Minggu, 29 Desember 2019

Erdogan melawan AS.



Erdogan menjabat Perdana Menteri Turki sejak 14 Maret 2003 sampai 28 Agustus 2014. Tahun 2014 ,dia unggul dalam Pilpres langsung yang pertama kali diadakan di Turki sejak 91 tahun. Dalam Pemilu 2019, Erdogan menang lagi, walau partai pendukungnya, Partai Keadilan dan Pembangunan-nya (AKP) kehilangan suara di kota-kota penting di seluruh Turki dan partai oposisi utama semakin mendapat suara, bahkan di Ankara, AKP mengalami kekalahan. Walau sudah diulang pemilu, tetap saja kalah.

Kekuasaan Erdogan tidak seperti yang diinginkan oleh AS. Karena Erdogan tidak seperti Presiden sebelumnya yang lunak terhadap AS, bahkan bisa dikatakan Golden Boy AS. Berangsur angsur sejak Erdogan berkuasa, dia behasil melepaskan Turki dari orbit AS. Apakah AS diam saja dengan sikap Erdogan tersebut ? Tidak. kudata tahun 2016 adalah bukti AS ada di belakang oposisi. Tapi gagal. Ini di hadapi dengan keras oleh Erdogan. Pembersihan dilakukan dengan menangkap 160.000 orang. Mereka yang ditangkap bukan hanya partai oposisi dan ormas agama, ulama, tetapi juga termasuk kalangan militer yang ada di balik kudeta itu.

Kemenangan Erdogan pada pemilu 2019 ini semakin menambah kekawatiran AS. Mengapa ? Kekuasaan Erdogan semakin besar. Dengan sistem presidentil yang baru, Erdogan berhak memilih Menteri yang dia sukai tanpa perlu mendengar oposisi. Bahkan UUD Turki yang baru, memberikan kekuasaan Presiden memilih Hakim Agung dan membubarkan Parlemen. Praktis kekuasaan Eksektufi, Yudikatif, Legislatif ada di tangan Erdogan. Erdogan sekarang sudah sama seperti Xijinping di China, yang sangat berkuasa dan mengontrol sistem kekuasaan di semua lini. Tapi AS akan melakukan segala upaya untuk melemahkan Erdogan.

Kalau ingin tahu sikap Erdogan terhadap geopolitiknya? lihatlah kebijakannya terhadap Suriah. Itu tak lebih cara dia mempertahankan kekuasaannya dari proxy AS yang mengancam kekuasaannya. Erdogan dikepung oleh proxy AS dengan membentuk milisi YPG Kurdi, yang dipersenjatai oleh AS dan mendapat dukungan politik, logistik, dan keuangan dari UEA. Tujuanya adalah melakukan pemberontakan dan kontra-revolusi, yang mengancam kekuasaan Erdogan. Apakah Erdogan takut ? Tidak. Tahun lalu Erdogan memerintahkan militer melakukan operasi Cabang Zaitun di Afrin, berhasil. Kemudian dilanjutkan operasi militer seperti Manbij, Ayn Al-Arab, Tal Al-Abyad, dan Al-Qashmalil, yang semuanya sukses menghancurkan kekuatan teroris di perbatasan di Suriah.

Keadaan ini membuat proxy AS dan AS semakin geram terhadap Erdogan. Mungkin keputusan Donald Trump untuk menarik pasukan Amerika dari Suriah bertujuan mendorong Saudi secara langsung terlibat di Suriah dan bekerja untuk tujuan AS; untuk mengancam geopolitik Turki di Suriah, tentu mengancam kekuasaan Erdogan.  Mohammad Bin Salman Putra Mahkota, pemimpin de facto Saudi mengatakan bahwa Turki dan Ottoman adalah musuh Arab Saudi, seperti halnya Iran dan organisasi teroris. Perhatikan, Turki dan Qatar mendukung gerakan Ikhwanul Muslimin, sementara Arab Saudi mendukung tren Salafi, kedua kelompok ini bisa saja bertemu di medan tempur Suriah. Padahal keduanya adalah muslim. Itulah kehebatan AS mengadu domba Umat islam, agar mereka lemah sehingga tergantung kepada AS. Jadi AS tidak perlu keluar ongkos mahal untuk mencapai tujuan geopolitiknya.

Itu dibaca oleh Erdogan. Itu sebabnya Erdogan berusaha untuk mencapai kemenangan pada Pemilu 2019. Agar bisa menghabisis lawanya, proxy AS di dalam negeri. Dan terbukti, lagi lagi Erdogan menang. Padahal miliaran dollar digelontorkan oleh Arab Saudi dan UEA kepada oposisi. Kemenangan Erdogan adalah pengalaman pahit bagi AS dan sekutunya dalam mempertahankan geopolitik dan geostrategisnya di Suriah. Lantas bagaimana Erdogan bisa menang? itu berkat Rusia dan China. Gimana ceritanya? Awal konplik di Suriah, Turki tergabung dalam FSA (US-EU, Israel , Qatar, Arab Saudi, Turki) untuk menjatuhkan Assad. Namun Assad di back up penuh oleh China, Rusia dan Iran. Tahun 2018 Turki dilanda krisis. Mata Uang lira jatuh 20% agustus 2018. AS tidak mau membantu. Sementara Rusia juga meng-embargo ekonomi Turki. Keadaan Erdogan terjepit. Saat itulah China memberikan bantuan dana kepada Turki. Pada waktu bersamaan China bisa melunakan Rusia agar membuka Embargo terhadap Turki.
Sejak itu hubungan China dan Turki semakin mesra. Turki bisa melihat masalah geopolitik di Suriah sudah kartu mati dan tidak ada guna dipertahankan sesuai design AS. Mengapa ? Kemitraan dengan AS dan Barat tidak menguntungkan secara ekonomi bagi Turki. Di samping itu , Turki tersandera dengan adanya pangkalan AS di Turki. Jadi bagi Turki, AS itu pepesan kosong dan jago PHP. Bagaimana dengan China dan Rusia? Itu jelas posisi Turki sangat strategis bagi Rusia dan China. Tentu lebih besar manfaat politik Turki untuk kepentingan ekonomi domestik. Apa alasannya?

Rusia sangat teracam dengan adanya Pangkalan militer NATO di Incirlik dan Kurecik, Turki. Karena pangkalan militer itu digunakan AS bukann hanya untuk menampung pesawat-pesawat tempurnya tapi juga digunakan menyimpan bom nuklir jenis khusus, yakni B61-12. Bom nuklir yang bisa digunakan untuk mempersenjatai pesawat B-2 Spirit dan F-35 itu oleh Rusia diyakini telah disimpan di Incirlik sebanyak 50 unit. Kalau Turki bisa beraliansi dengan Rusia, pangkalan militer NATO bisa di removed. Sementara Iran bisa berkoalisi dengan Turki karena sama-sama menjadi pendukung Presiden Suriah Bashar al Assad yang kekuasannya berusaha ditumbangkan oleh AS.

Sementara China berusaha mendekati Turki melalui kerjasama Ekonomi agar kerjasama Turki dan Rusia semakin terikat. Tentu membuat panas AS. Pasalnya?, sesungguhnya China merupakan musuh bebuyutan AS di kawasan Laut China Selatan. Munculnya koalisi Rusia-Turki-Iran-China yang terbentuk gara-gara konflik di Suriah itu mungkin tidak diduga oleh AS. Akibatnya, nyali AS terhadap Turki pun jadi meredup dan membuat AS, harus makin bersikap hati-hati terhadap Turki. Sama dengan sikap AS terhadap Indonesia yang harus hati hati, karena ada kepentingan China terhadap jalur logistik melalui perairan Indonesia.

