Minggu, 25 Juni 2023

Kudeta di Rusia?

 



Wagner Group dikenal sebagai pasukan elite bayaran. Mereka punya skill personal yang luar biasa. Awalnya Wagner Group dibentuk oleh perwira militer Rusia, Dmitri Utkin. Wagners adalah nama panggilan dari Dmitri Utkin. Dia sendiri sebagai komandan pertama Wagner. Wagner sudah lama beroperasi tapi secara legal Wagner Group mendapat izin dari Pemerintah Rusia sebagai perusahaan tahun 2022 dan bermarkas di St Peterburg. Awal berdiri jumlah pasukannya hanya 5000. Mereka beroperasi di Afrika dan Timur Tengah. Mereka juga dibayar oleh pengusaha besar Rusia untuk tugas khusus.


Jumat lalu Wagner menyerukan pemberontakan bersenjata. Media barat memberitakan bahwa ini kudeta terhadap pemerintah Putin.  Tidak. Ini bukan kudeta. Tapi konflik antara pasukan Wagner dengan menteri Pertahanan Rusia, Shoigu. Yang dianggap tidak becus. Presiden Vladimir Putin telah diberitahu tentang situasi tersebut dan memberikan perintah untuk mengambil tindakan yang diperlukan. Atas dasar itu Menteri Pertahanan Rusia bersikap tegas. Truk militer berat dan kendaraan lapis baja terlihat di beberapa bagian pusat Moskow Sabtu pagi, dan tentara yang membawa senapan serbu dikerahkan di luar gedung utama Kementerian Pertahanan. 


Area di sekitar administrasi kepresidenan dekat Lapangan Merah diblokir, lalu lintas macet. Tetapi bagi rakyat Moskow ini dianggap bukan serius amat. Putin tetap dengan agendanya kunjungan ke luar kota.  Bahkan di tengah kehadiran militer yang meningkat, bar dan restoran di pusat kota dipenuhi pelanggan. Di salah satu klub dekat markas FSB, orang-orang menari-nari di jalan dekat pintu masuk. Ya kehidupan normal saja. Sementara konvoi panjang truk Garda Nasional terlihat dengan peralatan lengkap di jalan di luar kota Rostov-on-Don.


Kamp lapangan Wagner di Ukraina diserang oleh roket, helikopter tempur, dan tembakan artileri atas perintah dari Gerasimov setelah pertemuan dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, di mana mereka memutuskan untuk menghancurkan Wagner. Komite Anti-Terorisme Nasional, yang merupakan bagian dari Layanan Keamanan Federal, atau FSB, menuduh Wagner menyerukan pemberontakan bersenjata, dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara. Tapi komandan Wagner, Prigozhin menolak untuk disebut kriminal dan pengkhianatan. Akhirnya Wagner memilih mundur. Putin perintahkan pasukan hentikan pertumpahan darah.


Jadi apa penyebab Wagner Group mengancam memberontak? Ini masalah bisnis semata. Komandan Prigozhin tidak puas dengan sikap Kementerian Pertahanan. Tidak puasnya karena sarat dalam kontrak merugikan Wagner Group. Sementara Boss Wagner Group adalah Yevgeny Prigozhin, seorang meliarder Rusia yang punya hubungan personal dengan Putin. Bisnisnya terkait dengan Putin Connection. Masalah sudah selesai. Keadaan normal kembali dan kasus ini tidak mengurangi konsentrasi Rusia berperang dengan ukrania.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Di balik tataniaga Timah.

  Direktur Utama PT Timah Tbk (TINS) Ahmad Dani Virsal mengatakan bahwa Indonesia kini merupakan produsen timah terbesar kedua di dunia. Dia...