata tidak membuat elite politik happy. Thaksin merusak oligarki politik dalam bidang ekonomi. Thaksin juga membabat birokrasi yang dinilai menjadi penghambat kemajuan ekonomi dan bisnis. Pemerintahan Thaksin menganggarkan sedikitnya 10 miliar baht untuk membiayai program reformasi birokrasi, dengan mengurangi 5 persen dari jumlah pegawai negeri yang mencapai 1,7 juta orang. Bisnis  non tradeble dipangkas. Dampaknya semakin mengecilnya rasio GINI. “ kata Budi.

“ Benar kamu. tahun 2005 laju ekonomi Thailand kemudian melambat. Harga BBM yang naik meningkatkan inflasi dan suku bunga. Tahun 2006 ekonomi Thailand mencatat pertumbuhan sekitar 4,2% tidak jauh berbeda dengan 4,5% pada tahun 2005. 

Pertumbuhan ini adalah yang paling lambat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Momentum ini digunakan oleh elite politik Thailand untuk menjatuhkan Thaksin. Apalagi kalau bukan issue asing yang digunakan oleh Elite politik menjatuhkan Thaksin.  Kebetulan dalam rangka meningkatkan ekonomi non utang lewat investasi asing secara langsung, Thaksin membuat kebijakan Asing boleh menguasai saham dari tadinya 25% menjadi 49%.  

Sejak tahun 2005-2006, issue investasi asing terus digoreng oleh oposisi. Sehingga menimbulkan aksi demontrasi besar besaran dengan tuntutan agar Thaksin mundur. Pada tanggal 19 September 2006, Dewan Reformasi Demokrasi mengumumkan pengambil-alihan kekuasaan dari tangan PM Thaksin Shinawatra. Suksesnya menjatuhkan Thaksin karena pihak oposisi didukung oleh militer. Padahal ketika itu Thaksin baru saja unggul dalam pemilu periode kedua kekuasaannya.

Setelah Thaksin jatuh, maka ekonomi Thailand kembali kepada lebih besar porsi non trandeable nya. Rasio GINI melebar. Pertumbuhan ekonomi terus merosot yang berdampak semakin rendahnya kapasitas nasional menyediakan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan. 

Tahun 2006 pertumbuhan ekonomi masih 5 % namun empat tahun kemudian atau tahun 2009 tinggal -0,7%. Tahun 2010 sempat naik sebesar 7,2% karena likuiditas murah dari the Fed. Tetapi tahun 2011 drop lagi menjadi 0,8%. Tahun 2012 naik lagi karena kebijakan QE AS yang mensuplai uang ke emerging market. Tahun 2013-2017 rata pertumbuhan hanya 3%. Itu lebih dipicu oleh sektor manufaktur yang berorientasi ekspor. Sementara konsumsi domestik stuck dan agak tertolong karena bisnis pariwista yang tumbuh autopilot.

Utang pemerintah tahun 2017 terhadap PDB sebesar 41% . Kalau termasuk utang swasta tentu lebih besar lagi, bahkan mencapai 60% dari PDB. Bandingkan dengan  Indonesia yang penduduknya 4 kali thailand rasio utang hanya 30% dari PDB. Itu sebabnya sangat sulit bagi Thailand untuk bertahan terus dengan jebakan utang yang begitu besar sementara pertumbuhan ekonomi dibawah 3% setiap tahun. Golongan intelektual di kota Bangkok dan kaum pengusaha yang tadinya mendukung tindakan kudeta junta militer terhadap pemerintahan PM Thaksin tanggal 19 September 2006 mulai kecewa. Issue nasionalisme menjatuhkan Thaksin ternyata tidak membuat Thailand lebih hebat. Bahkan terpuruk. “

“ Indoensia beruntung punya presiden seperti Jokowi,  yang tulus namun cerdas mengelola ekonomi ditengah arus globalisasi dan tahu menjaga kepentingan domestik. Bukan retorika tetapi track record nya membuktikan itu.”

“ Harap dicatat bahwa tanpa stabilitas politik yang sudah dirintis presiden Megawati dan  SBY, tidak mungkin Jokowi bisa bekerja dengan tenang.” Kata Budi.

***

Pagi itu ketika breakfast di restoran Hotel, Maria perhatikan Budi asyik membaca lembaran kertas yang ada diatas meja makan. Tak berapa lama , Budi melirik makanan di piringnya. Dia meletakan lembaran kertas itu diatas meja. Dia kembali makan dengan tenang. Tapi Maria tahu, pikiran Budi tidak pada makanan tapi ke hal lain.

“ Kenapa kamu buat analisa seperti itu ? Kata Budi kepada  Wenny yang duduk disebelah Maria.

“ Menurut saya investasi jangka panjang di Vietnam, khususnya perhotelan engga layak. Karena kurs tidak stablil. Sementara uang kita berasal dari pinjaman. Kalau kita lakukan hedging tentu akan mahal sekali. Dan lagi apa ada banker yang mau kontrak jangkan panjang untuk hedging hutang itu“

“ Lantas kamu pikir pemerintah vietnam itu kumpulan orang bodoh atau lebih bodoh dari kamu? Ingat, mereka itu satu satunya bangsa yang bisa mengalahkan Amerika, bahkan mempermalukan AS. Apakah itu kurang cukup membuat kamu yakin bahwa masa depan bangsa ini akan baik baik saja.” 

“ Saya tidak mengerti soal Politik. Saya realistis saja. Keadaan sekarang pemerintah tidak bisa mengendalikan moneter. Kalaupun ada investasi masuk ke vietnam, itu lebih karena faktor upah buruh untuk industri yang life cycle nya sudah pada titik terendah. Itu saja. “

“ OK. Saya catat kekawatiran kamu. Tapi itu tidak cukup untuk menghentikan rencana saya mengambil alih hotel itu. Ini sudah direncanakan lebih setahun. Apalagi ? 

“ Kan tidak harus semua rencana dijalankan. Pada akhirnya akal sehat harus jadi patokan”

“ Ya masalahnya kamu berpatokan dengan hal yang tidak pasti. Gimana saya harus mengerti.”

“ Bukankah data forcasting itu adalah bukti.”

“ Itu hanya ramalan dengan menggunakan variable data masa lalu dan mengaitkannya dengan angka masa depan yang juga unpredictable”

“ Rencana bisnis memang begitu, bos. Kan anda yang ajarin saya.” Kata Wenny cepat.

“ Saya tidak sedang membahas ilmu perencanaan bisnis. Saya bicara tentang execute bisnis. Maaf ini ruang saya sebagai boss, bukan ruang kamu untuk berdebat.”

“ Mengapa ?

“ Satu satunya kesalahan dalam bisnis adalah tidak melaksanakan rencana yang sudah dibuat.  Satu satunya akal sehat kita tidak berfungsi baik karena kita terlalu kawatir dengan masa depan “ kata Budi.

“ Saya catat. Jelaskan kepada saya. Apa maksud kamu itu ?

“ Masih belum jelas ?

“ Ya”

“ Baik. Saya tanya sekarang. Mengapa kita membuat perencanaan?” Kata Budi.

“ Karena kita  tahu  bahwa masa  depan serba tidak pasti.”

“ Ya tepat sekali.  Itu keyakinan kita kepada Tuhan. Bahwa hanya Tuhan yang bisa mengetahui akan masa depan. Bukan kita. Semakin detail perecanaan kita buat semakin kita sadar kelemahan kita dihadapan Tuhan. Dan ketika kita lakukan, effort kita harus total, agar kita pantas berserah diri kepada Tuhan. Paham? “

“ Paham. Kita harus kerja keras menghadapi kesulitan dan tantangan agar terjadi perubahan kearah yang lebih baik sesuai harapan kita.” Kata Wenny menyimpulkan

“ Hanya itu tugas kita sebagai manusia. Itulah visi bisnis. Itulah visi seorang manusia. Terus bergerak dan berbuat, bukan berhenti diatas banyak keraguan. Paham kamu.”

“ Tapi boss. Apakah lender bisa diyakinkan soal ini?

“ Partners saya dari Amerika sudah setuju untuk ikut dalam pembiayaan ini. “

“ Skemanya ?

“ Kerjasama.”

“ Kenapa mereka mau ?

“ Karena saya tawarkan bisnis model yang kebetulan sesuai dengan kepentingan client nya yang punya International hotel chain. Mereka yakin, setelah akuisisi hotel ini selesai, clients nya bersedia masuk sebagai pemegang saham sedikitnya 30%. Value hotel akan naik. Karena kita akan tetapkan tarif kamar dengan USD bukan mata uang lokal. Ini akan menambah 30% portfolio bisnis holding.”

“ Jadi kita hanya masuk 30% saja.? Kata Wenny berkerut kening.

“ Ya. Tentu engga sulit kamu cari pinjaman karena bank tentu akan meliat siapa mitra venture kita. “

“ Siap boss.”

Maria menyimak dengan seksama dialog antara Budi dan Wenni pagi itu. Sangat efisien diskusinya dan langsung ada keputusan. Maria sangat kenal gaya Budi. Memang begitu. Kalau dia sudah ada maunya dan semua prosedur bisnis sudah dilalui maka dia tidak akan pernah ragu untuk membuat keputusan dan melewatinya sampai tuntas. Apakah semua sukses ? tidak. Dari 10 keputusan bisnis dia buat, 80% gagal. Tapi kegagalan itu tidak ada artinya bila dibandingkan dengan bisnis yang berhasil dia laksanakan. Dan lagi setiap kegagalan itu bisa diminal karena kehebatannya mengelola resiko. Sangat terukur. Cepat masuk, cepat keluar, dan move on dengan peluang yang lain. Begitu seterusnya.

” Tidak ada bisnis yang salah. Yang salah kita tidak berbuat apa apa. Tidak ada bisnis tanpa resiko. Tidak ada resiko tanpa proses pembelajaran. Kalau tidak berbuat, bagaimana kita tahu ada resiko dan bagaimana kita bisa belajar dari keadaan untuk berubah lebih baik dimasa depan?” Demikian nasehat Budi yang tidak pernah Maria lupa.

“ Maria” seru Budi. “ Hari ini kamu langsung ke Shenzhen. Urus proses relokasi pabrik ke Vietnam. Team holding di Hong Kong akan bantu kamu.” 

“ Hari ini ? Seru Maria.

“ Sekarang kamu pergi ke Air port. Sebelum sampai di bandara ticket kamu sudah di-issued. Kantor di Hong Kong sudah siapkan itu”Kata Budi dengan tegas.

Maria terdiam.

“ Kamu tunggu apalagi ?

“ Ya. Maksud saya gimana dengan Mas ? 

“ Sebaiknya kamu berangkat.”

“ OK. sekarang saya berangkat. “ kata Maria seraya berdiri dari tempat duduknya. Kemarin dia menenami Budi meeting dengan relasinya dari Amerika sampai jam 2 pagi. Setelah itu Budi kembali ke kamarnya dalam kelelahan. Dia juga kembali ke kamarnya. Jam 7 pagi sudah ada di restoran untuk breakfast. Sekarang dia harus segara pergi. ya dia harus profesional. Harus melupakan perasaannya.

***
Dari Hotel menuju Bandara, Maria ditemani oleh Robert.

“ Maaf Bu. Sepertinya hubungan ibu dengan Pak Budi sangat istimewa.” Kata Robert ketika dalam perjalanan dari Bandara ke Hotel.

“ Bagaimana kamu punya kesimpulan seperti itu? 

“ Saya merasakan itu ketika kemarin ibu bertemu dengan Pak Budi”

“ Dia sahabat saya, guru saya, juga kakak saya. “Kata Maria sekenanya.  Robert melihat sisi lain yang bisa di dapatnya dari bekerja dibawah Maria. Setidaknya dia bisa mendapatkan akses kepada Budi langsung. 

“ Bu, Saya punya impian untuk membangun pabrik kliker dengan tekhnologi dari china bisa terkabulkan. Apalagi pasar rumah murah di Vietnam sangat besar. Pemerintah Vietnam punya program rumah untuk rakyat miskin sebagai bagian dari penataan wilayah komersial. “ Kata Robert.

“ Tapi …” Kata Robert terkesan ragu.

“ Apa ? Seru Maria.

“ Apakah ibu tidak keberatan menyampaikan proposal proyek ini kepada Pak Budi. Maaf bu, kalau saya lancang”

“ Mengapa harus saya. Mengapa tidak langsung kamu sampaikan ke Holding di Hong Kong.?

“ Ada niat ingin menyampaikan proposal langsung kepada Holding di Hongkong namun saya tidak yakin akan mendapatkan response yang cepat. Dan lagi tugas saya hanya membantu ibu ,tidak ada kaitannya dengan obsesi saya..” 

“ Mengapa kamu terlalu terobsesi dengan proyek itu ?

“ Proyek ini datang dari teman wanita saya. Namanya Yen. Dia putri pejabat tinggi di Vietnam. Dia sangat ingin proyek ini berhasil dibangun. Itu semua karena dia mencintai saya. “

“ Cinta ? Maria terkejut.

“ Kami berencana kalau proyek ini selesai di bangun atau  setidaknya ada persetujuan dari investor, kami akan menikah.”

“ Mengapa kamu tidak minta pengaruh ayahnya untuk dapatkan fasilitas pinjaman dari Bank ?

“ Dia sudah menghubungi banyak orang kaya dan juga banker di Hanoi dan Ho Chi Minh namun hampa. Karena semua punya alasan yang hampir sama bahwa tekhnologi itu tidak familiar. Mereka masih percaya dengan produk semen dari portland. Dan lagi tekhnologi dari China itu tidak populer di pasar eksport. Peruntukannya hanya sebatas perumahan kelas murahan.” Kata  Robert nampak bingung.
“ Berapa usia Yen” Kata Maria lambat.

“ 28 tahun. Dia sarjana dari China namun nampak seperti anak remaja yang belum dewasa. Maklum mungkin karena dibesarkan oleh keluarga kaya.”

“ Baik, tolong sampai alasan bisnis  mengapa proyek itu harus dibangun di Vietnam ?

“ Bahan material semen yang hemat biaya. Bahkan menghemat sampai 80% dari harga semen yang telah ada di pasaran. Semen ini juga punya daya tahan lebih baik dibandingkan dengan semen Portland. China menggunakan tehnologi dalam program rumah murah. Tekhnologinya tidak pernah di trasfer ke negara lain. Tapi untuk vietnam, cina bersedia memberikan tekhnologinya .Maklum sama sama komunis”

“ Oh i see.” Maria terdiam. Tangannya terasa dingin. Jantungnya berdebar kuat. Dia seperti jatuh ke lubang jurang yang dalam ketika mengetahui Robert sudah punya pacar, bahkan sudah berencana menikah. Apalah dia dibandingkan dengan Yen yang usianya 15 tahun lebih muda dari dia.

“ Bu “ seru Robert memecah keheningan.” Besok senin kantor sudah siap. Izin pendirian perusahaan sudah selesai. Kita tinggal action saja.”Kata Robert.

“ Terimakasih Robert.” Kata Maria sambil menatap kearah depan. Seakan sedang berpikir sesuatu. “ Kamu siapkan SDM untuk tiga orang dulu ya. Bagian legal dan umum, akuntansi, Sekretaris.  Saya harap, saya kembali semua SDM sudah tersedia”

“ Siap Bu.”

Nampaknya Robert  menanti Maria memberi perintah lagi. Namun Maria malas bicara banyak lagi. 

“ Bu..”

“ Ya. “

“ Boleh saya bicara soal lain? 

“ Bicara aja “

“ Untuk kesekian kalinya Yen menelphon mempertanyakan kapan bisa merealisasikan pembangunan pabrik kliker itu. Aku sudah kehabisan alasan untuk meyakinkan Yen bahwa usahanya akan berhasil mendapatkan investor. Tapi siapa ?. Kejar Robert. Seakan ingin mendapatkan respon yang baik dari Maria. Tapi Maria diam saja.

Dalam kegalauan itu , Robert menerima telp dari seseorang. Setelah usai bicara lewat telp, Robert kelihatan tegang“ Yen, marah. Dia mau ketemu dengan saya.” Katanya mengusap kepalanya sendiri.

“ Nanti setelah sampai Bandara, kamu segera temui dia. “

“ Kira kira gimana bu  ?

“ Kirim proposal itu lewat email. Saya akan pelajari dan mencari waktu yang tepat bicara dengan Pak Budi.”

“ Terimakasih bu..Terimakasih bu” kata Robert. Terpancar dari wajahnya penuh harapan.

Sampai di Bandara, Robert segera berlalu. Maria menatap kosong kearah kendaraan Robert sampai hilang dari pandangannya. Entah mengapa air matanya berlinang “ Yang salah aku. Terlalu berharap pria mencintaiku.” Kata Maria dalam hati. Dia usap airmatanya dan melangkah pasti ke dalam bandara.

***

Telah seminggu Maria di China. Mungkin malam ini sesuai jadwal Maria akan mendarat di Ho Chi Minh. 

“ Robert, jemput Maria di Bandara ya jam 7 Malam” Kata Maria lewat telp
“ Siap bu. Jam 6 saya sudah di bandara. “ Kata Robert. 

Maria tak bicara banyak. Hanya menutup telp dengan mengucapkan terimakasih.  Dalam perjalanan ke hotel dari bandara , Robert kembali bicara soal bisnisnya dan berharap Maria bisa bertemu dengan mitranya, Yen. 

“Setidaknya saya bisa cerita siapa ibu dan yakinkan Yen bahwa ibu sebagai wakil dari Holding.”

“ Robert, saya akan bantu kamu bicara dengan Holding untuk mendapatkan dukungan membangun proyek kliker dengan tekhnologi dari China. Tapi pastikan proyek ini dapat dukungan politik baik pasar maupun bahan baku. Dan Pastikan Yen memang punya kemampuan melobi pemerintah Vietnam. Bisa ?“ 

“ Bisa. Bu. Sangat bisa. Ayah Yen salah satu petinggi Parai Komunis Vietnam. Pengaruhnya besar sekali. “ Kata Robert meyakinkan Maria. 

“ Apakah ibu yakin proposal ini tidak akan mengganggu posisi saya di hadapan holding karena melanggar SOP ?” 

“ Tidak ada masalah, Salah satu tugas kamu adalah penghubung perusahaan dengan pihak pihak yang punya akses politik dan business network di vietnam.” Kata Maria dengan santai. 

“ Ibu tahulah. Aku sangat menginginkan pekerjaan di perusahaan ini.” Kata Robert dengan wajah memelas sambil mengalihkan wajahnya ke samping. 

“ OK sekarang atur saya bertemu dengan Yen”

“ Baik bu. 

Tak berapa lama Yen datang ke restoran dimana Maria dan Robert sudah menanti. Dalam pertemuan itu Yen mencoba menjelaskan peluang pasar Vietnam dan tekhnologi yang dia yakin akan didapat dari China. Yen meremas jemari Robert dengan penuh keyakinan bahwa mereka akan menghadapi bersama sama. Maria terhenyak dan kelabu. 
***
Setelah makan malam dengan Robert dan Yen, Maria dapat merasakan ada sesuatu antara Yen dan Robert yang tak mungkin berpisaha. Sebagai wanita Maria dapat dengan mudah merasakan itu. Terutama tanpa sadar Yen memanggil Robert dengan sebutan “ Honey”. Sempat terkesiap jantung Maria ketika mendengar Yen memanggil dengan nada sayang yang teramat dekat. Tapi mengapa Maria sampai tidak merasa nyaman terhadap sikap Yen? Bukankah hubungan Maria dengan Robert hanya sebatas atasan dan bawahan. Kalaupun hubungan terkesan dekat itupun karena sikap Maria yang mampu membuat orang bekerja dengannya merasa nyaman. 

Apakah Maria telah salah menebak bahwa Robert menyukainya. Atau Maria terlalu berharap dapat dengan mudah menaklukan Robert. Maria sadar 
bahwa dia harus berdamai dengan kenyataan. Bahwa banyak pria yang mudah didekati tapi tidak mudah mengajak mereka berkomitmen untuk hubungan yang lebih serius. 

Malam ini Maria  merasa sangat kesepian. Hidup diusia kepala empat tanpa hati untuk berlabuh. Budi memang sahabat yang baik namun ruang hatinya sudah penuh sesak dengan kedua anak dan istrinya. Maria hanya berada di beranda hati Budi, tanpa bisa masuk kedalam. Namun walau hanya di beranda kadang Maria merasa itu sudah berkah luar biasa. Tapi bagaimanapun dia ngin ada ruang khusus di hati seorang pria. Biar ruang itu kecil , tak apalah. Dia bisa menyendiri di ruang itu sambil menghitung bintang di langit mengantarnya  tidur dalam pelukan seorang pria. 

Karenanya Maria bertekad dalam hati bahwa dia  akan bersaing mendapatkan Robert. Bagaimanapun dia dalam posisi lebih menguntungkan bagi Robert di bandingkan Yen. Tanpa keputusan dari Budi tak mungkin proyek itu bisa jalan. Robert akan lebih memihak kepadanya. Itulah keyakinannya.

Sekarang tinggal berpikir bagaimana meyakinkan Budi. Maria tahu percis sifat Budi yaitu tidak bisa ditebak, Namun Budi bisa jujur akan sikapnya ketika mengambil keputusan. Mungkin Maria  akan merasa kecewa namun Budi selalu punya alasan yang rasional atas keputusannya. Maria akan meyakinkan Budi secara rasional bahwa investasi di kliker itu menguntungkan dan sekaligus pintu gerbang menjalin hubungan dengan elite partai di vietnam. 

Maria  tahu betul bahwa bagi Budi keneksi politik itu sangat dia inginkan. Walau dia tidak pernah terlibat secara langsung bermain politik namun soal bagaimana memanfaatkan akses politik untuk mengembangkan bisnis dia memang jagonya. Budi selalu punya ide hebat untuk memanfaatkan kekuasaan politik. Caranya sangat halus dan tak pernah takut akan resiko. Selalu pada akhirnya dia jadi pemenang. 

Maria meliat ke mononitor computernya. Nampak notifikasi incoming email. Dia  bersegera membuka mail box tersebut karena tertera pengirimnya adalah Yen. Semua data proyek dan studi kelayakan terlampir pada email tersebut. Dengan seksama Maria mempelajari data proyek sampai jam 2 dini hari. Kemudian dia  membuat resume proyek untuk di sampaikan kepada Budi. Berharap keesokan paginya dia  akan dapat jawaban dari  Budi. Itu kebiasaan Budi yang selalu menjawab email dari orang orang yang bekerja dengannya. 

Dengan lelah dan kantuk kurebahkan tubuhnya di tempat tidur. Namun belum sempat dia terlelap , terdengar telp cellularnya bergetar. “ Maria ” Suara Budi diseberang.

“ Ya Mas..” 

“ Maaf ganggu ya”

“ Engga apa apa. Aku senang Mas  telp. “

“ AKu sudah baca resume kamu. Bagus.”

“ Jadi gimana Mas ?

“ Aku hanya mikirkan gimana kamu bisa atur pekerjaan kamu yang sedang memproses pemindahan pabrik dari China ke Ho Chi Minh”

“ Engga ada masalah Mas. Kalau diizinkan , beri saya otoritas untuk menugaskan Robert untuk proses peluang bisnis ini.”

“ OK. Lah. “

“ Terimakasih Mas.”

“ Oh Ya. boleh aku juga usul ?

“ Apa ?

“ Gimana kalau Robert juga dibantu oleh salah satu orang dari team aku yang ada di Jakarta. “

“ Mengapa ?

“ Untuk efektifitas aja. Dan sekalian memberikan wawasan mereka bekerja secara international”

“ Engga ada masalah Mas.”

“ OK thanks. Besok aku ke Hong Kong.”

“ Ok. Jadi kapan kita ketemu lagi ? Kata Maria harap.

“ Kamu kangen yaaa” Terdengar Budi tertawa.

“ Ya. Emang Mas  engga kangen?

“ Kangen juga tapi aku sibuk. “

“ Ya aku maklum”

“ Tadi Maya telp aku. Dia tinggal di apartement aku sama teman temannya selama liburan di Hong Kong. Perhatikan, dia memang patuh dengan janjinya akan selalu ada di bawah pengawasan kita. Apapun dia lapor. “ 

“ Kapan usai libur musim panasnya ?

“ Katanya minggu depan. “

“ Kok Maya  engga telp aku, mamanya?

“ Cobalah kamu perbaiki hubungan kamu dengannya. “

“ Bagaimana caranya ? Mas lebih dia percaya dibandingkan aku” 

“ Dia putri kamu. Kamu lunakan hatimu sedikit. Jangan mudah paranoid. Anak jaman sekarang engga bisa kita paksa seperti mau kita. Kamu harus lebih dulu mengerti dia dan memahami dia untuk merebut hatinya. Bagaimanapun dia bukan kamu dan dia adalah milik dirinya sendiri yang punya takdir sendiri. Kita sebagai orang tua hanya mendukungnya selagi benar. Kalau salah ya kita peringatkan dengan dialogh bukan perintah. Paham ya sayang” 

“ Ya. Aku menyadari itu. “

“ Gimana kalau setelah urusan Ho Chi Minh selesai kamu ke london temani Maya disana selama 1 bulan”

“ Benar ya.” Maria setengah berteriak.

“ Benar.”

“ Mas  ikut antar aku ya.”

“ Engga janji. “

“ Ayolah. Setidaknya selama seminggu sampai Maya dan aku kembali normal. BIsa ya.”

“ Lama sekali?

“ Please. “

“ OK. Tapi engga janji ya.”

“ Tapi...” Maria tersekat.

“ Apa ?

“ Bisa engga dia putuskan hubungan dengan si negro itu.”

‘ Kenapa ?

“ Aku engga suka”

“ tapi kamu kan bukan Maya.”

“ Aku orang tuanya”

“ Ya udahlah. Kembali kita berbeda pendapat. Kenapa sih kamu mau atur soal pribadi putri kamu sampai sejauh itu? Beri dia kepercayaan dan doakan agar dia bisa mengambil keputusan yang terbaik. Dan lagi dia masih berproses untuk mencapai dewasa. Kuliah juga masih 2 tahun lagi selesai” 

“ Aku engga suka?

“ Apa salahnya pria itu ? Dia sarjana. Bekerja di Bank di London. Dari keluarga baik baik. “

“ Aku ingin dia menikah dengan orang Indonesia?

“ Mengapa ?’

“ ya itu yang aku suka”

“ Tidak ada jaminan jodoh itu lebih baik seperti kita tahu. Seperti kamu dapat jodoh dari Indonesia. Apakah itu baik untuk kamu? tidak juga kan.  Kamu akhirnya bercerai. Jodoh bisa datang dari mana saja. Dan keluarga utuh bukan karena cinta tapi karena nilai persahabatan yang terbangun. Aku senang Maya menentukan pilihannya bukan karena melihat pria itu ganteng , kaya atau hebat. Tapi melihat sikap pria itu memang sahabat yang baik untuk dia. Dan dia merasa punya tempat aman berlabuh.” 

“ Ya...” Maria  terdiam. ‘ Terimakasih kamu begitu peduli dengannya, sampai kamu luangkan waktu untuk mencari tahu siapa pria yang jadi pacar dia. Andaikan Maya punya ayah kandung seperti kamu tentu akan lengkap sekali hidup kami” 

“ Maria  , Dia memang bukan putri kandungku tapi dari usia Balita aku ikut membesarkannya sejak kamu bercerai dengan suami kamu. Tolong jangan lagi di bahas soal anak kandung atau bukan. Itu engga baik kalau di dengar oleh Maya Paham, kamu.

“ Ya. Paham sayang.”

“ Ya. udah tidur sana. “

 “ Aku kangen nih. “

“ Tidur kamu. Udah ya.. “ Ya. “ 

*** 
Tak lebih sebulan Robert di minta Budi untuk berangkat ke Hong Kong bertemu dengan Business development group di Holding. Budi  minta Maria agar mendampingi Robert. Dan tak lupa juga Budi ingatkan agar membawa Juga Yen. 

Dengan penerbangan pertama , mereka berangkat ke Hong Kong. Dalam peneberbangan , Budi  duduk bersama Yen dan Maria  duduk di ruang business Class. Kadang Maria  sempat lirik kearah belakang. Mungkin mereka sedang menikmati kebersamaan dan impian akan masa depan yang indah. Apalagi kedatangan mereka atas undangan resmi dari Holding. 

Setiba di kantor Holding, Budi minta bicara secara pribadi dengan Yen namun didampingi oleh Lena sekretaris Budi. Maria tidak tahu apa yang dibicarakan. Namun setelah pertemuan itu, Budi  mengajak Yen dan Robert rapat bersama BDG. Budi  menjelaskkan peluang yang ada dan meminta agar BDG membuat lebih detail rencana bisnis tersebut. Usai meeting, Yen mengundang mereka makan malam bersama professor dari Tianjin. Katanya professor itu sahbaat ayahnya. Maria tahu Professor itu juga adalah sahabat Budi , yang termasuk elite partai komunis di China. Ada apa ini? Apakah Yen ingin  gunakan pengaruh ayahnya agar melunakan sikap Budi. Ataukah Yen ingin memastikan bahwa peran Maria jadi  kecil kalau sampai ada keputusan proyek ini dijalankan. 

Dalam acara makan malam itu , Budi nampak akrab sekali dengan Professor dan ketika hendak berpisah usai makan malam itu , Maria mendengar pasti Budi berkata kepada Professor itu “ Saya akan follow up proyek ini dan saya akan jaga Yen sebagaimana permintaan ada untuk sahabat anda di Vietnam.” Professor itu nampak senang sekali. Tapi ketika Yen nampak tersenyum kearah Budi, hati Maria teriris. Apalagi ketika Robert merangkul pinggang Yen ketika melangkah keluar dari restoran. 

Maria kembali ke Hotel bersama Budi. Dalam perjalanan ke hotel, rasanya Maria ingin menangis meratapi nasipnya. Tapi dia  berusaha kuat. Akankah sahabatnya  mengerti keadaannya. Akankah Budi bisa diajak memahami sikapnya yang harus mendapakan Robert dari Yen ? akankah ? 

“  Aku dengar sekarang Doni udah jadi boss. Pegang posisi puncak di anak perusahaan developer kawasan industry di China ? Kata Maria. Doni mantan sahabat Maria  yang tak pernah mencintainya.

“ Ya. Itu keputusan HRD”

“ Bukan keputusan Mas? 

“ Bukan.” Jawab Budi tegas.

“ Beruntung sekali Yolanda.” Kata Maria. Yolanda adalah sahabat Maria yang   juga istri Doni.

“ Ada apa dengan kamu ?Budi menoleh kesamping.

“ Engga apa apa “

“ Masih inginkan Doni. Masih belum move on?

“ Aku udah lupakan dia. Tapi…”

“ Tapi..apa ?

“ Semua pria yang pernah menolak aku adalah pria hebat dan yang justru menerimaku  adalah pria pecudang. Kenapa ?

“ Ah kamu. Mulai dech baper. Sekarang focus aja kerja “

“ Mau focus gimana ? sebentar lagi Yen akan jadi boss di pabrik itu dan menikah dengan Robert. Aku akan kembali mimpin holding di Jakarta. “ 

“ Emang masalah buat kamu ? Kata budi mengerutkan kening.

“ Engga. Kalau itu sudah keputusan Mas , ya mau gimana lagi. Apalah aku? 

“ Duh..nada bicara kamu sepertinya ada sesuatu …”

“ Aku hanya sampaikan kenyataan. Kenapa pula Mas jadi berpikir macam macam?

“ Ok. Saya paham” 

“ Dan…

‘ Apalagi ?

“ Maya semakin jauh dariku. “ Entah mengapa Maria menangis. Budi terkejut. Dia segera mendekap Maria. Mendekatkan kepala Maria kebahunya untuk   bersandar. “ Mas...” Kata Maria dengan menumpahkan air mata sejadinya. Tapi Maria tidak mau meratap.  Budi hanya diam. Tapi Maria merasakan jantungnya bergetar hebat. Budi menahan emosi dan bisa merasakan perasaan Maria. Tapi dia tidak bisa berbuat banyak. Bisnis adalah bisnis dan Maria bagian dari proses bisnis bagi Budi. “ Kalau masih menggunakan perasaanku maka aku akan terluka. Dan Aku hanya berdiri di pangkal akanan. Merasakan hangat matahari dan cahaya senja. Tap aku tidak akan pernah menjangkaunya…” kata Maria dalam isak tangis. 

" Jangan mengeluh. Hidup kamu adalah pilihan kamu sendiri. Hadapi hidup itu dengan tegar. Berusahalah sabar dan bersyukur " kata Budi berusaha menentramkan Maria.

***
Sesampai di Hotel, Budi mengantar Maria hanya sampai lobi. Dia ada janji untuk bertemu dengan ralasinya.  Padahal Maria  sangat berharap kebersamaan lebih lama lagi dengan Budi. Budi setelah selesai dengan relasi akan kembali ke Apartement nya. Robert tentu sedang asyik dengan Yen. Ya hanya Wenny yang juga single parent. Maria dengan gontai menuju lift. Tapi langkah itu diurungkannya. Dia teringat Wenny. Ada niat  mengundang Wenny ke cafe untuk sekedar berbicara.  Setidaknya dia tidak harus kesepian di kamar.  “ Ok. Aku segera ke Hotel kamu. Ketemu di Wine Bar & cafe ground floor Mandarin Hotel ya “ Jawaban singkat Wenny via smartphone.

Dari arah pintu masuk Wenny datang dengan langkah ringan menuju meja Maria. Dia mengenakan denim hitam dengan jacket musim dinginnya. Nampak lebih muda dari usianya. 

“ Kok sendirian ? mana Mr. B ? Tanya Wenny ketika duduk di sebeleh Maria.