Dan Endorgan semakin perkasa. Menteri luar negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Kamis (3/8/2017), menjanjikan akan memberantas seluruh elemen anti- China yang ada di negerinya, termasuk pendukung Etnis Uighur yang ingin merdeka dari China. Sikap Turki diaminkan oleh Saudi, Qatar dan negara islam lainnya. Karena China Follows, karena pertimbangan ekonomi tentunya. Sangar rasional. Pragmatis!



Sabtu, 28 Desember 2019

Mata uang dan Emas ?



Dalam acara  25th International Conference on The Future of Asia (Nikkei Conference), Mahathir mengklaim bahwa mata uang regional berdasarkan emas akan stabil. Mata uang bersama yang baru ini nanti bisa digunakan untuk kegiatan impor dan ekspor di antara negara-negara Asia Timur. Apa alasannya? Mahathir mencatat bahwa pasar global sekarang terikat dengan dolar AS, dan ini membuat mata uang rentan terhadap manipulasi. 

Waktu berita ini muncul, saya tidak berminat untuk mengulasnya. Karena saya tahu, apa yang disampaikan oleh Mahathir tidak lebih sebagai politik pecitraan kepada khususnya umat islam. Maklum dia tetap ingin terus jadi PM tanpa ada niat memenuhi janjinya untuk menyerahkan kepada mitra koalisinya, yang didukung oleh umat Islam di Malaysia. Tapi karena ada permintaan dari nitizen, maka saya coba ulas secara singkat saja.

Kalau tujuan mahatir agar mata uang kembali ke emas, karena tidak percaya dengan AS, maka sebetulnya dia sedang berbicara atas nama AS. Mengapa ? Stok emas terbesar di dunia ada di AS. Per akhir Juni 2019, Bank Sentral AS, The Fed mencatat posisi cadangan emas sebesar 8.133,5 ton. Kalau stok emas itu di tambah dengan cadangan emas Jerman sebesar 3.367,9 ton per akhir Juni 2019, disimpan di Federal Reserved Bank ( bank central AS ). Maka bila siapapun yang menjadikan emas sebagai mata uang, akan tetap dikendalikan secara langsung oleh AS. 

Mengapa ? Ketika dollar melemah pada waktu bersamaan harga emas akan melambung naik dan ketika itulah value devisa AS berupa emas juga melambung. Ini secara tidak langsung system kekuatan ekonomi AS yang bertumpu dengan akumulasi harta ( produksi dan emas )  memang ampuh sebagai penyeimbang system mata uang ( fiat standard maupun gold standard ). Itu sebabnya walau ekonomi AS melemah, kemampuannya menarik hutang tetap tinggi dan tetap dipercaya oleh investor.

Nah, Pertanyaan berikutnya adalah apa yang terjadi bila semua orang beralih kepada emas ? Apakah US dollar ditinggalkan ? Apakah suplai  emas mencukupi?. Karena permintaan emas kian melonjak. Cina dan India, dua negara yang permintaan emasnya kini mencapai 52 persen dari total permintaan emas dunia. Di negara-negara barat, kepemilikan emas dalam bentuk reksadana memperketat pasokan emas di pasar. Di Inggris, reksadana SPDR Gold Shares (GLS) kini menyimpan 1.200 ton emas. Semakin banyak pembeli reksadana GLS dan reksadana sejenis lainnya, maka emas pun kian sedikit di pasar. Hukum permintaan berlaku, semakin dikit supply  semakin tinggi harga. Harga emas akan melambung. Siapa yang untung ? Ya Amerika serikat. Semakin kuat saja uak sam.

Jadi apa sebetulnya uang itu? untuk jawab ini saya akan analogikan dengan coin emas di China. Di China ada aturan dimana setiap warga negara dibatasi memiliki emas untuk kepentingan pribadi. Namun, pemerintah mengizinkan beli emas yang diproduksi pemerintah sendiri. Apa bedanya? Emas yang di produksi pemerintah itu bukan emas asli tapi aspal atau istilah dagangnya Tungsten. Ini adalah sejenis metal dengan tingkat kemiripan dengan emas mendekati sempurna. Biaya produksinya tak lebih 0,2 % dari harga emas asli. Jadi warna kuningnya dijamin tidak akan luntur dan bisa dipakai untuk perhiasan. 

Setiap pembelian emas Tungsten ini , pembeli akan mendapatkan sertifikat yang berbunyi " Katanya ini emas " Harganya sesuai harga pasar. Dapat dijual kembali kapan saja dengan harga emas international. Nah apa yang terjadi ? Orang menjadikan " katanya emas " itu sebagai alat investasi dan perhiasan sama dengan emas asli. Pemerintah dapat menarik dana triliunan dollar dan tak perlu takut orang akan melarikan emas itu keluar negeri karena pasti engga akan laku di luar negeri. 

Sertifikat emas ini dapat juga di jadikan jaminan hutang di bank dan dapat dipindah tangankan dengan mekanis dagang normal. Dari sistem ini , pemerintah china dapat dana murah dari publik tanpa harus pusing bayar bunga. Sementara likuiditas dari " katanya emas " ini dijamin oleh pasar. Dan pertanyaan nya adalah, dengan sistem ini apakah masih di perlukan emas asli? Tidak kan.

Lantas apa sih sebetulnya yang membuat bukan emas menjadi emas asli dan dapat menjadi alat invetasi ? karena TRUST! Pemeirntah sebagai undertaker menjamin likuiditas atas emas itu. Artinya kapanpun orang butuh uang, dia bisa dapatkan uang dengan harga pasar tanpa sedikitpun harga dikendalikan. Dan itu bukan hanya retorika dan aturan serta Hukum yang menjamin tapi memang kerna sistem terbentuk sedemikian rupa orang percaya bahwa " katanya emas " itu merupakan alat investasi yang aman dan nyaman.

Nah, gegitu juga dengan uang. Uang itu menyebutkan nominal " katanya Rp.100.000. Tapi apakah benar nilainya Rp.100.000 tidak ada yang tahu pasti ( karena marketable ), tapi kapanpun orang butuh barang maka uang itu dinilai sesuai nominalnya untuk dipertukarkan dengan barang dan jasa. Pertanyaannya, apa yang menjamin uang itu sesungguhnya ? Bukan apa apa tapi TRUST. Jadi kembali kepada trust. Makanya penting sekali menciptakan trust kepada pemerintah agar sistem berkerja dengan baik. Makanya sangat fatal apabila ada orang yang mempertanyakan legitimasi uang hanya karena lambang yang diragukan. Menjaga kepercayaan ( TRUST ) itu sangat sulit dan apabila TRUST hancur maka pemerintah akan jatuh dengan sendirinya. Mengapa ? uang akan tak bernilai apapun.

Lantas apa sebetulnya gunanya uang ? Bila sudah tahu bahwa uang itu jaminannya adalah TRUST, maka kita juga paham bahwa uang itu bukan alat investasi tapi alat untuk melaksanakan fungsi sosial. Untuk mendapatkan uang, kita ( prefessional atau pedagang.) butuh TRUST secara ekonomi,  baik karena kemampuan mendelivery jasa ( Skill ) maupun barang. Kalau anda anggap bahwa uang sebagai alat untuk memuaskan keinginan anda maka fungsi sosial uang akan jatuh dan otomatis fungsi ekonomi akan hilang karena sikap mental anda tidak menimbulkan trust. itu sebabnya oritentasi APBN kita sekarang bukan lagi konsumsi tapi produksi agar fungsi sosial uang terjelma sebagai alat membangun peradabadan dan keadilan sosla bagi semua.

Orang bahagia karena dia punya trust, bukan karena dia kaya. Kaya bisa kapanpun habis namun trust adalah sumber kekayaan yang tidak pernah habis..TRUST itu adalah AKHLAK. Itulah mata uang sesungguhnya.

