Sabtu, 29 April 2023

Memahami the fed secara idiot.

 




Apakah the Fed ? Berdasarkan Federal Reserve Act  1913, tugasnya melayani sebagaimana fungsi bank central. Dewan Gubernur di Washington, DC, adalah badan pemerintah federal. Ditunjuk oleh Presiden dan dikonfirmasi oleh Senat namun bertanggung jawab langsung kepada Kongres. The fed memiliki tiga fitur penting: (1) dewan pengatur pusat—Dewan Gubernur Federal Reserve; (2) struktur operasi terdesentralisasi dari 12 Bank Federal Reserve; dan (3) perpaduan karakteristik publik dan privat.


Anggota Dewan Gubernur diangkat untuk masa jabatan 14 tahun, dan Ketua Dewan diangkat untuk masa jabatan empat tahun. Pejabat terpilih dan anggota Administrasi tidak diizinkan untuk melayani di Dewan. UU Federal Reserve memastikan bahwa keputusan kebijakan moneternya berfokus pada pencapaian tujuan jangka panjang ini dan tidak tunduk pada tekanan politik yang dapat mengarah pada hasil yang tidak diinginkan.


Meskipun Kongres menetapkan tujuan kebijakan moneter,  namun yang berkaitan dengan Federal Open Market Committee (FOMC) yang anggotanya 12 orang, tidak tunduk kepada Presiden atau siapa pun di cabang pemerintahan eksekutif atau legislatif. Artinya  secara sistem Federal Reserve tidak "dimiliki" oleh siapa pun. Kalau boleh dikatakan pemilknya adalah sistem itu sendiri. Siapapun yang bisa melewati sistem itu ya dia qualified memanfaatkan system itu.


The Fed tidak mendapatkan dana operasional dari pemerintah AS. Dia hanya dapat lisensi mengelola moneter AS. Lantas darimana The fed dapatkan modal awal ? Dari setoran pemegang saham, yang juga sebagai bank anggota. Nah karena the fed punya lisensi sebagai bank central, tentu fed hidup dari jasa pengelolaan moneter itu. Artinya Fed mengelola putaran uang masuk dan keluar.  Dalam proses menjaga keseimbagan itu kadang terjadi minus dan surplus. Kalau minus, fed jual jasa menutupi minus. Kalau surplus , fed menawarkan jasa agar uang tidak idel. Klop kan. Kanan kiri ok.


Mari kita perhatikan contoh operasional the Fed. Dari proses clearing, the fed jadi agent untuk transaksi over night terhadap bank yang kalah clearing. Fed dapat fee. Bagi bank yang kebanyakan memberikan kredit namun cash flow jangka menengah seret, the fed menawarkan pembelian reksadana bank dengan jaminan aset berkualitas tinggi. Fed dapat fee lagi. The fed juga membuka pasar uang jangka pendek untuk membantu likuiditas bank dan sekaligus menyerap dana bank yang over liquid. Dapat fee lagi the fed.


The fed juga melayani negara lain yang ingin menjaga likuidias cadangan devisanya lewat transaksi repo dan reverse repo dengan pelanggan otoritas moneter asing dan internasional (FIMA) atau FIMA Repo Facility. Fitur layanan the fed adalah Overnight Reverse Repo Facility, Standing Repo Facility. Jagi bagi negara yang memegang USD sebagai cadangan devisa, tetap aman dari resiko kekurangan devisa tunai. Contoh BI, punya cadangan devisa beragam mata uang dan surat berharga, termasuk emas. Nah kala BI kepepet perlu uang cash untuk menutupi belanja impor, ya BI tidak harus menjual devisa itu. Tapi bisa pinjam ke Fed dengan jaminan devisa yang ada.


Walau the fed tidak punya hak cetak uang. Hak cetak uang tetap ada pada Departement keuangan AS. Namun the fed dapat fee untuk create system printing money lewat pasar uang. The fed  tidak punya hak pegang cadangan emas. Namun The fed dapat fee dari bisnis bank custodian untuk emas.  Terus apakah The  Fed menjadi super body yang bebas ? Oh tidak. Fed tetap diaudit bahkan sistem auditnya sangat ketat. Bukan hanya oleh internal tapi juga eksternal, seperti Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS dan banyak lagi. Dan semua anggota dan clients bisa mengkakses the fed secara real time. Dengan sistem transfarance itu sangat sulit bagi tujuan rekayasa dan konspirasi moneter seperti negara lain yang cenderung politis.