“ Pergi ketemu relasinya. “

“ Mr. B memang begitu. Selalu sibuk. Dia hanya istirahat kalau lagi tidur.”

Maria hanya tersenyum. Dia tidak tahu mau bicara apa dengan Wenny. Tadi dia sempat bilang dalam pesan singkatnya lewat smartphone bahwa dia ada masalah yang perlu dibicarakan.

“ Ok. Ada masalah apa ? Kata Wenny.

Maria hanya diam.

“ Apakah ada kaitannya dengan Mr. B?

“ Tentu masalah kita, kamu dan saya pasti berujung ke Budi. “ Kata Maria tersenyum. 

“ Tentu. Tapi masalah apa ?

“ Saya tidak tahu harus bicara apa.  Ini soal proyek “

“ Proyek apa ? Wenny berkerut kening.

“ Pabrik semen”

“ Saya tidak tahu itu. Karena tidak ada dalam perencanaan holding untuk bangun pabrik semen” 

“ ya memang belum masuk program Holding. Tetapi pasti akan masuk BDG, dan setelah itu akan di eksekusi. Apalagi ini ada kaitannya dengan teman politisi Budi. “

“ Ok. Jadi apa yang bisa saya bantu ?

“ Masalahnya saya inginkan kontrol proyek itu. Apakah kamu bisa bantu ? Tanya Maria.

“ Bantu apa ?

“ Ya bicara dengan BDG .."

" Bicara apa ? 

" Agar memberikan rekomendasi kepada saya untuk memimpin proyek itu."

Wenny terdiam. Tapi matanya menatap tajam ke arah Maria. “ Kamu tidak mengenal Budi “ Kata Wenny.

“ Maksud kamu ?

“ Mungkin kamu sudah lama bersama Budi tapi tidak mengenal dia.”

“ Mungkin saja. “

“ Itu karena kadang emosi kamu terlibat dengan dia. Jadi penilaian kamu sulit untuk objectif terhadap dia.”

“ Jadi gimana seharusnya ?

“ Seharusnya kamu mulai realistis. Budi tidak akan bisa didekati, apalagi merebut hatinya. Dia player soal wanita bukan arranger”

“ Apa hubungannya dengan permintaan saya bicara dengan BDG? Kejar Maria.

“Maaf Maria. Engga bisa. Tidak ada satupun direksi di Holding yang bisa atur Budi. Sehebat apapun rencana bisnis dibuat, pada akhirnya dia yang putuskan. Selalu rasional. Apalagi saya bukanlah mitranya. Saya hanya proxy nya sama dengan kamu. Bagi Budi proxy itu benar benar pelayan bagi dia. Tapi dia perlakukan kita dengan adil. Tentu dengan caranya yang special seingga kita merasa jadi orang special. Tapi jangan sekali kali baper. Dia lakukan itu tanpa perasaan apapun. Hanya cara treatment kita saja ” Kata Wenny. Kata kata ini cukup menyadarkan Maria bahwa hubungan Wenny dengan Budi tidak lebih sama dengan dia. Hanya pelayan.

“ Apakah saya salah bila menginginkan seorang pria bertekuk lutut dengan saya. Toh niat saya baik. Untuk mencintainya dan hidup bersamanya”

“ Siapa yang kamu maksud pria itu “ 

“ Calon mitra Budi di pabrik semen.”

“ Oh paham saya. Kamu inginkan memimpin pabrik semen itu agar kamu punya kekuasaan terhadap mitra pak Budi dan akhirnya dia jatuh cinta dengan kamu “ Kata Wenny dengan mata selidik.

“ Sebetulnya engga juga begitu. Masalahnya pria itu punya calon istri yang kebetulan adalah proyek sponsor dari pabrik semen itu”

“ Dan kamu ingin kalahkan Wanita itu untuk mendapatkan pria itu ?

Maria terdiam. Dia merasa jadi anak kecil. Wenny seakan menginterogasinya. Tetapi memang begitulah karakter orang Hong Kong selalu realistis.

“ Boleh saya usul “ kata Wenny

“ Ya silahkan “

“ Cinta tidak bisa di rekayasa. Apalagi dengan mengandalkan rasa takut orang lain atau memancing emosi euforia orang lain.  Kamu tidak bisa memaksakan kehendak kepada orang lain dengan kekerasan phisik maupun psikis. Kecuali kamu harus pastikan bisa merebut hatinya. Kalau kamu sudah memenangkan hatinya maka kamu akan didengar dan diterima"

“ Tapi saya yakin pria itu mencintai saya. Saya tahu betul itu. Kamu tahu kan perasaan wanita tidak pernah salah “

“  Kalau kamu yakin dia mencintai kamu, mengapa kamu takut pria itu mencintai orang lain?.”

“ Masalahnya pria itu terobsesi dengan cita citanya jadi pengusaha hebat. Dan dia temukan dari wanita itu untuk mendapatkan akses ke investor dan politik. Aplagi saya tahu pria itu bilang wanita itu kekanak kanakan. Dia engga suka wanita seperti itu. Dia inginkan wanita dewasa. “ Kata Maria.

“ Dan kamu ingin menyelamatkan pria itu dari predator seorang wanita yang membuatnya terjebak sebagai buruan ?kata Wenni selidik.

“ Saya mencintainya dan saya harus berbuat sesuatu melindunginya.”

“ Saya paham. Cinta Itu terjadi dengan sendirinya. Biasanya terjadi dengan cepat pada moment tertentu. Sekali panah cinta itu menancap maka cinta akan bermetamorfosa jadi pengorbanan. Apakah kamu siap ? 

“ Saya berusaha siap ?

“ Ingat loh. Dari waktu ke waktu kamu harus terus berkorban. Sampai pada titik kamu tidak lagi bertanya apa itu cinta. Saat itulah cinta melengkapi jiwa kamu. Dalam situasi apapun, tidak ada bedanya lagi. Tapi kalau kamu masih berhitung soal situasi dan kondisi, itu artinya tidak ada cinta yang sesungguhnya. Itu hanya memuaskan ego kamu saja. Kamu hanya mencintai diri kamu sendiri.  Cinta itu akan renta. Hanya masalah waktu cinta yang kamu makanai itu akan berakhir dengan sendirinya.” 

“ Apakah kita tidak boleh bahagia  dengan mencintai ?

“ Bahagia  bukan karena mencintai. Cinta itu hanya cover. Isinya adalah berkorban. Mungkin kamu punya kekuatan untuk berkorban. Tetapi apakah kamu bisa melepaskan sesuatu yang pada waktu bersamaan kamu sangat menginginkannya ? jawablah “ kata Wenny.

Maria terdiam. Kata kata Wenny yang terakhir menghujam kelubuk hati terdalamnya.  Ini kali pertama dia memahami makna Cinta. Selama ini dia telah lakukan beberapa kali gagal bercinta karena dia tida bisa melepaskan sesuatu itu. Dia tidak bisa melepaskan keinginan untuk selalu dimanja. Keinginan untuk diperhatikan. Keinginan untuk feeling secure. Padahal keinginan itu membuat pasanganya tidak bahagia. Seharusnya dia mau melepaskan itu, walau pada waktu bersamaan dia sangat menginginkannya. Setidaknya dia harus belajar memaklumi dan berkorban untuk itu. Dalam hidupnya berkali kali dia melepaskan pria yang dia cintai yang pada waktu bersamaan dia sangat menginginkan. Hanya saja itu terjadi dengan terpaksa bukan dengan ikhlas. Artinya dia memang tidak pernah mencintai pria  dengan tulus. Dia hanya mencintai dirinya sendiri. Dan pria  hanya tempat dia mengaktualkan egonya. Untuk kebahagian yang rendah nilainya.

“ Maria..” seru Wenny.  “ Saran saya tetaplah profesional. Engga usah libatkan emosi dalam pekerjaan.  Kalau kamu yakin pria itu mencintai kamu, dia akan berjuang mendapatkan kamu. Kamu harus percaya kepadanya. Yakinlah saatnya tepat dia akan datang kepadamu dengan cintanya.  Ikhlaslah dalam bekerja dan dukunglah dia untuk sukses. Itulah pengorban pertama yang harus kamu lakukan agar bisa merebut hatinya dari wanita itu “ kata Wenny bijak. 

“ Terimakasih Wenny. Saya pahami semua. Kamu sahabat yang baik. Padahal kita baru bertemu beberapa kali. Tapi ini kali saya mengenal kamu sebenarnya. Benar kata Budi, kamu benar benar seorang ibu yang menghayati budaya china. Wanita harus menjadi sumber cinta bagi keluarganya, termasuk kepada negara. “ Mereka semakin asyik bicara. Namun setiap Maria singgung hubungan istimewa Wenny dengan Budi, Wenny tidak pernah terpancing untuk bicara banyak. Baginya Budi tetaplah pria atasanya dan orang yang sangat dia hormati. Tentu dia loyal.

***

Sepulang Wenny, Maria masih tetap di cafe. Kantuk belum datang. Tetapi dia merasa sangat lelah.  Nasehat Wenny sangat menghujam pikirannya. Dia seakan dibangunkan secara paksa dari tidur panjangnya. Teringat nasehat Budi,

“kamu tidak bisa memaksakan kehendak kepada orang lain dengan kekerasan phisik maupun psikis. Kecuali kamu harus pastikan bisa merebut hatinya. Kalau kamu sudah memenangkan hatinya maka kamu akan didengar dan diterima seperti apa kamu mau”. 

Makanya Budi tidak pernah menggunakan kekuasaanya untuk memaksa Maria mengikuti perintahnya. Budi selalu punya cara lembut sehingga Maria tak pernah berhenti berterimakasih untuk selalu ingin membuat Budi tidak kecewa. Dia ingin bersikap seperti Budi dalam segala hal dan melupakan perasannya terhadap Budi. Benar kata Wenny, dia harus profesional dan focus bekerja dengan hati dan tujuan pasti terutama dalam menghadapi hubungan dengan Robert .

Maria terkejut karena dari arah pintu masuk cafe nampak Budi melangkah kearahnya dengan senyum khasnya. Dasi sudah nampak longgar di lehernya. Baju putih digulung setengah di lengannya.  Wajahnya nampak lelah walau dia berusaha menyembunyikan dengan senyuman ringan. 

“ Mas, engga pulang ke apartemen “ kata Maria seraya memeluk Budi dengan hangat. 

“ Aku ada perlu bicara penting dengan kamu” kata Budi seraya melepaskan pelukan Maria. Dia duduk di sebelah Maria. Dengan menghela nafas Budi berkata “ Besok kamu temanin Robert dan Yen meeting dengan BDG. Saya minta proses rencana pendirian pabrik kliker itu di speed up. “

“ Baik Mas. Kira kira kenapa aku harus dampingi mereka meeting,? Bukankah aku bukan project sponsor dan bukan pula eksekutif holding. Aku hanya proxy mas”

“ Justru karena kamu proxy saya makanya saya minta kamu hadir dalam meeting. Kalau ada kendala di holding  mudah bagi saya masuk untuk memberikan solusi”

“ Dan itu mas masuk melalui aku” 

“ Tepat sekali”

Budi terdiam lama. Wajahnya nampak tegang. “ Kamu tahu sekarang posisi holding dibawah pengawasan konsorsium lender sejak tahun 2013. Kekuasaan saya tidak seperti dulu lagi. “ Kata Budi. Entah mengapa hati Maria terenyuh melihat ini kali pertama Budi nampak rapuh. Maria menggenggam jemari Budi. “ Aku yakin satu waktu mas bisa kuasai lagi itu holding. Kan mas ajarkan aku untuk berpikir positif “

“ Masalahnya aku engga lagi seperti dulu yang bisa Mobile. Aku sekarang bukan lagi CEO. Aku hanya pemegang saham. Kehidupan sekarang ini membuat istri nyaman walau dia tahu aku belum sepenuhnya pensiun.Sekarang istri di rumah minta aku pensiun. Gimana mau pensiun dengan situasi seperti ini. Aku engga mau mati dalam keadaan melotot karena mati sebagai pecundang” kata Budi dengan mengusap kepalanya.

“ Mas, ibu di rumah bersikap seperti itu karena Ibu engga tahu peliknya urusan mas. Cobalah mas bicara dengan terbuka. Aku yakin ibu akan memahami. Ibu itu wanita yang tegar. Kalau engga, mana mungkin bisa terus mendampingi mas selama lebih 30 tahun” kata Maria.

“ Ya aku akan bicara. Resiko yang pasti kalau dia tahu peliknya urusanku dia akan meminta aku bertindak pragmatis. Dan kalau aku menolak, keadaan bertambah runyam”

“ Mengapa mas berpikir negatif begitu ?

“ Karena aku tahu betul sifat ibu. Dia engga penting harta atau uang atau saham holding. Dia hanya ingin aku bisa hidup tenang. Andaikan saham holding hilang, harta yang ada di tangan ibu sekarang lebih dari cukup untuk kami hidup damai sampai ajal menjemput. Apalagi anak anak sudah mandiri semua”

“ Bisa dipahami. Karena bagi ibu tidak ada yang penting selain kebahagian mas”

“ Masalahnya, aku tidak bisa hidup dengan tenang tanpa tanggung jawab. Itu sama saja membunuh aku pelan pelan. Kamu tahulah siapa aku”

“ Ya mas. Aku hanya berdoa moga mas dapat jalan keluar terbaik untuk membuat ibu tenang dan kreditur  juga tenang”

Budi terdiam seakan berpikir keras. Selang beberapa waktu kemudian, dia menoleh ke Maria. “ Jangan lupa besok dampingi Yen dan Robert meeting. Aku serahkan urusan rencana pabrik itu dengan kamu. Bantu ya lewati proses perencanaan sampai selesai” kata Budi seraya berdiri. “ istrihatlah. Aku harus pulang ke apartemen. “ Budi memeluk Maria dan berlalu.

***
Paginya Maria bangun jam 8 pagi. Suara telp membangunkannya. “ Selamat pagi Bu. Maaf, gimana acara hari ini? Apakah sudah ada keputusan dari holding. terdengar suara Robert di seberang.

“ Hari ini kita rapat dengan BDG. Kamu ajak Yen. Kita berangkat sama sama dari hotel saya”  kata Maria singkat. Telp segera dimatikan dan dia segera melempar selimut. Melangkah ke kamar mandi.  

Dalam perjalanan ke kantor holding dengan taksi, Robert duduk didepan, sementara Yen dan Maria duduk di belakang. Tak ada pembicaraan di dalam kendaraan itu. Yen nampak terlalu menaruh hormat dengan Maria. Sampai di kantor holding, mereka sudah di nanti oleh James, direktur BDG. James sudah mengenal mereka semua sebelumnya dari Budi. Rapat berlangsung di ruang rapat BDG. James didampingi oleh tiga orang staff. 

“ Saya dapat perintah dari pak Budi untuk meresponse proyek yang anda usulkan.  Kami sudah pelajari proposal nya. Secara ide, bagus. Namun sebagai sebuah rencana bisnis, masih sangat prematur untuk mengatakan proyek ini layak. Kami sarankan agar kalian membuat studi kelayakan dengan dukungan dari Stake holder. Kami perlu adanya kepastian empat hal. Pertama, transfer tekhnologi dari pihak vendor. Kedua, kepastian izin dari pemerintah. Ketiga, kepastian bahan baku. Keempat.  kepastian pasar. Ketiga hal itu harus dalam bentuk dokumen yang legitimate mengikat secara hukum. “ kata James tanpa basa basi.  Maria terdiam. Yen nampak gelisah. Begitu juga Robert. Maria memberi tanda agar Robert bicara.

“ Kalau kami sudah penuhi itu semua apakah holding siap memberikan dukungan pembiayaan “ kata Robert 

“ Sekarang kami tidak dalam posisi menjanjikan apapun. Namun kalau semua dokumen pendukung sesuai standar kepatuhan kami terpenuhi, itu akan berproses ke sebuah keputusan bisnis. Jelas kami tidak mau kehilangan peluang” kata James berdiplomasi.

“ Apakah ada saran kepada kami” kata Maria.

“ Sebaiknya segera bentuk perusahaan yang akan menjadi pemrakarsa proyek ini. Kemudian proses memenuhi standar kepatuhan investasi segera dilengkapi. Kami tidak bisa membantu soal ini. Itu tugas kalian berjuang bagaimana bisa qualified Deal dengan holding kami” Kata James. 

Semua hening. Antara Robert dan Yen , Maria saling pandang satu sama lain.  James nampak tersenyum menanti mereka bicara. Tetapi mereka tetap diam. Seakan dalam kebingungan. Karena jawaban James tidak terduga. Holding tidak mau terlibat sebelum semua dokumen pendukung terpenuhi.

“ Ok. Kalau masih ada yang mau ditanya, sikahkan. Kalau tidak, sebaiknya sampai disini kita rapat. Terimakasih untuk kedatangannya. “ Kata James berdiri dan diikuti oleh  mereka. James mengantar mereka sampai di depan pintu lift. 

Didalam taksi Yen berkata kepada Maria “ apa maksud dari James tadi ?

“ proposal bagus tetapi belum cukup alasan holding keluar uang. Kamu harus penuhi persyaratan yang disampaikan dia. “ 

“ Bukankah dalam proposal sudah disampaikan semua. Apa lagi ? Kata Yen berkerut kening.

“  Benar. Tapi itu hanya cerita. Belum ada dokumen mengikat seperti cerita itu “

“ Tentu tidak ada masalah. Kalau holding siapkan uang kecil, semua akan kita dapatkan” 

“ Holding engga berbisnis seperti itu. Mereka mengelola portofolio dan Deal dengan bisnis yang sudah ada legitimasinya dan terhubung dengan semua stakehokder secara resmi. Dari situlah mereka tentukan berapa value kamu dan berapa persen mereka minta saham.”

“ Oh, itu artinya hanya proyek yang sudah jelas saja mereka mau biayai ?

“ Benar “

“ Mengapa ?

“ Karena mereka lembaga bisnis, bukan lembaga sosial “

Yen mengangguk. Maria baru sadar bahwa Yen memang terlalu muda memahami bisnis.  Selama pembicaraan itu Robert yang duduk didepan  hanya diam. 

Sesampai depan loby hotel tempat Maria tinggal , Robert turun menemani Maria sampai di loby. Sementara Yen menanti di dalam taksi. 

“ Untuk memenuhi semua syarat itu membutuhkan waktu dan dana tidak sedikit. Darimana saya dan Yen dapatkan uang.” Kata Robert 

“ Kenapa engga minta sama ayah Yen? Kata Maria sambil tetap melangkah kearah lift.

“ Tidak mungkin. Pejabat Vietnam memang punya uang namun tidak banyak. Terbatas sekali. “ kata Robert dengan wajah murung. 

“ Cobalah kamu bicarakan dengan Yen. “ Kata Maria sambil bergegas melangkah .  Robert membungkuk dengan hormat ketika Maria masuk lift

***
“ Sudah setahun lebih saya dan kamu bertemu dengan banyak orang untuk membantu pembiayaan proyek ini. Tapi tak satupun yang berminat. Orang Vietnam itu beda dengan orang china yang punya mental bisnis. Kami bukan engga berani ambil resiko bisnis tapi kami engga punya mental bisnis. Apalagi bicara proyek ratusan juta dollar. Engga sampai pikiran kami kesana. “ Kata Yen kepada Robert ketika sampai di kamar mereka

“ Tapi kita engga butuh uang banyak. Kita hanya butuh uang mendirikan perusahaan, sewa kantor untuk berkomunikasi dengan stakeholder, proses perizinan dan lain lain. “

“ Bukan masalah soal uang  kecil. Tapi orang engga paham untuk apa bisnis itu dijalankan.  Engga usah berharap saya dapatkan solusi untuk dapatkan uang walau sedikit. Saya hanya membantu kamu mendapatkan fasilitas dari pemerintah Vietnam, karena ini obsesi kamu, maka saya punya tanggung jawab moral agar ini bisa berhasil. Keberhasilan kamu adalah kebahagiaan bagi saya. Itu aja.  Soal uang saya tidak paham, Robert. K  “ kata Yen tegas.

Robert menatap mata Yen. Dia sadar bahwa Yen memang ingin menolongnya namun dia juga tidak bisa memberikan harapan diluar batas kemampuannya. 

“ tadinya aku berhadap boss kamu mau keluarkan uang untuk memulai bisnis ini. Tapi ternyata... “ Yen tidak mau melanjutkan pembicaraan lagi. 

“ Gimana kalau saya  bicarakan masalah ini lebih detail dengan Ibu Maria. Setidaknya kita dapatkan solusi gimana mengatasi pembiayaan awal proyek” kata Robert 

“ Saya rasa itu tepat sekali. “

“ Malam ini saya akan ajak Ibu Maria makan malam. Sebaiknya kamu engga usah ikut”

“ Kenapa ? Maria melotot “ bukankah saya adalah mitra kamu” sambung Yen.

“ Ya sudah. Kita pergi sama sama” Robert mengalah walau sebenarnya dia lebih leluasa bicara dengan Maria tanpa Yen.

Robert segera mengirim pesan ke Maria bahwa dia ingin bertemu.  Tak berapa lama Maria menjawab” datanglah ke hotel saya jam 7 malam.

Pada waktu makan malam, Robert dengan hari hati menceritakan kendalanya dalam mengawali bisnis. Pertama tidak mudah menepatkan uang kecil untuk memulai bila tanpa ada kepastian dapat sumber dana pembiayaan proyek. Kedua, kalaupun ada dia terpaksa harus berhenti kerja. Tapi tidak mungkin mendapatkan gaji besar seperti sekarang dia berkerja di holding. Sementara hasil belum pasti. Maria menyimak dengan seksama setiap kata kata Robert. Dia tahu tipikal orang seperti robert ini banyak. Terutama kaum profesional yang sudah senang di comfort zone. Selalu yang mereka pikirkan untuk mengambil keputusan mandiri adalah pendapatan tetap yang akan hilang  dan resiko yang pasti didapat. Mereka selalu meliat masalah dalam setiap kesulitan. Sementara bagi orang yang bermental wirausaha selalu melihat kesempatan di setiap kesulitan. 

Mereka sebagai new comer ingin sukses  sebagai pengusaha karena meliat banyak pengusaha hidup senang dari bisnisnya. Tapi mereka lupa bahwa ada banyak penderitaan dan kegagalan dibalik kisah sukses pengusaha. Makanya kadang banyak new comer  hanya hidup dalam anggan angan saja. Kalaupun ada keberanian maka itu selalu diliputi keraguan. Hasilnya tidak akan optimal. Bahkan cenderung frustrasi sebelum sampai di tujuan. Ini masalah mindset. Maria sadar bahwa dia tidak bisa memprovokasi Robert agar memilih jalan yang harus ditempuhnya. Robert butuh motivasi diluar dirinya untuk berani melangkah. Dan itu adalah kekuatan cinta dari Yen. Kalaulah benar Yen mencintainya, dan tidak bisa membantu secara financial, setidaknya Yen memberikan dukungan moral kepada Robert mengambil keputusan.

“ Bu, apakah ada solusi “ tanya Robert.

“ Kamu harus membuat keputusan. Apakah ingin terus sebagai profesional atau sebagai pengusaha. Kalau kamu ingin jadi pengusaha maka kamu  harus dapatkan angel investor untuk start up bisnis kamu. Kamu harus hitung kebutuhan biaya start up dengan detail sampai kamu kayak mengajukan pembiayaan kepada holding.” Kata Maria.

“ Kira kira apakah ibu punya calon Angle investor yang mungkin kerjasama dengan saya.”

“ Tentu ada saja. Apalagi saya bisa yakinkan mereka bahwa proyek kemungkinan besar akan dibiayai holding. Mereka tahu saya sahabatnya Budi, yang juga pemegang saham holding. Namun saya belum bisa pastikan sebelum kamu buat rencana bisnis detail untuk kebutuhan biaya start up itu. “

Robert terdiam. Terjadi dialog antar Robert dan Yen dalam bahwa Vietnam. Maria tidak mengerti.  Namun Maria bisa maklum. Mereka butuh diskusi tanpa dipahami oleh Maria. Usai dialog itu, Robert menatap kearah Maria “ Bu, kalau proyek ini dari awal direncanakan oleh holding. Saya tetap sebagai profesional saja. Apakah mungkin. ?

“ Mungkin saja. Namun tidak bisa cepat. Sebelum masuk ke BDG harus masuk Project committe group. Apabila lolos maka akan dirapatkan oleh Komite investasi. Apabila lolos barulah masuk ke Business Development group. Nah anggaran untuk start up pasti akan digelontorkan dan prosesnya akan diawasi oleh BDG. Panjang prosesnya. " Kata Maria. Robert menyimak dengan seksama. Tapi tidak bisa berkomentar apapun. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri setelah dapat penjelasan dari Maria. 

" Bagaimana ?” Tanya Maria.

" Terimakasih Bu. Saya akan pikirkan."

" Kalau begitu saya masih menunggu kamu kirim program kerja serta anggaran untuk start up bisnis. " Kata Maria.

" Segera saya sampaikan "

" OK. Besok kita kembali ke Ho Chin Min.  Karena masih banyak pekerjaan yang harus di urus. Team dari Hong Kong akan datang ke Ho Chin Min minggu depan. Mereka akan mulai melaksanakan langkah tekhis proses relokasi industri dari China."

Makan malam itu terasa hambar.  Maria dapat merasakan mereka berdua sangat tergantung dengannya.  Disini Maria merasa beruntung karena dekat dengan Budi dan lebih paham soal Bisnis. Yang penting mereka percaya kepada Maria dan Maria dapat kepercayaan dari Budi untuk memproses proyek ini.

***
Sudah tiga hari Maria di Ho Chin Min sejak meeting dengan Holding di Hong Kong. Sejak itu dia tidak pernah dihubungi oleh Budi.  Diapun tidak ingin menelpon Budi.  Apalagi rencana bisnis untuk memulai proyek Kliker itu belum juga dikirim oleh Robert. Mungkin Robert sedang sibuk mendampingi team dari Holding untuk proses relokasi pabrik. Sedang melamun di kantor terdengar telp selular nya bergetar.

“ Maria..” terdengar suara Budi di seberang setengah berteriak.  “ Di sini ramai sekali. Kamu gimana kabarnya ? 

“ Ya, Mas. Baik aja. Mas ada dimana ?

“  Di Singapore.  “

“ Oh. “

“ Datanglah kemari. “

“ Sekarang ?

“ Ya. Aku nginap di Mandari Orchard.”

“ Ok. segera aku ke Bandara. “ kata Maria antusias.

“ Saya tunggu ya.” 

Maria segera keluar dari kantor menuju Bandara, yang berjarak hanya 20  menit dari kantor. Dia maklumi bahwa Budi sang Bos, memang tidak mudah ditemui. Namun komunikasi via telp selalu direspon. Dan setiap kirim email pasti dibalas. Budi  sangat efisien membalas email namun cepat dipahami apa yang dia mau. Kalau menerima telp juga langsung kepokok persoalan. Seakan tidak ada kesan sama sekali unsur perasaan. Tapi Maria dapat memaklumi. Bagaimanapun Maria bekerja dan dia dibayar mahal. 

Sesampai di Singapore, di sebuah cafe , nampak oleh Maria , Budi sedang bersama relasinya. Budi berdiri sambil tersenyum menyambut kedatangan Maria. “ Kamu tunggu di meja sana dulu ya. “ Katanya sambil menuntun Maria ke meja agak jauh dari tempat dia duduk .”10 menit lagi aku selesai dengan mereka “ Lanjutnya seraya meninggalkan Maria.

Dari kejauhan Maria melihat Budi yang tampak lelah bertemu dengan banyak relasinya. Semua dia lakukan untuk menjaga momentum bisnis yang sedang digelutinya. Tentu dia harus tampil sebagai solution provider terhadap setiap masalah yang di hadapi direksinya. Bisa karena masalah keuangan, bisa juga masalah hubungan dengan pemerintah. Soal inilah Budi harus tanpa lelah menjaga hubungan dengan banker dan pejabat pemerintah. Menurutnya kalau ingin selamat sebagai pengusaha maka hormati tiga hal, yaitu hormati orang yang lebih tua. Karena dari orang yang lebih tua kita akan mendapatkan pengalaman tanpa harus melewatinya. Hormati pemerintah. Karena dari kekuasaan kita bisa dapatkan legitimasi mengembangkan usaha dan mendapatkan akses untuk terjadinya mystery of capital. Hormati orang kaya yang rendah hati. Karena dari mereka kita bisa dapatkan cermin bersih bagaimana melewati hidup sebagai pengusaha. Dari mereka kita bisa dapatkan akses financial tanpa batas. 

Budi  kembali ke table Maria. “ Gimana meeting dengan BDG “ Katanya.

“ Mereka tidak mau memberikan kepastian. Namun mereka memberikan arahan bagaimana holding bisa menindak lanjuti proyek itu.”

“ Bagus”

“ Masalahnya gimana bisa memenuhi arahan dari BDG ?.”

“ Memang sulit ?

“ Engga juga. Tapi kan butuh ongkos dan waktu yang tidak sebentar. Sementara Holding tidak mau bantu apapun sebelum proyek itu memenuhi semua syarat “ 

“ Berapa perlu ongkos ? berapa lama sampai layak menghadap BDG lagi ?

“ Belum tahu, Mas.  Aku masih tunggu proposal dari Robert. 

“ OK. 

“ Mas, apa bisa bantu sebagai angel investor ? Tanya Maria.

“ Kita liat nanti. Kalau anggaran tidak besar dan terukut dari segi waktu, mungkin bersedia. “ 

“ OH Ya mas “ Maria setengah berteriak. Tanpa disadari dia langsung memeluk Budi dan mencium pipi Budi. 

“ Ada apa ini ? Mengapa nampak senang sekali ? Ini soal Robert ?

Maria hanya tersenyum penuh arti. “ Kamu sedang jadikan Robert sebagai target. Ah sudah lah. Nanti kecewa lagi. “

“ Tenang aja Mas. Kali ini engga akan kecewa, Aku akan ikuti sikap Mas. “

“ Apa ?

“ Tetap berniat baik, dan lakukan dengan cara baik, dengan akal sehat, dan jangan libatkan emosi. Singkat nya, profesional aja. ya kan.”

“ OK. Tapi saya belum paham “

“ Kalau aku tulus bantu Robert apapun hasilnya aku akan puas. Karena niatku bukan bertujuan untuk menguasai Robert tapi menuntunnya menemukan mata air. Kalau aku lakukan dengan cinta, tentu hasilnya akan berbuah cinta. Setidaknya cinta Tuhan yang aku dapat.”

“ Hebat kamu. Dapat darimana pelajaran ini “ Kata Budi menyentuh pipi Maria.

“ Dari mas. “ Mata Maria menatap teduh ke Budi

“ Kok baru sekarang kamu bilang? Kita udah berteman lebih dari 10 tahun”

“ Wenny yang mengingatkan aku agar bisa menilai Mas dengan objectif. “ Kata Maria tersenyum indah.

“ Ah sudahlah. Kalian kalau sudah akrab pasti ngomongin saya.”

Maria hanya tersenyum dan mengangguk.  “ Mas, aku boleh pakai kamar di Mandarin ? Kata Maria sambil berbisik dalam bahasa persahabatan.  Karena Budi memang punya kamar di Mandarin yang disewa tahunan

“ OK, Kebetulan malam ini aku pulang ke Jakarta dengan pesawat terkahir. Tapi kebetulan ada Gubernur datang ke singapore. Tadi dia telp minta ketemu tapi aku bilang engga bisa nginap karena harus segera ke Jakarta. Dia mau main judi disni. Kita ke Sentosa dulu ya, sebelum ko Hotel. “

“ Siaap boss.” Maria tersenyum. “ Boleh rangkul lengan Mas “ Kata Maria dengan Mesra ketika melangkah keluar dari cafe. " Di kira nginep. Udah senang banget tadi wakut dapat telp dari Mas." kata Maria berbisik. Budi hanya tersenyum geleng geleng kepala. " Persahabatan kita akan baik baik saja bila tanpa sex.  Katanya udah paham aku" Kata Budi. Maria mencubit lengan Budi.

Di Sentosa kawasan judi di singapore, Maria agak menjauh ketika Budi bertemu dengan seseorang. Dia hanya berbicara sebentar. Kemudian kembali ke pada Maria. 

' Kamu tahu siapa yang saya temui tadi ? 

" Sepertinya pernah lihat tapi lupa. Siapa ? 

" Itu Gubernur dari salah satu provinsi di Sumatera. Dia enga peduli habiskan uang di tempat judi. 

“ Dari mana uangnya ? Padahal gubernur sebelum dia udah kena KPK. " Kata Maria  dengan wajah geram.

“ Itu ketua DPRD salah satu kabupaten di Sulawesi” Kata Budi mengarahkan wajah ke salah satu table judi.  Maria  hanya terbengong bengong. 

Dan “ Itu salah satu anggota DPD.” Kata Budi lagi memberi tahu Maria ketika melintasi table lain. 

“Banyak pejabat dan anggota Dewan menghabiskan uang di meja judi di sini ya " Kata Maria

" Ya. Singapore memang smart. Kalau dulu bank sebagai tempat pejabat nyimpan uang haram  tapi sekarang pejabat membuang uang di tempat judi. Sumbernya sama. Sama sama dari korup.” 

“ Jadi dulu singapore menyediakan tempat untuk orang menyembunyikan uang haram namun kini melalui wahana judi, mereka merampok uang korup itu ya” Kata Maria nampak lugu tapi cerdas

“ Ya begitulah. Uang setan di makan jin” 

“ Jahat amat” 

“ Engga jahat. Mereka hanya bodoh dan rakus. Tapi engga usah kawatir. Dengan kekuatan KPK di bawah komando Jokowi, hanya masalah waktu para koruptor itu akan kena jerat KPK. Bagaimanapun butuh proses untuk jadi negara bersih. Yang penting ada tekad untuk membrantas korupsi.”. 