Rabu, 25 Desember 2019

Cara China mengatasi konplik


Shenzhen
Ketika Dengxioping membuka Shenzhen sebagai zona ekonomi khusus, di tepi pelabuhan Shenzhen, Deng menunjuk kearah Hong Kong. Suatu saat , Shenzhen akan mengalahkan Hong Kong.  Inggris butuh waktu 100 tahun untuk bisa membuat Hong Kong modern. Tapi Cina tidak butuh waktu selama itu untuk membuat Shenzhen seperti Hong Kong. Ketika Deng bicara itu tahun 1979. Tahun 1998, Shenzen sudah bisa sama hebatnya dengan Hong Kong. Tahun 2008, Shenzhen sudah terlalu jauh untuk bisa dikejar Hong Kong. 

HK
Sejak tahun 2013 Hong Kong dilanda krisis. Shenzhen tetap tumbuh ekonominya. Dan kini Hong Kong masuk resesi. Aksi demontrasi selama 6 bulan di Hong Kong yang tiada henti, akhirnya menyadarkan rakyat Hong Kong. Bahwa mereka semakin sulit. Yang jadi korban akibat kerusuhan itu adalah para pengusaha kecil yang hidup dari jasa dan retail. Orang kaya hengkang keluar negeri. Apakah China rugi? tidak. Financial center Hong Kong sudah lama pindah ke  Shenzhen dan Shanghai. Pusat logistik dan pelabuhan, sudah bergeser ke Guangzho. 

Sejak tahun 2013 Beijing sudah mengajukan rencana restruktur Ekonomi Hong Kong tetapi terkendala oleh kebijakan dua sistem satu negara. Elite Partai Komunis kesulitan untuk melakukan kebijakan pragmatis dan radikal terhadap Ekonomi Hong Kong. Ini masalah UUD China, dan lagi hukum international yang pasti menolak program reformasi Ekonomi Hong Kong sesuai platform China. China akan dianggap melanggar konsesus hak otonomi khusus terhadap Hong Kong. Kecuali bila rakyat Hong Kong sendiri yang minta lewat referendum atau ada kejadian luar biasa, seperti gerakan separatis yang memungkinkan China bisa melakukan apa saja terhadap Hong Kong.

Urumqi
Apa yang terjadi di Hong Kong sekarang , sebetulnya pernah juga terjadi di Xinjiang. Berawal dari aksi terorisme, kemudian berkembang ke ekstremisme, dan akhirnya mengarah kepada separatisme. Dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2015 terjadi ribuan serangan teroris yang kejam termasuk pemboman, pembunuhan, keracunan, pembakaran, penyerangan, kerusuhan dan kerusuhan. Sekian lama itu pemerintah China tidak bisa berbuat banyak. Tindakan preventif melalui inteligent dari pasukan antiteror dilakukan untuk mengurangi kerugian dari aksi teror. Ya sama dengan Indonesia. Hanya mengandalkan kekuatan Densus 88. Tanpa ada tindakan konkrit dan komprehensive terhadap akar masalah radikalisme.

Namun pada  2016, rakyat Xinjiang melalui perwakilan Dewan Otonomi Xinjiang minta kepada Pemerintah Pusat China melakukan kebijakan menyeluruh untuk menciptakan stabilitas di Xinjiang. Mengapa ? dampak dari aksi teroris itu, Xinjiang masuk daerah operasi militer, dan ini membuat ekonomi rakyat semakin sulit. Keadilan ekonomi bagi Uighur tidak terjadi. Sementara rakyat dari etnis Han, Hui dan lainnya, ekonomi mereka stabil. Atas dasar itulah Xinjiang langsung di bawah komando pusat dan tidak lagi di bawah kendali otonomi Xinjiang. Itu sampai keadaan stabil. Mengapa? masalah muslim uighur lebih karena faktor politik lokal Xinjiang yang memang selalu curiga dengan etnis Uighur.

Benarlah. Hanya butuh beberapa bulan, pemerintah Pusat masuk ke Xinjiang, keadaan sudah bisa dikuasai. Keamanan terjaga penuh Pada 2017, pertumbuhan ekonomi Xinjiang melesat dari 1% jadi 7,6 persen. Ini karena ditopang oleh bisnis Pariwista yang bisa mendatangkan wisatawan sebanyak 100 juta lebih setahun.   Pendapatan rakyat meningkat drastis sebesar 8,5% setahun diatas tingkat inflasi yang di bawah 2%. insentif pajak diberikan kepada industri yang masuk ke Xinjiang. Bahkan pemerintah China memberikan subsidi upah bagi pabrik yang memperkerjakan etnis Uighur. Pemerintah Cina membangun pusat pendidikan dan pelatihan bagi etnis uighur. Termasuk program deradikalisasi. 

Yang pasti sejak Pemerintah pusat China terlibat langsung, sejak tahun 2016 sampai 2019, tidak pernah ada lagi aksi teror, demontrasi, kerusuhan di Xinjiang. Semua baik baik saja. Karena China menyelesaikan masalah Xinjiang secara menyeluruh. Bukan hanya soal keamanan tetapi juga rasa aman dari kemiskina dan kelaparan. Keadilan ekonomi adalah kata kunci yang ditekankan oleh Xijinping ketika memerintahkan untuk membenahi  Xinjiang. Pemberontakan etnis dipicu oleh kecemburuan sosial dan tugas negara untuk memastikan keadilan ekonomi bagi kelompok minoritas.

Seorang teman di Cina berkata, selain Hong Kong dan Xinjiang, daerah lain tidak lagi punya agenda soal politik. Mereka sudah selesai soal politik sejak Partai Komunis berkuasa. Mereka hanya focus soal ekonomi. Sementara Hong Kong dan Xinjiang rakyatnya masih belum bisa menerima mereka bagian dari China. Namun itu soal politik yang memang mudah diprovokasi oleh oposisi China. Ketika orang diperlakukan tidak adil, maka agama menawarkan narasi untuk mereka berjuang. 

Namun ketika ekonomi menciptakan rasa keadilan, maka narasi agama jadi penyejuk hati dalam menghadapi kompetisi, untuk membuat mereka terus bersemangat tanpa berputus asa. Solidaritas umat islam terhadap Uighur itu sah saja. Tetapi untuk apa solidaritas bila tidak ada solusi konkrit soal keadilan ekonomi. Apakah solidaritas terhadap umat islam di Yaman, Suriah, India, Afganistan melahirkan solusi? Tidak. Bahkan karena solidaritas itu, rakyat jadi korban perang proxy. Perang Asimetris yang tak berkesudahan. Korban kemanusiaa tak terbilang. 

Masalah Xinjiang masalah keadilan dan China sedang berjuang memperbaikinya.  Xinjiang akan baik baik saja. Sama halnya dengan Hong Kong, yang sekarang sedang proses recovery setelah 6 bulan dilanda kerusuhan. Sekretaris partai komunis Guangzho  telah mendapat mandat dari Pusat untuk melakukan apa saja demi stabilitas Hong Kong. Kedepan ekonomi Hong Kong akan lebih pro kepada keadilan. Tidak bisa lagi tergantung kepada segelintir orang kaya saja. Xinjiang akan menjadi makmur sebagai kota wisata dan penghasil gas terbesar di dunia.

Mungkinkah China Menguasai Dunia.
Tahun 2010 saya sempat terkejut ketika teman di Eropa berkata bahwa jalur sutra ke Eropa telah ditembus oleh China dengan usainya proses pengambil alihan Pelabuhan Laut ( Yunani ) Pier Two oleh Cosco ( BUMN china dibidang pelayaran ) dan Jalur kereta Beijing- Polandia yang melintasi iran sudah rampung. Jalur kereta Beijing Turkey sedang dalam proses. Jalur kereta Iran--China- Pakistan sebentar lagi rampung. Jalur kereta China- Vietnam Thailand, Malaysia- Singapore sudah rampung. Memang cara pendekatan china untuk menguasai kawasan tidak sama seperti AS yang menggunakan kekuatan lembaga Multilateral seperti IMF, World Bank. China, melalui kekuatan BUMN nya dibidang Energy, Kontruksi, Mining, Tekhnology dll, terlibat aktif dalam program pembangunan diwilayah strategis. Artinya kebijakan atas dasar business to business ( B2B).