Kesimpulannya, the Fed itu sistem yang tidak dimiliki siapapun namun selain AS, negara manapun bisa memakai sistem itu. Sebagai pusat clearing yang terpercaya, the fed punya nostro. Semua bank central di dunia memakai jasa the fed sebagai clearing house.  Artinya mereka semua punya rekening nostro di Fed. Nah agar mata uang negara bisa cross border transaksi dengan semua bank di dunia lewat beragam mata uang, the fed punya fiture clearing, namanya Vostro. Sistem ini sangat solid, cepat dan akurat. Belum ada satupun negara yang bisa menandingi. Kalau USD menjadi mata uang dunia, itu bukan berarti AS memiliki hegemoni atas dunia. Karena AS juga adalah clients dari sistem the  Fed. The fed itu kalau bahasa mesranya adalah  we are the world…

Kamis, 27 April 2023

Kritik terhadap MMT.

 




MMT (Monetary Modern Theory.)  Teori ini dikembangkan sejak era 90-an oleh seorang pakar ekonomi Profesor Bill Mitchell dan beberapa orang akademisi asal Amerika Serikat seperti Profesor Randall Wray dan Stephanie Kelton, serta seorang bankir Warren Mosler. Teory ini baru terkenal  sejak Bernie Sanders tahun 2016 masuk dalam team panaseht ekonomi senior AS. Buku MMT yang terkenal adalah Modern Money Theory: A Primer on Macroeconomics for Sovereign Monetary Systems, oleh  L. Randall Wray , The Deficit Myth: Modern Monetary Theory and the Birth of the People's Economy  oleh  William F. Mitchell, Modern Monetary Theory: Key Insights, Leading Thinkers oleh L. Randall Wray. 


Jadi apa sih itu MMT? intinya adalah bahwa pemerintah yang mengeluarkan mata uangnya sendiri selalu dapat mendanai dirinya sendiri dengan mata uang tersebut. Oleh karena itu, pemerintah tidak perlu khawatir menumpuk utang yang besar.  Gimana inflasi ? tidak ada masalah asalkan uang longgar. Toh uang itu diperlukan untuk belanja negara dan yang tentu berputar ke rakyat lewat lapangan perkerjaan, pembangunan ekonomi. Padahal inflasi itu tidak bisa disiasasi dari pelonggaran uang tapi lewat kebijakan moneter yang ketat. Coba dech kalau uang mudah, pasti innovasi mati, produktifitas rendah. Lantas apa artinya peradaban tanpa innovasi dan produktifitas? 


MMT mengatakan, pemerintah dapat memperoleh pendapatan dari pencetakan uang jika biaya pencetakan kurang dari nilainya. Misalnya, jika uang kertas $100 harganya kira-kira enam sen untuk dicetak, maka menghasilkan keuntungan $99,94. Namun, dengan asumsi pemerintah tidak membayar bunga atas uang itu, uang itu akan cepat dibelanjakan oleh masyarakat. Hasilnya adalah inflasi yang tinggi karena pendapatan tambahan yang tidak banyak. Nyatanya, sebuah studi menemukan bahwa jumlah maksimum pendapatan berkelanjutan dari penciptaan uang kira-kira empat persen dari PDB, yang akan menghasilkan inflasi tahunan sebesar 266 persen! Ngerti engga sih! 


Doktrin kebijakan fiskal MMT dibangun di atas penghapusan batasan utang FFT ( Lerner's -1943. Functional Finance Theory) pada pinjaman pemerintah (Mitchell, 2020). Ia juga berpendapat bahwa penerbit mata uang berdaulat (yaitu dengan utang dalam mata uangnya sendiri dan nilai tukar mengambang) secara finansial tidak dibatasi, menolak gagasan "ortodoks" tentang kesinambungan fiskal dan mengadopsi konsepsi "ruang fiskal" yang sangat spesifik. 


MMT berpendapat kebijakan fiskal lebih penting daripada kebijakan moneter dalam menentukan inflasi, sehingga menaikkan pajak adalah solusi untuk inflasi yang tinggi. Namun, ini bukan pengalaman Amerika Serikat. Pada tahun 1960-an, Presiden Lyndon Johnson mengikuti logika ini dengan menaikkan pajak dan menyeimbangkan anggaran, tetapi inflasi yang tinggi tetap bertahan. Nyatanya, inflasi hanya turun pada awal 1980-an ketika Ketua Fed Paul Volcker mengurangi pertumbuhan jumlah uang beredar, meskipun defisit anggaran tinggi di bawah Presiden Reagan selama periode yang sama.