***
Maria membaca proposal dari Robert yang dikirim via Email.  Setelah membaca secara keseluruhan, dia dapat menyimpulkan bahwa Robert memang seorang akademis. Proposal nya lebih banyak retorika. Setiap hal dijelaskan dengan kajian akademis tetapi dia lupa ini medan bisnis. Sekolah mengajarkan orang untuk diuji setelah memahami. Tetapi medan bisnis, mengajarkan orang di uji sebelum memahami.  Padahal tadinya dia hanya berharap proposal itu cukup 3 lembar. Tapi sudah menjelaskan kebutuhan biaya dan jadwal proses pra operasional. Karenanya dia tidak bisa mengirim proposal Robert ke Budi. Dia segera membalas email dari Robert.  Hari ini saya kembali ke Ho Chin Min, temui saya di kantor pagi pagi.

Jam 8.30 Pagi Maria  sampai di Kantor. Robert sudah ada di kantor  menanti. 

“ Selamat Pagi bu “ Kata Robert . “ Dari mana Bu ? seraya mengikuti  langkah Maria ke kamar kerjanya

“ Dari Singapore. Weekend di sana. Jawab Maria enteng.

“ Ok. Robert. Saya sudah pelajari proposal kamu. Sangat bagus tetapi tidak menjelaskan hal yang konkrit untuk saya pahami. “

“ Maksud ibu ?

“ OK saya bahas satu satu. Dan kamu simak “ 

“ Siap Bu “

“  Apakah kamu pernah bertemu langsung dengan pihak prinsipal pemegang tekhnologi ? 

“ Belum Bu. Namun saya punya company profile nya yang saya dapat dari Yen.” 

“ Artinya kamu belum tahu pasti apakah mereka mau memberikan tekhnologi itu atau engga.”

“ Tapi saya percaya Yen. “ 

“ Kamu juga tidak tahu proses produksi senyatanya di China.” Kata Maria tanpa peduli Robert meyakinkan dia sangat percaya dengan Yen. ‘ Saya minta agenda kerja pertama adalah kunjungan ke Pabrik Kliker di China. Sebelum berangkat, harus ada agenda kerja perundingan secara tertulis lewat surat menyurat. Setelah itu, masuk agenda kedua yaitu mendapatkan informasi sebanyak banyaknya tentang tekhnologi itu. Kita butuh kajian akademis dan nasehat dari konsultant sumber daya mineral soal ini. Cari tahu siapa yang pantas kita hubungi soal in. Untuk agenda ini semua , hitung berapa kemungkinan biaya diperlukan. Paham. “  kata Maria. 
“ Paham bu.” Robert mencatat semua kata kata Maria.

“ Itu baru menyangkut soal tekhnologi “ Kata Maria.

“ OK. Berikutnya ?

“ Sekarang menyangkut bahan baku. Dari mana kamu tahu lokasi yang kamu sampaikan di proposal itu ada kandungan deposit mineral sesuai dengan tekhnlogi dari China itu “

“ Itu menurut pejabat Vietnam di kementrian Sumber Daya Mineral yang pernah mendampingi pengusaha China meninjau lokasi itu. “

“ OK. Dapatkan data  Uji Lab atas kandungan mineral  di lokasi itu. Kamu bisa dapatkan dari pejabat Vietnam itu.  Data lab itu penting bagi kita untuk negosiasi dengan pihak prinsipal. Kemudian kita juga harus lakukan sendiri uji Lab itu agar hasilnya terkonfirmasi. Kamu juga harus tahu berapa kandungan deposit tambang itu. Tentukan siapa konsultan yang akan melakukan penelitian kandungan deposit itu. Nah tentukan jadwal berapa lama mendapatkan data itu, dan kalau perlu ongkos,  berapa kira kira. “

“ Paham bu. Apalagi ?

“  Bagaimana status lokasi itu ? apakah milik masyarakat atau milik negara ?

“ Saat sekarang milik masyarakat namun dalam status sewa kepada negara”

“ Cari tahu gimana dapatkan izin lokasi itu.  Bagaimana menguasai lahan itu.   Bagaimana akses ke pelabuhan. Bagaimana akses jalan ke lokasi itu. Untuk tahap ini kamu harus mendekati pejabat vietnam dengan baik. Bukan hanya level atas tetapi juga level menengah dan bawah.”

“ Tapi Ayah Yen akan bantu itu semua “

“ Kita berhubungan dengan sistem. Hak tanah itu dimanapun berhubungan dengan sistem negara. Engga bisa hanya mengadalkan cara kerja Top Down.   Kamu harus membangun trust kepada semua level di kementrian dan otoritas terkait. Nah hitung berapa kebutuhan biaya itu dan berapa lama waktu diperlukan.”

“Baik Bu. Apalagi ?

“ Sejauh mana pemerintah Vietnam akan memberikan dukungan marketing. Kamu harus dapatkan data dari lembaga perencanaan negara vietnam untuk pembangunan rumah murah. Dari sana kita akan tahu prinsip kebijakan rumah murah. Kamu juga harus dapatkan data dari pejabat pemda disetiap kabupaten tentang kebutuhan program rumah murah itu. Kamu juga harus dapatkan second opinion dari lembaga konsultan pemasaran. Hitung berapa lama dapatkan data itu dan tentukan berapa perlu ongkosnya.”

“ Baik, Bu. Apalagi ?

“ Kamu juga harus dapatkan data kompetisi terhadap produk tersebut. Pelajari faktor keunggulan masing masing produk. Ini pun kamu harus libatkan konsultan independen yang bereputasi. Tentukan siapa konsultan nya dan berapa biayanya “

“ Baik bu. “

“ Kamu juga pastikan program lingkungan hidup dari Vietnam. Apa syarat yang ditentukan oleh pihak kementrian dan Pemda. Pelajari apakah kita bisa mengikutinya.  Siapa konsultan yang akan ditugaskan untuk membuat AMDAL. Berapa lama menyiapkannya dan berapa ongkosnya”

“ Baik bu”

“ Kamu harus dapatkan informasi secara utuh berkaitan dengan biaya produksi, biaya pemasaran dan biaya operasional. Hitung biaya itu berdasarkan per ton produksi. Data ini kamu dapatkan berdasar informasi dari prinsipal dan semua pihak yang terkait dalam Pengadaan bahan baku dan pemasaran. Dengan demikian kita bisa tahu berapa kapasitas produksi yang layak atas total investasi yang akan dikeluarkan. Ini penting untuk membuat studi kelayakan sebagai dasar mengajukan kepada holding. “

“ Bu, maaf. Soal buat studi kelayakan. Mengapa kita tidak serahkan semua itu ke Konsultan”

“ Oh ya. Studi kelayakan akan dibuat oleh konsultan tapi itu hanya teknis penyusunan studi kelayakan saja. Sementara data dan penelitian harus kita yang lakukan sendiri “

“ Mengapa ?

“ Karena kita yang jalankan bisnis dan kita yang ambil resiko. Kalau semua yang buat konsultan, kita hanya dapat tulisan akademis. Bukan kajian bisnis.”

“ Kajian bisnis ? Maksud nya apa bu?

“ Kajian bisnis itu kita dapatkan dari proses bisnis. Proses itu bukan dari tulisan tetapi dari interaksi langsung dengan stakeholder. Dari sana, instuisi kita terpancing untuk menilai dan bersikap. Mungkin menurut kajian akademis  itu tidak layak, tetapi instuisi kamu mengatakan itu layak.  Itulah perbedaan bisnis proses dengan kajian akademis. Paham ?

“ Paham,  bu “

“ Nah terakhir, kamu tentu perlu team yang bekerja untuk men persiapkan itu semua. Tentukan berapa banyak anggota team nya. Apa kualifikasi mereka. Berapa gajinya. Apa saja fasilitas kerja untuk merekq. Hitung itu semua. “

Robert menatap lama Maria. Ada kesan kagum kepada Maria. “ Luar biasa pemahaman bisnis ibu. Ternyata engga salah Pak Budi, memberikan kepercayaan kepada ibu. Mohon maaf. Ibu lulusan apa ?

“ Saya hanya tamatan SMU.”

“ Tetapi visi bisnis dan akademis ibu kuat sekali”

“ Itu berkat pengalaman. Pak Budi ajarkan saya lewat bisnis proses. Kalau dia nilai saya sulit memahami aspek akademis yang dia jelaskan , dia suruh saya ikut kursus singkat bidang yang tidak saya pahami. Dari proses learning By doing itulah saya berkembang dari waktu ke waktu”

“ wow hebat sekali. Ibu sangat beruntung. Mengapa ibu tidak Duduk di Holding ?

“ Saya hanya tamatan SMU. Untuk jadi eksekutif holding syarat minimal harus S1. Ya yang cocok hanya jadi pelayan pak Budi. “

“ Tapi kan untuk dipercaya pak Budi juga engga mudah ya bu. “ 

Maria hanya tersenyum tanpa ada niat menanggapinya. “ Paham ya. Tolong diperbaiki proposal nya. “ kata Maria minta Robert focus.

“ Siap bu “

“ Kapan bisa saya terima proposalnya?

“ Beri saya waktu seminggu, Bu”

“ Ok. Kita sudahi rapat pagi ini. Sekarang focus ke relokasi pabrik. Beri bantuan apa saja kepada team dari Hongkong. Kita hanya membantu saja. Semua kebijakan dari mereka. “

“ Siap bu “

“ Robert,  bila proses relokasi ini selesai, saya akan kembali ke Jakarta. Tugas saya selesai. “

“ Selesai ?

“ Ya. Perusahaan yang kita dirikan di Vietnam untuk relokasi pabrik dari China akan jadi anak perusahaan Holding di Hong Kong. Kalau kamu tetap bekerja, mungkin posisi kamu akan naik. Karena kamu lebih mengenal vietnam dibandingkan staf holding di Hong Kong dan China. “ 

“ Ya itulah yang selama ini saya pikirkan kalau saya keluar dari perusahaan. “

“ Ya kembali kepada diri kamu sendiri.  Apapun itu saya hargai.” 

***
Sore sepulang kerja, Robert dapat telp dari Yen bahwa dia mau bertemu. Ada kesan penting sekali. Itu perasaan Robert ketika berbicara tadi. 

“ Ada kabar gembira. “ kata Yen ketika bertemu di sebuah cafe dengan Robert.

“ Apa ? Wajah Robert ceria.

“ Ayah ku mau jadi angel investor kita”

“ Oh ya. “ Robert memeluk Yen dengan hangat. 

“ Berapa anggarannya? Tanya Yen.

“ Tiga hari lalu aku rapat dengan ibu Maria. Anggaran yang aku ajukan di koreksinya . Menurutnya itu salah. Setelah mendengar penjelasan dari dia, aku coba hitung lagi dengan informasi berbagai pihak. Ternyata anggarannya mencapai sedikitnya USD 3 juta”

“ Hah!!! USD 3 juta ? “ mata Yen melotot “ mengapa sampai sebesar itu? Kan awalnya menurut hitungan kamu hanya USD 50,000. “ sambung Yen. 

“ itulah masalahnya. Ternyata tidak sesederhana hitungan aku”

“ untuk apa saja ?

“ Untuk survey geologi, mengetahui data cadangan ekonomi tambang mineral saja, butuh sedikit nya USD 1 juta. “

“ Mengapa semahal itu ?

“ Ya kita butuh konsultan bereputasi international untuk menentukan value kandungan mineral tambang itu. Yang mahal itu ya reputasi mereka” 

“ Mengapa harus bereputasi internasional ?

“ karena kita akan Deal dengan holding company yang punya standar international. “ kata Robert. Wajah Yen nampak muram. “ ayah ku tidak punya uang sebanyak itu. Pasti tidak ada. “ kata Yen. 

“ Engga usah kawatir. Ibu Maria pasti ada solusi bagaimana mendapatkan angel investor” kata Robert menenangkan hati Yen. 

“ Sebetulnya aku engga suka kamu terus tergantung dengan Ibu Maria. “

“ Mengapa Yen?

“ Aku punya feeling dia ingin kuasai kamu”

“ Aku kan bawahan dia dan memang dibawah kendali dia”

“ Entahlah. Aku kawatir saja. Kalau kamu putuskan berhenti berkerja dan focus ke bisnis ini, sebaiknya engga usah libatkan ibu Maria. “

“ Jadi siapa ?

“ Kita sama sama cari. Soal akses ke holding, ayah ku bisa atur. Apalagi pak Budi teman baik teman ayahku di china”

“ Jadi aku tidak perlu sampaikan proposal ke Bu Maria ?

“ Engga perlu. Kewajiban kamu sekarang kerja aja seperti biasa” 

“ Yen, aku tidak bisa berada dua posisi yang tidak jelas.  Bagaimanapun, masalah ini sudah sampai ke Holding. Aku sudah minta kepada Bu Maria untuk mencarikan solusi. Kalau sampai aku mencari angel investor dari sumber lain, aku kawatir keadaanya jadi engga enak sama Bu Maria.  Kecuali kalau dia tidak ada solusi lagi. Bagaimanapun aku bawahannya sekarang.”

“ Bilang aja, soal angel investor akan diusahakan oleh aku. Jadi proposal untuk start up bisnis itu diserahkan kepadaku” Kata Yen ketus.

Robert paham perasaan Yen terhadap Maria. Dia cemburu. Kalau wanita sudah cemburu maka apapun jadi tidak rasional. Dia tidak bisa bicara banyak dalam suasana hati Yen sedang merasa tidak secure. “ Baiklah saya akan focus saja kerja. Saya akan katakan ke Bu Maria seperti apa kamu katakan. Tapi ingat saya tidak bisa diganggu lagi soal proyek ini. Kecuali kamu sudah temukan angel investor yang punya uang lebih dari USD 3 juta. “ Kata Robert dengan tegas. 

“ Jadi kamu tidak mau bantu saya dapatkan angle investor ?

“ Tidak bisa. “ Kata Robert tegas. 

“ Kamu tidak mencintai ku . “ Yen menangis.

“ Yen, kamu harus dewasa. Sampai hari ini Bu Maria bekerja profesional dan aku tidak melihat dia tertarik denganku. Kamu harus dukung aku bersikap rasional. Jangan sampai jadi menghadapi dilema.  Masalah ku sekarang adalah apakah harus tetap kerja atau terjun sebagai pengusaha dengan mencari angel investor mendukung ide kita itu. Tapi kamu harus ingat bahwa kalaupun kita bertemu angel investor yang tertarik belum tentu kita bisa deal dengan Holding. Ada resiko yang pasti. “ kata Robert dengan bijak. Berharap Yen bisa memahaminya.

Yen terdiam dan akhirnya menangis. “ Aku harus pergi. “ Katanya berlalu. “ tidak perlu antar aku pulang “ Sambungnya. Robert hanya menghela nafas. 

***

Seusai rapat di kantor dengan pengelola kawasan industri di HO Chin Minh untuk pembelian lahan relokasi pabrik, Robert meminta izin untuk berbicara dengan Maria. 

“ Ada apa ? Kata Maria ketika Robert masuk ke kamar kerjanya.

“ Apakah boleh saya bicara soal pribibadi, Bu ?

“ Silahkan. “

“ Yen tidak ingin merepotkan Ibu untuk mendapatkan angel investor. Dia akan bicara dengan Ayah nya untuk itu. “

“ OK. Sikap kamu gimana ?

“ Saya  bingung Bu, Kalaupun ada angel investor, dan Yen minta saya bergabung dengan dia, saya tidak yakin saya mampu membuat persiapan pembangunan pabrik kliker itu bisa sukses. Kalaupun bisa bayar orang pengalaman namun nyali saya tidak siap kalau sampai gagal. Saya tidak punya pengalaman.  Sementara Yen sangat yakin saya mampu.  Kalau saya tidak mau terlibat dengan proyek dia dan focus dengan kerjaan sekarang, dia akan kecewa sekali. Mungkin hubungan kami akan hancur.”

“ Robert “ seru Maria. “ Kamu orang baik.  Yen menginginkan kamu berbuat lebih diluar batas dirimu sendiri. Itu memang wajar saja.  Kalau kamu percaya Yen benar benar mencintai kamu, cobalah belajar memahami dirinya untuk menjadikan itu sebuah  keyakinan, bahwa kamu bisa.” Kata  Maria.

“ Bu, saya benar mencintai Yen. Tapi saya ingin Yen menerima saya apa adanya. Saya tidak mungkin mengubah diri saya untuk memuaskan cintanya kepada saya.  Tidak mungkin. Pernikah adalah satu hal tetapi masalah hidup saya adalah pilihan saya. “

Maria terhenyak. Ini pria yang aku suka, pikirnya. Punya ke pribadian. “ Jadi sikap kamu gimana ? Kata pria.

“ Saya ingin tetap kerja di sini. Kalaupun saya harus memproses persiapan pembangunan pabrik itu, saya ingin dibawah pimpinan Ibu. Saya percaya, saya bisa sukses” 

“ Kalau saya tidak dapatkan deal dengan angel investor gimana ? Kata Maria dengan tenang.

“ BIarlah saya tetap bekerja di anak perusahana dibawah Holding. Itu lebih nyaman. Mungkin setelah pabrik berdiri saya akan ikut palatihan lagi untuk menjadi project development. Disitu pengalaman saya akan bertambah bagaimana membangun proyek baru. Sekarang saya bekerja baru 3 tahun jalan. Skill saya hanya sebagai profesional liaison officer. Ya hanya sebagai PR Holding saja.”

“ Baiklah, Itu saya bisa maklumi. “ Kata Maria seraya menarik napas. Dia lega Robert bisa bersikap rasional.

“ Kira kira ada saran dari Ibu.? 

“ Beri waktu saya berpikir. Sekarang kamu tenang saja bekerja. “

“ Terimakasih Bu “ 

“ Ya sudah. Silahkan kembali ketempat kamu “

Setelah Robert berlalu dari hadapannya, Maria termenung. Maria perhatikan wajah Robert. Sangat polos. Nampak Robert memang orang baik. Mungkin terlalu baik, Orang baik seperti Robert tidak seharusnya berada dalam medan bisnis. Dia hanya cocok jadi profesional saja. Sebagai pribadi Robert tidak mau mengecewakan siapapun, Kalaupun hubungan berakhir dia ingin semua baik baik saja secara pribadi. Tapi dunia tidak selalu bisa dikondisikan. Orang kecewa, marah dan sakit hati akan selalu ada walau dia berusaha  menjadi orang baik. Ini sudah nature nya. Maria tidak ingin Robert berubah menjadi bukan dirinya. Karena memang tidak ada yang perlu dirubah.

Maria pernah gagal dalam percintaan dengan Doni, yang lebih memilih wanita lain yang baru dicintainya daripada dia yang sudah menjalin hubungan lebih dari 3 tahun. Maria akhirnya menikah dengan pria yang tidak begitu dia cintai namun dia butuh solusi untuk melewati hidup yang tidak ramah. Akhirnya tak lebih enam tahun, suaminya kena PHK dan Maria dianggap beban bagi suaminya. Perceraian terjadi.  Kemudian Maria menikah dengan Andi Ng. Karena dia butuh solusi. Walau secara materi hidupnya sudah mapan, namun dia butuh suami sebagai pelengkap jiwa dan hidup damai dimasa tuanya. Namun belum genap setahun, Andi Ng meminta izin poligami. Dia kecewa.  Karena baginya Adi Ng bukan lagi solusi.

Awalnya Maria kecewa. Namun akhirnya dia bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Cinta? memang misteri. Namun kadang juga orang lebih memilih solusi untuk sebuah pernikahan. Maria tidak bisa mempertanyakan apakah orang menikah karena cinta ataukah karena sebuah solusi. Pada akhirnya itu hanya soal pilihan. Mungkin saja kalau solusi itu mendatangkan kenyamanan, ia akan berbuah menjadi cinta sejati. Itupun karena faktor saling ketergantungan satu sama lain. Tentu mungkin saja bila solusi itu tidak menghasilkan deal yang sesungguhnya ia akan berujung  pada perceraian.  lagi lagi itu soal pilihan. 

Yang pasti tidak ada hubungan yang sempurna. Setiap hubungan adalah proses pendewasaan manusia. Masalahnya apakah manusia bisa belajar dari setiap pilihannya dan berkorban untuk itu. Itulah masalahnya ! Itu sebabnya agama mengajarkan bahwa menikah itu sama dengan telah menjalankan setengah kewajiban agama. Artinya apabila orang menikah, itu bukan antara dia dengan pasangannya. Itu antara dia dengan Tuhan. Menikah adalah ikrar pribadi orang dengan Tuhan.  Lewat perkawinan itulah Tuhan mendidik manusia agar melepaskan egonya untuk mencintai pasangannya, anak anak nya dengan tulus. Tulus karena Tuhan semata. Bukan karena apapun. Tentu tidak banyak manusia bisa belajar dari proses kehidupan rumah tangga. Makanya tidak semua rumah tangga yang bertahan lama diliputi dengan kebahagiaan. BIsa saja itu karena salah satunya dalam posisi tidak berdaya. Bukan ikhlas karena Tuhan namun pasrah dalam kekalahan tak berujung. 

Kembali Maria menghela napas. Maria menutup rapat rapat pikiran untuk memanfaatkan kelemahan posisi Robert agar menaruh empati terhadapnya. Dia bertekad akan membantu Robert menghadapi dilema ini. Hanya karena dia tidak ingin orang sebaik itu bisa jadi korban untuk memuaskan keinginan orang yang mencintainya.

***
Hari kamis Budi telp Maria agar terbang ke Hong Kong untuk bertemu. Dia segera terbang. Karena waktu yang diberikan Budi hanya hari Jumat. Hari sabtu Budi akan kembali ke Jakarta bertemu dengan keluarganya. Jam 5 sore Maria sudah Check in di Hotel Mandarin Hong Kong. Tak berapa lama terdengar suara panggilan telp dari Budi. “ Jam 7.30 malam saya jemput di Hotel. Saya mau ajak kamu makan malam dengan relasi saya. “ Kata Budi.

“ Siap mas. “ 

Benarlah, jam 7.30 kendaraan Budi sudah ada depan Loby. Maria bersegera masuk kedalam kendaraan. Nampak Budi mengenakan pakain santai. “ Ini pasti ketemu dengan sahabatnya ya. Bukan relasi bisnis ? Kata Maria sambil duduk disamping Budi. 

“ Kok tahu ?

“ Ya tahulah, dari pakaianya “

Budi tertawa. Seraya merangkul pundak Maria dari samping. “ Saya perhatikan kulit kamu semakin putih. Ada apa ?

“ Biasa aja. Mas aja kurang perhatian. “

“ Oh ya. Udah ada proposal untuk start up bisnis dari Robert dan Yen?  kata Budi cepat ke pokok persoalan. Selalu efisien. Basa basi hanya sekedarnya.

“ Ada masalah Mas “

“ Masalah apa ? Budi mengerutkan kening.

“ Yen ingin dapatkan angel investor sendiri. Kalau sudah siap, mereka baru akan deal dengan Holding.  Jadi proposal untuk start up itu tidak akan kita dapatkan. Itu urusan Yen. Kita hanya tunggu sampai Yen siap “

“ Bagus lah. Jadi kita engga repot carikan uang untuk modal start up mereka”

“ Tapi mas…” Maria membalikan tubuhnya menatap Budi. “ Robert tidak yakin Yen akan mampu menuntaskan proses start up itu. Kalaupun Robert dilibatkan oleh Yen, dia harus berhenti kerja. Tapi Robert sendiri tidak yakin bisa kerjakan tanpa bantuan aku. Gimana Mas. “

“ Ya kamu bantu aja.”

“ Yen tidak mau aku bantu “

“ Kenapa ?

“ Yen cemburu dengan ku.”

“ Oh gitu. Apakah benar kamu punya hubungan khusus dengan Robert. ?

“ Enggalah “

“ Jawab dengan jujur “ Robert melolot. Tapi Maria melihatnya seperti melucu dan memang lucu liat Budi melotot seperti itu. 

“ OK. Jujur ya. Maria memang tertarik dengan Robert tapi tidak tahu apakah Robert tertarik dengan Maria. Tapi Aku tidak peduli. Itu hanya emosional insidentil saja. Siapa sih yang engga tertarik denga pria ganteng seperti itu. Cerdas dan baik hati “ 

“ Hmmm” Budi mengangguk ngangguk “ Itulah penyebabnya. Wanita bisa meliat sikap kamu, terutama kepada orang yang dia cintai. Berulang kali aku bilang udah dech pikirin cinta. Kenapa sih. Usia  kamu udah mendekati 45 tahun. “

“ Mas ngomong apa sih. Aku engga pernah bilang mencintai Robert. Aku hanya bilang ketertarikan saja. “

“ Ketertarikan itu lebih bahaya daripada mencintai “

“ Bahayanya apa ?

“ Karena tidak rasional. Banyak rumah tangga hancur karena masalah ketertarikan dengan wanita atau pria lain diluar pasangannya.”

“Ah sudahlah engga usah dibahas. Yang pasti aku tidak tertarik diluar batas akal sehat. Masih batas wajar saja kok. Maklumilah. Aku sudah menjanda lebih dari 5 tahun. Masak engga maklumi sih. “  Maria nampak murung. Robert dengan cepat meremas jemarinya. 

“ Jadi kamu anggap aku selama ini patung. Ayolah senyum “

“ Secara hati mas memang patung. Gimana engga patung. Ada wanita cantik tapi mas engga pernah tertarik menghilangkan kesepiannya.”

“ Lah ini malam saya ajak kamu makan malam “

“ Ya makan malam dengan teman mas. Aku hanya jadi pelengkap saja. “

“ Bukan pelengkap. Kita akan makan malam dengan sahabat ku. Dia direktur bank yang dimiliki oleh Koperasi di China. Kebetulan, perusahan yang menjadi prinsipal pabrik kliker dan sekaligus pemilik tekhnologi itu, adalah nasabahnya. Aku mau tawarkan bisnis ke dia. “

“ Bisnis apa ? 

“ Perusahaan pemilik tekhnologi itu akan IPO dua tahun lagi. Aku tawarkan  ke sahabatku itu untuk menjadi mitra ventura nasabahnya. “

“ Caranya ?

“ Aku akan ambil alih utangnya di Bank agar ketika IPO value sahamnya bisa naik “ 

“Aku engga paham Mas. Karena kalau itu dikaitkan dengan Holding engga mungkin. Sampai hari ini tidak ada deal dengan Holding. Proposal yang di ajukan Yen dan Robert ditolak dengan halus.” 

Sebelum pembicaraan tuntas, kendaraan mereka sudah sampai di Gedung dimana restoran berada. Budi berjalan bergegas masuk kedalam loby gedung itu dengan gaya khasnya. Maria berusaha mengikuti dari belakang. Keluar dari Lift nampak sahabat Budi sudah menanti dengan senyum mengambang. Sahabatnya merangkulnya dan menuntunnya masuk ke restoran menuju table. 

“ Kenalkan, ini sahabat dan juga mitra saya. “ kata Budi memperkenalkan Maria.  Sahabat Budi mengangguk kearah Maria. Benar antara Budi dengan sahabatnya sangat dekat. Nampak dari cara mereka berbicara dan minum wine.  Setelah usai makan malam. Budi mulai berbicara dengan sahabatnya. Tentu yang dibicarakan Budi seperti yang diungkapkan kepada Maria.

“ Saya senang sekali. Mr B atas rencana anda untuk terlibat dalam proses IPO nasabah saya. Saya yakin mereka akan menyambut senang. Apalagi perusahaan yang akan terlibat itu adalah AMC yang terdaftar di China dan anda salah satu pemegang sahamnya. “ Kata sahabat Budi.  Budi langsung menuangkan wine ke gelas sahabatnya. Mereka menengguk minuman itu sekali dan lansung habis. Kemudian mereka tertawa. Maria hanya memperhatikan tingkah mereka berdua. Jam 11 usai makan malam. Mereka berpisah di loby hotel.  Dalam perjalan ke Hotel Mandarin. Budi berkata kepada Maria “ Kamu tahu mengapa dia dalam posisi tidak bisa menolak atas rencana saya “ 

Maria geleng geleng kepala “ Engga tahu. Mengapa ?

“ Karena yang atur pembicaraan awal adalah professor yang juga sahabat ayah Yen. Dia pejabat tinggi di China “ Kata Robert. 

“ Sahabat ayah Yen? Kata Maria. Dia merasa ada konspirasi antara Ayah Yen dan Budi melalui Professor itu.

“ Ya. “ Kata Budi tegas. 

“ Oh i see “ 

“ Nah tugas kamu adalah pastikan Yen terlibat dalam proyek ini dari awal. Soal dana angel investor akan saya siapkan.”

“ Dana dari mas pribadi “

“ Bukan. Dari client AMC saya di China. Mereka mau take advantage terhadap rencana IPO hanya karena ada rencana strategis untuk membuka tekhnologi ini ke negara lain. Vietnam adalah pintu pertama China membuka diri, setelah itu tekhnologi itu akan bisa dipasarkan ke negara lain. Saya akan kembangkan pemasarannya ke negara ASEAN dan AFRIKA.”

“ Tapi Mas, Yen tidak mau melibatkan saya. Sebaiknya Mas atur aja Holding terlibat langsung “ 

“ Engga bisa holdng terlibat. Mereka punya SOP yang tegas. “

“ Jadi gimana? aku harus gimana ?

“ Gini. Kamu sarankan Yen dirikan perusahaan khusus untuk rencana pendirian pabrik kliker itu. Kemudian perusahaan itu akan kerjasama dengan venture capital dari Kuala Lumpur. Jangan bilang dibalik pendanaan ini dari saya. Karena kamu yang merekomendasikan proyek itu ke perusahaan di KL maka kamu harus terlibat membantu semua proses. “

“ Apakah Yen bisa menerima ?
“ Dia akan terima. Karena di perusahaan itu nama kamu tidak ada. Posisi kamu hanya sebagai advisory saja” 

“  Bagaimana dengan Robert.  Dia kawatir terlibat dalam perusahaan baru itu. Kawatir proyek ini gagal, kerjaan di Holding juga hilang”

“ Agar Robert tidak ragu bergabung dengan Yen, ya katakan bahwa dia bisa minta cuti ke Holding. Saya akan atur HRD menerima pengajuan cutinya tanpa di gaji. Dan Robert tidak perlu kawatir kalau sampai proyek ini gagal, posisi pekerjaannya tetap tidak hilang. Gimana ?

“ Wah hebat sekali solusi dari Mas. “
Maria memandang lama ke arah Budi. “ Mas..” Seru Maria. “ Jadi misi aku sebenarnya dari awal adalah proyek ini ya. Bukan relokasi pabrik. Dan mas sudah tahu endingnya seperti ini. Boleh tahu darimana Mas bisa tahu ? 

“ Proyek kliker itu sudah diketahui sejak tahun lalu ketika Robert yang bertugas sebagai representative di Vietnam buat laporan rutin ke Holding. Hanya saja ini masalah sensitip. Karena menyangkut hak eklusif China dan Vietnam. Saya tahu , Robert punya hubungan cinta dengan anak petinggi partai Komunis.”

“ Terus mengapa aku mas tugaskan ?

“ Karena dengan kamu menjadi atasan Robert akan mendorong Yen mempercepat rencana bisnisnya dan memaksa Ayah nya terlibat langsung. Agar secepatnya Robert keluar dari kamu. “  Kata Budi tersenyum.

“ Hah..” Maria terkejut. Dia langsung memukul dada Budi. “ Keterlaluan ya. Jadiin Maria sebagai umpan. “ teriak Maria sambil berkali memukul dada Budi. Budi hanya tersenyum dan akhirnya memeluk Maria. 

“ Kasihan Maria. Kasihan Robert. Kami orang lemah hanya dimanfaatkan oleh orang seperti Mas. “ Kata Maria bersungut. Tapi Maria tidak bisa melepaskan pelukannya. Bahkan pelukannya semakin keras “ Engga apa apa. Yang penting mas bisa senang dan bahagia. Itu sudah cukup bagi ku. “ Kata Maria berbisik. 

Malam itu Maria dan Robert menghabiskan waktu di Central. Mereka bersantai di Cafe menikmati live musik dan wine. Jam 1 pagi Wenny ikut gabung. Keadaan semakin ceria.

***


Malam masih seperti malam sebelumnya. Maria disini dan Budi disana. Mereka akan selalu berjarak dalam diam untuk saling memahami. Walau gelora hari kita menembus laut dan benua , namun semua terbang terbawa sekawanan burung yang pergi entah kemana. Kini Maria tak ingin lagi bertanya lebih jauh tentang Budi. “Biarkan aku cukup membayangkan kegigihanmu menutupi kelemahanku. Melindungiku dari kebodohanku. Menjagaku dalam kealfaan. Menggiring ku kearah cahaya dimana aku harus melangkah ditengah kegegelapan. Setelah itu kamu pergi.” Kata Maria dalam hati. Maria  bukan hendak mempertanyakan arti persahabatan. Yang dia tidak mengerti, sebegitu indahkah makna persahabatan yang terpatri dalam diri Budi. Namun Maria belum bisa sepenuhnya memahami makna itu. Budi selalu diam tanpa emosional ketika bersedekat, dia  menjauh, menjaga jarak, Setelah itu semua tinggal misteri bagi Maria, dalam hening.

Malam masih seperti malam sebelumnya. Dari balik jendela kamar Maria lihat bulan bulat putih pada hari ini. Tanpa bingkai mega. Dikitari oleh taburan bintang yang berkelip bagaikan kunang kunang. Semakin dipandangnya semakin jauh kenangan terbawa. Apakah ada rindu pada Budi. ? mungkin tidak. Atau setidaknya Budi mengingat dalam kesadaran seperti kesadaran burung yang harus terbang kebenua lain berlindung dibalik musim salju. Tak ada yang istimewa, Bila harus pergi maka pergilah. Setelah itu yang ada hanyalah kepasrahan untuk sebuah pilihan yang tak bisa memilih. Tegarkah Budi ? Ah terlalu bodoh Maria bertanya seperti itu. Tapi bulan itu dimalam ini membawa Maria kepada Budi. Maria yakin semua akan baik baik saja. 

