Jumat, 23 Juni 2017

Ada apa dengan Jokowi


Anda bisa bayangkan", kata teman. " pejuang reformasi anti KKN yang sukses menggalang jutaan mahasiswa menjatuhkan Pak Harto, kini moral anti KKN tercemar karena suap yang diungkapkan lewat fakta persidangan. Tokoh yang dikenal pejuang moral agama dipermalukan kasus amoral lewat pornographi. Tokoh pembela ulama tersangkut kasus makar politik. Bahkan MUI sebagai lembaga pengawal fatwa halal haram di lemah kan dengan diambil alihnya certifkasi halal oleh lembaga dibawah UU. Tokoh yang tak tesentuh hukum kini jadi persakitan tersangkut kasus EKTP. Ada apa ini ?

Saya hanya diam. 
" gerakan jutaan umat yang katanya bela Fatwa MUI demi tegaknya syariah Islam, justru kini ketua MUI menjadi anggota pengarah idiologi Pancasila. GNPF sudah datang ke istana bertemu Jokowi dan setelah itu memuji apa yang dilakukan oleh Jokowi sudah benar dan luar biasa pembelaan kepada umat. FPI yang garang kini semakin menyusut ditelan semangat penegakan hukum. Mendadak semua tokoh pendukung HTI rame rame membantah mereka Anti Pancasila dan mendadak menjadi pendukung setia NKRI. Kemudian Revisi UU anti teroris yang lama mandek di DPR sekarang menjadi sangat penting dan semua elite politik mendadak peduli dengan ancaman teroris, lupa demokrasi yang utamakan HAM. Ada apa ?
Saya hanya diam...
" Anggota DPR rame rame ingin memandulkan KPK. Politik gaduh lagi tapi mendadak semua rakyat bersuara marah ke DPR, semakin lama hak angket dpr soal KPK semakin kehilangan reputasi DPR. Semakin kehilangan reputasi partai. Jadi ada apa ini? Kekuatan massa di luar parlemen impoten dan DPR semakin kehilangan nilai moral. Tokoh yang menjadi kekuatan moral rakyat semakin nampak tidak bermoral. Lambat laun secara tidak langsung Jokowi membangun kekuatan dari lawan-lawannya yang menyerangnya. Dan dia akan jadi satu satunya icon keluatan moral rakyat untuk punya hope"
Saya hanya tersenyum.
" jawablah! Ada apa ini. Siapa sebetulnya kekuatan Jokowi ? 
" Tuhan. Ya kekuatan dibelakang Jokowi itu Tuhan. Dan itu datang dari doa seorang ibu atas anaknya agar Jokowi tetap dijalan Tuhan untuk keadilan sosial bagi semua. Apakah ada yang lebih hebat dari doa seorang ibu? Apakah ada yang lebih hebat dari Tuhan? Kalau percaya itu, sebaiknya tidak usaha terus menyerang Jokowi karana akan hancur sendiri. Apalagi niatnya hanya soal uang, tahta dan wanita. Pahamkan sayang? 
"Mengapa dia lakukan itu semua?
" Revolusi mental ala Jokowi. Guncangkan semua dan keruh semua, agar Indonesia bisa bangkit dari kesalahan dan terhindar dari hipokrit atas dasar apapun "
Giliran dia terdiam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Perjuangan membela kaum tertindas.

  Tan Malaka lahir di Nagari Pandam Gadang, Gunuang Omeh, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, 2 Juni 1897. Ayahnya pegawai kesehatan hindia Bela...