Saya membaca buku itu semua dengan tersenyum dan menyimpulkan secara sederhana bahwa sebagai teori bagus narasinya tapi referensi nya lemah. Bagi MMT, definisi uang mengadopsi apa yang disebut Tobin (1963) sebagai pendekatan “pena air mancur” terhadap uang (yakni keyakinan bahwa uang dapat diciptakan secara ad libitum , dengan goresan pena), menerapkannya pada pemerintah – yang secara sistematis disebut “negara”. ” MMT tidak memahami definisi uang secara modern yang diterapkan AS sebagai mata uang dunia. Sementara yang dijadikan studi kasus oleh MMT adalah AS. 


Ada tiga syarat mengapa AS terkesan seenaknya mencetak uang. Pertama, USD bukanlah sekedar alat pembayaran tetapi alat moneter untuk pertumbuhan ekonomi yang didasarkan pada produksi. Contoh, AS membangun jalan super high way sepanjang 48.000 kilometer. Dari Barat ke Timur. Utara ke Selatan. Apakah AS mencetak uang untuk bangun jalan itu? Tidak. AS mengeluarkan surat utang. Tapi untuk mendorong produksi, AS cetak uang untuk dipompa ke sistem perbankan agar dana tersalurkan ke sektor produksi / real. Dari sini pajak didapat untuk bayar utang. Kalau pajak tidak tercapai target, ya AS tarik uang itu dari publik dengan menaikan suku bunga. Uang balik kandang ke bank central. Inflasi terjaga.


Kedua, USD adalah mata uang yang paling transfarance yang didukung sistem demokratisasi yang sudah established. Ketiga, USD adalah mata uang yang punya trust tinggi di seluruh dunia. Itu bukan karena politik kekuasaan. Tatapi karena valuenya lebih stabil dibandingkan mata uang negara lainnya. Jadi apa yang membuat value uang itu ? ya sistem bertumpu kepada tiga hal,  trust, transfaransi dan kredible. Apa ada negara pemimpinnya bisa menerapkan tiga hal itu selain AS ? Ambil contoh aja anggota BRICS, Brazil, Rusia, India, China, South Afrika, memang diakui kredibel tapi mana ada negara negara itu mematuhi transfarasi dan trust sistem mata uang. 


Nah kalau diterapkan di luar AS yang demokrasinya belum established, maka MMT itu akan jadi senjata ampuh membangkrutkan negara. Mengapa ? karena bagi MMT pencetakan uang baru tidak akan langsung menimbulkan inflasi dan mendevaluasi mata uang negara. Bayangin negara yang berkuasa seenaknya mencetak uang. Dampaknya bisa ditebak. Uang menjadi alat politik dan fiskal disusun secara politik,  bank central dikelola secara politik pula, seperti Venezuela dan Zimbabwe, pemerintah begitu boros dan tidak bertanggung jawab. Akhirnya uang dihukum pasar. Maklum tidak ada satupun negara yang 100% tidak tergantung mata uang asing atau bebas dari impor. Asing menilai uang dengan MMT itu sama dengan sampah. Dan rakyat sudah terlanjur males produksi. Akhirnya tissue toilet lerbih berharga dari uang


***


Ilmu ekonomi bukan sekedar sains tetapi juga termasuk seni. Ekonom mencoba mengembangkan model matematika analitik yang berusaha menjelaskan perilaku ekonomi dengan cara yang dapat dibuktikan secara teoritis. Misalnya, menghitung elastisitas permintaan dengan menggunakan kalkulus. Dalam model ekonomi makro, terdapat banyak model yang berusaha menjelaskan variabel makro seperti inflasi, pertumbuhan dan pengangguran. Namun, ketika diterapkan pada dunia nyata, model-model ini memiliki keterbatasan signifikan yang dapat membuat mereka memiliki nilai yang terbatas. 


Mengapa ?