Untuk kesekian kalinya, tadi Budi mengantar Maria sampai ke kamar Hotel. Namun hanya memastikan Maria dapat berbaring dalam nyaman setelah mabuk dari Cafe. Maria menanti. Tetapi Budi hanya menyelimutinya. Setelah Budi pergi, Maria berdiri dari perbaringannya. Hari ini Maria harus berkata satu kepada dirinya bahwa Budi bukanlah milik siapa siapa, Budi adalah milik sang pencipta. Maria tak ingin lagi merisaukan hubungan mereka. Setidaknya doanya akan lebih khusu untuk Budi yang sendiri ditengah orang ramai. Betapa tidak ? Inilah yang tak pernah bisa Maria lupakan tentang Budi. Sejak kali pertama pertemuan mereka  di Jakarta 10 tahun lalu. Tidak ada yang istimewa.  Maria dengan dirinya  dan Budi dengan dirinya. Hubungan hanya sebatas boss dan pekerja. 

Namun dalam perjalanan waktu , dalam kebersamaan, Budi membuat Maria terpesona. Maria semakin merasa bodoh dihadapan Budi. Namun Budi tak pernah nampak superior dihadapannya. Raut wajahnya begitu bersemangat memancarkan magnit untuk Maria mengerti bahwa Budi peduli dengan obsesinya, dengan impiannya

Malam masih seperti malam sebelumnya, tak beda dengan diri Maria yang melangkah terseok seok dalam percintaan dengan beberapa pria. Maria lelah dan sangat lelah. Ditengah kegalauan  itu Budi selalu ada untuk dirinya. Selalu begitu. 

“ Brother, aku tahu adalah bukan sifatmu untuk pergi. Aku banyak bergantung padamu. Sementara , kamu selalu senang membantu dan tidak pernah terganggu bila kadang aku mulai kesal dan marah padamu. Ketika aku kawatir dengan hidupku , kamu hadir dengan senyum hangat untuk meyakinkan bahwa semua akan baik baik saja. . “  Bisik Maria.

Satu hal yang dapat Budi ungkapkan kepada Maria bahwa Tuhan memberinya begitu banyak maka ini adalah berkah dan sekaligus beban. Kecintaannya kepada sahabat dan siapa saja hanyalah untuk lebih pandai bersyukur. Semuanya dilakukan hanya karena cinta.. Bukan masalah siapa memanfaatkan siapa tapi lebih kepada kepedulian ketika kita mampu berkorban kepada orang yang terdekat dengan kita. “ Semoga perjalanan waktu dapat membuat kamu menyadari bahwa kecintaan persahabatan begitu agung ketika kita dapat bersikap dengan jelas tanpa pamrih. Walau karena itu kita harus berjarak. “ Kata Budi suatu waktu. Budi  telah jauh dari jangkauan Maria. Tetapi hubungan mereka akan selalu baik baik saja.. Akhirnya Maria dapat terlelap dengan tenang.

***
Pagi pagi James, direktur BDG Holding Telp Maria, bahwa sesuai arahan dari Budi dia ingin bertemu.” Apakah saya bisa breakfast dengan anda pagi ini “ Kata James. Dengan segera Maria menyanggupi. Segera dia mandi dan turun ke lantai dua dimana restoran hotel berada.  James sudah menanti disana.

“ Hai..James “ seru Maria seraya menyalami James.

“ 10 tahun lalu saya pertama bertemu anda. Sampai sekarang tidak berubah. Bahkan semakin cantik dan mature” Kata James dalam bahasa mandarin

“Dulu waktu saya bertemu kamu, usia saya 32 tahun. Sekarang sudah 43 tahun. “ Kata Maria dengan bahasa Mandarin. Maria memang pasih bahasa Mandarin. Maklum itu bahasa ibunya di Medan. “ Saya rasa itu hanya pujian. “ Sambung Maria.

“ Tidak pujian. Sangat serius. Budi tahu betul menjaga teman wanita nya makanya kamu selalu nampak fresh. “ Kata James serius. Maria bersemu merah wajahnya.

“ Terimakasih James. “

“ Jam berapa pesawat ke Ho Chin Minh?

“ Nanti jam 5 sore. Ada apa ?

“ Pak Budi suruh saya ketemu kamu. Mungkin ada yang perlu kamu tanyakan soal rencana pendirian pabrik Semen di Vietnam”

“ Oh ok. Ada banyak pertanyaan. “

“ Kamu bisa bertanya kepada saya langsung. Telp atau email. Engga ada masalah”

“ Sekarang yang saya masih bingung adalah apa sih kelebihan tekhnologi produk semen dari China dengan yang lainnya ?

“ Kelebihannya dari sisi bahan baku dan campuran material. “

“ OK jelaskan kepada saya “

“ Sebelum saya jelaskan kelebihannya, kamu harus paham dulu proses produksi semen itu. Pembuatan semen itu menggunakan bahan baku utama Batu Kapur dan Tanah Liat yang diambil dari proses penambangan. Penambangan umunya dilakukan dengan cara peledakan dan Surface Minner, sedangkan untuk memperoleh Tanah Liat dilakukan dengan cara pengerukan. Nah ini dibeberapa negara kadang tidak diberi izin cara kerja penambangan seperti itu. Selanjutnya Batu Kapur dan Tanah Liat diangkut ke Crusher dengan Dump Truck.”

“ Ok. terus

“ Kemudian dengan alat Crusher Batu Kapur dan Tanah Liat dikecilkan ukurannya sampai 8 cm untuk kemudian disimpan di Stock Pile. Selanjutnya dilakukan proses prehomogenisasi”

“ Apa itu prehomogenisasi? Kata maria mengerutkan kening.
“ Prehomogenisasi juga disebut reclaimer. Proses ini sangat penting untuk menjamin kualitas dari produk yang dihasilkan baik dari raw meal hingga produk akhir, yaitu semen.” 

“ Ok Paham.”

“ Kemudian ditambahkan Pasir Besi dan Pasir Silika untuk digiling dan dikeringkan menjadi Raw Meal

“ Apa itu raw meal ?Tanya Maria.

“ Raw Meal itulah bahan baku untuk pembuatan Kliker. Disitulah tekhonologinya. “

“ Tekhnologi ?

“ Ya. Raw Meal dihasilkan dari sebuah sistem peralatan yaitu Raw Mill Plant yang terdiri dari alat-alat utama, sistem transport dan alat-alat separasi untuk kemudian disimpan di Raw Meal Silo.

“ Seperti apa raw meal itu ?

“ Raw Meal itu berbentuk seperti powder yang mempunyai kehalusan tertentu. Raw Meal mempunyai sifat fisika dan sifat kimia tertentu yang digunakan sebagai kontrol kualitas produk. Sifat kimia digunakan sebagai pengatur proporsi bahan-bahan yang akan diumpankan ke dalam proses. “

“ Oh i see. Paham saya. Terus”

“ Kemudian, Raw Meal yang disimpan dalam Silo itu digunakan sebagai Umpan Kiln. Itu akan mengalami beberapa tahap proses sebelum akhirnya menjadi klinker”

“ Terus ..”

“ Kemudian Klinker itu setelah melalui proses sistem pendinginan dan melalui alat transport , disimpan di Klinker Silo. Nah agar efisien, proses pembakaran menggunakan bahan bakar Batu Bara. Abu dari batu bara itu digunakan juga sebagai bahan campuran klinker dalam proses pembuatan semen.

“ Untuk apa Klinker itu ?

“ Ya. bahan baku pabrik cement.  70 sampai dengan 95% bahan baku semen dari Klinker.“ kata James tersenyum.

“ Oh paham saya. Artinya pabrik klinker dan pabrik semen itu hal yang terpisah”

“ Bukan terpisah. Bisa saja satu kesatuan. Tapi yang jelas 70 sampai dengan 95% bahan baku semen itu dari klinker dan umumnya yang punya tambang itu ya pabrik klinker. Pabrik semen bisa saja tidak ada bahan baku dan tidak ada tambang. Mereka menggantungkan bahan baku dari Pabrik Klinker. Namun dibanyak negara pabrik semen juga punya pabrik klinker. “ 

“ Nah dalam kaitan tekhnologi yang dipunyai pabrik klinker di China, dimana keunggulannya ?

“ Pabrik itu menggunakan bahan baku tambang dari slag vulkanik yang berasal dari gunung berapi, yang tersimpan di bawah tanah karena proses waktu ratusan tahun. Mineral vulkanik itu memang bagus sekali untuk bahan baku klinker. Hanya yang kita tidak tahu berapa komposisi campurannya. Contoh untuk klinker dari tekhnologi yang ada dipasaran, pabrik semen harus  menambahkan Gypsum dan bahan linked product yang produksinya di monopoli oleh Eropa. Karena mereka yang punya tekhnologi. Nah tekhnologi china, kita belum tahu. Yang jelas harga jual klinker nya sangat murah sekali. Itu karena ongkosnya produksinya murah. Tentu dapat diproduksi massal bukan hanya untuk bangunan mewah tetapi juga rumah murah.  Dunia ini kekurang rumah. Kalau ongkos bangun rumah murah, tentu banyak orang miskin bisa punya kesempatan memiliki rumah sendiri.”

“ Oh paham saya. Mengapa Pak Budi minta saya proses pendirian pabrik ini dengan tekhnologi dari China. Sangat humanis sekali.”

“ Tidak ada bisnis yang dibangun pak Budi tanpa tujuan ideal dan moral. Dia selalu begitu. Makanya kalau dia inginkan sesuatu, pasti dia kerjakan. Dan sukses. Karena niatnya selalu berawal karena tanggung jawab moral. Untuk kemanusiaa. Dia tentu didukung oleh semua orang , ya orang baik.  Orang baik berkumpul dengan orang baik “ Kata James tersenyum.  Maria dapat semakin paham tentang Budi. James melirik jam tanganya “ Maria, saya harus ke kantor karena ada meeting. Terimakasih untuk sarapannya. “ kata James permisi. Maria langsung berdiri menyalami James. Maria tahu mengapa Budi perintahkan James bertemu dengannya. Agar Maria lebih mehamai bisnis pabrik semen yang akan di rintisnya. Dengan dia memahami maka dia akan lebih mudah menetapkan strategi bisnis agar proses bisnis berjalan dengan baik. Cara mendidik dengan benar dan bijak.

***
Sepulang dari Hong Kong, Maria menyibukan diri dengan urusan persiapan pembangunan pabrik di Vietnam dalam rangka relokasi pabrik dari China. Tidak lebih sebulan persiapan itu sudah selesai. Kontraktor untuk pembangunan sudah tersedia. Yang berkaitan jasa pendukung untuk proses produksi juga sudah tersedia. Selanjutnya tugas team untuk melakukan business process. Tugas Maria boleh dikatakan selesai. Praktis semua kegiatan sudah pindah ke kantor baru di kawasan Industri Ho Chin Minh. Sementara Maria masih berkantor di distrik 1.  Sebelum pulang kantor, Robert mampir di kantor Maria. Di kantor itu tinggal Maria seorang diri. Yang lain sudah pindah ke kantor yang baru.

“ Gimana keadaan kantor yang baru “ tanya Maria ke Robert.

“ Operasional sudah berjalan. Sekarang pekerjaan focus kepada pengawasan pembangunan pabrik dan proses seleksi dengan semua supply chain yang terkualifikasi. Di harapkan dalam 7 bulan selesai. Dan langsung bisa produksi.” kata Robert 

“ OK. Bagus. Saya tinggal menanti perintah untuk pulang ke Jakarta. “

Robert terdiam. Maria melihat dari wajah Robert ada sesuatu yang mengganjal pikirannya. 
“ Saya tahu ibu akan kembali ke Jakarta. Team dari Holding sedang mempersiapkan surat untuk memberhentikan Ibu. Tinggal tunggu persetujuan dari Kantor Pusat di Hong Kong. Saya maklum posisi Ibu bukan jabatan struktural di Holding. Ibu hanya proxy dari Holding. Yang ditugaskan hanya sebatas pendirian anak perusahaan. Setelah berdiri, ya harus diserahkan kepada management profesional. Tapi saya belum siap akan kepergian Ibu.” kata robert sambil menundukan wajah. 

“ Tapi bu…” Robert mendongak “ keliatannya Yen belum bisa menemukan angel investor. Kemarin Ayah Yen bilang ke Yen, agar dia bicara dengan Ibu. Menurut Ayah Yen, ibu mungkin ada solusi “

“ Robert” Seru Maria dengan lembut. Dia berpindah ke sofa dan Robert tetap dikursi menghadap meja Maria “ Saya ingin bertanya lagi kepada kamu, apakah kamu benar tidak siap sebagai wirausaha? dan hanya ingin jadi profesional “ kata Maria seraya meminta Robert duduk di sofa bersamanya.

“ Bu, siapa yang tidak ingin jadi pengusaha, punya harta banyak. Tapi pengalaman saya bertemu dengan banyak pengusaha, mereka sepertinya tidak menikmati harta itu. Justru mereka lebih miskin dari orang miskin. Tempo hari saya bertemu dengan Pak Budi di Ho Chin Minh. Sangat terburu buru dan wajahnya keliatan lelah sekali. Saya tidak ingin kehidupan seperti itu, bu. Tapi Yen paksa saya jadi pengusaha hanya karena dorongan dari Ayah nya”

“ Saya rasa persepsi kamu salah. Pengusaha sejati tidak pernah berpikir tentang uang dan harta. Mereka sudah melewati kebutuhan akan itu. Walau setiap hari mereka make money tetapi bukan uang orientasinya.” 

“ Jadi apa bu ?

“ Kekuasaan” Kata Maria dengan dingin.

“ Kekuasaan? Robert nampak bingung.

“ Ya. Kekuasaan bagaimana mereka bisa mengendalikan semua orang. Mengendalikan sahabatnya, relasinya dan tentu karyawannya, dan bahkan keluarganya. Dengan kekuasaan itu, memungkinkan agendanya dapat terlaksana. Bukankah hidup di dunia ini yang membedakan manusia dengan hewan adalah soal agenda.  Manusia punya agenda. Hewan tidak. ”

“ Agenda apa ?

“ Ya macam macam. Ada yang punya agenda untuk aktualisasi dan hegemoni agar orang mengagumi dan memujinya. Dia permainkan emosi semua orang dengan uang dan harta nya. Umumnya bisnis mereka dalam bidang non tradable. Ini disebut dengan animal capitalism“

“ Tradable ? apa maksudnya ?


" Bisnis yang nilai tambahnya untuk peningkatan lapangan kerja sangat kecil. Umumnya bisnis dikembangkan dengan kekuatan modal untuk mempengaruhi pasar dan mendapatkan keuntungan dari pasar dengan harga yang mereka kendalikan.  Seperti penguasaan SDA, Bisnis property, financial market. Nah Bagi orang yang dapatkan uang dari bisnis semacam ini maka uang adalah segala galanya. Banyak orang menumpuk uang karena menghindari miskin. Mereka takut akan kemiskinan. Berbagai cara dilakukan, mulai dari yang masuk akal sampai dengan yang fraud, untuk menghindari kemiskinan. Padahal, rasa takut akan miskin adalah kemiskinan itu sendiri. Usaha untuk menghindari kemiskinan akan menghasilkan kemiskinan itu sendiri. Ketika orang berusaha untuk menghindari kemiskinan, maka kemiskinan itu akan bertambah."

" Benar, Bu. Banyak orang berusaha mencari kedamaian dalam hidupnya melalui uang. Salah satunya menyimpan uang sebanyak banyaknya di bank. Namun, keinginan untuk merasa damai justru menciptakan perasaan tidak damai. Segala upaya untuk mencapai kedamaian hanya akan menghasilkan ketakutan. Ketakutan itulah yang menjadi akar dari rasa tidak damai.   Orang yang mencari segala cara untuk melampaui ketakutannya justru akan selamanya dijajah oleh rasa takut di dalam hatinya. Banyak orang menyimpan uangnya dan takut memberi, karena mereka takut kehilangan. Akhirnya, mereka menjadi pelit. Mereka menutup diri dari dunia, dan hidup semata untuk dirinya sendiri. Padahal, di dalam hidup ini, semakin banyak kita melepas, semakin banyak kita mendapat. Orang harus keluar uang, guna mendapat uang. Orang harus memberi, guna mendapat. Orang harus melepaskan keinginan untuk damai, jika ingin memperoleh kedamaian di dalam hidup"

" Dan ingat, kasus jatuhnya Lehman Brothers tahun 2008, itu berawal karena banyak orang menghindari rasa takutnya dengan menyimpan uang di bank. Akibatnya bankbleeding sehingga melahirkan kreatifitas produk pasar uang dengan lahirnya instrument CDS sebagai pemicu membanjirnya pasar derivative. Memang dengan adanya pasar uang dan dibolehkan bank terlibat sebagai investment banker, bank tertolong daribleedingtapi lambat laun tidak ada lagi ruang untuk menahan peningkatan harga dipasar yang sudah terlanjur bubble.  Akhirnya mudah ditebak. Pasar uang jatuh, berdampak sistemtik. Karena sebagian besar uang itu berasal dari bank, uang nasabah. Negara terpaksa mem bail out perbankan agar dampak sistemtik tidak meluas. Sampai sekarang dampak buruknya masih belum sepenuhnya di atasi." Kata Maria. Robert nampak antusias menyimak. Karena ini sesuatu yang baru bagi dia.

" Terus.."

" Ada juga yang punya agenda selain itu. Dia membangun bisnis untuk tujuan moral atau kemanusiaan, atau istilah keren nya humanitarian capitalism. “

“ Apakah dalam prakteknyahumanitarian Capitalism itu berbeda dengan animal bisnis”

“Dalam prakteknya tidak ada perbedaan. Prinsip mereka buy low sell high and pay later.Sama saja. Hanya saja dari segi philosopy dan proses berbeda. Animal business cenderung mengutamakan hegemoni capital lewat konglomerasi. Sementara Humanitarian capitalisme berorientasi kepada kemitraan, sinergi, kolaborasi dengan membangun stakeholder yang lentur. Kalau animal business membangun capital, namun humanitarian capitalism membangun trust. “

“Wah jadi menarik. Baru tahu saya. Menurut ibu, yang dilakukan Pak Budi itu apa ?

“ Ya humanitarian capitalism. Dia punya banyak kesibukan bisnis walau hutang tak terbilang ,dia happy aja karena uang tidak disimpannya atau dikonsumsikan yang tidak produktif tapi dipakai untuk terjadinya arus melalui hubungan antar sumberdaya. Maka hIdupnya stabil, makan enak ,tidurpun pulas dan pandai memanfaatkan waktu dengan happy. Senang berbagi, spiritualnya makin tinggi karena dia selalu ingin dekat dengan Tuhan agar aman melewati hidup penuh resiko. "

" Bagaimana dengan hari esok, soal hutang? 

" Besok jangan dipikirkan , itu urusan Tuhan. Yang pasti di masa depan semua orang mati. Bagi orang seperti Pak Budi,  bagaimana hari ini bisa berbuat dengan maksimal tanpa culas dan tetap sibuk..dan terus punya energy untuk ambil bagian membangun peradaban. Berbagi dengan cara modern. Memberikan kesempatan orang berkembang lewat profesional maupun bisnis. Semua mendapat ruang dalam seni berbagi. dan Pak Budi memberikan kesempatan itu kepada semua pihak untuk berprestasi sebaik mungkin. “

“ Wow…mulia sekali. "

“ Dan dia tidak pernah menghargai kegagalan. Sekali orang gagal dia tidak akan beri kesempatan kedua kalinya. “

“ Mengapa ?

“ Pak Budi ingin orang itu hijrah ketempat lain dimana atmosfir nya lebih mendukung untuk bisa berkembang. Karena dari awal dia sadar bahwa kebijakan bisnisnya tidak mungkin memuaskan semua orang. Tidak  semua orang bisa berkembang. Dia sadar betul itu.  Semua orang di uji lewat proses yang ketat.”

“ Bagaimana ibu sampai bisa dipercaya Pak Budi.” kata robert. Walau dia tahu ini lancang tapi entah mengapa, dengan cara Maria berbicara dia merasa dekat.

“ Pak Budi punya cara yang genial untuk tahu orang itu dapat dipercaya atau tidak.  Menurutnya, kalau ingin menguji orang maka ujilah dengan kemudahan dan kesulitan. Dan lihat apa hasil nya. Tidak pernah bohong. Umumnya orang ketika diberi kemudahan terutama uang, dia cenderung menggampangkan urusan dan terlalu banyak berharap serba mudah dan enak.. Dengan kesulitan , orang mudah mengeluh dan putus asa. Kadang prasangka buruk datang. Tetapi kalau dengan kemudahan, dia tetap apa adanya dan tidak rakus maka dia pantas dipercaya. Kalau diberi kesulitan dia bersabar tanpa mengeluh, maka dia pantas dipercaya. “

“ Dan proses itu tentu butuh waktu yang tidak sebentar. “

“ Saya butuh waktu 2 tahun lebih sampai dia percaya. “

“ Bagaimana ibu bisa bertahan?

“ Bersabar dan lagi Pak Budi jago menjaga emosi kita agar tetap positip. Itu kelebihannya.”

Robert terdiam. Dia merasa mendapatkan pelajaran berharga dari Maria. Wanita yang awalnya dia pikir lugu masalah agama namun ternyata Maria kaya akan pemahaman kehidupan yang pelik ini. 

“ Nah Robert, kamu belum jawab pertanyaan saya. Mau jadi pengusaha atau profesional ?

“ Saya…” Robert terdiam…Kemudian dia menatap Maria dan kembali menunduk. Tidak bisa meneruskan kata katanya.

“ Bersikap lah “ Kata Maria lembut.

“ Apakah mungkin saya menjadi profesional yang pengusaha?

“ OK. Saya paham.” Kata Maria tegas. “ Kamu benar benar siap ya ? 

“ Siap Bu.”

“ Ok saya ada usul. “ Kata Maria berdiri dari tempat duduknya menghadap ke jendela kaca. “ Kamu bersama Yen bentuk perusahaan yang khusus sebagai proyek sponsor untuk pabrik klinker. Saya akan carikan angel investor. Resiko atas dana angel investor itu, ada pada saya. Tapi kamu dan Yen harus ikuti arahan saya. “

“ Bagaimana dengan kerjaan saya di anak perusahaan Holding ? “

“ Kamu bisa cuti selama 2 tahun, Saya akan bicara dengan Pak Budi agar Holding mengizinkan.Jadi kalau proyek klinker ini gagal, kamu bisa kembali bekerja di Holding.”

Robert berdiri dari tempat duduknya. Mendekati Maria. 
“ Ibu, mengapa ibu baik sekali kepada saya.” Kata Robert dibalik punggung Maria. 
Maria menghadap kearah Robert.
“ Karena kamu orang baik. Saya suka mendukung orang baik.’ Kata Maria dingin. 

“ Terimakasih Bu. Terimakasih Bu..” Kata Robert seraya mengulur tangan untuk menjabat tangan Maria. Maria menyambut jabatan tangan Robert dengan tersenyum.

“ Nah saya undang Yen dan Kamu makan malam hari ini. Hubungilah Yen. “

“ Baik baik Bu. Yen pasti senang sekali.” Kata robert seraya menelphone Yen. Tanpa menutup telp, Robert bicara kepada Maria. “ Apa boleh Ayah Yen ikut makan malam ?
Maria mengangguk tanda setuju. Dengan ceria Robert menutup telp. “ Kita pergi bareng ya bu. Yen dan Ayah nya akan ketemu kita di restoran. Saya udah kasih tahu nama restoranya. Tempat biasa kantor jamu tamu relasi “

***
Ini kali pertama Maria bertemu dengan Ayah Yen. Memang keliatan sederhana sebagaimana pejabat Vietnam. Namun bahasa inggerisnya bagus sekali. Nampak terpelajar . Usia sekitar 54 tahun.  Sedikit lebih tua dari Budi.  Robert menyampaikan usulan Maria itu kepada Yen dan Ayahnya dalam bahasa inggeris. Wajah Ayah Yen dan Yen bersinar ceria. Mereka berdua mengucapkan terimakasih.

“ Saya kagum dengan kemajuan orang China dan AS yang hebat dalam berbisnis.  Mereka pekerja keras“ kata Ayah Yen.

“ Saya sering bertemu dan bergaul dengan orang asing; China, Eropa, AS, dan lain lain. Saya perhatikan mereka tidak lebih hebat dari kita. Kalau dibilang mereka kerja keras , saya rasa kita  lebih keras kerjanya. Perhatikan saja, sebagian besar petani kita masih menggunakan tenaga kasarnya untuk membajak sawah. Di Cina dan AS engga ada lagi petani gunakan cangkul. Mereka sudah gunakan traktor. Bahkan cara menyemai bibit pun sudah menggunakan tekhnologi modern. Jadi tidak perlu kerja keras. Setiap waktu mereka ingin lebih ringan kerja daripada kerja keas.Makanya inovasi tekhnologi mendapat tempat di masyarakat. Tetapi kalau lebih keatas lagi, semakin kita tahu kita paling banyak kerja keras tapi sedikit hasilnya.” Kata Maria.

“ Mengapa ? Tanya Yen.

“ Penyebanya adalah karena orientasi kita bukan berkembang secara ekonomi tetapi berkembang secara hewani. KIta itu tidak bekerja untuk sebuah nilai yang real. Sebagian besar nilai itu lebih kepada hal yang imaginer. Kalau kita punya uang berlebih maka yang dia pikirkan bukannya meningkatkan nilai uang itu agar dia punya penghasilan tambahan tapi kita gunakan untuk membeli barang yang justru menjadi sumber biaya baru bagi kita. Padahal itu hanya memuaskan imaginasinya saja. Punya uang berlebih, ya beli rumah yang lebih besar, bukanya di tempatkan di reksadana atau saham atau jadi angel investor. Kalau semakin kaya, malah istri ditambah, Piknik dibanyakin. Aksesoris di perbanyak. Akibatnya kita  tidak berkembang. Dan terus kerja keras dan kawatir harta berkurang. Terjadi krisis atau kena PHK, ya tumbang begitu saja. Mengeluh tiada habisnya. Padahal itu salah kita sendiri. ' Maria mencoba menjelaskan secara sederhana.

“ Ya itu masalah mental “ kata Robert.

“ Seharusnya kalau ada pendapatan lebih yang dipikirkan pertama kali adalah bagaimana mendapatkan side income."

" Tetapi kan engga gampang. Kata Yen.

" Benar. Kalau ada niat hidup secara ekonomi tentu orang terpanggil belajar untuk mendapatkan penghasilan diluar bidangnya. Bukankah belajar itu adalah proses seumur hidup. Bukan hanya belajar tentang hal yang kita minati  dan yakini tetapi juga belajar di luar diri kita sendiri. Contoh, Petani Pisang di China, setiap dapat uang panen dari Pabrik pasta Banana, tidak pernah mereka pesta atau membeli rumah lebih besar atau beli barang mahal. Mereka berpikir bagaimana membeli alat produksi agar proses kerja lebih cepat dan mereka lebih santai, sehingga punya waktu untuk kerja yang lain.” Kata Maria.

“ Benar juga. “ Kata Ayah Yen. “ Di pemerintahan maupun di perusahaan mindset seperti itu juga tumbuh. Vietnam di era sebelumnya hampir semua kementrian bangun gedung baru. Kantor pemda diperbaiki. Itu semua investasi yang memakan ongkos baru sepanjang waktu. Tetapi investasi secara ekonomi yang menghasilkan value dan pendapatan, seperti jalan Tol, Pelabuhan, Bandara, Irigasi tidak mendapaktan prioritas. Karena bagi birokrasi lebih senang membuat kebijakan belanja non ekonomi daripada ekonomi yang memaksa harus disiplin dalam perencanaan dan hemat. Tapi sejak lima tahun belakangan ini, Vietnam sudah berubah banyak. Kami mulai mengelola pemerintahan dengan cara modern dan terbuka. Sama dengan Indonesia di era Jokowi ” sambung Ayah Yen.

“ Bagaimana dengan utang negara ? tanya Robert.

“ Selagi keuangan negara di kelola secara terbuka, tentu masalah utang tidak  perlu dikawatirkan. Utang itu menjadi momok menakutkan bila utang untuk konsumsi non value, yang  selalu berujung kepada penyitaan dan kebangkrutan. Ya jelaslah. Karena utang bukan menambah harta produktif tetapi menambah ongkos baru. Tapi kalau belanja barang ekonomi maka utang adalah berkah. Karena ia mendatangkan value yang nampak dari meningkatnya pendapatan, juga meningkatkan value hidup yang lebih terencana dan disiplin mengelola uang agar utang menimbukan trust permanent. Sehingga mudah menambah utang baru untuk terjadi pengaruh berganda dalam bidang ekonomi dan sosial , meningkatnya asset dan hidup lebih sejahtera walau kerja tidak keras. Pembangunan juga adalah pembangunan karakter kita sebagai bangsa yang modern.” Kata Maria.

Ayah Yen nampak berbinar wajahnya. Dia tahu Maria wanita yang cerdas dan berwawasan luas. Kalau tidak, mana mungkin dapat kepercayaan begitu besar dari International Holding. Ayah Yen berharap Maria bisa mendidik Yen jadi pengusaha seperti Maria. Maria menyanggupi dan berjanji akan melakukan yang terbaik.

“ Kira kita siapa angel investor itu “ Tanya Ayah Yen.

“ Relasi saya di Kuala Lumpur. “

“ Mitra Pak Budi juga ? Kejar Ayah Yen.

“ Bukan. Ini relasi saya, Dia baik sekali dengan saya. Moga dia bisa memberikan dukungan dana. “

“ Kapan deal itu akan dilakukan.” Kata Yen

“ Besok saya akan telp dia. Mungkin lusa kita terbang ke KL. 

“ Apa rencana kita sebelum bertemu dengan angel investor itu “ tanya Robert.

“ Besok kita akan meeting untuk mendalami proposal binsis agar nanti kalau meeting dengan angel investor dapat tampil prima “

“Siap bu.”

Kemudian Ayah Yen menyinggung tentang keluarga Maria. 

“ Saya single parent. Ibu dari seorang putri usia 20 tahun. “ Kata Maria singkat.

“ Wah sama dengan saya. Saya juga single parent. Ayah dari seorang  putri “ Kata Ayah Yen menoleh kearah Yen.”

“ Mengapa tidak menikah lagi. Anda masih muda kok “ Kata Ayah Yen.

Maria hanya tersenyum.  Naluri wanitanya mengatakan bahwa Ayah Yen sedang berusaha memancing emosinya.  Cara pria semua sama.  Selalu menganggap janda mudah dimanfaatkan. Tetapi sebagai pejabat dia bisa saja berusaha berempati kepada Maria. Makanya Maria tak ingin melanjutkan pembicaraan soal pribadinya.

Yen berusaha mengalihkan pembicaraan soal sikap Pak Budi yang begitu ramah. Dia terkesan sekali waktu kunjungan ke Hong Kong. Tadinya dia membayangkan Budi orang yang keras. Ternyata orangnya ramah dan rendah hati.

***

Jam 7.30 pagi, Maria sudah sampai di Kantor.  Jam 8 pagi, Yen dan Robert datang. Maria mengajak mereka meeting di kamar kerjanya. Dengan seksama Maria membaca proposal bisnis yang sudah di koreksi Robert. Berselang beberapa menit kemudian, Maria menatap kepada Robert “ Perpect sekali. Anda cepat sekali belajar “ Kata Maria.

“ Berdasarkan arahan Ibu, saya berusaha melakukan desk research dan mencoba mendapatkan informasi darimanapun. Hasilnya ya seperti itu.  Terimakasih udah menuntun saya jadi lebih baik “ 

“ Baik. Jadi anggaran diperlukan USD 3 juta. Waktu yang dibutuhkan 7 bulan. Ketat sekali waktunya.  Kamu perlu team 5 orang. Ahli geologi, keuangan, marketing, termasuk kamu dan Yen. “ 

“ Ya bu. “

“ Mengapa gaji Team kecil ?

“ Ya saya engga enak bu, kalau gaji besar. Kan masih pra operasional. Kita berusaha memperkecil resiko keuangan. Lebih focus kepada proses mendapatkan legitimasi dan dukungan dari stakeholder.”

“ Begini Robert. Gaji besar atau kecil itu relatif. Kamu harus focus dengan target yang hendak dicapai. Kalau gaji kecil bagaimana orang bisa focus kerja dan apa mungkin kamu dapatkan orang profesional membantu kamu ?  Tetapkan gaji sesuai standar normal aja. “ 

“ Baik. Bu, akan saya koreksi. “

“ Ya ok. Tapi engga significant koreksinya. Sekarang saya akan tambahkan business plan ini dengan business model, marketing strategy, production strategy. Ini untuk memastikan bisnis yang akan kita jalankan berbeda dengan yang sudah ada. “ Kata Maria seraya berdiri mengajak mereka pergi ke ruang meeting kantor yang tersedia alat proyektor. 

“ Perhatikan, “ kata Maria memulai presentasi bisnis “ KIta asumsikan bahwa technologi China untuk klinker itu  memang sudah provent seperti yang sudah dipakai oleh proyek perumahan di China.  Pilihan strategi bisnis  kita ada dua yaitu pertama menjual ke pabrik semen yang ada di Vietnam dan negara lain.  Kedua, kita membuat sendiri pabrik semen yang menyatu dengan pabrik material building. Namun dengan skala kecil saja. Kita akan create produk untuk perumahan dengan sistem precast. Sistem precast ini merupakan teknologi pembangunan perumahan dengan menggunakan sistem cetak pasang. Beberapa bagian rumah dicetak di pabrik, kemudian hasil cetakan tersebut baru dibawa ke lokasi pembangunan rumah untuk dirangkai. 