Seperti halnya tekad China untuk menguasai jalur logistik Migas di wilayah Laut China selatan melewati Selat Malaka, Samudra Hindia, hingga ke Teluk Arab. Ini meliputi rangkaian wilayah di sepanjang garis lepas pantai dan pada pelabuhan-pelabuhan strategis yang terletak mulai dari Pakistan , Sri Lanka , Bangladesh Burma, Kamboja dan Thailand (Kra Istmus). Di wilayah ini kepentingan china akan keamanan jalur pelabuhan laut , jalur pipa minyak dan sumber minyak harus dikelola dengan baik. Makanya bantuan economy dan militer mengalir deras ke rezim yang berkuasa lewat kuridor CAFTA ( China-ASEAN Free Trade Area) , IndoPacific.

Bagaimana dengan Afrika ? tanya saya. Teman saya menegaskan bahwa hubungan China dengan Afrika sudah terjalin lama sejak tahun 1950. Di Sudan, China mengontrol sebagian besar ladang MIGAS lewat, CNPC (China National Petroleum Corporation). Begitupala di Uganda, Nigeria dan setiap tahun hubungan ini terus meningkat. Kemudian hubungan ekonomi ini ditingkatkan secara regional dengan adanya Strategic Partnership antara China dan Afrika dalam Forum on China-Africa Cooperation (FOCAC).

China masuk ke Timur Tengah pada momen yang tepat, di saat negara Timur Tengah kesulitan dana untuk mendiversifikasi ekonominya dengan mengurangi ketergantungan akan hidrokarbon. China datang menawarkan program OBOR. Kerjasama China dengan Mesir, Arab Saudi, Oman, Qatar dan sebelumnya sudah lengket dengan Iran, dan Irak, bertujuan merestruktur ekonomi negara tersebut, yang disambut dengan baik. Di saat AS memporak porandakan persatuan Arab, China berusaha memperbaikinya, dan China memenangkan hati negara Timur Tengah. Bahkan upaya China membangun kembali Suriah dari puing kehancuran, mendapat simpati negara Timur Tengah.

Bagaimana dengan Asia Tengah ? tanya saya. Bagi China, Asia Tengah merupakan connecting door antara Eastern dan Western. Wilayah ini berbatasan langsung dengan China di sebelah barat ( Xinjiang ). Untuk menciptakan stabilitas diwilayah Xinjiang yang penduduknya mayoritas islam maka Pemerintah China mengedalikan otonomi Khusus provinsi Xinjiang ( SAR – Special Auhtority Region ) di bawah program deradikalisasi. Dengan upaya ini , diplomasi China terhadap Negara Asia Tengah yang merupakan pecahan dari UniSoviet, yang mayoritas muslim dapat efektif. Melalui The Shanghai Five ( China, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Tajikistan ) dibangun aliansi untuk menyatukan wilayah Asia Tengah dalam satu kuridor loby China. Kemudian ditingkatkan menjadi Shanghai Cooperation Organization (SCO). Harap di catat bahwa Asia Tengah memiliki SDA dan MIGAS yang mungkin potensi resource nya lebih besar daripada Timur Tengah.

Apakah ada ambisi China untuk menjadi pemimpin dunia menggantikan AS? . Tanya saya. Tentu ada, jawab teman saya, tapi untuk mencapai itu sangat jauh? mengapa ? sepanjang perjalanan sejarahnya, China belum pernah menjadi negara adidaya yang mempengaruhi keseimbangan kekuatan global. Bahkan ketika mengadopsi Komunisme, China terkesan agak malu malu membawa ideologinya itu keluar dari perbatasannya. Kebijakan luar negeri China berpusat pada pembangunan ekonomi domestik semata. Bahkan dalam hal persaingan militer dan persenjataan antara Beijing dengan Washington, pada hakikatnya hanya sebatas perebutan pengaruh ekonomi di Asia dan Afrika . China tidak ingin berperang. Bahkan kepada musuhnya (AS) sekalipun, China memberikan pinjaman triliunan dollar.

Senin, 23 Desember 2019

Bertemu teman lama.

Kemarin saya bertemu dengan teman lama dari Beijing. Dia fund Manager di sebuah lembaga Keuangan international.  Saya mengunndangnya makan di restora China di Kawasan Pangeran Jayakarta. 
“ Saya tidak melihat di sini ada orang asli Indonesia. Semua chiness. “ Katanya seraya melirik pengunjung restoran.
“ KIta makan di kawasan China town. Jadi wajar semua orang China”
“ Ya kamu benar. Dimana matahari bersinar pasti ada orang China” Katanya tersenyum. 
“  Ini kali pertama ke Jakarta kan. Gimana kesan kamu tentang Jakarta?
“ Kesan saya Indonesia itu unik. Wajah mereka tidak ada rasa takut. Makanya saya ingat waktu beberapa tahun lalu, aksi teroris  di jalan Thamrin. Bukannya ditakuti malah jadi tontonan orang banyak. Benar benar bangsa yang tak pernah takut dengan resiko. “ katanya dengan tersenyum “ Itu sebabnya beberapa kali berita media massa dari Barat soal aksi teroris yang menakutkan di Indonesia, saya anggap angin lalu. Saya simpulkan orang Barat tidak memahami Indonesia.” Sambungnya. Dan sekarang saya yang tersenyum.

Teman saya ini wanita karir. Usia 46 tahun. Mature dan smart. Namun siang itu dia datang dengan pakaian santai. Terkesan penampilannya lebih muda dari usianya. Beberapa tahun lalu dalam akuisisi proyek di Kazakhtan, dia pernah membantu team saya menyelesaikan proses transaksi. Sejak itu walau tidak ada lagi hubungan bisnis, persahabatan kami terus terjalin. 

“ Mengapa Negara Timur tengah semua mendukung China di PBB soal Etnis Uighur? Tanya saya. Saya yakin dia bisa menjawab dengan rasional. Karena dia memang ahli geostrategi global bidang investasi.

“ Mr.B, kamu tahu kalau pada akhirnya China bisa merangkul negara di Afrika dan Timur Tengah, itu bukan karena politik hegemoni. Itu murni pertimbangan ekonomi. Business as usual. Sejak Arab Spring tahun 2011, rezim Timur Tengah sadar bahwa popularitas  dan legitimasi pemerintah berdasarkan emosi agama tidak lagi efektif untuk mempertahankan kekuasaan. Sekarang issue ekonomi lebih menentukan. Tida ada kekuasaan yang bisa selamat bila ekonomi collapse. Itu sebabnya tawaran kerjasama dengan China dianggap mereka lebih menguntungkan daripada bermitra secara politik dengan AS. Itu bisa diliat Visi Arab Saudi 2030 dan Visi Kuwait 2035. Rekam jejak keberhasilan pembangunan ekonomi tanpa reformasi politik yang dilakukan China memiliki daya tarik besar bagi para otokrat Arab.”

“ Apakah hanya karena faktor ekonomi ? 

“ Ya semua karena faktor ekonomi. Yang tentu di dalamnya ada soal kompetisi Arab- Iran.”

“ Ada apa dengan Iran?