Masalahnya adalah ekonomi sangat kompleks, tidak ada penjelasan menyeluruh yang mudah seperti rumus relatifitas Eisntein atau rumus Gaya Newton dalam ilmu fisika. Ilmu ekonomi diperuntukan kepada manusia sebagai makhluk sosial. Dimana struktur sosial sebagai sebuah "organisme hidup”. Complicated memang. Berbeda dengan benda mati yang tidak kompleks menjelaskannya. Makanya Ekonomi itu sains dan Art. Ia sebagai panduan manusia mengorganisir dirinya ditengah komunitas sosialnya. Panduan ini harus memenuhi syarat-syarat yaitu obyektivitas, metodologis, sistematis, dan universal.  MMT bukan sains karena tidak memenuhi syarat itu semua. Dia hanya seperangkat ide utopia dalam narasi seni politik kaum kiri. 

Rabu, 26 April 2023

Fakta dan realita.

 



Dalam rapat bisnis di kantor.  Saya tidak begitu peduli dengan paparan soal prospek ekonomi dan bisnis ke depan. Engga akan saya terprovokasi. Saya tahu apa yang disampaikan itu adalah fakta berdasarkan teori Apapun yang disimpulkan, itu tetap saja subjectif. Setiap orang punya pendapat berbeda terhadap realitas. Sedangkan kebenaran, adalah keadaan sebenarnya atau aktual dari suatu hal. Dimasa depan itu yang pasti adalah kematian, itulah kebenaran. Kenapa saya harus terprovokasi soal analisa masa depan yang suram.


Fakta adalah pernyataan tentang beberapa peristiwa atau keadaan yang ada atau yang telah terjadi. Fakta dapat diamati (dapat diukur), dapat diverifikasi, dan tidak dapat disangkal, apa pun ukuran nalar dan logika yang diterapkan atau ditolak. Realitas dibangun, objektif, subjektif, empiris, instrumental, dan realitas lainnya,  tidak lain adalah opini kolektif - sebuah ide di mana beberapa kepercayaan ditempatkan atau, representasi kolektif yang masuk akal dari "sesuatu". Realitas tidak hanya diakui, tetapi harus ditemukan atau dinalar dan dapat dipalsukan.


Misalnya, kita tahu bahwa siang akan datang setelah malam. Fakta bahwa bumi berputar pada porosnya menghasilkan siang dan malam. Itu dapat diverifikasi atau diamati dari luar angkasa. Juga dapat diverifikasi bahwa Bumi berputar mengelilingi Matahari. Atas dasar dua fakta ini kita memperhitungkan waktu. Tapi, apa realitas waktu? Bagi sebagian orang itu linier, bagi sebagian pendapat itu siklik dan bagi sebagian orang itu fraktal. Untuk meyakinkan salah satu dari tiga realitas waktu ini, itu harus dipikirkan berdasarkan beberapa fakta. David G.Myers, berkata “ Ada realitas objektif di luar sana, tetapi kita melihatnya melalui kaca mata keyakinan, sikap, dan nilai kita. 


Dalam politik juga begitu. Kita tidak bisa menganalisa capres dari kata katanya. Itu tetap saja bukan fakta. Kita harus focus kepada realitas, berdasarkan rekam jejaknya namun perlu ilmu untuk menganalisanya. Karena realitas bisa pula dipalsukan lewat pencitraan. Orang China punya prinsip bahwa jangan memuja bunga plastik. Walau faktanya Indah. Tetapi ia bukan kebenaran. Pujalah bunga asli. Walau cepat layu, ia adalah kebenaran dan juga realitas. Sehebat apapun negara China, ia bukan kebenaran bagi saya. Karena bukan negara saya. Tetapi Indonesia, negara saya adalah  sebuah kebenaran. Walau brengsek dimakan koruptor, itu adalah takdir saya, dan sebuah kebenaran untuk saya berdamai dengan realitas.


Selasa, 18 April 2023

Aparat Pemda Lowgrade

 




Sejak rezim Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, kita menerapkan anggaran berdasarkan kinerja. Apa itu ?  Anggaran Berbasis Kinerja merupakan metode penganggaran bagi manajemen untuk mengaitkan setiap biaya yang dituangkan dalam kegiatan-kegiatan dengan manfaat yang dihasilkan. Manfaat tersebut   dideskripsikan   pada seperangkat tujuan dan sasaran yang dituangkan dalam target kinerja pada setiap unit kerja. 