Jadi kita juga terlibat dalam pembangunan perumahan. Dengan demikian harga rumah bisa murah. Dengan demikian kita create market dan educated market. Kalau ini sukses maka akan mengundang mitra dalam dan luar negeri untuk terlibat kerjasama membangun industri precast , dan kita pada akhirnya akan focus mengembangkan industri klinker saja, kembali ke core kita, sebagai supply guarantee. Di perkirakan biaya investasi untuk melaksanakan srategi bisnis ini akan mencapai USD 1 miliar. “ Kata Maria.

“ Oh Tuhan. Sebegitu besarnya investasi” Kata Robert menggeleng gelengkan kepala.

“ Sebetulnya kalau hanya bangun pabrik klinker saja untuk kapasitas sedang, tidak begitu besar namun karena ini produk baru dengan tekhnologi baru, maka kita perlu strategi marketing mendidik pasar dan meyakinkan pasar. Ini perlu effort besar dan tentu besar pula resikonya.” Kata Maria berdiri didepan slide

“ Apa ibu yakin Holding ada uang biayai proyek ini?  apalagi dengan resiko besar dan investasi besar ? Tanya Yen.

Maria menatap Yen beberapa detik. Dia kembali ketempat duduknya.  Dia terdiam sebentar seakan berpikir.  Kemudian menghela nafas. “ Sebelum saya jawab, baik saya jelaskan hal yang mendasar untuk kamu ketahui. Bagi orang awam yang terbatas wawasan keuangannya, dia hanya mengenal satu kata money atau uang. Dia dapat uang dari gaji atau laba usaha dan kemudian dibelanjakan sesuai dengan pendapatannya, kalau ada lebih dia tabung. Dalam kasus ini uang ya uang. Tapi ada juga orang yang menyebut uang itu adalah arus terus menerus atau Currency. Perhatikan, dia tidak menyebut uang tapi arus.. ya sama dengan arus listrik. Kalau di analogikan, uang menjadi sumbu negatif dan aktifitas usaha adalah sumbu positip. Karena adanya sumbu positip dan negatif maka terjadilah current atau arus listrik yang bisa menimbulkan energy untuk bergeraknya roda ekonomi kedepan tanpa henti.

Rekening di bank atau perusahaan di sebut rekening arus ( Current account). Bagi mereka uang bukan lagi selembar kertas. Bukan hanya alat transaksi. Bukan. Tapi uang sebagai sarana menghubungkan satu sumber daya dengan sumber daya lain agar terus terjadi hubungan arus yang tiada henti. Contoh bagaimana menghubungkan sumberdaya manusia dengan sumber daya material, Sumber daya material dengan sumber daya uang. Sumber daya uang dengan sumber daya pasar, dan lain sebagainya.   Selagi hubungan antar sumberdaya itu terus terjadi arus maka itulah uang sebenarnya. Itulah uang dalam perngertian kapitalis. Dimana sebetulnya uang itu omong kosong. Uang itu hanya sarana pemicu distribusi capital untuk terjadi beragam aktifitas terbentuknya peradaban. Jadi bukan jumlah berapa banyak uang yang dikumpulkan tapi seberapa banyak aktifitas usaha yang bisa di kembangkan karena uang.

Untuk menjaga momentum hubungan itu , uang tidak harus berupa uang kertas atau emas. Tapi bisa juga dalam bentuk lembaran obligasi umum. Tidak harus obligasi umum, bisa juga obligasi khusus.Tidak harus obligasi khusus bisa juga obligasi sintetik. Begitu seterusnya. Dari beragam jenis uang itulah pasar uang terbentuk. Dari pasar yang diatur secara umum sampai yang diatur secara khusus. Jenis penerapannya bisa jangka pendek atau menengah atau jangka panjang. Penyelesaiannya bisa melalui opsi beli atau juat, bisa juga diserahkan nanti atau dibayar sekarang atau sebaliknya. “

“ Bukankah itu semua hutang? 

“ Benar. Tapi bukan hutang seperti persepsi kamu yang hanya tahu uang berupa lembaran kertas atau logam mulia .Bukan. Tapi itulah currency. Selagi arus atau current terus terjadi dengan ditandai aktifitas usaha tidak terhenti maka tidak ada hutang yang perlu dikawatirkan.”

“ Tidak perlu kawatir ? 

“ Karena current mempunya energy yang bisa dengan otomatis menciptakan hutang baru atau uang baru. Itulah miracle of capital.Akan terus begitu. Nah, kalau uang di tangan kamu tidak sampai terjadi arus berkesimbungan maka kamu telah tertipu oleh sistem.”

“ Mengapa ? 

“ Karena kamu akan terjebak dengan sikap pelit, menyimpan uang takut berbagi. Menyimpan uang takut ambil resiko bisnis. Hanya masalah waktu kamu akan jadi orang paling miskin dan bego dunia. Uang itu akan menjauhkan kamu dengan lingkungan kamu dan pada waktu bersamaan membuat kamu rakus berkosumsi lemah produksi, yang justru merusak jiwa dan phisik kamu sendiri.  Jatuhnya Eropa dan AS ,Jepang paska krisis wall street karena Generasi yang sekarang tertipu dengan uang. Mereka gila nabung dan  berinvestasi dengan produk tanpa barang. Mereka menciptakan money game. Laba tercipta tapi tidak ada pabrik terbangun. Akhirnya arus atau currency, lambat laun melemah karena sektor real sebagai sumbu positip semakin kehilangan daya tarik karena pertumbuhannya kalah cepat dengan tumbuhnya uang. Beda dengan China dimana keseimbangan antara sumbu positip dan negatif terus terjaga dengan baik sehingga melahirkan economic in balance. Berapapun hutang, itu bukan masalah. Arus terjadi karena barang , jasa dan uang terus menciptakan energy tiada henti. Paham” Kata Maria mencoba mengubah persepsi Yen soal uang.

“ Paham Bu. “

“ Kalau kamu paham, jadi engga perlu tanya apakah holding ada uang.  Uang bukan milik holding tapi milik pasar. Holding punya financial resource untuk melaksanakan program bisnisnya. Mereka punya trust untuk itu. Jadi engga perlu kawatirkan soal uang. Tugas kita sekarang, bagaimana memastikan bisnis ini bisa layak dijalankan secara ekonomi dan secara tekhnis bisa dikerjakan dan secara hukum didukung oleh pemerintah. Itu saja. “

“ Nah Robert, “Seru Maria “ Sekarang kamu perbaiki angka biaya gaji dan kita gabung proposal kamu itu dengan strategi bisnis dari saya. Hari ini harus kita tuntaskan. Sebentar lagi saya akan telp relasi saya di KL. “ Kata Maria dan melangkah ke kamar kerjanya.

Dari kamar kerjanya dia telp Budi.

“ Ya Maria “ terdengar suara Budi.

“ Sedang dimana ? 

“ Di Bandung, Dirumah anak.”

“ Lagi ngapain sepagi ini “

“ Ini lagi nyuapin cucu makan. Ada apa ?

“ Proposal bisnis sudah siap. Sesuai saran Mas, saya sudah sampaikan ke Robert, Yen dan Ayah Yen. Mereka setuju. Sekarang gimana dengan rencana ke KL “

“ Kalau sudah selesai semua, ya langsung aja terbang ke KL. Ajak Wenny ya.. “

“ Kenapa ajak Wenny ?

“ Dia lebih kenal dengan Direksi yang di KL. Tapi kalau kamu engga mau ajak dia, saya akan suruh Wenny atur perjalanan kamu ke KL. “ 

“ Engga mas. Aku malah senang jalan bareng Wenny.”

“ Ya udah. Ada lagi ?

“ Sepertinya udah sebulan di Indo ya.”

“ Ya. Memberikan kesempatan sama istri agar tenang sebelum bicara.”

“ Oh ya ya…Mas harus bicara dengan ibu secara terbuka. Aku yakin ibu akan dukung Mas. “

“ Oh Ya.Maria. Kemarin Ayah Yen telp saya. Dia sangat memuji kamu. “

“ Emang apa katanya ?

“ Kamu cantik, cerdas, dan sangat bijak.” 

“ Laki laki selalu gombal Mas. Entar kalau udah dapat apa maunya, mulai dech ceritanya engga jelas “

“ Aku rasa dia engga gombal. Dia jujur dan serius.”

“ Ah sudahlah. "

“ Ya udah ya. Saya lagi repot suapin cucu nih. Hati hati ya. Kabarin saya kalau ada masalah di KL”

“ Ya Mas. “ 

Usai bicara di telp dengan Budi, Maria kembali ke ruangan meeting bertemu dengan Robert dan Yen “ Besok kita KL. Apabila ada green light dari angel investor, kalian harus buat Perusahaan dimana pemegang sahamnya kalian berdua. Saya engga ikut campur berapa porsi masing masing saham. Diskusikan dengan Ayah Yen. Saya akan gunakan uang pribadi saya untuk membentuk perusahaan itu, termasuk saham yang disetor.  Nanti setelah dana ventura masuk, kalian kembalikan ke saya. OK” Kata Maria.

Mereka berdua mengangguk “ Ibu baik sekali bu. Ayah saya bilang, Ibu seperti mama saya.  Baik sekali, Makanya ayah tidak pernah menikah lagi setelah mama meninggal. “ Kata Yen berlinang air mata.

Maria hanya tersenyum dengan wajah merona. 

***
Maria dengan sabar menanti di Rumah ke datangan Budi. Setelah selesai meeting dengan Venture capital di KL, dia memutuskan pulang  ke Jakarta. Sementara Robert, Yen tetap di KL. Terbang ke esokan harinya ke Ho Chin Minh. Wenny pulang ke Hong Kong pada hari yang sama. Maria akan kembali lagi ke Ho Chin Minh hari minggu untuk mendukung persiapan Yen dan Robert mendirikan perusahaan. Sudah jam 9 malam tapi Budi belum juga datang. Makanan di meja sudah dingin. Ada niat dia ingin telp Budi tetapi diurungkannya. Dia tahu Budi selalu menempati janjinya hanya kadang karena kesibukannya dia lebih prioritaskan urusan bisnis daripada pribadi. Maria kenal betul sifat Budi. 

Benarlah jam 9.30 Budi sudah ada di depan Maria. Wajahnya nampak lelah. Dengan celana denim, mengenakan Tshirt dan sepatu casual. Dia memang berbeda kalau sedang di Jakarta. Selalu tampil santai. 

“ Aku sudah makan” Kata Budi menghempaskan tubuhnya di Sofa. 

“ Kalau Mas engga ada niat makan malam di rumah, ya mas kan bisa bilang dari awal. Ini aku sudah masak capek capek, Mas “  Kata Maria bersungut. 

“ Ok. Saya makan. “ Kata Budi melangkah ke ruang makan. Tanpa basa basi dia langsung duduk di korsi dan mengambil piring.

“ Aku hangatkan dulu sop nya ya “ kata Maria. 

“ Engga perlulah. Sama saja. Dingin atau panas.” Kata Budi langsung makan sop ayam dengan lahapnya. Apa yang disukai oleh Maria adalah cara Budi makan. Sangat lahap dan serius. Tapi cepat. Maria perhatikan itu sambil duduk didepan Budi.

“ Tadi ada meeting dengan direksi BUMN. Pusing engga ada kejelasan “ Kata Budi sambil makan sop ayamnya.

“Soal tol lagi ?

“ Ya. “

“ Mas, sebaiknya Mas dengar saran Wenny. “

“ Emang Wenny cerita apa?

“ Soal proyek toll itu “

“ Apa dia bilang ?

“ Akuisisi jalan toll itu di Indonesia itu tidak mudah. Karena harus melalui proses tender. Mereka kan semua BUMN. Ada aturan negara yang mengharuskan keterbukaan. Beda dengan swasta. “

“ Terus..” 

“ Mas udah setahun lebih urus akusisi jalan Tol itu. Engga mungkin bisa direalisir. Karena skema pembiayaan yang mas ajukan tidak workable secara sistem dan aturan yang ada di Indonesia. Skema di Indonesia itu hanya disetujui bila dilakukan standar normative.  Bayar dan dapat barang, seperti kita belanja di fastfood. Bukan dapat barang, baru bayar.” 

Budi menatap sekilas kearah Maria, dan menghentikan makannya. Dia pergi ke wastafel untuk cuci tangan” Benar katamu. Sejak bulan lalu saya sudah putuskan untuk hentikan negosiasi dan niat untuk akuisisi jalan Toll.  Tapi mereka terus saja memberi harapan. Tapi malam ini saya bulatkan hati , stop bicara jalan Toll. Saya ada niat akan buat boutique investment melalui perusahaan Sintetic  atau offshore company di Singapore. Dari sana saya akan pooling fund untuk direct investment proyek infrastruktur di Indonesia. "

" Apa itu boutique investment, baru dengar Maria. "

" Boutique Investment itu semacam investment banker. Namun didirikan khusus untuk melayani perusahaan dalam rangka akuisisi, merger dan restruktur modal. Kalau saya punya boutique investment, tentu saya legitimate sebagai institusi untuk memberikan dukungan langsung kepada SPV yang akan akuisisi proyek infrastruktur. "

" Darimana dananya ?

" Ya dengan ada boutique investment, saya bisa jadikan itu sebagai Hub untuk mitra global saya dari China, AS, Jepang, masuk dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia. "

" Masuk melalui akuisisi ?

" Itu yang mudah dan cepat. Dan lagi pemerintah Indonesia kan punya UU mengenai program B2B. Jadi walaupun BUMN atau BUMD yang menguasai asset, tetap investor bisa masuk dengan skema pengelolaan konsesi bisnis. "

" Asset nya ikut pindah ?

" Enggalah. Asset secara hukum tetap milik negara. Kita hanya kelola bisnis nya saja dalam kurun waktu yang ditentukan Pemerintah."

" Setelah itu kembali ke pemerintah ?

" Ya. "

" Enak banget pemerintah. "

" Bukan enak. Itu biasa saja. Kan asset pemerintah tidak selalu berupa harta yang keliatan, bisa juga yang intangible. Seperti hak mengelola infrastruktur itu ada pada negara. Tetapi bisa di serahkan kepada swasta dengan investasi swasta namun asset investasi nya tetap milik negara.  Paham ?

" Paham.  Boss "

" Moga setelah Pilpres 2019, rencana itu bisa dilaksanakan. Itupun kalau Jokowi terpilih lagi.” Kata Budi melangkah ke sofa ruang keluarga. Maria mengikuti dan duduk di sebelah Budi.

“ Kenapa harus Jokowi ?

“ Ya kalau bukan Jokowi terpaksa wait and see selama 2 tahun. Kalau semua ok ya lanjutkan. Kalau engga ya pindah ke Thailand atau Vietnam saja. “ Kata Budi sekenanya.

" Mengapa engga tetap di Indonesia saja. Engga usah lebih focus ke negara ASEAN lainnya. Emang  Mas engga bakalan di kubur di Indonesia ?

" Sekarang sudah masuk ME-ASEAN. Jadi investasi di mana saja, sama saja. KIta bangun pabrik di Vietnam, kita tetap bisa masuk ke pasar Indonesia, itu diatur dalam ME ASEAN berkaitan dengan perdagangan. Tarif  sama saja. Sebentar lagi, ada China ASEAN Free Trade Area, artinya kita invest di China akan sama saja invest di Indonesia atau di Vietnam. "

" Woww..itu semua kebijakan Jokowi ?

" Enggalah. Jokowi hanya meneruskan dari kebijakan presiden sebelumnya. Itu sudah menjadi komitment dunia. Keterbukaan dalam sinergi dan kolaborasi. "

" Jadi orang bilang Jokowi itu pro asing, itu karena mereka engga paham "

" Ya karena mereka kurang membaca dan kurang piknik. Contoh kamu, banyak piknik tetapi males baca, tetap aja oon. "

" Ihh Mas enak aja bilang Maria oon. Lagian untuk apa baca buku. Kalau engga tahu kan tinggal tanya sama Mas. Kalau rumit, tinggal tanya aja sama James di BDG. Ya kan."

“ Ya dech..." Kata Budi.

" Mas kenapa sih terlalu banget dukung Jokowi.?

" Engga juga terlalu. Biasa saja. Itu sudah nature saya. Suka bantu orang baik. "

" Mas , sejak Jokowi jadi presiden, engga ada rencana investasi Mas bisa jalan. "

" Semua sedang ber-proses. Dulu waktu era presiden sebelumnya kita terbiasa loby pejabat dan ngakali pejabat. Semua jadi mudah. Kamu dan direksi happy karena gaji naik dan bonus dapat besar. Bagi saya itu tidak luar biasa. Engga ada value yang dibangun. Tetapi di  era Jokowi engga mudah lagi. Saya senang. Karena kamu dan direksi dipaksa kerja profesional.  Hasilnya sekarang selama era Jokowi kamu bisa melakukan restruktur perusahaan kamu dan reorganisasi agar sesuai dengan perubahan yang sedang berlangsung. Saya yakin kita akan lebih cepat maju apabila Jokowi bisa dua periode."

" Benar juga ya Mas. Semua ada hikmahnya.  Kadang perlu hentakan besar agar kita berubah."

" Gimana hasil meeting di KL “ tanya Budi. Matanya tetap mengarah ke TV.

“ Mereka sudah kasih green light. Mereka minta saham 80% dan sisanya untuk proyek sponsor, Robert dan Yen. Kalau dihitung dari value investasi, itu deal yang bagus. “

“ Terimakasih, Maria.” Kata Budi seraya merangkul pundak Maria dari samping.

“ Terimakasi apa ? Kan semua hanya menjalankan perintah Mas. “

“ Tapi kamu melakukannya dengan baik. Terutama bisa meyakinkan Ayah Yen untuk mendukung Yen dan Robert. Apalagi dia sangat percaya dengan kamu menjadi mentor anak dan calon mantunya.” 

“ Emang apa kata Ayah Yen ?

“ Dia bilang kamu mirip dengan almarhum istrinya, terutama sifat kamu. Sangat keibuan dan sabar.”

“ Mas mau jomblangin aku dengan Ayah Yen ya. Jadi itu tujuan datang ke mari ? Kata Maria seraya melepaskan  tangan Budi di pundaknya. Maria bersungut.

“ Jangan GR kamu. Orang memuji kamu bukan berarti orang inginkan kamu jadi istrinya..” 

“Tatapi dari tatapan matanya dia seperti menginginkan Maria.”

“ Ya siapa yang tidak menginginkan wanita secantik kamu. Mature , cerdas dan berkelas. Wajar sajalah. Dan lagi itu hanya kesan kamu saja. Santai aja.Engga usah emosi.”

“ OK santai. Terus sekarang setelah bicara kan soal sikap ayah Yen, mas langsung pulang. Begitu ? “ Maria merungut.

“ Eh  iya. Udah jam berapa ?

“ 10.30 malam. Pulanglah. Ibu nunggu di rumah. Engga usah kawatir. Maria akan pastikan ayah Yen enjoy mendukung proyek ini dengan mempercepat proses perizinan dan pembebasan lahan. Syukur syukur skema pembayaran lahan seperti yang Mas mau. Engga kontan. Ya kan.” kata Maria menebak jalan pikiran Budi. Budi hanya tersenyum. 

“ Ya udah, aku pulang ya. “ Kata Budi melangkah ke pintu keluar. Maria hanya mematung diruang keluarga.  Kembali dia terhenyak dalam kesendirian.

“ Bu, bapak masih di teras. “ Kata Pembantu rumah tangga. Maria melangkah keluar dari ruang keluarga menuju teras. Nampak Budi sedang merokok. “ Aku kemari sebetulnya mau bicarakan soal Maya.” Kata Budi membuang potong rokoknya. Budi tahu Maria tidak suka dia merokok. 

“ Ada apa ?

“ Kemarin dia telp kalau hubungannya serius dengan pacarnya.”

“ Si negero itu ? Kata Maria teriak.

“ Bukan. Tapi Henri. Pria China Amerika, yang jadi direktur saya di AMG Swiss. “ 

“ Henri. Si ganteng itu ? Mata Maria melotot.

“ Ya “

“ Bukankah Henri udah kepala empat usianya.” 

“ Emang kenapa ? Budi mengerutkan kening. “ Usianya baru 41 dan Maya 21. Dan lagi rencana menikah setelah Maya tamat kuliah di London.”

Maria terdiam. Dia duduk disebelah Budi. Air matanya berlinang. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“ Kenapa, Maria ? Kata Budi menyentuh punggung Maria.

“ Terimakasih Mas. Akhirnya Maya dapatkan jodoh yang baik.”

“ Jadi kamu setuju ? 

“ Ya lah setuju banget.”

“ OK Nanti acara tunangannya, saya akan hadiri di London bersama kamu ya.”

“Benar Ya mas. “

“ Ya” 

Maria memeluk erat Budi. “ terimakasih telah menjaga kami selalu.”
“ Maria, You are my true friend.” kata Budi. Membalas pelukan hangat Maria. Selang beberapa detik kemudian, Budi melepaskan pelukan Maria. “ Aku harus pulang. Kamu tidur yang nyenyak ya.”  Budi melangkah dan masuk kedalan kendaraan. Maria masuk kedalam rumah dalam kesepian selalu.

***
Pada umumnya untuk perusahaan asing, proses pendirian perusahaan  untuk sampai keluar izin resmi dari pemerintah butuh waktu sedikitnya 60 hari. Tetapi karena perusahaan pemegang sahamnya ada orang Vietnam, yaitu Yen, dalam 7 hari izin pendirian perusahaan sudah rampung. Ini cara smart pemerintah Vietnam agar memberikan peluang bagi penduduk lokal bermitra dengan asing. Maria menyetor uang ke rekening perusahaan sebesar USD 200,000. Itu uang pribadinya tanpa meminta kepada Budi. Yen dan Robert setuju akan mengembalikan dana itu setelah dana venture masuk. Karena anggaran pendirian perusahaan dimasukakan dalam business plan. Setelah, itu Maria bersama Yen dan Robert terbang ke KL membahas langkah konkrit kerjasama. Pihak modal ventura hanya bersedia masuk setelah ada MOU dengan pemilik tekhnologi dari China dan adanya izin prinsip dari Pemerintah Vietnam untuk mengelola lahan tambang untuk bahan baku klinker. 

Prinsip itu dituangkan dalam Head of Agreement yang mengatur soal pelepasan saham. Valuasi saham dimana Robert dan Yen berhak atas saham Good Will sebesar 20%. Artinya pihak modal venture keluar uang 100% namun dapat saham hanya 80%. Pihak Modal ventura menunjuk Maria sebagai Kuasa management atas 80% saham itu.Jadwal ditentukan selambat lambat nya 2 bulan kedua syarat itu sudah terpenuhi dan Modal ventura akan mengirim uang ke rekening perusahaan.

Peran Maria sebagai wakil Pemegang saham Modal Venture di perusahaan Yen karena resiko atas dana Ventura itu ditanggung oleh Perusahaan Wenny di Hong Kong yang tidak ada kaitannya dengan Holding. Perusahaan Wenny sebetulnya adalah milik pribadi Budi, dan Wenny hanya bertugas sebagai Proxy. Jadi sebenarnya tidak ada resiko bagi Modal ventura. Maria sadar bahwa skema pembiayaan modal ventura ini hanyalah cara Budi agar Maria punya posisi kuat dan memastikan pegang kendali atas perencanaan pendirian pabrik klinker di Vietnam. 

Namun bagaimanapun posisi Maria itu hanya “ kuasa”. Kepemilikan tetap ada pada perusahaan Modal Ventura yang juga milik Pak Budi. Makanya secara hukum tetap saja tanggung jawab Maria sebagai pemegang kuasa bukan kepada Budi tetapi kepada Modal Ventura. Maria harus membuat laporan kepada Modal Ventura secara tertip. Setiap keputusan diluar perecanaan harus dapat izin dari Perusahaan Modal Ventura.

Untuk sementara kantor  untuk proyek Klinker itu beralamat di kantor Maria yang di sewa oleh Holding tahun lalu. Untuk kantor dengan luas ruangan 100 M2,  lebih dari cukup menampung lima orang.

“ Minggu pertama kerja ini kita harus pastikan dapat izin prinsip dari pemerintah Vietnam.” Kata Maria dalam rapat pertama di hari kerja perusahaan. “ Segera buat proposal kepada Pemerintah dan upayakan pendekatan kepada pihak yang terkait dalam proses perizinan. Setidaknya kita dapat balasan surat dari Pemerintah bahwa pada prinsipnya pemerintah akan memberikan izin. Atas dasar surat itu kita bisa terbang ke China untuk bertemu dengan pihak prinsipal tekhnologi. Paham ?  Kata Maria dalam rapat pertama, hari pertama  dengan team yang dibentuk oleh Robert dan Yen.

“ Paham, Bu.” kata mereka serentak. 

“ Apa ada pertanyaan lain ?

“ Bagaimana kalau pemerintah minta company profile kita untuk mengetahui reputasi kita “ Kata salah satu team bagian keuangan. 

“ Makanya perlu pendekatan secara pribadi. Jelaskan bahwa kita perusahaan baru berdiri yang mendapatkan dukungan dari Perusahaan Modal Ventura dan akan memenuhi semua syarat yang ditetapkan pemerintah kalau kita sudah dapat izin prinsip. Kata Maria seraya melirik kearah Yen.

“ Tidak ada masalah. Kita akan adakan pendekatan secara pribadi kepada Pemerintah. “ Kata Yen.

“ OK. Apalagi ? Tanya maria dengan menyapu pandangan ke pada mereka semua.

“ Mengapa kita tidak dapatkan dulu dukungan dari Prinsipal di China, setelah  ajukan izin prinsip kepada Pemerintah. Bukankah dengan adanya MOU dengan perusahaan di China akan meningkatkan value kita di hadapan pemerintah. “ Robert mengusulkan.

“ Engga mungkin mereka mau MOU dengan kita tanpa ada indikasi kita didukung oleh Pemerintah. Emang siapa kita ? bagaimanapun mereka adalah perusahana besar yang tentu punya sistem sendiri untuk memutuskan kerjasama. Bagaimanapun kita butuh pemerintah meningkatkan rating kita. Atau kita tidak akan pernah layak deal dengan siapapun. Kamu lihat faktanya, apakah modal ventura mau keluar uang sebelum ada MOU dengan Prinsipal dan Izin prinsip dari Pemerintah ? Engga kan. Sekarang in resiko kita pribadi. Program kerja seminggu ini menentukan sekali untuk melontarkan kita kepada tahap berikutnya yang tentu tidak mudah. Paham ? Kata Maria.

“ Paham, Bu.” Kata Robert.

“ Ok. Kalau baca dari Rencana bisnis, ada tiga kegiatan untuk mendapatkan izin prinsip. Pertama tinjauan kelokasi membawa konsultan geologis. Kedua, Test lab atas contoh material tambang. Ketiga, mengirim surat dan proposal kepada pemerintah sesuai dengan Map Peluang investasi. Bagi tugas untuk itu.  “ Kata Maria. “Kalau tidak ada lagi, kita sudahi meeting. Mari kita berdoa pada hari pertama ini agar selanjutnya semua berjalan sesuai dengan rencana. Kepada Tuhan kita berharap dan berserah diri. Sambung Maria.

Maria kembali ke meja kerjanya. Dia membuat perencanaan detail tentang strategi bisnisnya. Beberapa pertanyaan untuk mendukung perencanannya seperti technologi pembuatan beton cetak siap pasang, peluang kemitraan dengan perusahaan pabrik semen di China dan Vietnam, dia ajukan ke James di Holding. Setiap email dari Maria, James selalu cepat menjawab dan menyertakan data lengkap serta informasi yang sangat bernilai. Maria berharap dari semua data yang dia punya bisa menghasilkan strategi yang tepat dan efisien untuk memastikan secara bisnis bisa dijalankan. Dia kenal betul sifat Budi dan tidak mau membuan Budi kecewa.

Jam 6 malam Maria masih di kamar kerjanya. Staf yang lain sudah pulang. Telp selular nya bergetar. Tidak ada nama tertera di layar smartphone nya. Dia mengerutkan kening. Tapi dia terima juga “ Ya, Maria disini”

“ Saya Ho. Ayah Yen. “ terdengar suara di seberang.

“ Oh Ya. Apa kabar Pak “

“ Apakah saya bisa mengundang anda makan malam. Kebetulan saya  ingin kenalkan anda dengan Menteri yang membidangi soal investasi Klinker itu “ 

“ Tentu pak. Sangat senang sekali. “

“ Kalau begitu jam 7.30 saya tunggu anda di restoran. Saya akan kirim text message alamat restorannya. Supir anda tahu tempat itu “

“ Baik pak. Jam 7.30 saya sudah sampai di sana.”

“ Thanks. Sampai jumpa di sana ya.  Bye.”

“ Bye”

Maria tahu ini berkat peran dari Yen, yang menyampaikan hasil rapat pagi tadi di Kantor. 

***
Jam 7.30 Maria sudah sampai di restoran yang ditentukan oleh Ayah Yen. Dia datang dengan mengenakan baju putih kerah tinggi menutupi lehernya yang jenjang, berbalut blasser warna hitam. Bawahanya mengenakan rok diatas lutut warna juga hitam. Tubuhnya yang tinggi semampai dengan betis yang indah  nampak sekali ketika dia melangkah masuk kedalam restoran itu. Ayah Yen menyambut Maria dengan menggeser korsi agar ada ruang bagi Maria duduk dengan nyaman. Ayah Yen memperkenalkan rekan nya yang ikut makan malam. Masih relatif muda, tapi nampak cerdas. Wajar kalau jadi menteri.

“ Tarnyata anda cantik sekali. “ kata rekan Ayah Yen.

“ Anda terlalu memuji. Usia saya sudah diatas 40. Sebentar lagi putri saya akan menikah.”

“ Wow..kalau anda menulis buku cara awet muda, saya yakin  akan best seller. “ 

“ Tetap tidak bisa mengurangi usia saya. “

“ Apalah usia. itu hanya catatan saja. Yang penting kita harus terus merasa muda agar terus bisa berkarya. “ kata Ayah Yen. Mereka tersenyum. 

“ Saya dengar kabar anda berencana membangun pabrik klinker di Vietnam. “ Kata Rekan Yen.

“ Tepatnya bukan saya tetapi investor. Saya hanya profesional yang mendapatkan mandat merencanakan pendirian pabrik itu.”  Kata Maria merendah.

“ Posisi itu jauh lebih hebat daripada investor. Karena apalah investor bila tidak ada lahan untuk tanam uang. Ya kan. “ 

Maria hanya tersenyum. 

“ Kalau boleh saya bertanya , apa hambatan investor masuk ke Vietnam ? Ini penting sebagai masukan kepada saya.” Kata rekan Ayah Yen.

“ Pada umumnya ya hambatan itu berkaitan dengan kurs yang tentu berhubungan dengan kebijakan Moneter Vietnam. Bisa jelaskan “ Kata Maria.

“ Kami sebetulnya belajar dari China soal moneter dimana kebijakan dengan orientasi kepada produksi. Tujuannya agar produksi meningkat.”

“Konkrit nya ?  Tanya Maria. 

“ Kehebatan China bukanlah melulu karena etos kerja yang tinggi tapi lebih dari kehebatan membuat kebijakan monter yang sehingga mata uang China sangat murah dan pada waktu bersamaan produk import menjadi sangat mahal dan produk eksport menjadi sangat murah. Inilah trigger yang memicu pertumbuhan dua digit selama 20 tahun lebih. Dan buktinya ketika mata uang china menguat akibat melemahnya mata uang utama dunia, negeri itu tak nampak hebat menggenjot pertumbuhan ekonominya. Banyak pabrik yang tutup. 

China akan melambat namun kesempatan pertumbuhan ekonomi selama dua puluh tahun bekalangan ini sudah berhasil membangun banyak infrastruktur ekonomi untuk bertahan ditengah badai krisis dunia saat ini.” Kata rekan Ayah yen. Maria mendapatkan pencerahan. 

“ Namun bagaimana china bisa menekan inflasi? Karena terbukti selama dua dasawarsa di china , inflasi dikelola dengan baik. Inflasi itu akan naik bila produksi turun dan konsumsi meningkat. China mampu menggenjot produksi dengan significant dan menekan import.”

“ Menurut saya karena pemerintah China mengontrol ketat moneter. Itu juga engga sehat. Kami tidak sependapat soal itu. Kami tidak menerapkan inflation targeting dalam kebijakan moneter dimana Inflasi dijaga terus rendah dengan menahan peredaran uang di masyarakat. Dan cara yang dipakai selalu sama, yakni menaikkan suku bunga. Menurut saya, biarkan saja mata uang bergerak sesuai kehendak pasar. 

“ Mengapa ? tanya Maria.

“ Ya, jika pemerintah dan Bank central tetap memilih mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi, itu hanya memuaskan orang kaya. Sektor Ril akan terpuruk dan proses recovery membutuhkan waktu lama. Kalau kegiatan usaha terganggu, maka ujung – ujungnya akan memicu terjadinya gelombang PHK, dan revolusi tidak bisa dihindari. Chaos terjadi, maka terjadilah…kami bukan Cina. Kami ingin membangun negeri dengan semangat demokrasi.”

“ Dan karena itu anda tidak mau pusing bila kurs Mata uang vietnam terlalu tajam pergerakan naik turunnya.” kata Maria.