“ Loh sejak dulu China sudah berteman dengan Iran walau Iran di Embargo oleh AS. Dari tahun ketahun hubungan China dan Iran semakin mesra dan sangat significant mempengaruh geopolitik China di Timur Tengah. Walau Iran di embargo AS dan Barat , tetapi ekonomi Iran tumbuh berkat China lewat kerjasama dibidang oil dan Gas. Sebentar lagi jalur darat Xinjiang - Kyrgistan - Turkemenistan - Iran-Irak akan tersambung 100%. China juga telah selesai membangun Koridor ekonomi Xinjiang ke Gwadar, Pakistan. tu akan semakin memudahkan jalur logistik minyak dari Iran ke China.  Apalagi China punya pangkalan militer di Gwadar. Lengkaplah keamanan geostrategis China. “

“ Tapi China juga membangun pangkalan militer di Djibouti sebuah negara di Afrika timur yang letaknya di Teluk Aden. Untuk apa ? tanya saya.

“ Anda tahu kan Teluk Aden itu pintu gerbang masuk ke Timur Tengah, melalui  selatan Laut Merah menuju Terusan Suez.  Minyak dari Iran akan bisa melintasi ini tanpa ada kawatir apapun. “

“ Oh jadi kesimpulannya, China sudah persiapkan dengan matang andai rezim Arab menolak kerjasama dengan China karena AS tidak setuju.  Dan ini disikapi oleh negara Timur Tengah untuk memilih meninggalkan AS dan bergabung ke China.  Tapi bagaimana dengan Iran yang syiah, bersama China? 

“ Ah Sunny -Syiah itu hanya politik jadul AS yang ingin membuat situasi selalu genting di Timur Tengah agar negara Arab terus tergantung kepada AS dan Israel. Tetapi kini issue Sunni - syiah itu udah engga laku lagi. Negara Arab semua melupakan konplik soal agama dan focus kepada perbaikan ekonomi bersama China. Itu sebabnya, mereka melihat kasus Uighur sama seperti mereka melihat diri mereka sendiri berpuluh tahun di permainkan AS. Cara China menyelesaikan gerakan teroris dan separatis karena issue agama justru menjadi inspirasi bagi negara Timur Tengah untuk menghadapi kelompok radikal dalam negerinya.” 

“ Oh jadi, semua karena alasan rasional dan business as usual.” 

“ Ya. Sama dengan alasan Pemerintah Indonesia yang bulan April tahun ini menanda tangani proyek OBOR dengan China setelah lima tahun tertunda. Itu juga alasan rasioal. Pemerintah Jokowi butuh investasi untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi diatas 5%. Ditengah likuiditas global yang seret, tawaran China untuk proyek OBOR bukanlah hal yang salah. Apalagi keberadaan selat malaka berpuluh tahun di bawah kendali AS, Indonesia tidak mendapatkan apa apa. Yang dapat untung besar justru Singapore. Rencana proyek OBOR menghidupkan jalur Selat Sunda (ALKI I), Selat Lombok (ALKI II). itu langkah strategis  Jokowi untuk menciptakan pemerataan pembangunan di luar Jawa. Sumatera, Lombok, Kalimantan, Sulawesi akan berkembang pesat akibat adanya proyek OBOR."

“ Dan itu sangat penting bagi China. 82% jalur logistik China melintasi selat Malaka. Kalau ada konplik antara China dan AS, dan selat malaka di blokade, China tetap punya jalur alternatif yaitu Selat sunda dan Lombok. Logistik tetap aman, ya kan” Kata saya tersenyum. 

“ Ya Win to Win lah. Berteman itu lebih baik daripada musuhan.  Sejarah panjang hubungan China dan Indonesia itu tidak bisa dihapus begitu saja. Sejarah membuktikan ada hubungan emosional antara China dan Indonesia. Kita bangsa berasal dari rumpun yang sama. “ Katanya.

Saya mengangguk. Tanda setuju. Dia berdiri mendekat ke kepala saya. “ ada apa ? Terasa dia meyentuh rambut saya dengan lembut.
“ Uban kamu udah banyak. Terakhir kita ketemu 6 tahun lalu ya. Tapi kamu engga berbeda dengan pria yang kali pertama saya kenal 12 tahun lalu. Jalan kamu masih cepat dan tegap. Dari rambut kamu menua tapi penampilan engga berubah”
Saya hanya tersenyum. “ Yang tidak pernah tua itu, kamu. Engga berubah sama sekali dari 12 tahun lalu saya kenal.” Wajahnya bersemu merah. 

Saya antar dia kembali ke hotel Karena dia ada janji meeting dengan relasinya, dan janji ketemu lagi waktu makan malam.


Minggu, 22 Desember 2019

Dibalik bela islam



Belakangan kita diributkan oleh dukungan sebagian umat islam terhadap etnis Uighur yang ada di Xinjiang, China. Yang paling gencar memprovokasi umat islam di Indonesia adalah HTi dan gerakan khilafah lainnya. Tapi ada yang kurang begitu gencar perhatian mereka, yaitu soal islam di India. Baru baru ini India meng-amandemen UU Warga Negara atau "Citizenship Amendment Bill" (CAB). Kalau UU China mengakui keberadaan Xinjiang sebagai daerah otonom Islam, namun UU India menolak keberadaan islam. Dengan UU yang baru disahkan itu, imigran muslim tidak bisa menjadi warga negara. Bahkan orang india yang muslim harus dipastikan dia pribumi. Kalau tidak, maka hak warga negara hilang. Padahal penduduk india yang muslim ada 14%. Cukup significant.

Nah pertanyaannya adalah mengapa perhatian kelompok Islam di Indonesia tidak begitu besar terhadap umat Islam di India. Sangat berbeda perhatiannya terhadap umat Islam di Xinjiang ? Untuk mejawabnya kita harus tahu sejarah tentang masuknya Islam di India. Islam masuk ke India   awalnya di zaman Khalifah 4 Sahabat Rasul. Itu dilakukan dengan cara damai. Konversi agama lokal ke  Islam berlangsung mulus tanpa paksaan namun itu pada umumnya terjadi di daerah-daerah di mana agama Buddha pernah menjadi mayoritas seperti Pakistan, Bangladesh, dan Kashmir. 

Namun di wilayah India , Srilanka, dan Maladewa, dilakukan dengan cara penaklukan. Siapa penakluk ? Adalah etnis Turki yang datang dengan pasukan besar dan akhrnya mendirikan kerajaan di India. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa penaklukan ini merupakan salah satu peristiwa paling bedarah dalam sejarah umat manusia. Lebih berdarah dibandingkan penaklukan Persia oleh Genghis Khan. Tercatat dinasti yang pernah berkuasa adalah Dinasti Ghaznawi ( 962 M sampai 1189 M. ) adalah Ghaznawi ( 962 M sampai 1189 M. ). Dinasti Ghuriyyah ( 1000 M-1215). Kesultanan Delhi ( 1206 M-1555 M.). Kekuasaan Khilafah Islam berlangsung 5 Abad. Wilayah kekuasaannya bukan hanya di India tetapi juga termasuk wilayah Xinjiang.

Sejarah kekuasan khilafah islam di India menimbulkan luka sejarah yang panjang bagi Umat Hindu. Sulit bagi mereka untuk melupakannya. Apalagi khilafah Islam di India selama berkuasa berusaha menghapus agama Hindu dari Bumi secara sistematis. Di masa kekuasaan Sultan Bengali usayn Shah ʿAlāʾ al-Dīn (tahun 1493–1519) dan Akbar yang agung (1556–1605), banyak kuil dihancurkannya agar tidak lagi menjadi tempat penyesatan aqidah Islam.  Dimasa  Khilafah  īrūz Tughluq (memerintah 1351-1888) dan Aurangzeb ( 1658-1707), menetapkan pajak yang tinggi bagi penduduk yang beragama Hindu. Upaya penindasan bagi umat hindu terus berlangsung.