***


Mungkin anda masih ingat DKI era Jokowi dan Ahok. Anggaran tidak sebesar era Anies. Tapi pembangunan lebih banyak Era Jokowi dan Ahok. Padahal era Ahok banyak SiLPA atau sisa anggaran tidak terpakai. Tapi kinerjannya diatas 100%. Bahkan SMI pernah berkata bahwa era Ahok adalah kinerjan terbaik mengalahkan pemerintah pusat.  Paham ya. Nah mari kita bahas akar masalahnya. Mengapa ?


Sekarang mari kita lihat sumber dana APBD, yang terdiri : Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK). PAD bersumber dari retribusi dan pajak daerah. DBH, berasal dari PBB, PPh, dan BPHTB dan sumber daya alam seperti kehutanan, migas, pertambangan umum, dan pertambangan panas bumi. DAU berasal dari APBN untuk biaya desentralisasi, seperti bayar gaji guru, pegawai dan lain lain. DAK , berasal dari anggaran kementerian yang berkaitan dengan program nasional.


Kalau hanya mengandalkan DAU itu engga ada uang tersedia untuk pembangunan yang dirasakan langsung oleh rakyat.  Nah darimana duit pembangunan phisik?. Ya dari peningkatan PAD. Artinya Pemda itu udah dapat gaji dari pusat, ya kerja ajalah tingkatkan PAD. Loh gimana tingkatkan PAD?. Kan perlu pengembangan infrastruktur agar sektor real tumbuh dan jadi sumber PAD? ya dananya tersedia dari  DAK. Tapi untuk dapatkan DAK, Pemda harus buat FS yang hebat agar bisa disetujui menteri. Kalau disetujui, pengawasan langsung dari KPK. Jadi salah kelola bisa masuk BUI.


APBD Sumbar dan Lampung relatif sama. Lampung tahun 2022 Rp. 6,75 triliun. Sumbar Rp. 6,7 triliun tahun 2023. Tapi tahukah anda. Hampir semua pelosok sumbar tidak ada jalan yang rusak. Semua hotmix sampai ke desa. Lantas mengapa ada perbedaan kualitas? padahal kedua daerah itu anggarannya sama ? Mengapa ? Pengalaman saya memberikan advice kepada teman yang jadi kepala daerah. “ Hampir 60% pejabat PEMDA itu low grade. Benar benar unqualified. Kita harus pakai mereka. Itu kan warisan rezim sebelumnya. Mau gimana lagi.” kata teman dengan wajah prihatin.


“ Kadang yang sederhana saja seperti membuat perencanaan tergantung konsultan dan mereka sendiri engga paham gimana convince kementrian tekhnis, apalagi kementerian keuangan yang rata rata grade mereka diatas pejabat Pemda. Emang SOP sangat ketat. Banyak kriteria harus terpenuhi. Misal tersedianya dana pendamping untuk bebaskan tanah, penyelesaian izin. Umumnya Pemda engga punya duit cukup sediakan dana pendamping. Karena PAD rendah. Belum lagi takut kalau harus gusur lahan penduduk.”


Makanya jadi kepala daerah yang serius kerja untuk rakyat, pasti stress. Stress bukan engga ada duit. Stress karena duit keliatan tersedia. Tapi karena pejabat PEMDA yang lowgrade , jadi sulit dapatkan akses  DAK. Belum lagi Kajari dan Kapolres selalu jadi watchdog. Meleng dikit, kena kasus.  Tambah lagi DPRD kadang bukannya bantu malah sok populis tapi diajak diskusi dari mana duitnya. Mingkem!


Solusinya gimana ? Walikota atau Gubernur harus terjun langsung urus DAK itu. Engga bisa andalkan SKPD. Mereka harus cari jalan misal lewat skema hybrid ( dari non anggaran  dan DAK). Seperti Ahok membangun rusun ambil dana dari retribusi fasum Developer digabung dengan DAK. Jadilah proyek tanpa APBD langsung. Nah gimana daerah yang PAD rendah tidak seperti DKI. Ya mereka bisa penggal DAU sampai 40%  seperti Pemda di Sumbar agar ruang fiskal mereka lebar dan punya peluang untuk dapatkan DAK. Masih banyak lagi caranya.