“ Sudah saatnya pemerintah untuk berani membuka borok yang selama ini disimpan rapat demi citra. Biarkan publik tahu bahwa inflasi kita dua digit. Berapapun inflasi tidak ada masalah selagi rakyat mampu belanja dan barang tersedia. Berapapun nilai uang  tidak ada masalah selagi kegiatan produksi terus berkembang. Tahu mengapa ?karena kami focus kepada memperkuat neraca pembayaran dan neraca perdagangan. Ini berhubungan dengan kebijakan sektor rill yang bertumpu kepada kemandirian dibidang ekonomi. Yakinlah dalam jangka panjang kalau focus ini terus dipertahankan maka keseimbangan kurs akan terjadi dengan sendirinya dan itu pasar yang bekerja. bukan politik.  “ Kata rekan ayah Yen.  

Maria tercerahkan.” Jadi intinya adalah mendorong sektor ril agar terus tumbuh, dan disitulah peran pemerintah memberikan insentif agar peluang terbuka bagi siapa saja, dan penyediaan infrastruktur ekonomi diperluas agar kegiatan ekonomi jadi efisien. Dan ini akan memicu orang untuk berinvestasi.” Kata Maria.

“ Benar sekali Bu. “ kata Ayah Yen.

“ Bagaimana pendapat pribadi ibu terhadap Vietnam.” tanya Ayah Yen.

“ Tahun 2009, Saya berkunjung Ke Hanoi diajak Pak Budi. Kami menggunakan private jet. Ketika saya sampai di Hanoi, hari telah malam. Saya tidak bisa melihat kemajuan kota Hanoi dari atas pesawat. Pejabat yang menjemput kami di Bandara adalah seorang wanita, kebetulan ayahnya seorang Diplomat yang ditempatkan di Jakarta. Makanya dia senang sekali ketika mengetahui salah satu rombongan adalah saya dari Indonesia.Dari Bandara kami langsung ke Hotel dan tidur untuk istirahat karena besok pagi akan sibuk dampingi pak Budi untuk rapat dan sorenya kembali ke Hong Kong

Apa yang menarik dari Vietnam ? Sebuah negeri yang pernah luluh lantak akibat komplik politik regional antara komunis yang didukung China dan Demokrasi yang didukung oleh AS. Vietnam Utara dan Selatan tercabik, Persaudaraan pecah menimbulkan luka yang parah. Namun berkat seorang pemimpin hebat Ho Chi Minh, Vietnam berhasil melewati masa masa sulit keutuhannya sebagai bangsa. Ketika berakhirnya perang vietnam tahun 1975, AS kehilangan prajurit yang gugur sebanyak 58.000 dan rakyat Vietnam yang tewas mencapai 3 juta orang. Walau perbedaan jumlah korban Vietnam lebih besar namun peperangan ini dimenangkan oleh Rakyat Vietnam dan AS mendapat malu sepanjang masa. Tapi hebatnya, tak ada dendam apapun dari rakyat Vietnam kepada bangsa AS. Tahun 1995 atau 20 tahun setelah usainya perang, setelah ekonomi negara membaik, vietnam dibawah rezim komunis kembali menjalin hubungan diplomatik dengan AS." kata Maria.

" Sejak reformasi Ekonomi tahun 1980, difisit anggaran diatas 7% . Namun inflasi melambung gila gilaan karena pemerintah membelanjakan devisa diatas difisit yang ada. Inflasi mencapai diatas 60 persen pertahun. Akibatnya harga barang melambung tak terkendali. Rakyat bekerja keras dipertanian namun ketika mereka menjual hasil produknya , harga kebutuhan umum sudah melambung tinggi. Para buruh terpenggal pendapatannya akibat inflasi itu. Tapi ekonomi tumbuh diatas 10% pertahun. Pemerintah sadar bahwa pertumbuhan ekonomi yang berbasis sektor riel memang memakan korban ditengah keterbatasan negara. Ini sebagai sebuah pilihan dari kebijakan reformasi ekonomi Vietnam.

Tapi kini semua pengorbanan rakyat dari tahun 1980 sampai 1993 telah membuahkan hasil. Vietnam, negara dengan populasi terpadat ke-14 di dunia dan yang ke-9 terpadat di Asia, merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pada 2016, populasi diperkirakan mencapai 94,6 juta. Menurut IMP World Economic Outlook, PDB Vietnam mencapai US $ 645,3 miliar pada Purchasing Power Parity – dengan sektor manufaktur dan jasa masing-masing menyumbang 40 persen dari PDB. Goldman Sachs memperkirakan bahwa ekonomi Vietnam akan menjadi yang terbesar di dunia pada tahun 2025 – melebihi jumlah Norwegia, Singapura, dan Portugal pada tahun 2050.Difisit dapat ditekan sampai 3% dan inflasi sampai kini hanya satu digit. Intel yang merupakan kampiun business bidang High Tech dan processor, telah menjadikan Vietnam sebagai pusat risetnya dan sekaligus membangun industri chip senilai USD 1 billion. Liberalisasi perdagangan dan investasi , berpengaruh positive bagi kemajuan ekonomi vietnam. Para investor yang datang adalah memang player bukan broker yang doyan main harga saham di bursa. Jurong Industrial Park, BUMN Singapore, yang dikenal hebat membangun kawasan industri di China, Cape Town, juga ada di Ho chi Minh City. Tentu keberadaan Jurong Industrial Park sangat potensi mengundang relokasi industri dari Singapore, Eropa dan AS, Jepang, Taiwan, termasuk Indonesia yang PMA nya banyak hengkang ke Vietnam.

Vietnam memang menggantungkan pertumbuhan ekonominya dari Eksport, bahkan 70% PDB nya berorientasi eksport. Setelah krisis global, memang pertumbuhan ekonomi Vietnam melambat namun kami mempunyai basis ekonomi rakyat yang kuat dibidang Agriculture. Beras, Udang , Kopi, adalah produk unggulan yang digeluti oleh 70 % populasi di Vietnam. Krisis memang telah membuat laju eksport menurun namun tidak membuat rakyat menderita. Sistem komunis yang sangat hebat mendistribusikan alat produksi kepada seluruh rakyat memang teruji efektif tahan dari segala pengaruh krisis global. Apalagi Vietnam memiliki sumber daya MIGAS yang cukup besar untuk mempertahankan pertumbuhan ekonominya." Kata rekan ayah Yen.

Yang membuat Maria tertegun adalah ketika Ayah Yen berkata "   bahwa Hồ Chí Minh adalah bapak Vietnam dan dianggap setengah dewa bagi orang Vietnam. Namun ketika dia wapat, dia tidak punya istri resmi dan tentu dia juga tidak punya anak resmi. Dia ingin agar Rakyat Vietnam cukuplah melihat dia sebagai pribadi, jangan memujanya hingga juga memuja keturunannya. Siapapun rakyat Vietnam punya nilai dan pantas untuk menjadi pemimpin tanpa harus melihat keturunan. Ya, dari seorang pemimpin hebat yang meninggal tanpa harta namun mewariskan nilai nilai kepemimpinan yang membuat semua orang vietnam merasa malu bila mereka menyianyiakan umurnya untuk kepentingan pribadi semata.  Memang sebagian besar rakyat masih miskin tapi mereka punya “hope” and "future" karena kepemimpinan yang rendah hati dan punya rasa malu. “ 

Ayah Yen menatap Maria agak lama. Mata mereka beradu pandang dalam beberapa detik. Mari segera menunduk.” Ternyata anda memang cerdas, pemerhati yang hebat. Pantas Pak Budi sangat mengandalkan anda” Kata Ayah Yen.

“ Bu Maria. “ Seru rekan Ayah Yen. “ Anda telah memenangkan hati kami. Kami sudah merasa anda bukan lagi orang asing. Tetapi bagian dari kami.  Dan engga usah kawatir. Proses perizinan pabrik klinker itu saya jamin akan selesai secepatnya. Besok surat permohonan masuk, langsung saya proses. Saya akan koordinasikan dengan pihak terkait seperti kementrian bidang Pertambangan dan Pemda. “ sambungnya

“ Terimakasih Pak. Saya juga berjanji akan merealisasikan investasi ini. “ Kata Maria. Hidangan sudah tersedia di meja. Mereka menikmati santapan, sambil bicara ringan ringan.

Usai makan malam Ayah Yen mengantar Maria sampai Maria masuk kedalam kendaraan. Dia membukakan pintu. Untuk seorang pejabat tinggi seperti Ayah Yen, sikap itu terlalu berlebihan. Apalagi Maria bukanlah eksekutif perusahaan raksasa. Dari pertemuan malam itu, Maria semakin yakin, Ayah Yen punya kesan pribadi terhadapnya.

Dalam perjalanan Maria dapat telp dari Budi.

" Maria. " Terdengar suara Budi diseberang.

" Ya Mas. " 

"  Besok aku dari Jakarat ke Beijing. Rencana dari sana aku akan KL. Mungkin hari sabtu aku masuk KL.  Kamu bisa ketemu aku di KL"

" Bisa Mas. "

" Kalau begitu Jumat kamu terbang saja. Nanti perwakilan Holding di KL akan jemput kamu. Kamu mau tinggal di Apartment kantor atau Hotel ?

" GImana Mas ajalah."

" Ok di Apartment aja ya. Kamu janji masakin aku yang enak. "

" Siap Mas. Emang ada berapa kamar di Apartement"

" Dua kamar. Yang satunya untuk tamu. Satunya lagi untuk aku."

" Siap boss. "

" Udahan ya...Bye.

***

Hari jumat pagi, Maria rapat dengan Team.
“ Sampai sekarang belum ada jawaban dari Pemerintah soal izin prinsip yang kita ajukan. “ Kata Robert

“ Gimana dengan pendekatan yang dilakukan dengan pejabat terkait”

“Semua positip. Mereka butuh waktu mempelajari proposal kita. Kemungkinan dalam 1 bulan sudah ada jawaban positip. “Kata Yen

“ Hanya untuk dapatkan jawaban positip saja kita harus menunggu 1 bulan. ? Kata Maria berkerut kening.

“ Masalahnya engga sederhana. Ini rumit. Karena menyangkut lingkunga hidup, luas lahan yang diperlukan, dan lain sebagainya “ Kata Robert.

Maria terdiam. Dia ingat pembicaraan waktu makan malam dengan Ayah Yen. Semua memang baik baik saja. Hanya memang diperlukan proses birokrasi.  “ OK. ikuti proses itu dengan seksama. Saya tidak mau anda kendala yang berarti. Kalau ada masalah , segera lapor ke saya. “ Kata Maria berdiri.

Usai rapat , Maria langsung ke Bandara untuk terbang ke KL. Sampai di KL, Maria diantar oleh staf perwakilan Holding untuk ke apartement. Dia menempati kamar untuk tamu yang berukuran luas seperti kamar Panthouse hotel. Dia tidak ingin melihat kamar khusus untuk Budi.  Kepada Staff Holding yang mengantarnya ke apartement, Maria bertanya siapa saja tamu wanita yang pernah menginap di Apartment ini ? Staf holding mengatakan tidak pernah ada tamu wanita yang diajak ke apartemen ini.  Ini apartment khusus untuk CEO Holding kalau datang ke KL. Kalau Pak Budi datang ke KL bersama keluarga, biasanya tinggal di Hotel Istana yang berjarak hanya 300 meter dari kantor. Budi sangat bisa menjaga mana privasi dan mana urusan bisnis. Apartment itu milik perusahaan maka hanya di pakai untuk tamu perusahaan.

Pagi pagi Maria sedang masak untuk breakfast. Dia dikejutkan oleh suara panggilan Budi yang sudah ada di sofa “ Mas kapan datangnya ? Kata Maria menghampir Budi dengan wajah ceria.

“ Tadi malam. Kamu udah tidur. “ Kata Budi melangkah ke teras untuk merokok.

“ Ya. Kemarin tidur cepat. Jam 8 udah tidur “ 

“ Ya udah. Kamu terus aja masak. Saya jam 10 pagi harus meeting di kantor holding. 

“ Mas, sampai hari ini belum ada jawaban dari Pemerintah Vietnam soal izin prinsip pabrik klinker” Kata Maria ketika sapan pagi bersama Budi.

“ Terus.”

“ Gimana ya. Kita perlu jawaban resmi agar bisa negosiasi dengan pihak prinsipal di China “

“ Memang engga gampang proses dapatkan izin itu. Bagaimanapun ini termasuk mega proyek.  Kamu harus bangun pelabuhan sendiri lahan Tambang itu.Juga harus bangun pembangkit listri sendiri. “ 

“ Ya sih. Tapi bisa engga negosiasi dengan pihak prinsipal dilakukan sebelum ada izin prinsip ? 

“ Gampang aja. Kamu ajak ayah Yen ke China bertemu dengan prinsipal” 

“ Loh kok ayah Yen “

“ Orang China itu sangat percaya dengan kekuasaan. Mereka engga perlu izin tertulis diatas kertas. Dengan kamu ajak ayah Yen meeting dengan mereka, itu lebih dari izin.  Pasti peluang negosiasi akan terbuka.  Saya akan telp teman saya di Beijing untuk dampingi kamu meeting. “

“ Teman mas yang profesor itu ?

“ Ya. Kamu udah kenal kan?

“ Ya kenal. “ 

“ Nah cobalah bicara dnegna Ayah Yen. Saya yakin dia mau. “ Kata Budi menyudahi sarapan paginya. Dia kembali ke teras untuk merokok.
“ Tempo hari Mas mau bail out utang prinsipal melalui bank teman mas. Apakah itu jadi ?

“ Jadi. Setelah mereka ada MOU dengan pabrik klinker kamu”

“ Jadi mereka pasti akan bantu Maria dapatkan MOU karena mereka ingin secepatnya juga bisa selesaikan utangnya di Bank. Untuk apa lagi ayah Yen ?

“ Perusahaan itu besar. Mereka punya standar sendiri untuk deal dengan mitranya. Kamu engga bisa kaitkan transaksi saya dengan mereka. Mereka butuh diyakinkan, bahwa proyek kita benar benar dapat dukungan dari Pemerintah. Paham “

“ Paham Mas.”

“ Jadi kapan mau Beijing “ Tanya Robert.

“ Minggu depan.”

“ Baguslah. Kalau bisa sebelum ke Beijing, tanda tangani akte penempatan kamu kembeli sebagai Dirut perusahaan di Jakarta.”

“ Tapi kan saya bukan lagi pemegang saham”

“ Emang apa bedanya. Dari awal kamu juga engga pernah setor modal. Itu semua saham ya. “

“ Maksud Maria, secara hukum kan aku bukan lagi pemegang saham “

“ Ya engga apa apa. Kan banyak dirut yang bukan pemegang saham.”

“ Emang kenapa dirut yang ada sekarang“

“ Setahun lebih kamu tinggalkan perusahaan, keadaan semakin turun omzet nya. Itu kan dulu kamu yang dirikan, kamu lebih tahu gimana mengembangkannya. Kelola lah lagi.”

“ Tapi gimana dengan bisnis di Vietnam.?
“Kamu kan ada direktur lainnya. Mereka kamu arahkan saja dan monitor setiap waktu.”

“ Siap Mas. “

“ Ya udah. Saya harus kekantor pagi ini. Sore ini saya kembali ke Jakarta. Kamu ikut pulang bareng saya ya “

“ Sore ini ?

“ Ya. Kenapa ?

“ Ya engga apa apa. “

***
Selama ini Ayah Yen sangat respectterhadap Maria karena sikap Maria yang profesional. Tentu Maria tidak mau nampak bodoh dihadapan Ayah Yen dengan memohon ikut ke Beijing agar bisa meyakinkan prinsipal tekhnologi.  Ayah Yen bukan hanya seorang pejabat tinggi tetapi dia juga elite politik partai yang berpengaruh. Apalah Maria di bandingkan Ayah Yen. Kalau yang melakukan pendekatan kepada Ayah Yen adalah Budi mungkin lain ceritanya. Itu karena Budi punya koneksi dengan petinggi partai di China Maria tidak punya cara  yang tepat untuk bicara kepada Ayah Yen. Lantas apa yang harus Maria lakukan. ? Dalam kebingungan itulah, Budi telp dia. 

“ Gimana rencana ke Beijing? Kata Budi langsung ke pokok persoalan.

“ Mas, maaf aku engga bisa bicara dengan ayah Yen”

“ Kenapa ?

“ terlalu cepat untuk bicara dan berharap kemudahan dari dia? 

Budi terdiam. 

“ Hallo, Mas... “ 

“ Ya ya” 

“ Maaf Mas.. “ kata Maria dengan suara lambat. 

“ Ya sudah. Pastikan jangan sampai kontrak Head of agreement dengan venture capital gagal. Concern ke sana”

“ Ya Mas, Maria paham”

“ Ya sudah. Bye” telp di tutup Budi. 

Maria terhenyak. Kalaulah Budi punya power untuk mengatur bicara dengan ayah Yen, tentu dia akan berikan solusi segera. Tapi Budi memilih untuk menyerahkan kepada Maria. Itu artinya memang hal ini soal sensitif untuk perusahaan asing terlalu dekat dengan pejabat tinggi. 

***
Sudah hampir sebulan atau tepatnya 3 minggu belum ada titik terang pemerintah akan memberikan izin prinsip untuk pendirian pabrik dan pengelola kawasan tambang. Tiga kali pertemuan dengan team dalam rapat mingguan hasilnya sama saja. Masih menunggu. Minggu depan team akan mengunjungi lokasi tambang bersama pejabat otoritas. Pada waktu bersamaan akan mengadakan test sampling bahan tambang menyertakan tenaga akhli geologis. Ini tentu membutuhkan dana tidak sedikit.

Team juga mengusulkan perusahaan mengeluarkan dana survey yang sudah di lakukan pemerintah, kalau ingin meng kavling lahan tambang itu sebagai wilayah konsesi. Semua harus keluar uang sementara belum ada kepastian lahan itu benar benar layak secara ekonomi untuk di tambang. Karena belum ada studi menyeluruh oleh ahli geologi terhadap hamparan lokasi tambang. Belum ada kepastian izin akan keluar kalau analisa dampak lingkungan tidak mendukung. Dan ini butuh ongkos lagi agar laporan Amdal layak.  Maria menghela nafas. Karena anggaran sebesar USD 200,000 tidak cukup. Dalam anggaran biaya, Maria harus sediakan lagi uang sebesar USD 300,000. 

“ Bu, Maaf, uang kas kita tidak cukup untuk memproses izin” kata team bagian keuangan ketika rapat mingguan. 

“ Saya akan siapkan minggu depan. Yang penting jangan terhenti proses mendapatkan izin prinsip”

“ Tapi dari mana ibu dapatkan uang lagi? Tanya Robert.

“ Saya akan jual apartment saya di Jakarta. Engga ada masalah “ kata Maria santai. “ ada lagi yang mau dibahas” tanya Maria. Semua terdiam. 

“ Ya sudah. Kita sudahi meeting. “ kata Maria seraya berdiri dan melangkah keluar ruangan. 

Tak berapa lama di kamar kerja nya Maria melihat Yen keluar  dari ruangan meeting dengan menangis dan langsung ke luar kantor. Maria segera mencari tahu dengan mengejar Yen sampai depan Lift.

“ Ada apa Yen ? Kata Maria lembut.

Yen hanya diam. Air matanya terus jatuh. Lift  terbuka, Yen melangkah kedalam lift dan menutup pintu lift tanpa memberikan jawaban apapun. Maria tak bisa menahan. Dia segera masuk kantor. Diruang meeting masih ada Robert dan anggota meeting lainnya.

“ Ada apa ini ? Tanya Maria kepada  mereka satu persatu. Mereka menatap ke arah Robert. Maria menoleh ke arah Robert. “ Kamu ikut ke kamar kerja saya.” Kata Maria tegas. Robert segera mengikuti langkah Maria keluar dari ruang meeting.

“ jelaskan apa yang terjadi ? 

“ Bu, tadi saya dan semua anggota team sepakat agar Yen menggunakan fasilitas ayahnya untuk segera mengeluarkan izin prinsip agar kita bisa terbang ke Beijing untuk Deal dengan prinsipal. Agar kita bisa dapatkan uang dari venture capital. Tapi Yen menolak. “

“ Terus “ 

“ Saya katakan ke Yen, kita harus malu dengan Ibu Maria yang sudah memberikan jaminan atas dana venture  dan sekaligus dana Pra operasional sebelum dana venture masuk. Padahal  ibu engga ada saham sama sekali dalam perusahaan. Lantas masih pantaskah kita  jadi manusia bermoral kalau semua Menjadi Resiko orang lain. “ kata Robert dengan menunduk. 

“ Hanya itu yang kamu bicarakan?

“ Ya bu”

“ Kenapa dia menangis?

Robert terdiam. 

“ Jawab! 

“ Saya katakan,  Ayah Yen hanya memanfaatkan saya saja. Tidak mau berkorban. Padahal saya dan Yen adalah pemegang saham” 

“ Robert, kamu engga bisa melibatkan secara langsung ayah yen dalam bisnis. Dan bergantung semua hal kepada ayah Yen. Dengan kamu bicara seperti itu, kamu sudah melukai hatinya.  Bagi wanita, ayah itu figure yang sangat dihormati dan disayanginya. Dia tertarik dengan kamu, salah satunya adalah  karakter ayah nya ada pada kamu. “

“ Paham saya bu. Tapi saya engga enak dan malu dengan Ibu. Saya merasa secara moral berhutang terlalu besar kepada ibu. “

“ Saya terlibat karena pilihan saya. Karena saya lihat kamu orang baik yang harus saya dukung. Ayah Yen dan juga Yen orang baik. Engga usah dipikirkan masalah saya. “

“ Tapi ... “ Kata Robert yang tak sanggup meneruskan kata katanya.

“ Robert, saya pemimpin dalam team ini. Cobalah profesional. Saya tidak mau ada masalah dalam team. Jangan ada masalah diantara kalian. Semua keputusan ada pada saya  termasuk resiko. Mari focus ke bisnis process. Paham!”  Kata Maria dengan mata tegas.

“ Paham Bu”

“ Sekarang temui Yen.  Bujuk dia agar suasana hatinya kembali tenang” kata Maria tegas. 

Malamnya, Robert mengundang Maria makan malam untuk bertemu dengan Yen. “ Saya berharap ibu memberikan semangat kepada Yen. Dia sedang renta sekali bu. Maaf jadi merepotkan Ibu“. Maria menyanggupi. Kebetulan itu malam Sabtu. Hari minggu Maria akan terbang ke Jakarta untuk menjual apartemen nya. Dia dengar kabar Budi sedang di Hongkong. 

“ Bu, saya sadar kalau saya terlalu berambisi agar Robert dapat sukses sebagai pengusaha. Tetapi kemampuan saya mendukung nya kecil sekali. Berkali kali saya coba bicara dengan ayah tetapi ayah hanya diam saja. Saya kenal betul sifat ayah. Dia sangat mencintai saya dan kalau dia tidak bisa membantu itu memang diluar kemampuan dia. Saya tidak tahu apakah saya masih pantas dapat kehormatan dari Robert? Kata Yen dengan berlinang air mata ketika makan malam. . 

“ Apakah kamu benar benar mencintai Robert ?

“ Ya bu. “ 

“ Kalau begitu pegang cinta itu dengan kokoh. Kalau seandainya proyek ini gagal, kamu engga perlu merasa bersalah. Kerena niat kamu baik. “ kata Maria.

“ Dan kamu Robert “ seru Maria, “ kamu engga bisa kaitkan hubungan cinta kamu dengan Yen, karena Proyek, karena ayah Yen. Hubungan cinta itu harus lepas dari semua situasi dan kondisi. Kalian harus saling menguatkan satu sama lain.  Bukankah kamu pernah bilang bahwa Tuhan akan mentunaikan keinginan kita sejauh mana keyakinan kita terhadap pilihan kita. Ya kan”

“ Ya bu “

“ Yang membuat saya merasa bersalah karena semua menjadi beban ibu. Hanya karena ibu mau membantu kami” kata Yen. 

“ Saya tidak merasa terbebani. Saya akan merasa kecewa kalau kalian saling menyalahkan. Ini akan membuat team jadi lemah. Effort saya jadi sia sia” kata Maria melirik kearah Robert. 

“ Entah gimana lagi mau bicara dengan ibu. Bagaimanapun kami tidak akan bisa melupakan kebaikan ibu. “ kata Yen. 

“ Ya sudah. “ Kata Maria mengibaskan tangannya.

Setelah itu keadaan menjadi mencair Mereka bisa menikmati makan malam dengan ceria. 

“ Perbedaan usia kami jauh. Saya 28 tahun dan Robert 40 tahun. Saya terkesan kanak kanak di hadapan Robert. “ Kata Yen. “ Sementara Robert nyaman dengan wanita yang dewasa. “Sambung Yen.

“ Yen, mau saya nasehati ? 

“ Ya bu. “

“ Kalau kamu mencintai seseorang, kamu harus mau berubah. “

“ Tapi Robert juga harus berubah, mengerti saya.”

“ Kamu wanita. Sudah nasif kita para wanita yang harus lebih dulu berubah dengan memahami pria. Kalau tidak, maka kamu tidak akan menjadi tempat berlabuh bagi pria. Namun ketika kamu bisa memahami pria, maka kemanapun dia pergi, dia akan selalu merindukan kamu, tempat dia berlabuh , kamu akan selalu di hatinya. Paham ya.”

“ Paham, Bu. “ Yen terpesona dengan nasehat Maria. Dia cepat mengalihkan pembicaraan ke yang lain “  Oh ya bu. Kemarin ayah cerita kalau Pemerintah Vietnam sedang ada kesulitan untuk trade financing impor gas dan batubara.” kata Yen sambil

“ Emang kenapa ?

“ Pemerintah kesulitan dapatkan pasokan gas dan batubara dengan transaksi tanpa L/C.  Maklum ini untuk kebutuhan pembangkit listrik yang disubsidi negara. Pemerintah hanya bisa bayar 30 hari setelah delivery dengan mata uang Vietnam. “

“ Oh maklum saya. Itu dalam rangka mengurangi  tekanan neraca pembayaran. Sama dengan china. “

“ Engga paham saya “ kata Yen. 

“ Mungkin saya bisa bantu dapatkan solusi” kata Maria

“ Oh ya Bu. “ kata Robert terkejut.

“ Nanti saya akan bicarakan dengan ayah. “ Kata Yen

“ Kenapa engga sekarang aja kamu telp ayah “ kejar Robert.

Yen melirik ke arah Maria. Maria mengangguk. Yen langsung telp ke ayahnya. Kemudian dengan tersenyum. Yen bilang. “  Ayah minta saya ajak ibu kerumah sekarang. Gimana bu” kata yen. Maria tersenyum. “ Ya udah tutup bill. Kita temui ayah Yen sekarang.” Kata Robert.  Mereka pergi bersama ke rumah Yen dalam satu kendaraan. 

Maria terkejut. Rumah Yen tidak begitu besar. PNS di Indonesia  eselon 3 banyak yang punya rumah seperti ini. Pantaslah Vietnam bisa cepat tumbuh diatas puing puing kehancuran karena pejabatnya hidup sederhana. Ayah Yen menyambut kedatangan Maria di ruang tamu yang sederhana. Setelah basa basi, Ayah yen cerita tentang skema pembiayaan pengadaan batubara dan gas untuk pasokan pembangkit listrik. 

“ Kami sangat tertolong bila ada skema Pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan kami. Yang penting tidak membebani neraca pembayaran. “ kata ayah Yen. 

Maria langsung telp Wenny yang kebetulan menangani bisnis trade financing solution. Dengan penjelasan singkat, Wenny langsung bisa memahaminya. Wenny memastikan ada solusi untuk itu. 

“ Pak, Salah satu rekan saya yang khusus menangani bisnis  provider trade financing solution dapat membantu. Dia bisa terbang ke Vietnam  untuk menindak lanjuti proses deal nya. “ 

“ Bisa kirim company profile nya via emal ke saya “ kata ayah Yen. Maria langsung WeChat Wenny, minta dikirim company profile. Dalam beberapa detik sudah masuk file dari Wenny.

 “ Saya sudah kirim Company profile ke email Yen” kata Maria. Yen membuka file tersebut melalui notepad  dan memperlihatkan file itu ke ayahnya. Dengan seksama ayah yen membaca file itu. “ wow... daftar client nya besar besar ya. Mengapa kami tidak pernah tahu ? Kata ayah yen heran.

“ Karena perusahaan itu shadow banking , yang hanya melayani selektif clients saja”kata Maria tenang.

“ Wah beruntung sekali  saya bertemu ibu. Karena selama ini kami dibebani cost of fund  yang mahal sekali untuk solusi pembIayaan Import. Tapi sekarang kami bisa hemat” kata ayah Yen dengan mata berbinar. 

Jam 11 malam, Maria minta izin pulang. Ketika melangkah ke tempat parkir kendaraan, ayah Yen berbisik kepada Maria, “ saya akan bawa team ke Hongkong untuk bicara dengan rekan ibu. Apakah ibu bisa menemani saya?  Kata ayah Yen. “ tapi kalau ibu keberatan, maafkan saya” sambungnya. 

“ Oh senang sekali. Saya akan minta rekan saya atur perjalanan bapak dengan team ke Hongkong. Tolong beri saya daftar nama anggota rombongan yang akan berangkat”  

“ Oh engga usah repot bu. Kami bisa atur sendiri. “

“ Karena bapak yang datang artinya bapak tamu rekan saya. Jadi wajar mereka akan melayani tamu dengan sebaiknya. “ kata Maria. 

“ Terimakasih Bu. Besok Senin saya akan kirim daftar anggota rombongan yang akan berangkat” 

“ Terimakasih kembali” kata Maria membungkuk sebelum masuk kedalam kendaraan. 

Sampai di hotel, Maria menelpon Budi. 

“ Ya Maria” terdengar suara Budi.

“ Mas, aku minggu pulang ke jakarta. Tapi minggu depan aku akan ke Hongkong”

“ Ngapain ?

“ Dampingi rombongan Ayah Yen yang mau Deal dengan perusahaan Wenny untuk trade financing solution. Mereka butuh Solusi pembiayaan Import gas dan batubara”

“ Ok. Kabarin aku jadwal pastinya. “

“ Mas berapa lama di Hongkong?

“ Sampai akhir bulan ini. “

“ oh ok. Artinya minggu depan ada di Hongkong.”

“ Ya. “

“ Ya udah. Aku mau mandi dulu”

“ Ya udah”telp ditutup Budi.

***
Ayah Yen memastikan berangkat hari Rabu. Hari Selasa, dari Jakarta Maria sudah masuk Ho Chin Minh. Dia masih galau karena penjualan Apartement tidak bisa dilakukan cepat. Pinjaman juga butuh proses yang lama. Sementara dia butuh minggu ini harus ada uang. Karena minggu depan harus cash out agar proses perizinan dapat berlangsung. Sampai di kantor, dia dapat email dari Wenny. Daftar ticket business class dan akomodasi hotel untuk masing masing anggota team ayah Yen. Maria langsung forward email to ke Yen. Rabu pagi Maria sudah di Bandara keberangkatan bersama team Ayah Yen. Dalam pesawat Maria duduk disebelah Ayah Yen. Tidak ada pembicaraan karena Ayah Yen sibuk membaca selama penerbangan. Percis gaya Budi. Didalam pesawat kalau engga tidur ya baca buku.

Sampai di Bandara, Wenny dan staff nya sudah menanti di Bandara kedatangan International Hong Kong. Dengan kendaraan Van standar limo, rombongan berjumlah 4 orang meluncur ke Conrad Hotel, kawasan Central Hong Kong. Usai Check ini hotel jam menunjukan pukul 2 sore.

“ Apakah anda mau istirahat dulu, atau kita lanjut meeting di kantor kami” Kata Wenny kepada Ayah Yen. 

“ Sebaiknya kami ke kantor anda. Tidak begitu lelah. Penerbangan singkat. “ 

“ Baik. Kalau begitu. Silahkan ke kamar dulu, saya tunggu di loby “ Kata Wenny dengan membungkuk.  Maria bersama team ayah Yen menuju kamar untuk meletakan tas. 

Jarak kantor Wenny dengan Conrad Hotel tidak jauh. Karena kantornya juga di daerah Central. Hanya 10 menit dengan kendaraan sudah sampai.  Di ruang meeting, Wenny mempresentasikan bisnis jasanya dibidang financial solution provider. Lengkap dengan skema dan sumber daya yang dia miliki. Team Ayah Yen sangat tertarik.

“ Sangat menarik.  Solusi yang smart. “ Kata Ayah Yen.

“ Ya kami bukan broker. Kami hanyalah solution provider. Kami akan membuka LC ke seller batubara dasarnya adalah kontrak jual beli antara anda dengan seller. Dalam kontrak disebutkan adanya blocking payment dari anda kepada rekening yang kami tunjuk. Kontrak jual beli itu dasar kami mengajukan aplikasi pembukaan LC.  Biaya hedging dibebankan kepada anda dengan kontrak tersendiri. “

“ Jadi tidak ada komisi jual beli “ Kata anggota team Ayah Yen.

“ Tidak ada. Kami hanya dapatkan fee atas solusi pembiayaan. Itupun jumlahnya hanya 0,8% ditambah bunga selama 30 hari mengikuti tingkat bunga antar bank di London.”

“ Wah murah sekali kalau dibandingkan komisi lewat broker di Singapore “ Kata Ayah Yen.

“ Apakah kami bisa dapatkan proof of fund atas kemampuan anda? Kata anggota team.

“ Banker kami akan memberikan langsung Proof of fund kepada Bank anda” 

“ Wonderful “ Kata Ayah Yen.” Kami undang anda ke Vietnam untuk bicara teken kontrak sesuai dengan hukum kami.” sambung Ayah Yen.