Masuk abad 17, kekuasaan ditangan etnis India sendiri. Pada masa itu wilayah India terpecah menjadi enam negara. Namun Dinasti Lodi berhasil menyatukannya kembali. Ketika kekuasaan Dinasti Lodi melemah, muncullah Dinasti Mughal. Yang kemudian menjadi salah satu kerajaan Islam terbesar. Kerajaan ini menjadi penguasa muslim lokal terakhir di wilayah India. Kemudian kolonialism dari Eropa datang, yaitu Portugal, Belanda, Perancis. Hebatnya inggris, merangkul semua kolonial itu dalam perserikatan dagang India. Hal ini menimbulkan ketegangan dengan penduduk India yang islam. Muncullah gerakan jihad di tanah Hindustan. Sementara bagi umat hindu lebih memilih berjuang dengan cara tanpa kekerasan.

Inggris pun mulai memainkan politik adudomba devide et impera agar bisa memecah belah kelompok-kelompok jihad. Membenturkan orang islam asli India dengan islam keturunan Turki dan Arab. Hizb Rabithah al-Islamiyah (Muslim League) islam keturunan Arab dan Turki tampil di panggung bergandengan tangan dengan Inggris. Karena mereka dijanjikan inggris akan berkuasa terhadap India.Tapi inggris tidak memenuhi janjinya. Akhirnya pada 15 Agustus 1947, Inggris menyerahkan kekuasaan secara terpisah kepada India dan Pakistan. Khusus untuk umat islam adalah Pakistan. Akibatnya pemisahan itu terjadi eksodus 6 juta orang hindu dan Sikh ke India dan 8 juta orang Islam ke Pakistan. 

Makanya sampai sekarang Orang india non muslim tidak pernah percaya kepada orang islam, khususnya pendatang atau keturunan Arab atau Turki. Karena mereka merasakan 5 abad masa khilafah islam menjajah India. Sementara bagi umat islam, menganggap mereka berhak atas India karena mereka pernah berkuasa lima abad di India. Politik pluralis bagi India tidaklah mudah. Ini soal ancaman persatuan India sendiri. Karena sejarah islam tersebar di india lebih karena penaklukan. Berbeda dengan penyebaran Islam di Indonesia dilakukan dengan cara damai. Itu karena sebagian penyebaran islam datang dari China.

Berbeda dengan China, dimana walau Xinjiang  pernah di bawah kekuasaan Dinasti Ghaznawi dan Kesultanan Delhi, dimana etnis yang ada di Xinjiang dipaksa memeluk islam. Namun dinasti yang berkuasa di China bisa mengusir mereka dari Xinjiang. Sejak dibawah Dinasti China, kebebasan beragama di jamin. Umat islam dan umat lainnya bisa hidup berdampingan dengan damai. Sampai kini Politik pluralis bagi Cina bukan ancaman, asalkan bukan politisasi agama. Yang mengawal itu adalah idiologi totaliterian, Komunis. Sementara India negara demokrasi, sangat renta dipecah oleh politisasi agama.

Jadi kesimpulan sederhananya, bahwa gerakan umat islam di Indonesia yang membela Uighur, sebetulnya tidak ada dampak politik apapun terhadap China. China terlalu kuat untuk diobok obok asing. Tujuan bela Uighur itu adalah ulah Asing untuk menggoyang Indonesia. Karena Islam Indonesia tidak punya dendam emosional dengan India. Berbeda dengan China. Orang indonesia kalau mengingat China seakan mengingat PKI. Tidak lebih sama seperti yang dilakukan oleh Inggris terhadap umat islam di India. Yaitu membenturkan umat islam satu sama lain. Antara Islam arabian dengan islam lokal. Antara pengusung khilafah dengan NU. Tujuannya agar indonesia pecah. Seperti biasa yang berada dibalik asing adalah islam Arabian, karena mereka tidak punya ikatan dengan budaya lokal. Misi mereka adalah internationalisasi, untuk kepentingan asing. 

Jangan sampai aksi SaveUighur itu terus meluas sampai akhirnya terjadi komplik horizontal antara Islam Arabian dengan Islam Lokal. Kalau itu terjadi, Indonesia akan pecah seperti terpisahnya Pakistan dari India.



Sabtu, 21 Desember 2019

Mama...

Mama masih saja berusaha membujukku untuk pulang. Padahal jelas-jelas aku sudah mengatakan kepadanya kemarin bahwa Natal tahun ini aku tak pulang. Ya. Pulang. Rumah mama adalah rumah untuk pulang. Aku dibesarkan olehnya tampa Papa.

”Sudah lima tahun kamu ndak pulang Wid. Tahun ini kamu harus ada.,” kata mama kemarin lewat telepon. Aku tidak mengiyakan. Tidak pula menolak. Aku hanya meminta Mama untuk meneleponku lagi keesokan harinya, dengan alasan aku harus meminta izin bosku untuk bisa cuti.

”Mama akan telepon kamu besok sore ya. Jangan lupa,” tegas mama. Mama memang tipe orang yang suka mendesak.

Sedari SLA aku tinggal di Asrama Advent Singapore. Tamat SLA aku melanjutkan pendidikan ke Ingris. Tamat kuliah, aku dapat pekerjaan sebagai analis investasi di Shanghai. Sejak SLA aku hanya bertemu mama setahun sekali. Itu hanya waktu natal. Walau jarak dekat Jakarta Singapor namun liburan aku lebih suka dengan teman temanku. Itu karena sikap mama yang paranoid. Selalu memaksakan kehendak seperti dia mau. Dihadapan mama, aku tetap bayinya yang selalu dia kawatirkan. Dan lagi mama sibuk dengan bisnisnya. Mamapun jarang sekali menjengukku di Asrama. Telp pun jarang sekali. Kalaupun telp singkat dan keras mengingatkan ku agar hati hati bergaul. Tidak boleh lupa ke Gereja. berdoa sebelum tidur.

Sebetulnya aku ingin kuliah di Jakarta dekat dengan mama dan teman SD ku. Tetapi Mama mendesakku untuk ambil kuliah di Amerika atau Inggris. Menurutku, itu karena mama engga mau direpotkan olehku. Mungkin baginya semakin aku jauh darinya semakin nyaman hidupnya. Ketika aku memutuskan pindah ke Shanghai karena dapat kerjaan disana, mama engga keberatan. Tidak ada niat mama agar aku membantunya mengembangkan usahanya. Kadang aku berpikir, benarkah aku anak kandung mama. Lantas siapa ayahku ? Dari kecil aku tidak pernah mengenal ayah. Photo keluarga tidak ada. Kalau kutanya, mama hanya jawab bahwa ayahku sudah meninggal. Tetapi dimana makamnya? Tidak tahu.

Mama selalu curiga dengan semua pria yang mampir dalam hidupku. Makanya aku malas untuk curhat soal pacarku. Kalau kini usia sudah hampir 30 aku belum menikah, mama juga engga peduli kalau anak gadisnya menjomblo.

“ Jam berapa kamu berangkat dari Shanghai. Dengan pesawat apa? “ Tanya mama sore harinya. Dia tidak butuh alasanku. Dia berhak menentukan seperti dia mau. Itulah mama. Seperti biasanya aku hanya menjawab singkat “ Ya ma. “
“ Nenek mu dari Medan, besok udah sampai Jakarta. Kamu harus sudah ada sebelum natal. Paham!”
“ Ya ma.”

Akhirnya aku memutuskan untuk pulang tepat pada malam Natal. Mama terlihat kesal karena aku melewatkan misa malam Natal di gereja. Aku memang sengaja karena aku tidak berminat bertemu dengan orang-orang yang mungkin masih mengenalku jika aku misa bersama Mama di gereja ”Padahal tadi aku bertemu dengan teman-teman masa kecilmu dulu, lho. Mereka sudah berkeluarga dan punya anak,” kata Mama sambil menata piring di meja untuk makan malam. Aku hanya mengangguk malas.