Tapi memang menjadi Bupati dan Walikota di era reformasi ini memang berat. Udah gaji kecil, tunjangan terbatas, SDM yang lowgrade, dan angka kelahiran tinggi. Benar benar berat. Mending jual sempak aja.  Jadi itulah penyebab mengapa Lampung tertinggal. Itu juga terjadi pada Pemda lainnya. SDM lowgrade.!


***


Di china itu ada dua kamar elite kekuasaan. Satu komite rakyat. Mereka adalah kader partai komunis china. Satu lagi, komite pekerja rakyat. Mereka adalah profesional yang bekerja di BUMN, dan kantor pemerintahan dari pusat sampai desa. Kader partai ada disemua PMA, BUMN dan instansi pemerintah. Setiap unit entitas mereka hanya ada satu orang. Nah mereka tidak harus posisi puncak. Bisa saja hanya pegawai biasa.


Ada pengalaman saya. Pernah bagian HRD memberitahu saya bahwa salah satu staf marketing  unit business elektronik adalah kader partai. Tadinya waktu melamar tidak tahu HRD bahwa dia kader partai.  “ Benar kamu kader partai ? tanya saya. 


“ Ya benar pak” 


“ Kerja yang rajin ya” kata saya. Ternyata semua unit business SIDC ada satu kader partai. Lantas apa manfaatnya ? Saya engga tahu manfaatnya bagi partai. 


Yang pasti pernah ada kasus kami diperlakukan tidak adil oleh pesaing kami perushaan AS di hangzhou. Saya perintahkan lawan. Selama sebulan proses negosiasi. Akhirnya perushaan AS itu mengakui kesalahannya dan bayar ganti rugi atas kasus unfair business. Itu bisa terjadi karena dukungan dari pemerintah. Dan pemerintah dapatkan informasi dari kadernya yang ada di perushaan kami dan di perusahaan AS itu.


Pernah ada keributan dari bagian packing dan Quality control. Soal bonus produksi.  Bagian Quality control demo. Mogok kerja. Tapi tidak lebih 2 jam mogok. Polisi datang menangkap provokator demo itu. Padahal kami tidak undang polisi datang menyelesaikan. Oh ternya kader partai lapor ke polisi. Dengan objectif  dia jelaskan kepada polisi bahwa kami tidak salah. Itu kesalahan bagian Quality control.


Di china tidak ada kesalahan aparat berlangsung bertahun tahun baru ketahuan. Seperti kita kasus TPPU sejak tahun 2009, baru ketahuan jadi kasus tahun 2023. Di china cepat sekali tahu. Di Shanghai kepala OJk dan ketua pasar modal kena kasus semua karena meloloskan aplikasi  platform alibaba untuk fintech namun beroperasi Pinjol tanpa izin bank. Semua pejabat terkait dikenakan uu anti korupsi dan termasuk Jack ma dirumahkan dengan seluruh aset pribadinya diblock. Itu karena di OJk, Pasar modal dan perusahaan alibaba ada kader partai. 


Di china selagi anda patuh kepada hukum. Yakinlah tidak ada yang berani peras dan rekayasa kasus. Anda aman. Negara jamin kepastian itu. Tapi sekali anda lalukan unfair business. Ya disikat. Tuh lihat Jack ma. Sekjen partai di Wuhan kena libas. Di china ada 25 juta kader partai. Mereka tidak mencari jabatan dan tidak iri bila profesional memimpin BUMN atau instansi. Tapi mereka menjadi pengawal agenda partai untuk kemakmuran rakyat. Nah dari 25 juta kader itu berkompetisi untuk masuk 1000 elite partai. Siapa yang terbaik dan loyal, ya layak masuk 1000 elite.


Senin, 17 April 2023

Salah mindset membangun.

 


Tadi siang saya diskusi dengan teman. “ Mengapa pembangunan jalan tol dan jalur kereta tidak berdampak kepada terbangunnya pusat ekonomi baru. Sumatera hampir terhubung semua dengan jalan Tol. Jawa sudah koneksi semua. Tapi itu hanya bisnis tol dan kereta, sementara perencanaan pusat ekonomi baru tidak ada. Makanya sebagian ruas toll merugi. Proyek kereta cepat pasti rugi, Ada apa  ? Kata teman. 


Saya senyum aja. Mengapa? karena apa yang dipertanyakan teman ini sudah dipelajari di kampus. Jadi jawabannya sudah ada. Tapi memang antara pengatahuan dan praktek lapangan tidak nyambung. 