“ Dengan senang hati. Tentukan jadwalnya, team kami akan datang ke Hanoi”

Semua nampak senang. Rapat berlangsung tidak lebih 1 jam namun menghasilkan deal yang cepat. Wenny wajahnya nampak berbinar melirik Maria.

Usai meeting, Maria mendampingi Team Ayah Yen kembali ke Hotel. Wenny ikut  “ Maria terima kasih ya “ 

“ Saya justru yang terimakasih. Kan perusahaan kamu sebagai guarantor deal dengan venture capital di KL.”

“  Tapi, kamu bawa client ikan paus ke saya. Gimana engga terimakasih. Kapan kembali ke Ho Chin Minh?

“ Rencana lusa balik ikut rombongan Team Ayah Yen “ 

“ Besok saya akan undang makan malam mereka. Bantu atur ya “

“ Kamu lah yang atur. Kan itu client kamu.”

“ Oh ok. “

“ Ada rencana malam ini ?

“ Sampai sekarang belum ada. “

“ Kalau engga ada , telp aku ya. Kita bersantai di Cafe favorit kita.” 

“ Siap boss. Jangan lupa ajak juga Esther “

“ Iyalah. “ 

Usai mandi, Maria dapat telp dari Ayah Yen. 

“ Bu Maria, saya dapat telp dari sahabat saya dari Beijing. Kebetulan sekarang ada di Hong Kong. Dia undang saya makan malam. Maaf apakah kamu bisa ikut serta ?

“ Dengan senang sekali.“ 

“ Ok kalau begitu saya tunggu di Loby hotel jam 7 ya. Karena jam 7.15 jemputan sudah datang.”

“ Ya baik pak. “ 

Maria sempat terkejut karena dia kenal betul kendaraan yang jemput nya. Itu kendaraan holding. Ada Logo B di pintu kendaraan.  Ketika  masuk kedalam kendaran dia masih bertanya tanya benarkan ini kendaraan milik holding Budi? 

“ Bu Maria, yang undang makan malam ini holding company yang akan biayai proyek klinker. Boss nya berteman baik dengan sahabat saya di Beijing. Saya belum pernah bertemu dengan boss holding company itu. Tetapi menurut cerita teman saya, dia orang baik.  Dan saya tahu tadinya kamu sebelum memimpin perusahaan baru untuk proyek klinker, kamu bekerja di anak perusahaan holding itu. Sama dengan Robert. Ya kan”

“ Ya pak. Tetapi ..” maria tidak bisa meneruskan pembicaraan.

“ Tapi apa ?

“ Saya tidak bisa ikut makan malam. Karena kalau Boss saya hadir , malah engga enak. Ada aturan,  kami hanya bisa hadir dalam acara apapun atasnama  holding kalau diminta oleh Boss. “

“ Sekarang kamu bukan lagi karyawan Holding. Kamu adalah mitra dari pemerintah kami yang akan membangun pabrik semen untuk mendukung program rumah murah. Engga salah kan “

“ Ya pak. Tetapi bagaimanapun dia tetap boss saya.”

“ Engga usah kawatir. Kamu datang karena kamu sahabat saya. “ kata Ayah Yen melirik Maria dengan tersenyum. “ Yen banyak cerita tentang kamu. Dia bilang kamu berkorban untuk dia seakan mengingatkan dia dengan almarhum ibunya. Apalagi kamu nasehati dia agar dia berubah untuk pria yang dia cintai. Kini berjanji akan berubah. Tidak akan manja lagi. “

Maria terdiam. Tidak tahu harus bicara apa lagi. 

“ Saya teringat almarhum istri saya. Sejak menikah dia harus mengorbankan segala galanya untuk saya.  Terutama dia harus mau berubah dari anak manja putri pejabat tinggi partai untuk hidup sederhana bersama saya yang masih merintis sebagai kader partai junior.  Kadang kalau ingat saya sedih. Mengapa dia pergi begitu cepat.  Teringat saya belum bisa membayar pengorbanannya. Teringat waktu saya yang lebih banya diluar untuk mengurus partai. Sementara dia sendirian dirumah mengurus anak dalam kesepian. Bertahun tahun begitu. Ketika karir saya mulai naik , dia jatuh sakit. Dua tahun dia berjuang melawan kanker payudara, akhirnya dia harus pergi sebelum saya benar benar siap ditinggal oleh nya. 15 tahu saya jadi single parent untuk putri saya. Selama itu Yen lebih banyak bersama pengasuhnya di rumah” 

Ayah Yen menghela nafas. “ Dan kini disaat Yen sedang butuh dukungan dan saya tidak bisa berbuat banyak,  Ibu Yen datang kembali.  Ya melalui reinkarnasi. Ibu Yen hadir didunia ini dengan kehadiran kamu. “ 

Maria hanya menunduk. Dia merasa tersanjung. Ini kali pertama dia begitu berharganya dihadapan pria.

“ Terimakasih Maria.” Kata Ayah Yen.

“ Pak tidak usah berterimakasih dengan saya.  Yen anak yang baik. Saya suka dia..” 

Kendaraan sudah sampai di Element Building. Mereka menuju lift untuk menuju lantai 101. Ketika pintu lift terbuka sudah menanti sekretaris Pak  Budi menuntun mereka ke dalam restoran Inakaya.  Dari jauh nampak Budi bersama profesor segera berdiri dari tempat duduk menyambut kedatangan mereka. Budi mengenakan setelan jas warna  biru tua dan dasi sutera begaris garis tegas. Begitu juga dengan profesor sahabatnya mengenakan jas abu abu dengan dasi warna hitam. Di table sudah ada 2 orang yang tidak Maria kenal. 

Ayah Yen mengenalkan Maria sebagai sahabatnya kepada Budi, Profesor  dan kepada yang lainnya.  Ayah Yen memberi kartu namanya kepada mereka satu persatu. Profesor mengenalkan Budi, dan dua orang itu kepada Ayah Yen. Budi menyerahkan kartu namanya kepada Ayah Yen. Dua orang yang hadir itu juga memberikan kartu namanya kepada Ayah Yen dan Maria. Tertera nama perusahaan itu adalah pemilik tekhnologi klinker. Salah satunya adalah boss dari perusahaan itu. Maria juga menyerahkan kartu namanya kepada mereka. Maria terkesiap.  

“ Bu Maria ini eksekutif dari perusahaan yang dimiliki oleh putri Pak Ho dan calon menantunya. Perusahananya sendang melakukan proses mendapatkan izin dari pemerintah Vietnam. Rencana bisnis nya seperti yang saya ceritakan tempo hari.” Kata Profesor kepada kedua orang itu.

“ Wah senang sekali bisa bermitra dengan Ibu. “ kata Boss pemilik tekhnologi itu.

“ Kami sedang berusaha mendapatkan izin dan melakukan studi menyeluruh” Kata Maria.

“ Kalau perlu bantuan, jangan sungkan hubungi kami. Kami siap mengundang anda ke pabrik kami. “ kata Boss pemilik tekhnologi dengan ramah. 

“ Terimakasih Pak. “ Kata Maria seraya berdiri dari tempat duduknya dan membungkukan tubuhnya.

Acara makan malam itu terkesan santai. Karena baik Budi dan Profesor serta ayah Yen terlibat pembicaraan ringan. 

“ Saya kagum dengan Indonesia belakangan ini. Pembangunan melesat sangat cepat. Hampir tidak pernah terbayangkan. Negeri yang hampir gagal setelah krisis moneter dan krisis politik tahun 1998 kini sudah menjelma menjadi  20 negara  terkuat ekonominya di dunia. Disaat negara sedang berjuang menghadapi krisis dengan pertumbuhan rendah, Indonesia tetap tumbuh dan percaya diri.  Bagaimana ini bisa terjadi begitu cepat ? Tanya Ayah Yen. Pertanyaan itu ditujukan kepada Budi. Ayah Yen tahu dari sahabatnya, Budi dari Indonesia. 

“ Itu berkat Presiden kami, Jokowi. “ 

“ Bisa jelaskan sosok pribadinya. “  


“ Abraham Lincoln pernah berkata, hampir semua orang bisa menghadapi kesengsaraan tapi kalau anda ingin test karakter seseorang , beri dia kekuasaan. Tak banyak bahkan langka orang bisa lolos test. Kekuasaan adalah pusat segala glamor tersedia. Ketika kekuasaan ditangan anda maka orang ramai mendekati anda, pujian bertebaran untuk anda, harta mengalir deras dari berbagai sumber dan lebih hebat lagi ada rasa hormat begitu melimpah kepada anda dan keluarga. Datang dinanti dan tak datang dirindukan.

Jokowi tampil di panggung politik sebagai bentuk kasih sayang Tuhan kepada rakyat Indonesia setalah lebih setengah abad berada dibawah kekuasaan yang penuh glamor dan pesta tanpa jeda diantara elite kekuasaan. Di era Jokowi proses kerja adalah ungkapan cinta kepada ratusan juta rakyat yang merindukan the hope. Proses keterbukaan adalah ujud kerendahan hati kekuasaan yang tak bebas di kritik dan dikoreksi setiap saat. Kesederhanaan adalah ujud rasa hormat kepada rakyat yang memberikan amanah kekuasaan. Karenanya Jokowi tak sepi badai yang inginkan kekuasaan kembali seperti pesta pasar malam.”

“ Karena itu dia tidak disukai oleh sebagian rakyat khususnya kelas menengah , kelompok agama. “

“ Dia sadar itu. Itu bagian dari demokrasi. Itu karena dia melarang tentara dan polisi melepaskan bedilnya kepada orang yang menghinanya, merendahkannya dan ingin menjatuhkannya. Ketika orang membenci , dia mencintainya. Ketika orang memfitnah, dia meluruskan dengan senyum. Ketika orang ingin kemewahan, dia mengajak hidup sederhana. Wajar saja, bila dia seperti  berjalan dalam sepi ditengah orang ramai. Perjalanan spritual terberat sepanjang usia kekuasaan. Kalaulah bukan karena kecintaan kepada Tuhan yang tak bertepi,  untuk menjalani hidup seperti itu memang tak akan sanggup.

Jokowi memang bukan ulama atau ustad tapi dia muslim yang baik, dia bukan Jendral tapi dia tidak pengecut untuk membela NKRI, dia bukan cendekiawan tapi dia tidak inferior, dia bukan orang besar tapi dia punya cinta besar dibalik sikap dan perbuatan, untuk negeri yang dia cintai. Kami yang mayoritas mendukungnya tak akan biarkan dia berjalan dalam sepi karana dia ada untuk kami yang masih punya moral” 

“ Luar biasa. Cara anda menilai dia.” Kata Profesor.  “ Saya termasuk pemerhati terhadap kekuasaan dan kepemimpinan Jokowi. Hampir semua  berita tentang Jokowi saya kliping. “ Sambungnya. 

“ Oh ya “ Budi  terkejut. 

“ Apa yang dapat di contoh dari seorang Jokowi ? Kata Profesor. Budi hanya tersenyum. “ Ia pejuang kebenaran dengan keberanian di luar batas orang normal. Mengapa ? bukan karena dia tidak punya rasa takut tapi dia mampu mengalahkan rasa takut. Saya yakin banyak orang meragukan agendanya soal reformasi Migas, MInerba dan Pangan, perikanan , reformasi anggaran, pembangunan insfrastruktur, yang semuanya berdampak luas terhadap suhu politik yang memanas. Dia yakin bahwa semuanya terlihat tidak mungkin sampai selesai nantinya. Karenanya dia harus kerja keras membuktikan agendanya. Hanya itu. Kalau kadang dia terkesan lemah dihadapan gerakan massa dengan kesediaan untuk berdialogh , itu bukan berarti dia bersedia kalah. Tapi itulah cara dia untuk menaklukan lawan dengan kesabarannya untuk mendengar orang yang berbeda.

Jokowi sangat paham kebudayaan Indonesia. Dari manapun dia belajar dan mau mendengar apapun tentang kebudayaan Indonesia.Diapun belajar bahasa Asing dengan baik dan memahami kebudayaan asing. Dari kalangan Ulama dia belajar tentang hakikat agama dan cinta. Dari pemaham tentang kebudayaan dan agama itu dia mampu berdialogh dengan siapapun tanpa ada kesan memaksakan kehendak. Dan dia diterima oleh semua pihak karena dia menempatkan rasa hormat atas dasar kekeluargaan. Baginya kemenangan sejati bukan pemaksaan kehendak tapi memahami pendapat orang lain untuk kemudian mengajak orang menerima tanpa ada kesan kalah atau terpaksa.

Orang-orang dekat Jokowi tidak selalu orang yang ia sukai. Seringkali mereka adalah rivalnya, orang-orang yang digosipkan berusaha melemahkan kepemimpinannya. Tapi ia percaya bahwa dekat dengan rival adalah satu cara untuk mengendalikan mereka. Tapi bukankah mereka belum tentu akan loyal padanya? Jokowi mengakui bahwa loyalitas memang penting, tapi ia juga tak terlalu menggantungkan diri pada hal itu.

Jokowi percaya apa yang tampak di luar sama pentingnya dengan apa yang ada di dalam. Karena itu, ia benar-benar menggunakan penampilan fisik. ia melaksanakan ritual puasa secara teratur agar secara batin dan lahir sehat, tidak merokok, tidak minum minuman keras, tidur yang cukup dan menggemari jamu tradisional untuk menjaga kesehatannya. Lebih dari dua tahun berkuasa, postur tubuhnya tetap begitu seperti awal dia berkuasa. Perutnya tidak buncit dan juga tidak terlalu kurus. Wajahnya pun tidak nampak lelah dan tidak nampak menua.

Meski Jokowi jelas-jelas menentang paham intolerance. Dia percaya bahwa tidak ada orang yang lahir untuk membenci orang lain karena warna kulit, latar belakang, atau agamanya. Orang harus belajar untuk membenci. Dan jika mereka dapat belajar untuk membenci, maka mereka juga bisa belajar untuk mencintai karena cinta datang lebih alami ke hati manusia dibanding kebalikannya. Ia juga sadar bahwa intolerance itu memiliki penyebab historis, sosiologis, dan psikologis yang kompleks. Karena itu ia tak pernah terpaku pada satu jalan untuk memecahkan masalah, seperti menggunakan kekerasan atau rekayasa hukum menjerat lawan. Jokowi adalah politikus yang pragmatis; Ia tak akan segan-segan mengubah taktik jika memang itu adalah cara paling praktis untuk mencapai tujuan akhirnya. Karenya dia tidak menutup diri dari orang orang yang berpikir bebas dan luas demi kepentingan nasional. Kepada Mahasiswa , saya katakan agar belajar dari sosok kepemimpinan Jokowi. Apabila kalian bisa seperti Jokowi, China akan lebih hebat dari yang ada sekarang.”

Maria hanya menyimak pembicaraan antara mereka. Namun berada ditengah tengah orang yang peduli dan punya standar moral tinggi, memang mengasyikan. Mereka punya wawasan international namun tetap membumi dan suka kepada kebaikan. Usai makan malam, Maria hanya tersenyum kearah Budi, dan melangkah mengikuti ayah Yen menuju lift.  Dia semakin kagum dengan cara bisnis Budi. Sekecil apapun peluang untuk merebut hati orang selalu dia manfaatkan. Dia selalu masuk pada  moment yang tepat.

Sampai di Hotel jam 11, Maria membuka  smartphone nya. Karena dari tadi dia setting silent. Baru dia tahu ada missed call dari Wenny tiga kali dan pesan lewat WeChat.  “ Jadi engga ketemuan ? Dia langsung jawab, “ OK sekarang saya menuju wanchai”  Hanya berselang sekian detik, Wenny sudah menjawab “ see you then “ 

“ Wen, “ seru Maria ketika mereka sudah berada di Cafe and Bar.  “ tadi  aku makan malam dengan Ayah Yen, dan sahabatnya dari Beijing. Juga boss pabrik klinker di China. Tahu engga kamu ?

“Apa ?

“ Makan malam itu yang atur Budi” 

“ Budi ??? Wenny melongok.

“ Ya. “ 

“ Artinya makan malam itu sudah direcanakan dengan baik.  Mengatur perjalanan temannya dari Beijing dan boss pabrik datang pada acara makan malam itu tentu tidak bisa mendadak.  “ kata Wenny manggut manggut.  Wenny menerima  panggilan telp “ Ya pak. Tadi siang rapatnya bagus. Maria bawa ikan paus ke saya “ Terdengar Wenny bicara. Maria tahu itu dia sedang bicara dengan Budi. “ Baik pak. Saya tunggu,” Telp di matikan.

“ Budi, on the way kemari”  Kata Wenny. Selang beberapa menit kemudian, Esther dan Budi datang. Maria memeluk hangat Esther.  Budi diantara para sahabatnya terasa tanpa jarak.  

“ Mas , aku butuh uang USD 300,000. Bisa pinjam. ? Jaminannya apartement aku di Jakarta. “ Kata Maria. Wenny dan Esther tersenyum mendengar permintaan dari Maria.

“ Apartemen ? “ Budi terkejut. “ Itu kan saya yang beliin waktu kamu mau menikah dengan manta suami kamu si pilot ganteng. Sekarang kamu gadaikan ke saya. Emang untuk apa uang itu? 

“ Nanti kalau pinjaman aku cair di bank akan balikin. Atau kalau laku di jual apartement itu aku balikin. Hanya dua minggu aja, Mas “

“ Untuk apa uang itu ? jawab” Kata Budi tegas. " Kemana saja tabungan kamu selama 10 tahun kerja sama saya. Itu jutaan dollar? 

“ Aku deposit untuk Maya. Itu engga bisa diambil. Udah niat untuk Maya”

“ Jadi untuk apa uang itu ? 

Maria hanya diam. Dia tidak mau bicara lagi. Sudah sifat Budi kalau keluar uang selalu detail pertanyaannya. Maria melangkah ke Toilet. Wenny mengikuti. “ Wen, besok aku transfer ke rekening kamu. Udah engga usah minta sama Budi. “

“ Nanti saya kembalikan “

“ Ya tenang saja. “ 

“ Kita punya sahabat seperti Budi harus memahami dia.”

“ Uang itu untuk modal perusahaan sebelum dana dari modal ventura masuk. Kan kamu ikut dalam negosiasi waktu di KL. Kalau syarat tidak terpenuhi uang tidak cair. “

“ Mengapa tidak bicara dengan Budi soal itu. Saya yakin dia akan mengerti”

“ Aku engga enak.  Karena bagi Budi syarat itu tidak berat. Hanya soal sederhana. Engga butuh dana besar. Aku bisa atasi. Memang aku bisa atasi sebesar USD 200.000 tapi  nyatanya proses nya tidak mudah. Butuh tambahan biaya lagi.”

“ Oh begitu. Memang antara kamu dan saya berbeda. Saya dari awal hanya menempatkan diri sebagai karyawan dia. Sementara kamu dan Budi bersahabat dekat, emosi terlibat.  Kamu berusaha ingin tampil sempurna di hadapan Budi. Sebaiknya, bersikap lah apa adanya. Sampai kapanpun Budi tidak akan berubah. Yakinlah. “ 

Ketika Maria kembali ke Meja.
" Kamu kenapa sih begitu. " Kata Esther kepada Budi " Maria pinjam uang, bukan minta. Pakai jaminan lagi. Kenapa kamu mau tahu segala apa alasannya. Emang dia istri kamu?. Apa susahnya kamu keluar uang. " Kata Esther dengan ketus. Memang antara Budi dan Esther bersahabat. Tidak ada hubungan kerja. Makanya Esther lebih leluasa kalau bicara dengan Budi.  

" Ya udah. " Budi menoleh ke arah Wenny. " Pinjamin dia uang. " 

***
Setelah Budi minta Wenny memberikan pinjaman ke Maria, Budi langsung keluar dari Cafe. Dia pergi meninggalkan mereka bertiga. Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Maria merasa bersalah karena menempatkan Budi tersudut dihadapan sahabatnya.

“ Kak Esther,tidak seharusnya kamu bicara terlalu menyudutkan Budi “ Kata Maria.

“ Engga usah dipikirkan. Dia memang begitu.” Kata Esther tanpa peduli suasana hati Maria.

“ Tapi Kak..” 

“ Dengar ya Maria. Kamu tidak boleh terlalu lemah di hadapan Budi. Dia memang boss kamu, tapi dia juga sahabat kamu. Sudah seharusnya dia menghormati kamu. Apakah ada kehormatan yang lebih baik daripada kepercayaan? Apalagi ini soal pinjaman personal” Kata Esther.

“ Saya paham, ka. Saya tahu Budi sangat menghormati saya dengan memberikan kepercayaan yang besar. Saya juga tahu Budi menghadapi semua orang sesuai dengan pribadi orang, yang tentu masing masing orang berbeda. Saya berbeda dengan kamu dan Wenny. Saya hanya tamatan SMU. Kalau sekarang saya bisa seperti sekarang, itu berkat binaan dia. Berkat kepercayaan dia.”  Kata Maria. Wenny dan Eshter terkejut. Mereka berdua bisa memahami itu.

“ Tetapi mengapa Budi ingin tahu segala kebutuhan pribadi kamu. Apalagi itu soal pinjaman berjaminan ?

“ Dulu tahun 2003 saya diberi kepercayaan oleh Budi mengelola usaha. Saya terjebak hutang pribadi sebesar cukup besar. Karena saya tahu, kalau saya pinjam atas nama perusahaan pasti Budi akan tolak. Padahal saya yakin itu transaksi menguntungkan. Tetapi belakangan transaksi itu menimbulkan kerugian. Saya tidak mampu bayar utang. Saat itu saya merasa tidak berguna. Merasa mengkhianati kepercayaannya. Setiap hari saya dikejar hutang. Akhirnya saya bunuh diri …” Maria menangis.

Mereka berdua terdiam.

“ Kalian tahu..” Kata Maria menatap mereka berdua “ Budi yang selamatkan saya dari usaha bunuh diri itu. Dia merawat saya sampai sembuh. Setelah itu hutang saya dia bailout tanpa sekalipun dia menyalahkan saya. Dia hanya menyesal mengapa dia tidak punya waktu cukup untuk membantu saya. Waktu itu dia memang sibuk. Banyak di luar negeri. Setelah itu dia minta saya bangkit lagi dan belajar dari kesalahan. Ya sampai sekarang saya tetap bersama dia, bekerja untuk dia. Sampai kapanpun saya tidak akan bisa membayar kebaikan dia. Soal bagaimana dia menjaga kebutuhan pribadi kita, saya rasa kita semua tahu. “

“ Ya. Dia memang berhitung soal pengeluaran tapi kelau menyangkut kebutuhan yang sangat pribadi dan kehormatan kita,  dia tidak pernah berhitung. Dulu tahun 2006, saya terjebak hutang shark loan untuk membiayai ibu saya di rumah sakit. Suami saya sampai mengusir saya. Sayapun diberhentikan dari pekerjaan saya. Ketika itu saya sampai menawarkan ginjal saya untuk dijual. Tetapi ketika Budi tahu, dia datang membantu saya tanpa saya merasa mengemis. Caranya, dia tawarkan bisnis ke saya untuk saya kelola. Berharap dari keuntungan itu saya bisa bayar uangnya. Sampai kini saya tidak pernah bisa berhenti berterima kasih “ Kata Wenny. 

Esther menatap Wenny dan Maria.” Saya kenal Budi mungkin lebih lama dari kalian. Kami bersahabat sejak usia 30 tahun. Kebetulan usia saya dengan dia sama. Ketika dia sedang menghadapi krisis bisnis tahun 1999, saya berusaha membantunya. Tetapi bantuan itu gagal, bahkan membuat dia rugi besar. Justru mempercepat kebangkrutan dia. Tetapi dia berusaha bangkit tanpa pernah menyalahkan saya. Dan ketika dia bisa bangkit lagi, dia temui saya tanpa ada kesan dia kecewa dengan kegagalan saya membantunya. Ketika saya terjebak hutang membayar apartement. tanpa bicara dia melunasi hutang saya.” Kata Esther dengan berlinang air mata. 

“ Dan..” Kata Maria “ dengan semua kebaikan yang dia berikan kepada kita, dia tidak pernah merasa berjasa atau menepuk dada. Bahkan, kadang kita kesal dan marah kepada dia, sampai mengeluarkan kata kata kasar, dan membuat dia tertekan, dia hanya diam tanpa ingin membuat kita terluka dengan kata katanya. Memang dalam hal bisnis Budi bisa sangat keras tapi rasional sekali. Agar kita lebih focus ke bisnis, ke akal sehat,bukan perasaan atas dasar prasangka.” Sambung Maria.

Mereka semua terdiam. Tak berapa lama telp Wenny bergetar “ Ya pak. Baik pak segera saya kesana “ Wenny menatap mereka berdua.” Pak Budi minta saya antar dia pulang. Keliatannya dia mabuk di Kowloon. “

“ Mengapa dia selalu minta kamu yang antar pulang kalau dia mabuk ?Tanya Esther.

“ Karena saya tidak pernah bertanya, mengapa dia mabuk. Pria seperti Budi dengan tekanan besar sepanjang waktu. engga gila aja udah bagus. “ Kata Wenny.  Maria dan Esther saling pandang. Mungkin hanya Wenny yang paling bisa memahami Budi. ” Saya jarang bertemu dengan Pak Budi, namun saya cepat belajar bagaimana memahami dia. Saya juga bisa menempatkan diri saya agar tidak melewati batas diri saya. Dia tetap boss saya dan sahabat bagi saya. Hanya itu.” Kata Wenny. 

“ Gimana kalau kita sama sama jemput Budi di Kowloon. “ Kata Wenny. Maria dan Esther tersenyum dan langsung berdiri kemudian melangkah keluar dari Cafe. Sementara Wenny bayar bill. Dalam perjalanan, Maria berkata, “ Usia saya sekarang 43 tahun. 15 tahun bersahabat dengan Budi”

“ Saya 49 tahun, 13 tahun bersama Budi “ Kata Wenny

“ Saya 53 tahun, 20 tahun lebih kebersamaan dengan dia “ Kata Esther.

“ Dan sampai sekarang persahabatan kita dengan Budi tidak berubah. Kalaulah dia menilai persahabatan itu atas dasar nafsu tentu tidak mungkin persahabatan itu bisa bertahan lama.” Kata Maria.

“ Ya. Kita semua sekarang single setelah orang yang tadinya sangat kita cintai break commitment. Dan Tuhan kirim Budi, pria yang bukan kekasih, bukan suami tapi sahabat bagi kita. Dia menjaga kita sebagaimana seharusnya seorang sahabat.  “ Kata Esther menghela nafas. 

***
Budi membaca project feasibility Study yang disampaikan Maria lewat email. Sepanjang malam dia mempelajari laporan studi dari semua aspek legal, teknis, Marketing , financial dan sosial.  Dalam Laporan Study itu juga dilampirkan izin prinsip dari pemerintah Vietnam dan MOU dengan prinsipal tekhnologi dari China.  Pemerintah Vietnam menolak pemberian izin pabrik semen. Alasannya tekhnologi nya belum teruji secara internasional.  Atas dasar itu Maria mengubah Laporan studi nya dari pabrik semen menjadi industri material building. Namun karena Perubahan rencana bisnis itu maka rekomendasi dari venture capital di KL, menyatakan bahwa proyek itu tidak layak dibiayai. Walau secara pribadi Budi adalah pemegang saham pada Venture capital itu namun dia tidak bisa intervensi . Maklum dana venture capital juga berasal dari publik dan bank. Pertanggungan jawabnya sangat jelas. 

Padahal Maria sudah dua bulan di HO Chin Minh, dan sangat berharap dana dari venture capital cair agar dia bisa melengkapi semua standar kepatuhan bisnis sesuai dengan laporan studi kelayakannya. Dari email James direktur BDG, menjelaskan bahwa proyek Maria itu tidak layak. Alasannya tidak masuk dalam programa portofolio holding. Kecuali pabrik semen. Budi menghela nafas setelah berpikir panjang. Dari awal Budi Sudah tahu bahwa proyek Klinker ini akan ditolak oleh holding dan perusahaan afiliasi bisnis nya. Makanya dia percayakan kepada Maria untuk mengurusnya. Tadinya dia berharap take advantage dari pembelian saham perusahaan pemilik tekhnologi di China dan menjualnya lagi setelah IPO, namun dari banker sahabatnya, dia mengetahui perusahaan pemilik tekhnologi itu menolak menjual sahamnya melalui swap Hutang bank. Budi menghela napas. Berpikir keras. 

Budi telp Maria.

“ Maria “

“ Ya mas “ terdengar suara Maria di seberang.

“ Kamu sehat ?

“ Sehat mas”

“ Saya sudah baca FS kamu.  Bagus sekali”

“ Terimakasih Mas”

“ Venture capital di KL sudah email saya. Mereka reject proyek kamu. Mereka hanya commit dengan proyek pabrik semen, bukan material building. “

“ Oh gitu ya mas. Gimana dengan holding ?

“ James juga sudah kasih tahu saya bahwa holding engga minat dengan industri material building”

“ Terus gimana kelanjutannya Mas?

“ Kamu yakin proyek ini bisa jalan ?

“ Yakin Mas. Maria yakin banget”

“ Ok kalau gitu kamu lanjutkan saja. “

“ Masalahnya uang Maria udah habis. “

“ Maria, saya tidak bisa terus keluarkan uang. Kalau kamu yakin, ya lanjutkan saja. Cari solusi. Kalau engga, cut loss aja. Pulang ke jakarta urus perusahaan kamu sendiri. Coba kamu pikirkan itu”

“ Ya mas. Maria akan pikirkan. “

***
Saat rapat di kantor, Maria menyampaikan bahwa venture capital menolak untuk membiaya proyek. Begitu juga holding company di Hongkong menolak membiayai. Semua dengan alasan yang sama , yaitu mereka tidak minat pada bisnis industri material building. Robert, Yen dan dua anggota team lain terdiam. 

“ Saya tetap akan melanjutkan proyek, ada atau tidak ada dukungan dari investor” kata Maria tegas. Mereka saling menatap satu sama lain. Mereka terkejut. Tidak menyangka akan mendengar sikap tegas Maria.

“ Mengapa ? Tanya staf geologis.

“ Karena kekuatan proyek ini ada pada produk. Kita menghasilkan produk yang merupakan solusi penyediaan rumah murah bagi rakyat yang tidak mampu. Perhatikan, tekhnologi dari china menjamin ongkos material pembuatan rumah bisa hemat sampai 80%. Ini murah sekali.  Disamping itu waktu pengerjaan rumah bisa lebih cepat. Satu hari bisa selesai satu unit rumah ukuran 36 M2. Total solution. “ kata Maria dengan pancaran mata penuh keyakinan.  “ Tapi tentu dengan syarat Robert dan Yen sebagai pemegang saham setuju. “ lanjut Maria.

“ Kami siap mendukung ibu. Apapun akan kami lakukan. Kami percaya dengan ibu” kata Yen.

“ Apa yang harus kami lakukan bu ? Tanya Robert.

“ tetap semangat. Jangan menyerah. “

“ Tapi bu, uang kita sudah sangat terbatas sekali “ tanya staf keuangan.

“ Kita akan restruktur biaya dan mencari solusi mengatasi semua pos pembiayaan proyek. “ kata Maria.

“ Ok.” Maria tersenyum. “ mari kita bedah pos biaya investasi proyek satu persatu.  Kita mulai dengan lahan tambang sebagai  sumber bahan baku. Keluarkan anggaran itu dari anggaran “

“ Terus, gimana kita dapat bahan baku? Tanya Robert.

“ Kita yakinkan Pemda dan Masyarakat Agar mereka bersedia menjadi Supplier kita. Kita usulkan mereka membentuk koperasi yang anggotanya para pemilik lahan dan Pemda. Kita beri jaminan pembelian”

“ Kalau mereka minta jaminan pembayaran dalam bentuk financial guarantee. Gimana ? Kan engga mungkin mereka mau kerja tanpa ada kepastian pembayaran” tanya team bagian keuangan.

“ Kita akan minta bank keluarkan jaminan?

“ Apa bank mau menjamin?

“ Saya akan berusaha yakinkan bank. Dengan adanya kontrak dengan developer rumah murah  yang butuh bahan material yang siap pasang, mereka akan mau memberikan jaminan. Nah jaminan itu kita jadikan alasan untuk bank mau mengeluarkan jaminan kepada suplier”

“  Itu artinya kita harus dapatkan kontrak dengan developer rumah murah? Tanya Robert.

“ Benar. Kita harus dapatkan kontrak penjualan itu”

“ Bagaimana meyakinkan developer  kalau belum ada produknya.  Belum lagi mereka tidak mau ambil resiko atas produk itu. Mereka butuh kepastian dan untuk itu mereka engga mau ambil resiko” kata Robert.

“  Saya akan bicara dengan prinsipal agar mereka menyediakan produk untuk rumah contoh. Bukan hanya satu unit tapi sedikitnya 100 unit. Jadi ini semacam pilot proyek. Nah pilot proyek ini akan kita promosikan kepada calon konsumen rumah. Saya berharap kita mendapat dukungan dari pemerintah untuk meng endorsed pilot proyek ini kalau memang terbukti memenuhi syarat rumah murah dan berkualitas.” 

“ Apa iya mereka mau? Kata Yen

“ kita harus yakinkan mereka. Ini perjuangan. Yang jelas kita sudah ada MOU dengan prinsipal”

“ Paham bu. Saya akan bicara dengan Ayah. Saya yakin ayah akan bantu. Apalagi dia pernah bilang bahwa proyek kita ini merupakan solusi menyediakan rumah untuk rakyat miskin. Bahkan pemerintah katanya akan memberikan subsidi untuk program rumah murah. Tentu proyek ini akan mengurangi banyak subsidi yang harus dibayar pemerintah.”

“ Bagus” kata Meria tersenyum.