Sejak aku tiba di rumah Mama, aku memilih diam. Apalagi ketika bertemu mama. Satu satunya kebahagian adalah kehadiran nenek di rumah. Usia nenek belum 70 tahun. Tetapi wawasan nenek dan bijaknya jauh sekali bila dibandingkan mama. Padahal nenek hanya ibu rumah tangga. Tidak sekolah tinggi seperti Mama.

Kami berada satu meja. Ada mama, aku dan nenek. Walau usia mama mendekati 50 tahun namun kencantikannya tidak berkurang. Seperti usia 30 tahunan. Bentuk wajah oriental dan hidung yang agak mancung. Sorot matanya tajam namun teduh.

Pembicaraan kami lebih banyak tentang rencana Mama yang mau mendirikan pusat pengolahan ikan di Vietnam. Kemudian aku lebih sibuk menjawab pertanyaan nenek soal kerjaanku, kehidupanku di Shanghai. Tak lupa nenek tanyakan kapan aku menikah. Apakah sudah ada pacar. Aku berusaha menjawab sekenanya, dan seraya melirik mama yang tampak tidak berkesan atas obrolanku dengan nenek.

Tengah malam aku terbangun. Entah mimpi apa yang membangunkanku, aku sudah lupa. Yang jelas aku terbangun dengan perasaan hampa. Kuputuskan keluar kamar untuk mengambil air minum. Tenggorokanku terasa kering. Di dapur, aku melihat setitik cahaya di teras taman belakang. Aku bergegas ke sana dan melihat Mama tengah duduk sambil mengisap rokok.

”Wid,” ujar Mama sambil menawarkan rokok kepadaku.
Aku menggeleng.
”Tak bisa tidur atau terbangun?” tanyanya.
”Terbangun.”
Agak lama keheningan menguasai kami berdua. Akhirnya mama yang pertama mengeluarkan suara saat rokoknya habis.
” Tadi mama dengar obrolan kemu dengan Nenek, Serius. pacar kamu ingin menikahi kamu?”
” Ya ma. “
“ Jadi kamu akan menetap di China, jadi warga negara China?
“ Engga ma. Calonku orang indonesia. Orang jawa tulen. Dia punya bisnis di Jakarta. “
“ Oh kamu kenal dia udah lama ?”
“ Sejak kuliah ma.Kami satu jurusan di Cambridge”
Mama terdiam. Kami pun saling bersediam. Hening.
“ Ma..” seruku dengan lembut. Terdengar suaraku sayup sayup. Aku kawatir Mama akan marah kalau kulanjutkan pembicaraan soal Papa. AKu tidak ingin merusak suasana natal. Tapi aku harus bicara sekarang. Kapan lagi bisa bertemu dengan mama.
“ Ya ada apa ? kamu mau bicara apa ? ngomong aja”
“ Ma, aku sudah engga anak anak lagi. Sebentar lagi aku mau menikah. Bolehkah aku tahu siapa papa.? Please. Apapun tentang papa, aku siap merimanya. “

Mama menatapku lama. Tidak ada kesan seperti biasanya, dengan raut wajah marah. Pandangan mama lain sekali sekarang. Nampak sejuk dan penuh keibuan. Selang beberapa detik, mama menangis. Aku memeluk mama. Akhirnya mama masuk kamar tanpa ada pembicaraan lebih lanjut. Aku merasa bersalah. Baru kali ini aku merasakan punya seorang ibu yang tatapannya sangat mencintaiku.

Tak berapa lama, mama keluar dari kamar. Mama menyerahkan photo seorang pria. “ Inilah papa kamu. “ kata mama. Aku perhatikan papa ku ganteng sekali. Tapi dia bukan etnis Tiongkhoa. Itu sebabanya wajah ku tidak begitu oriental. Aku sudah curiga dari awal.

”Mama belum siap memiliki kamu. Sementara Papa menginginkanmu sebelum kami menikah. Ketika akhirnya mama hamil, Kakek dan nenekmu menolak. Kedua orang papa kamu juga menolak. Karena beda budaya dan agama. Akhirnya untuk menutup malu, Mama dinikahkan dengan pria lain pilihan kakek. Tetapi setelah kamu lahir, Mama bercerai.”

“ Jadi aku lahir bukan dari perkawinan mama yang sah?.

“ Ya itu sebabnya semua photo pernikahan mama bakar. Agar kamu tidak mengenal pria yang pernah menikahi mama. Maafkan mama, ya sayang ”

“ Sekarang Papa di mana?

“ Papa kamu sakit setelah mama menikah dengan pria lain. Mama bisa maklum akan keadaan sakitnya itu. Karena tidak mudah bagi dia menerima kenyataan harus berpisah dengan mama. Saat kamu lahir, dia tahu, bahwa bayi itu miliknya. Darah dagingnya. Mama tahu Papa mu mencintaimu sebesar dia mencinta mama. Usia kamu dua tahun, papa kamu meninggal. Kalau ingat papa kamu, semakin membuat mama sesak dengan perhatian dan cintanya yang begitu sempurna. Membuat mama merasa bersalah dari waktu ke waktu karena mama tak pernah bisa mencintainya sebesar itu.

Sebelum meninggal papa mu berpesan agar mama menjagamu. Itu sebabnya mama jadikan dirimu sebagai pengganti cinta mama ke papa. Mama engga mau gagal mendidik kamu. Itu sebabnya mama selalu kawatirkan kamu dan mengirim kamu ke sekolah terbaik di luar negeri. Berat sekali berjauhan dengan mu sayang. Tapi demi yang terbaik untuk kamu, mama ikhlas dalam kesendirian. Kini jangan ragu dengan pria pilhanmu. Menikahlan karena Tuhan, tidak penting apa agamanya. Dihadapan Tuhan kita sama, apapun agamanya”

Aku memeluk mama. Kami berpelukan dalam waktu lama. Air mata kami membuktikan bahwa kami tidak akan terpisahkan. itu semua berkat pria, papa yang selalu hidup dalam diri mama, untuk mencintaiku sepanjang usia.

Selamat hari ibu..

Why does everything have to be "made in China”?

Suatu saat relasi dari AS datang ke Hong Kong. Dia berminat membeli gagang ( frame ) kacamata. Dia perlihatkan contoh beberapa frame yang dia mau. Saya perhatikan. Itu materialnya dari plastik dan kalau ada titanium, itu hanya coated ( dilapisi). Dia tanya apakah saya dapat menjual barang itu. Saya tanya, kalau di AS berapa harga barang itu satu unit? Dengan santai dia menjawab bahwa harganya USD 100. Saya tahu dia agak berbohong. Karena data dari maket AS harga retail lebih dari USD 100. Tetapi ok lah. Saya katakan bahwa saya bisa jual dengan harga USD 10 per unit. Dia sempat engga percaya. Tetapi saya yakinkan. Bahwa pembayaran dengan LC. Jadi kalau engga delivery dan engga sesuai spec engga bayar.

Mungkin anda bertanya mengapa saya bisa jual frame seharga USD 5 per unit. Padahal di AS harganya USD 100? Barang itu saya buat di China dengan hitungan bukan harga per unit tetapi biaya bahan baku yang saya keluarkan untuk pesanan dia sebanyak 200.000 unit. Apa bahan bakunya ? PVC dan coated titanium. Untuk satu unit kacamata, hanya butuh beberapa gram PVC dan coated titanium. Biayanya hanya USD 3. Sementara biaya moulding dan processing hampir engga ada arti. Karena barang diproduksi secara massal tentu biaya processing per unit sangat rendah sekali. Saya abaikan saja biaya processing itu. Jadi sebetulnya saya engga jual frame, saya hanya jual PVC dan coated tittanium.