“ Begini ya. “ Kata saya. “ Mindset kita ini sudah salah dari awal. Persepsi kita jalan tol itu jalan publik atau jalan utama. Padahal itu hanya business.  Makanya Tol itu bukan prestasi pemerintah. Yang jadi prestasi pemerintah itu ya jalan umum yang diongkosi dari pajak rakyat. Jalan tol itu dimanapun dibangun sebagai jalan alternatif karena adanya perencanaan tata ruang untuk pengembangan wilayah. Begitu juga jalur kereta cepat. Itu juga jalan alternatif dan khusus koneksitas antar TOD. Nah karena sifatnya jalan alternatif maka proyek sebenarnya bukan jalan tol atau  high speed train tetapi pusat ekonomi baru. Jalan toll dan High speed train hanya Complementary. Tidak berbisnis dari jalan tol atau kereta tapi value TOD. 



Contoh China bangun Beijing -Tianjin. Tujuanya adalah membangun pusat ekonomi baru Tianjin. Design sebagai financial center dunia. Saat jalan tol dibangun, pada waktu bersamaan Tianjin juga dibangun. Yang ditawarkan kepada publik adalah Tianjin yang dilengkapi infrastruktur ekonomi modern. Tahun 1993 Jalan tol pertama dibangun adalah Jalan Tol Jingtang. Dibangun tiga ring. 


Tahun 2003, BUMN spint off jalan toll itu ke swasta. Terjual dengan nilai 10 kali dari nilai buku. Mengapa? karena Pembangunan Tianjin berkembang pesat. Jarak tempuh jalan toll Beijing -Tianjin hanya 1 jam saja. Terjadi relokasi industri dan korporat yang ada di Beijing dan Hebei. Beijing sebagai Ibu kota berkurang bebannya akibat adanya tianjin.  Maklum dekat dengan pelabuhan sekitar 60 KM dari Tianjin yang terhubung dengan jalan toll. 


Dari kota yang berkembang ini terbentuklah beberapa kota satelit yang jauh dari pusat kota. Nah ini jadi pusat ekonomi baru. Dibangun dengan konsep TOD terintegrasi dengan high speed train. Jarak tempuh Tianjin- Beijing hanya 15 menit saja. Jadi dengan alat transportasi modern antara Bejing dan Tianjin sudah satu. 


Nah model jalan toll dan jalur kereta cepat yang ada diseluruh china meniru konsep dari Tianjin. Tahun 2019 panjang ruas jalan toll China sudah 200.000 Km. (Bandingkan dengan kita hanya 2000 Km). Artinya  sepanjang 200,000 KM itulah berdiri pusat ekonomi baru yang saling berlomba satu sama lain. 


Makanya jalan toll itu menjadi sumber income bagi BUMN China. Karena setelah selesai  dibangun, mereka jual ke swasta dengan harga tinggi. Itu karena konsep toll terintegrasi dengan pusat ekonomi baru. Nah kalau kita, BUMN jual ruas tol dengan harga merugi sekedar untuk bayar utang ke bank dan kini semua BUMN karya yang dapat penugasan bangun infrastruktur ekonomi terjebak kredit macet. Itu karena mindset nya bukan developer tapi kontraktor. Ya rente.


“ Jadi gimana seharusnya membangun infrastruktur jalan dan kereta itu  agar tidak membebani APBN.”


“ Ya harus ada perencanaan komprehensif. Di mulai dari  studi wilayah di sepanjang Jalur jalan toll atau kereta cepat. Dari sana bisa dibuat skema untuk meningkatkan pengembangan transportasi sejalan dengan strategi TOD. Kemudian mengembangkan bisnis model transportasi, dengan berbagai opsi campuran penggunaan  sumber daya. Ini udah gabungan antara sosial engineering dan financial engineering. “


“ Wah social engineering aja udah sulit apalagi financial engineering.  Terlalu jauh untuk kita jangkau. Mengapa ?


“ Ya karena sistem pendidikan kita tidak mendidik orang cerdas, kecuali mindset kacung. Mental kuli. Kerja kalau ada uang ditangan walau duit orang sekalipun.. Mana mengerti mereka social engineering untuk trigger financial engineering. Lack knowledge and bad attitude. “ Kata saya tersenyum.

Minggu, 02 April 2023

Sepak bola dan nasionalisme sempit.