“ Tapi darimana kita dapatkan uang untuk bangun pabrik klinker dan pengolahan klinker sebagai bahan material bangunan siap pasang. Dalam FS, biayanya besar sekali. Belum lagi kita harus punya Designer hebat untuk merancang bahan material rumah siap pasang. Banyak lagi sumber saya yang harus kita siapkan “ Kata team keuangan.

“ Nanti kita pikirkan.  Sekarang focus saja bagaimana memastikan dapat bahan baku dan pemasaran. “

“ Mengapa?

“ Bisnis itu bertumpu kepada tekhnologi dimana bahan baku termasuk didalamnya dan pemasaran. Kalau dua hal itu kita bisa yakinkan, uang bukan masalah. Yakinlah” kata Maria menyapu pandangan kepada mereka semua. “ Paham ! “ seru Maria.

“ Paham bu” Jawab mereka serentak.

“ Nah sekarang kita bagi tugas. Kamu, Yen, yakinkan pemerintah dan masyarakat yang punya lahan agar mau bermitra dengan kita. Buat  proposal yang bagus. Kamu, Robert, usahakan dekati konsultan bangunan agar mereka memberikan rekomendasi penggunaan produk kita kepada developer dan kontraktor. Perlihatkan contoh produk yang ada, dan report lab dari china yang menerangkan kekuatan produk ini. Perlihatkan juga brosur contoh rumah yang sudah dibangun di china. Perlihatkan juga  company profile prinsipal kita di china. Usahakan seprofesional mungkin. Kalian team keuangan dan geologis Bantu Robert dan Yen dari segi penyiapan proposal dan usahkan mendekati pihak lembaga keuangan di Vietnam dalam program kredit rumah murah. Kamu kan kompeten menjelaskan aspek financial dan  produk ini kepada mereka. Saya akan berangkat ke china besok. Saya akan berusaha meyakinkan prinsipal agar mendukung rencana kita mendapatkan pasar di Vietnam. Paham ya.”

“ Paham bu”

“ Sekali lagi saya tekan kan. Jangan berpikir negatif dalam menghadapi tantangan.  Kalau sukses itu mudah, tentu semua orang Ingin sukses. Tetapi sukses itu tidak mudah.  Tuhan akan menolong kita sejauh mana kita yakin dengan Effort kita”

“ Paham Bu. Saya sangat yakin sejak kali pertama kita rapat. “ kata Yen seraya berdiri mendekati Maria sambil menyerahkan buku tabungannya” Bu, saya ada tabungan sebesar USD 50,000. Uang ini dari almarhum ibu saya yang dapat warisan dari kakek saya. Uang ini tadinya ibu saya niatkan untuk bekal saya beli rumah kalau menikah nanti.  Pakailah uang ini untuk menutupi kekurangan anggaran. “ lanjut Yen. 

“ Saya juga akan menyerahkan tabungan saya. “ kata Robert seraya menyerahkan buku tabungannya dengan saldo USD 60,000. “ itu tabungan saya selama bekerja di Holding. 

“ Kami engga ada uang.” Kata staf keuangan” namun kami siap dipotonggaji sampai 50%” “ sambungnya seraya meliat staf geologis. 

“ Saya hargai dukungan dan niat kalian berkorban untuk proyek ini. Untuk sementara anggaran kita masih cukup sampai bulan depan. Berhemat saja. Saya akan cari kekurangannya.  Nah sekarang mari kerja keras. “ kata Maria seraya berdiri untuk menyudahi meeting

***
 Keesokannya Maria terbang ke Beijing untuk bertemu dengan prinsipal. Sebelumnya sudah dapat konfirmasi dari prinsipal bahwa mereka bersedia bertemu dengan Maria. Benarlah kedatangan Maria sampai di bandara Beijing,  staf perusahaan prinsipal menjemputnya dan mengantarnya ke Hotel. Setelah check in, Maria langsung ke kantor prinsipal tekhnologi. 

“ Bu Maria, senang sekali ketemu lagi dengan anda. “ kata direktur perusahaan prinsipal tekhnologi dengan menggunakan bahasa Mandarin.

“ Terimakasih pak “ Kata Maria.

“ Apa yang dapat saya bantu ?

Maria menyerahkan proposalnya dan menjelaskan secara detail  tentang perlunya dukungan dari prinsipal untuk menyediakan pilot proyek.   

“ Bu Maria. Saya sudah pelajari proposal ini yang kamu kirim via email kemarin. Luar biasa. Kami senang sekali punya mitra seperti anda. Tapi... “ kata direktur itu sambil berpikir.

“ Ya pak. Silahkan apa yang harus saya ketahui” 

“ Kami harus keluar uang untuk promosi dalam bentuk menyediakan pilot proyek. Kami harus bayar tanah dan mengapalkan produk kami ke Vietnam. Ya sesuai dengan anggaran yang anda ajukan. Ini butuh perhitungan cermat. “

“ Saya sangat paham, pak. Maafkan saya. Karena kami tidak punya uang untuk ambil resiko itu.” Kata Maria dengan wajah kelabu. 

Sang direktur terdiam namun matanya terus menatap  Maria. Maria salah tingkah. 

“ Ok Maria. Begini saja. Gimana kalau saham perusahaan kamu itu kami ambi alih sehingga perusahaan itu jadi cabang kami. Dan anda kerja untuk kami. “ 

Maria terdiam. Tawaran yang merupakan solusi yang menempatkan Maria No choice. 

“ Maaf pak. Saya bukan pemegang saham. Saya hanya profesional. Saya akan bicarakan dengan pemegang saham. “ 

“ Ok, gimana dengan tawaran kami, anda bekerja untuk kami?  Kami akan berikan Gaji dan saham yang tentu lebih baik dari yang ada sekarang”

“ Pak, saya bekerja sekarang tidak dapat gaji, bahkan saya keluar uang untuk memproses pendirian bisnis ini . Saya juga engga dapat saham. “

“ Lantas apa motivasi anda ?

“ Saya ingin membantu rakyat miskin agar dapat memiliki rumah dengan harga murah. Agar semakin banyak kesempatan mereka mendapatkan rumah”

“ Hanya itu ? Sang direktur mengerutkan kening.

“ Ya pak”

“ Ini kali pertama saya dengar ada profesional yang mau berkorban untuk tujuan mulia”

“ Saya hanya berusaha berbuat menurut keyakinan saya saja. Tak lebih. “

“ Benar kata Chairman saya. “

“ Apa ?

“ Anda orang baik. Dia minta saya mendapatkan  anda secara pribadi menjadi mitra kami. “

“ Bapak terlalu memuji saya “

“ Bu Maria, kalau anda bergabung dengan kami, bukan hanya rakyat Vietnam yang akan dapat manfaat tetapi juga negara ASEAN lainnya dan termasuk Afrika, Amerika Latin. Kami ingin anda mengembangkan bisnis kami ke semua negara itu.  Tiga tahu lagi kami akan IPO. Gimana ?”

“ Terimakasih pak. Namun alangkah baiknya anda bantu saya untuk membuktikan program bisnis ini jalan sesuai dengan rencana bisnis saya. Setelah itu saya akan mempertimbangkan tawaran anda.  Please... “ kata Maria seraya menundukkan tubuhnya. 

“  Baiklah saya akan bicarakan dengan chairman saya. Tenang saja. Akan ada solusi. “ kata sang direktur seraya berdiri. Maria ikut berdiri mengikuti langkah direktur ke pintu keluar. “ apakah malam ini anda sibuk ? Kata sang direktur ketika Maria hendak keluar.

“ Tidak pak. Saya hanya khusus datang ke Beijing untuk Deal ini”

“ Chairman saya mengundang anda makan malam. Apakah mungkin ?

“ Oh senang sekali pak. “

“ Baik. Kalau begitu jam 7 sekretaris akan jemput anda di hotel. Sekarang anda bisa istirahat di hotel. “ 

 Maria membungkuk tubuhnya sebagai tanda hormat kepada sang direktur ketika lift hendak tertutup. 

****
Di hotel Maria berpikir tentang tawaran dari direktur perusahaan prinsipal tekhnologi.  Itu tawaran yang sangat menarik. Jabatan direktur untuk urusan investasi international dari perusahaan yang mendapatkan proyek pengadaan rumah murah jutaan unit di china . Maria juga bisa memberikan sumbangsih atas usianya untuk program kemanusiaan dengan menyediakan solusi pengadaan rumah murah bagi orang miskin.  Namun dia tidak bisa mengkhianati Budi. Bisnis ini semata mata karena penugasan dari Budi. Dia berpikir untuk menelphone Budi minta pendapat. Tapi dia urungkan. Dia lebih baik focus kepada Deal mendapatkan dukungan pembiayaan untuk pilot proyek. 

Jam 7, dia sudah siap di loby. Kendaraan yang menjemputnya datang tepat waktu. Sekretaris membukakan pintu kendaraan untuk Maria. Kendaraan itu Standar limo dan mewah sekali sebagai kendaraan eksekutif papan atas. 

Ternyata yang hadir dalam makan malam itu hanya Chairman seorang tanpa didampingi staf. Jadi ini benar benar makan malam informal sebagai bentuk hospitality. Maria merasa tersanjung diperlakukan  seperti ini. Dia merasa canggung dengan keramah tamahan ini.

“ perkembangan china begitu cepatnya ya pak” kata Maria sekedar menghilangkan kekakuan. 

“ Maria “ seru sang Chairman. “ kamu tahu, Pada tahun 2000, total pendapatan yang diperoleh oleh BUMN China dan sektor Swasta kira-kira sekitar 4 triliun yuan. Pada 2013, pendapatan BUMN meningkat 6 kali lipat namun pendapatan sektor swasta telah meningkat lebih dari 18 kali lipat. Keuntungan pada periode yang sama menunjukkan perbedaan yang lebih luar biasa, BUMN China menunjukkan peningkatan tujuh kali lipat tetapi laba di perusahaan swasta meningkat hampir 23 kali lipat. “

“ Wah  luar biasa. Apa yang mendorong begitu hebatnya pertumbuhan dunia usaha swasta ?”

“ itu berkat tingginya animo orang berwira usaha, termasuk generasi muda china. Selama dua dekade pertumbuhan wirausaha yang begitu cepat mengakibat terjadi perubahan paradigma politik di China, bahkan mengubah tatanan dunia usaha  Dunia. Perang dagang China-AS bagian dari dampak dari tumbuh pesatnya wirausaha China.”

“ Benar sekali pak. Saya punya teman di China. Lima tahun lalu saya mengenal dia sebagai Manager Logistik. Tetapi sekarang dia sudah jadi pengusaha logistik. Ada lagi teman yang tadinya dia sebagai Manager PR di perusahaan penerbangan. Belakangan saya tahu dia sudah punya bisnis Private restaurant untuk kalangan pebisnis. Teman saya orang asing pernah mengatakan kepada saya,  Kalau kamu menerima kartu nama dari staff perusahaan di china. Jangan pernah dibuang. Karena bukan tidak mungkin lima tahun kemudian dia sudah jadi boss besar. Menurut data yang saya baca dari Global Entrepreneurship Monitor, China merupakan negara yang paling banyak wirausahanya dan paling tinggi mental kewirausahaannya dibandingkan negara lain.” Kata Maria.

Sang Chairman tersenyum mendengar pengalaman Maria. “ Ya. Kalaulah bukan karena mental wirausaha yang begitu tinggi di China, tidak mungkin CHina bisa meng eskalasi pertumbuhan ekonominya dengan cepat dan bisa melewati perubahan lingkungan bisnis global yang begitu cepat. Sejak kriris global tahun 2008, banyak PHK akibat kebangkrutan di zona industri. Tetapi pada waktu bersamaan melahirkan new comer enterpreneur dalam jumlah besar. Pemerintah China mengeluarkan kebijakan insentif tarif bagi usaha pedesaan. Ini disikapi dengan terjadinya migrasi orang kota ke desa untuk mendapatkan peluang bisnis itu. Maka proses sinergi antara orang kota dan desa terjadi secara natural, memberikan dampak positip bagi kemajuan desa. “

“ Bagaimana mungkin negara komunis yang kekuasaannya tumbuh karena kaum pekerja dan petani, bisa berubah menjadi negara yang tumbuh karena wirausaha? 

“ Menurut saya sebetulnya wirausaha itu tumbuh by design dari kebijakan politik. Hanya saja Cina tidak memaksakan pertumbuhan wirausaha dengan berbagai kemudahan dan fasilitas. Tetapi melalui perbaikan mental rakyatnya”

“ Bagaimana China membangun mental wirausaha itu ? 

“ Ya melalui propaganda. Karena ini negara komunis maka soal propaganda kebijakan politik itu, China memang jagonya. Banyak sekali novel modern menulis tentang kisah cinta bertema wirausaha. Buku kisah perjalanan hidup Steven Jobs terjual lebih dari 300 juta eksamplar di China. Kalau anda nonton TV, banyak sekali film Sinetron China yang bersinggungan dengan Wirausaha. Namun alur cerita dikemas dengan begitu apiknya sehingga tidak terkesan itu film propaganda. Disetiap dialogh anti klimak pada setiap episode selalu disisipkan kata kata inspiratif mantal kewirausahaan seperti passion, dan ketangguhan menghadapi kesulitan. Tetapi yang hebatnya film itu menempatkan cara berpikir yang realistis. Nilai nilai agama ditampilkan melalui akhlak dan perbuatan, seperti kejujuran, setia kawan, kerja keras, sabar dan berbagi.

Kalau dulu film propaganda membosankan. Karena lebih banyak memuji muji kehebatan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Namun kini tidak lagi itu. Kalau ada proyek besar sukses dibangun,  di media TV, kita akan mendengar dan menyaksikan kisah sukses CEO atau pengusaha dibalik proyek itu. China sadar bahwa menjangkau rakyat diatas 1 miliar tidaklah mudah. Namun berkat media TV, dan Internet, pesan yang ingin disampaikan dalam propaganda dapat dengan mudah dilakukan. Tentu kelebihan China adalah semua media TV milik negara jadi lebih mudah memfilter acara yang sesuai dengan agendan negara. Internet pun di filter negara sehingga berita yang merusak mental pasti di banned.”

Maria termenung. Kalau pada periode ke dua Jokowi ingin mengembangkan SDM , maka media TV dan Internet adalah cara efektif membangkinkan semangat wirausaha dikalangan masyarakat. Wirausaha itu bukan hanya soal pedagang tetapi soal mental kemandirian, yang kreatif, inovatif dan punya standar moral sesuai dengan budaya dan agama. Mengapa banyak sarjana yang baru lulus menjadi masalah. Karena didalam diri mereka tidak punya mental wirausaha dan selama kuliah terpapar paham radikalisme dan pragmatisme. Kalau tidak segera by design sikap mental wirausaha di bangun lewat propaganda,  maka generasi muda itu bukan jadi asset bangsa tetapi jadi beban negara yang sampai kapanpun akan menjadi masalah sosial bagi negara.

“Maria “ seru sang Chairman. Membuat Maria terkejut. Buyar lamunannya.

“ Ya pak. “

“ Saya tahu banyak tentang anda
dari MR. Hu, di Vietnam. Saya juga tahu keberadaan anda dari  banker saya bahwa ada tangan kanan pak Budi. Boleh dikatakan anda orang kepercayaannya. Engga gampang orang bisa dipercaya oleh Pak Budi. Demikian kata taman saya, yang kenal betul pak Budi.  Dari awal sejak saya mengenal Anda di Hongkong,  saya sudah menilai anda orang yang sangat berpotensi untuk mendukung rencana ekspansi bisnis kami ke luar negeri. Saya berharap suatu saat anda bergabung dengan kami. “ Kata sang Chairman seraya menuangkan wine ke cangkir gelas Maria. Tak berapa lama hidangan sudah datang. Suasana sangat romantis dan berkelas. Maria melihat sisi lain pengusaha china yang begitu gentel memperlakukan wanita. Tidak nampak kesan diskriminasi.

“ Terimakasih pak. Saat sekarang saya focus memastikan Rencana bisnis saya bisa sukses. Setidaknya memastikan saya bisa menguntungkan perusahaan anda. “

“ Bijak sekali. Saya paham. Minggu depan saya akan kirim team ke Vietnam untuk bergabung dengan team anda membangun pilot proyek”

“ Terimakasih pak. “ kata Maria seraya membungkukan tubuhnya. 

***
“ Hi, Maria “ Budi menelpon. Membuat Maria terkejut.

“ Ya Mas. Sehat ?

“ Sehat.”

“ Kok baru sekarang telp ? kemana saja ?

“Sibuk. “

“ Ya tahu. Sibuk selalu.”

“ BIsa ketemu saya di Hong Kong ? 

“ Bisa Mas. “
“ Ya udah. Saya tuggu besok ya.” 

“ Ya mas. “

“ Jangan lupa ajak Yen dan Robert ya.”

“ Ya Mas. “

“ Ya udah ya..”  Budi langsung matikan telp. 

Maria terhenyak. Ada apa Budi telp? Sudah lebih 2 tahun Maria di Vietnam.  Selama setahun lebih dia tidak pernah bertemu dengan Budi. Terakhir bertemu Budi waktu di Hong Kong makan malam dengan Profesor dan Ayah Yen.  Ya sejak Budi menyerahkan keputusan kepada Maria soal rencana bisnis di Vietnam,  pendirian pabrik material building, sejak itupula tidak ada lagi komunikasi dengan Budi. Telp pun tidak pernah. Maria pun tidak ingin menelphone Budi.  Hanya dengan Wenny komunikasi terus terjalin. Menurut Wenny, Budi sedang sibuk akuisisi Holding  Company yang punya portfolio khusus mengelola efisiensi Listrik dan logistik berbasis IT di China. Budi juga sibuk bersama Wenny akuisisi Holding Company dibidang Tambang emas.  Makanya Maria tidak mau menggangu Budi.

Sejak pilot proyek pembangunan Rumah murah dengan tekhnologi dari China selesai dan mendapat respon positip dari konsumen, Maria berhasil membangun Pabrik klinker yang terintegrasi dengan industri material building.  Pembiayaan berasal dari Venture capital di KL. dan perbankan di Vietnam. Mengapa Maria sampai membutuhkan venture capital ? karena bank hanya bersedia memberikan kredit sebesar 70% dari total investasi.  30% harus perusahaan sediakan. Ini skema non recourse loan. Untuk minta kepada pemegang  saham, Yen dan Robert jelas tidak mungkin. Mereka berdua tidak punya uang. Dengan masuknya equity sebesar 30% dari total investasi, saham Robert dan Yen otomatis delusi, tinggal 1%. Namun Maria berhasi dalam negosiasi dengan venture capital agar pendiri perusahaan mendapatkan  saham goodwill sebesar 5%. Jadi total saham Yen dan Robert hanya 6%. Dengan selesainya proses pelepasan saham kepada venture capital, dana pra operasional yang dikeluarkan Maria sebesar USD 2 juta di reimburse. Sehingga dia bisa bayar hutang kepada Wenny.

Posisi Maria diperusahaan sebagai dirut yang mewakili Venture Capital. Sementara Yen sebagai Komisaris dan Robert sebagai direktur pemasaran. Setelah pabrik berdiri dan proses produksi berjalan, permintaan atas produk bahan bangunan untuk rumah murah berdatangan.  Permintaan bukan hanya dari  dalam negeri Vietnam tapi juga dari Filipina, Kamboja. Pabrik berproduksi full capasitas. Pabrik ini sangat didukung oleh pemerintah Vietnam karena menerapkan pola kemitraan dengan masyarakat yang punya lahan tambang. Sinergi terjadi dengan begitu indahnya.  SDA tidak dikuasai pemodal tapi bersinergi untuk saling menguntungkan dengan masyarakat yang di wakili Koperasi. Sehingga kepastian bahan baku untuk pabrik sangat terjamin.

Maria dapat laporan dari sekretarisnya bahwa ada email masuk dari Venture capital di KL. Email itu undangan untuk rapat pemegang saham. Email itu ditujukan kepada Yen dan Robert. Maria sadar bahwa telp Budi tadi untuk membawa serta Robert dan Yen ke Hong Kong dengan tujuan rapat pemegang saham. Ada apa ?  Ketika Robert dan Yen mempertanyakan undangan itu,  Maria hanya menjawab singkat “ Undangan itu dari pemegang saham mayoritas. Engga ada hak kalian mempertanyakan.  Ikuti saja undangan itu. Nanti dengar apa kebijakannya.

***
Rapat diadakan di kantor Holding Budi. Yang hadir adalah Chairman dari Venture Capital, Datuk, Direktur investasi Holding, Peter Wu, Chairman  Sinjuan Industries Group dari prinsipal mitra tekhnologi, Lawyer dari perwakilan semua pihak. Maria dari VMIN Ltd sebagai Dirut dari industri materila building di Vietnam. Dalam rapat itu Budi hanya sebagai pendengar. Rapat dipimpin oleh Peter Wu.

“ Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Mr. Son sebagai Chairman dari Sinjuan Industries Group yang telah mendukung pendirian pabrik material building di vietnam. Terimakasih kepada venture capital yang sudah mendukung pembiayaan proyek ini.  Terimakasih kepada Chairman, VMIN Ltd yang telah bekerja keras merealisasikan kerjasama investasi,  China, Vietnam, Malaysia. Hari ini kita akan menyaksikan penanda tanganan SWAP saham antara VMIN Ltd dengan Sinjuan Industries Group. 50% sahan VMIN ditukar dengan 10% saham Sinjuan Industries group. Sebelumnya  94% saham VMIN di transfer ke Holding company dengan harga 2,5 dari par. “ Kata Peter seraya memberikan isyarat kepada Sekretaris untuk menyiapkan Akta perjanjian. Dengan disaksikan oleh Lawyer, penanda tanganan itu berlangsung cepat dengan senyum sumringah semua pihak. 

Maria perhatikan Budi tidak beraksi apapun selama proses penanda tanganan itu. Maria berusaha ternyum tapi Budi tetap tidak beraksi. Entah apa yang dia pikirkan.  Usai meeting itu. Maria diminta Peter untuk bertemu di kamar kerjanya. Di ruangan itu sudah ada James. 

“ Maria, posisi direktur utama di VMIN diserahkan kepada Robert. Posisi Yen tetap sebagai komisaris“ Kata Peter yang didampingi oleh Chairman Venture capital. 

“ Hari ini juga mandat anda sebagai Dirut di VMIN kami cabut. Terimakasih atas kerja kerasnya. Sebagai bentuk terimakasih dan hormat kami, ini ada bonus untuk anda “ kata Chairman Venture capital seraya menyerahkan banker cheque senilai USD 5 juta.  Maria hanya mengangguk. Tanpa ada pilihan.  Maria keluar dari kamar kerja Peter dengan langkah ringan di ikuti oleh Robert dan Yen. 

“ Nah Robert, sekarang kamu sudah Dirut. Your dream come true. Tugas kamu Yen, jaga Robert dengan baik. Dukung dia dengan sabar. Ingat, sekarang Robert bukan hanya suami kamu, dia juga ayah dari ribuan pekerja perusahaan, mitra dari investor. Bukan hanya kamu, tapi semua orang butuh proteksi dari dia. Jaga dia dengan baik. “ Kata Maria waktu berada di loby Gedung kantor Holding. 

“ Ya bu. Saya akan selalu ingat semua nasehat ibu. Tetapi mengapa terlalu cepat kebersamaan kita “ Yen menangis. Robert meremas jemari Yen untuk menenangkan Yen. “ Terimakasih Bu untuk semua kabaikan ibu. ‘ Kata Robert.
" Tidak ada kebersamaan yang abadi. Yang penting ambil hikmahnya. Selama waktu lebih dua tahun , kita bisa saling mengenal. Terutama kamu lebih mengenal Robert, dan Robert juga bisa memahami kamu. Nah nilai saham  kamu dan Robert sekarang naik 2,5 kali. Ada recana dengan saham itu ? 
" Saham saya sebesar 3% akan saya sumbangkan kepada Koperasi pengolah lahan tambang.  Dan saya akan full time jadi ibu rumah tangga saja. Biarlah Robert yang kerja. " Kata Yen. Robet tersenyum mengganguk kearah Maria. Tanda setuju apa yang dikatakan Yen.
" Wow mulia sekali."
" Saya hanya ingin membahagian ayah. Ayah pasti senang sekali kalau Yen lebih memikirkan rakyat daripada diri sendiri. " 
“ Ya sudah. Baik baik selalu ya kalian. " Kata Maria seraya memeluk Yen dan Robert.  " Saya tadi dapat pesan dari James untuk bertemu dengan Pak Budi. Kalian silahkan kembali ke Hotel. “  Lanjut Maria dan  melangkah keluar loby dimana kendaraan sudah menanti. Kendaraan melaju ke Financial Center di Ritz Carlton. 

“ Mama “ terdengar suara menjerit dari jauh ketika Maria masuk kedalam restoran. “ Maya , kangen mama”  Maria terkejut dan membalas pelukan Maya. 

“ Kapan kamu datang, sayang ?

“ Kemarin sore Ma.  “ Kata Maya tersenyum bahagia. “ Ayooo ma kita ke table.  Ada kak Henri dan Om Budi. Mereka menunggu kita.” Kata Maya menarik lengan Maria.

“ Henri ?

“ Ya.  Tadinya rencana tunangan kami akan diadakan di London tetapi Om Budi bilang sebaiknya diadakan di Hong kong. “

Henri membungkukan tubuhnya seraya menjabat tangan Maria. Maria langsung memeluk Henri. “ Jaga putri saya , ya Hen”

“ Ya Mama..” Kata Henri memanggil Maria, “ mama”. Membuat Maria terkejut. Dia merasa sudah tua.  Sebentar lagi akan jadi mertua. Dengan penuh khidmat , Henri berkata kepada Maya bahwa dia meminta Maya untuk menjadi tunangannya dan berkomitmen memenuhi janji ini sampai ke pelaminan. Itu disaksikan oleh Budi dan Maria. Maria berlinang air mata. Maria dan Henri pamit untuk kembali ke Hotel. Maria mengganguk. Walau saat itu dia sangat merindukan Maya dan ingin selalu dekat dengan Maya, namun kebahagian Maya seharusnya bersama Henri. Tugas Maria hanya mendoakan yang terbaik untuk putrinya.

Setelah Maya dan Henri berlalu, tinggalah Budi dan Maria berdua. Budi hanya diam.  Namun dari wajahnya nampak tersenyum melirik kearah Maria. “ Sebentar lagi, Maya akan menikah. Maria akan kesepian. Hidup dalam kesendirian dalam usia menua” Kata Maria berlinang airmata.

“ Kamu, masih ada saya. Sahabat kamu. Kamu akan tetap sibuk sebagai DIrut perusahaan di Jakarta. “ Kata Budi. Maria memeluk Budi. “ Terimakasih mas. Terimakasih. “ 

“ Kamu orang baik, Maria. Kebaikan dan ketulusan kamu kepada Yen, membuahkan kebaikan untuk Maya. Yen mendapatkan Robert pria yang baik, dan Maya mendapatkan Henri juga pria yang baik. Itulah janji Tuhan. Kebaikan selalu berbalas baik.  “ Kata Budi seraya melepaskan pelukan Maria “ sekarang tersenyumlah. Udahan nangis nya.” 

" Bagaimana dengan Mr Ho Ayah Yen dan Boss Sinjuan Group ? Bukankah mereka tergila gila dengan kamu ? Lanjut Budi dengan nada bergurau.

" Ah sudahlah. " kata Maria berteriak memukul Budi. " Engga mungkin itu. Siapa yang mau sama nenek nenek seperti Maria." Kata Maria mengibaskan tangannya.

" Usia kamu baru 43 tahun. Penampilan kamu seperti wanita usia 30 an."


" Ya tetap aja tua. Sebentar lagi bakal jadi Mertua dan nenek.   Udahlah. Engga usah dibahas itu.  Sekarang , hari ini Maria bisa berdamai  dengan kenyataan. “Kata Maria tersenyum.

“ Apaan ?

“ Lebih setahun Mas engga pernah telp aku. Engga pernah ada niat ketemu aku. Sedih sekali Mas. Maria sadar ketika keyakinan Mas terhadap prospek bisnis berkurang , perhatianpun akan berkurang. Padahal setidaknya Mas menaruh perhatian terhadap keyakinan Maria. " Kata Maria. 

Budi hanya tersenyum.

" Selama setahun lebih Maria bergelut dengan banyak tantangan dan hambatan. Maria kerja keras siang malam untuk memastikan pabrik bisa berdiri. Maria harus menemui pihak principal delapan kali sampai mereka setuju menyediakan pilot proyek atas biaya mereka sendiri. Selama 8 kali itu Maria harus memenuhi syarat yang mereka tentukan. Setiap Maria berhasil memenuhi syarat yang mereka minta, mereka ajukan lagi syarat baru. Mereka minta kepastian lahan untuk Pilot Proyek itu sudah tersedia dan legitimate. Mereka juga minta harus ada komunitas yang mau menjadi konsumen atas Pilot proyek itu. Mereka juga minta dukungan dari Pemerintah atas Pilot proyek. Wah capek sekali memenuhi permintaan mereka. Tapi nasehat Mas , Maria engga pernah lupa, bahwa meyakinkan orang itu engga mudah. Karena itu bukan hanya soal bisnis tetapi seni merebut hati orang. Kita tidak boleh kehilangan harapan. Kita harus sabar sampai batas tak tertanggungkan. Dan akhirnya mereka bisa menerima karena cinta dan ketulusan kita.

Maria juga harus berkali kali terbang ke KL untuk membujuk Venture Capital.  Mereka menentukan syarat yang sangat berat untuk sampai setuju membiayai. Maria harus berjuang memenuhi syarat itu, seperti memastikan sudah ada market off take, harus ada confirmation line of credit dari bank. Harus ada jaminan supply bahan baku dari Koperasi. Nah meyakinkan masyarakat dan pemda untuk membentuk Koperasi dan menjadi mitra Pabrik , juga tidak mudah. Belum lagi membantu mereka mendapatkan fasilitas kredit dari bank untuk modal kerja. Untung aja ada Private fund di Singapore yang mau menjadi guarantor atas program pembiayaan itu sehingga Bank di Vietnam mau kasih kredit. Tentu dengan standar assessmentyang ketat. Akhirnya barulah Venture capital mau memberikan dana sebesar 30% atas total investasi. 70% dari Bank.

Mas, disaat lelah dan kadang putus asa, Maria sampai paranoid, ini  mission impossible dari Mas. Mengapa Mas segitu jahatnya. Apa salah Maria selama ini. Tetapi Maria yakin, Maria bisa melewati semua itu. Selama melewati masa masa sulit itu, Wenny selalu memberikan dorongan semangat. Maria ingat kata katanya , yakinlah semua gerak langkah kamu selalu Budi pantau. Dia pasti dapatkan laporan dari Prinsipal yang juga sahabatnya dan Venture Capital, dimana dia juga pemegang saham. Budi percaya kamu bisa memenuhi standar bisnis yang diharapkan semua mitra. Tapi Saat itu Maria butuh Mas menghibur Maria. Tapi mas tidak pernah telp dan kita tidak pernah bertemu.“

“ Dari bisnis yang kamu rintis itu, Holding dapat saham perusahaan prinsipal dengan harga murah. Karena proses transaksi melalui SWAP. Jauh lebih murah bila proses dilakukan lewat bailout hutang di Bank. Itu hanya mungkin karena bisnis yang kamu kembangkan provent mendukung bisnis jangka panjang mereka. Ini akan di jadikan business model dimanapun mereka beroperasi. Mereka bukan hanya dapat transfer technology  fee tetapi juga dapat share dari peluang adanya tekhonologi mereka. “ Kata Budi.

“ Maria tahu. Mas untung besar karena peugasan Maria. Itu memang bisnis Mas. Engga perlu terimakasih ke Maria. "

Budi tersenyum dan menatap lama Maria. " Ada apa sih? Liat liat ? ada yang salah ? 

" Aku kangen masakan Indonesia. " 

" Terus pesan table di Financial Club super mewah ini untuk siapa? Mata Maria melotot. 

" Tadinya aku pikir Maya dan Henry mau makan siang bersama kita. Tetapi dia milih merayakan tunanganya berdua saja." Dengan wajah lugu Budi melanjutkan "  Ya, aku kangen masakan Indonesia. Gimana ?"

Maria langsung berdiri dan tarik lengan Budi. " Kita keluar dan pergi ke restoran Indonesia. Beli nasi bungkus dan makan di Apartement kamu. Makannya pakai tangan kan ? Engga pake sendok,  engga pake sumpit, ya kan" 

Budi mengangguk dan tersenyum. 

" Naik subway dan engga naik kendaraan kantor, ya kan " 

Budi mengangguk dan tersenyum. " Mas, itu orang kampung dan akan selalu jadi orang kampung. Maria sangat paham. " 

Budi tersenyum seraya merangkul pinggang Maria berjalan kaki menuju Station subway.

" Tapi hari ini Maria jadi mengerti. Kalau akhirnya Venture capital di KL mau kembali mendukung pembiayaan, itu tidak akan terjadi tanpa restu Mas. Dukungan dari Prinsipal, tidak akan terjadi kalau tidak ada jaminan dari Mas.  Maria hanya cangkir, dan isinya tetaplah mas. Tanpa Mas, Maria nothing. Ternyata diam diam, Mas bertaruh untuk keyakinan Maria. Maafkan Maria Mas.  karena sudah salah menduga.” 

Budi hanya tersenyum 

“ Maria akan mencoba untuk memahami Mu, Mas. “

“ Mencoba ? 

“ Ya.  Setidaknya ada usaha untuk memahami Mu, sampai ajal menjemput”

TAMAT.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Karena bisnis …

  Mengapa Indonesia di jajah 3,5 abad oleh Belanda? Para raja atau sultan berserta kaum bangsawan berkolaborasi dengan Belanda. Itu ada hitu...