Saya juga menjual Jilbab ke Mesir dan Arab. Harga per unit hanya USD 0,20 atau kurang lebih Rp. 2.800. Kalau di Indonesia mungkin harga dipasar Rp. 20.000. Mengapa saya jual dengan harga murah. Lagi lagi hitungannya bukan per unit. Saya tidak jual jilbab tetapi saya jual benang dan serat sintetis. Satu uni jilbab itu hanya menghabiskan benang dan serat sintetis beberapa gram saja. Kalau dihitung cost saya sebesar USD 0,10. Karena saya beli bahan baku itu tonan. Tentu harganya sangat murah. Biaya produksi dan processing sangat kecil sekali karena diproduksi massal.

Itulah pengalaman bisnis awal awal saya di China sebagai pengusaha “maklon”. Saya tidak punya pabrik tetapi saya bisa mengekspor barang dari China keseluruh dunia. Caranya hanya memanfaatkan supply chain ( Rantai pasokan ), yang memang luar biasa hebatnya di China. Apapun pesanan dari pembeli di seluruh dunia bisa saya produksi di China, karena rantai pasokan bahan baku industri tersedia luas. Dari elektronik sampai ke bahan kebutuhan sekunder lainnya. Harga sangat murah. Itu bukan karena dumping. WTO tidak melihat barang karena merek tapi spec. Harga barang China sesuai dengan spec sebetulnya tidak murah. Wajar saja. Namun bagi kapitalis harga itu sangat murah sekali. Maklum mereka menetapkan laba berlipat kali. Saya bukan kapitalis. Saya hanyalah pedagang.

Makanya jangan kaget bila banyak orang asing di China yang awalnya “maklon” seperti saya, dalam dua tahun sudah bisa mendirikan pabrik sendiri di China. Itu berkat mudahnya make money di China. Saya engga kebayang, kalau di Indonesia mungkin untuk bisa buat pabrik butuh waktu puluhan tahu, dan itupun hanya orang itu itu saja. Sangat sulit bagi new comer. Bukan itu saja, sekali kita buat pabrik, bank sudah tawarkan kredit modal kerja. Kalau mau ekspansi , bank sangat mudah kasih kredit. Bunga sangat murah dan proses cepat. Benar benar bank itu berfungsi menyelesaikan masalah tanpa masalah.

Itulah jawaban kalau ada yang bertanya “ Why does everything have to be "made in China”? Tidak ada satupun negara yang bisa embargo produk China. Karena harga tidak mengenal idiologi dan agama. lihatlah fakta di AS. Walau begtu keras hambatan tarif terhadap produk china, orang tetap beli barang China. Karena harga yang murah. Untuk bisa meniru China juga engga mudah. Tidak ada kampus mengajarkan kerja seperti China. Karena itu bukan sain tetapi budaya yang berakar dari sikap mental gemar berproduksi dan hidup hemat.

***
Anda mungkin semua sudah tahu kalau penduduk China itu mencapai lebih dari 1 miliar. Tapi tahukah anda bahwa yang punya passport hanya 10% dari total populasi China yang mencapai 1,8 miliar orang atau kurang lebih 180 juta orang. Dari 10% itu yang dapat exit permit bisnis hanya 18 juta orang yang bebas keluar masuk negerinya. Makanya jangan dikira bahwa orang China itu tahu banyak dunia luar. Bukan hanya tidak tahu karena engga pernah keluar negeri, juga karena informasi dari dunia luar juga di sensor. Ribut ribut soal politik luar negeri, dipastikan 90% rakyat engga tahu.

99% mereka tidak bisa bahasa inggeris dengan baik. Yang hanya bisa sekedar komunikasi bahasa inggris tidak lebih 5%. Makanya kalau China bisa menguasai pasar, itu bukan karena orang china jago marketing. Mereka engga paham menjual. Jadi siapa yang memasarkan barang mereka? ya orang asing. Kalau anda berkunjung ke pusat bisnis seperti Shanghai, Shenzhen dan lainnnya, pasti dengan mudah menemukan orang asing, dari Jepang, Korea, Eropa, bahkan dari Indonesia yang berbisnis dengan pabrikan China. Merekalah pemasar sesungguhnya. China hanya memproduksi sesuai pesanan. Itu sebabnya mereka engga peduli untung besar.

Mungkin anda membayangkan negara komunis itu dimana mana ada polisi yang berwajah angker terhadap rakyat. Membuat rakyat takut. Tapi tahukah anda?, bahwa di China sangat jarang kita bisa melihat polisi di jalanan. Apalagi tentara. Kalaupun ada , itu bukan Polisi tetapi sekuriti. Walaupun begitu, rakyat sangat takut melanggar hukum. Mengapa ? Penerapan hukum sangat efektif. Orang tidak berani berkumpul lebih dari 50 orang tanpa izin. Walau polisi tidak ada, tetap saja mereka takut. Mengapa? cobalah lakukan. Dalam hitungan menit, polisi sudah datang membawa mereka semua ke bui.

Di China orang bebas bersosial media. Kritik apapun kepada pemerintah tidak dilarang sepanjang dilakukan secara terpelajar. Tetapi, cobalah, nyinyir dan lakukan ujaran kebencian kepada pemerintah, seketika akun sosmed akan signout. Mereka tidak akan bisa membuat akun baru. Karena semua akun sosmed terigister melalui eKTP. Apakah selesai ? tidak. Dalam hitungan hari, sudah ada petugas mendatangi rumah mereka. Mereka sadar bahwa mereka dalam pengawasan aparat. Pasti hidup tidak lagi nyaman. Hidup di China sangat berkompetisi. Membuat masalah dengan pemerintah, itu sama saja konyol. Selagi tidak berurusan dengan pemerintah, cari uang mudah dan pekerjaan selalu ada. Besar kecil relatif.

Di China agama sangat dihormati oleh negara. Kalau Partai Komunis China melarang agama berpolitik. Itu agar Agama tidak disalahkan gunakan oleh politisi untuk menipu rakyat. Tetapi negara menanggung biaya kegiatan keagamaan. Itu karena orang dilarang mengorganisir donasi atas nama agama. Mengapa? Agar orang tidak memfitnah agama dengan modus donasi. Di China hukuman mati hanya berlaku bagi korupsi, narkoba, penjualan manusia, kejahatan dengan tindak kekerasan. Kejahatan ringan hukumannya adalah kerja paksa di camp pendidikan mental. Itu karena China tidak punya anggaran lebih untuk membayar orang makan tidur di penjara.

Walau kemajuan begitu pesat di China, namun Kehidupan rumah tangga China sangat tradisional. Dari 10 orang sahabat saya di China, 9 nya sangat setia dengan pasangannnya. Umumnya istri full time sebagai ibu rumah tangga. Para suami hanya focus kerja dan cari uang. Hubungan antar keluarga dan teman sekampung sangat akrab. Setiap malam minggu mereka menghabiskan waktu bersama makan malam di restoran. Selalu anda canda diatas meja makan. Mereka umumnya taat beragama.

Jadi kalau mereka kuat sebagai bangsa, itu bukan karena politik. Tapi karena sifat setia keluarga dan setia kawan diantara mereka sangat tinggi. Focus mereka bukan kepada dunia luar tetapi keluarga dan sahabat! Berkali kali saya ajak diskusi soal keributan di Hong Kong, mereka engga berminat. Berkali kali saya ajak diskusi soal politik, mereka engga antusias. Tetapi cobalah ajak bicara bisnis, mereka akan cepat sekali merespon. Mengapa ? bagi mereka tidak ada yang lebih penting di dunia ini selain bisnis. Karena bisnis juga membuat mereka sangat rasional. Sangat mandiri dan tahu diri.