 




Walau sudah berbusa busa PDIP menjelaskan pentingnya bersikap politik atas pijakan historis bapak pendiri bangsa. Namun dicoretnya Indonesia oleh FIFA sebagai Host turnamen U20, alasan itu malah jadi bahan tertawaan. Sangat ironi ditengah kita berjuang melawan radikalisme agama dan politik identitas, kini muncul lagi Politik identitas bernama sepak bola. Para penggemar sepak bola mendadak jadi hater PDIP. Bahkan tadinya mendukung Ganjar berubah menjadi benci.


Filsuf Prancis Guy Debord mencurahkan banyak perhatian pada tontonan, yang dimaksud, tulis Goldblatt ( The Games: A Global History of the Olympics, 2016), untuk “tidak hanya mengalihkan perhatian tetapi juga mengkomodifikasi, membutakan dan membius.” Itulah salah satu fungsi olahraga—yaitu, agar kita tidak mengenali apa yang terjadi di sekitar kita. Penulis Argentina Jorge Luis Borges, yang berkomentar, “sepak bola populer karena kebodohan populer.

David Goldblatt dalam bukunya the Age of Football: The Global Game in the Twenty-First Century menganalisis budaya sepak bola Inggris selama 30 tahun terakhir, sepak bola telah melahirkan nasionalisme baru yang lebih sempit. Dia juga mencatat, terjadinya polarisasi ditengah penggemar club. Saat analisisnya menyebar ke seluruh dunia, dari Afrika hingga Eropa dan Amerika Selatan, dia memberikan ribuan contoh manipulasi politik semacam itu. Apa yang terjadi pada Indonesia. Hanya karena gagal jadi tuan rumah FIFA U20, polarisasi terjadi dan nilai nilai historis bangsa dilecehkan. Analisis Goldblatt mendapatkan pembenaran.

Di Timur Tengah, Goldblatt berargumen tentang kecocokan tiga sisi: “Rezim vs Jalan vs Masjid”. Dia menunjukkan bagaimana sepak bola telah digunakan baik sebagai proxy untuk ambisi kekaisaran di Emirates – membeli aset asing, memamerkan Piala Dunia di Qatar sebagai kekuatan utama di panggung dunia – dan sebagai kekuatan pemberontakan melawan aturan Al-Qur'an di Iran. 

Apa yang jelas dari studi tak kenal lelah Goldblatt adalah bahwa, hampir di mana pun di dunia selain Amerika Utara, tidak ada calon diktator atau pengacau demokrasi atau patriark teokratis yang mampu mengabaikan hasrat yang muncul di hati para penggemar sepak bola. Beberapa telah bangkit langsung karena sentimen itu. Menjadikan sepak bola sebagai strategi kampanye; kaum nasionalis di mana-mana mempertanyakan kesetiaan anak bangsa yang pluralis.. Seperti yang dicatat oleh Romelu Lukaku, striker Belgia, ketika semuanya berjalan baik “mereka memanggil saya Romelu Lukaku, striker Belgia. Ketika keadaan tidak berjalan dengan baik, saya adalah Romelu Lukaku, penyerang Belgia keturunan Kongo.”

Goldblatt merujuk teori situasionis dan analisis pasca-Marxis, Guy Debord dan Walter Benjamin sebagai kekuatan pemogokan kembar, untuk memperkuat keyakinan persuasifnya bahwa hampir semua harapan dan ketidaksetaraan serta ketakutan masyarakat kontemporer dimainkan dalam tontonan 11 v 11. Salah satu kemunduran ekonom negara Amerika latin dan Eropa karena bola masuk ke arena politik dan menjadi alat politik kekuasaan. Dan karena itu yang didelivery hanyalah sahwat fantasi sekejab. Hingga hilanglah etos kerja dan semangat kreatifitas dan inovasi.

Untuk kepentingan pendidikan politik NKRI, memang sebaiknya kita perlu reorientasi pembinaan  sepak bola. Harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Harus lebih mencerdaskan bangsa. Sebaiknya peran FIFA dan segala aturannya tidak usah terlalu difocuskan. Lebih baik focus saja pada pembinaan club yang mengutamakan sportifitas dan semangat persatuan terutama bagi supporter club.Jangan sampai korbankan persatuan hanya karena sepak bola. Kita merdeka engga gratis. Janga jadikan NRKI seharga sempak.