Sabtu, 28 Juli 2018

Agama itu jalan sepi


Weekend saya datang ke Daerah Dongguan untuk ninjau Pabrik. Saya mengajak mitra bisnis saya untuk makan siang. Kami mendatangi restoran muslim yang ada di Guangzou. Tempatnya ada di sayab kanan loby office building. Kesan pertama saya masuk ke restoran ini mewah dan sangat private. Menurut mitra saya, pemilik restoran ini adalah classmate nya waktu di SMU di Changsa. Dia sengaja menjemput kami di depan pintu restoran. Kami dituntun keruang private. Kebetulan teman mitra saya ini beragama islam. Sama dengan mitra saya juga beragama islam. Hidangan pembuka sambil menanti menu yang kami pesan datang adalah Kerupuk Udang yang khusus di impor dari Medan.
“ Saya senang ternyata orang muslim exist sebagai pengusaha di China. “ Kata saya. 
“ Mr. B, di sini agama adalah ranah pribadi yang tidak pernah dibahas oleh siapapun. Pemerintah juga tidak mau pusing orang beragama atau tidak. Yang penting orang itu bisa berproduksi dan bayar pajak. Itu saja. “
“ Oh ya. “ 
“ Saya ada cerita soal agama khususnya islam di China. “ Kata teman mitra saya. Bahasa inggeris sangat bagus. Karena tadinya dia bekerja sebagai PR perusahaan penerbangan. Pensiun dini untuk berwiraswasta dengan membukan restoran. Pelanggan utamanya adalah relasinya waktu masih sebagai PR di perusahaan penerbangan.
“ Di suatu Desa di provinsi Hunan,” Katanya memulai cerita. “ada seorang pemuda yang datang dari kota. Desa itu sebagian besar beragama Islam. Kehidupan sehari hari desa itu dari hasil pertanian dan Pengrajin lampu. Pemuda ini datang ke desa menjadi pembeli barang kerajinan. Setiap hari dia mendatangi rumah pengrajin. Dia akan beli seharga yang pantas. Dia jarang bicara banyak namun kedatangannya dirumah selalu dinanti oleh penduduk desa. Setiap bulan sekali , pemuda itu pergi ke kota untuk menjual barang dagangannya. BIasanya tiga hari di kota dia sudah kembali di desa.

Orang desa tahu bahwa dia beragama islam. Hanya membedakan dia dengan orang kampung dia tidak berjanggut dan kopiah putih. Dia seperti layaknya pemuda pada umumnya. Sebagai juragan tergolong kaya, dia disenangi oleh orang kampung. Namun ada juga sebagian tidak suka dengan dia. Khususnya tokoh masyarakat desa termasuk petugas Partai Komunis yang ada didesa itu dan kelurga kaya. Apalagi sudah semakin banyak para anak gadis yang membicarakan pemuda ini. Hampir semua bermimpi agar pemuda ini menjadi suami mereka. Pemuda ini termasuk ramah.

Setiap sholat Jumat, Pemuda ini datang selalu menjelang azan.Pulang lebih dulu. Kesan beragama seperti ini membuat tokoh masyarakat yang muslim tidak menyukainya. Kalau ada kegiatan beramal, pemuda ini selalu menghindar untuk memberikan sumbangan. Namun para pemuda kampung sering datang ke rumah pemuda ini. Ada yang diperkerjakannya sebagai tukang packaging barang. Ada juga pengrajin yang kurang modal, dibantunya sebagai mitra. Hasilnya dibagi sama. Lambat laun pemuda ini semakin mendapat perhatian para pemuda kampung. Dia semakin populer. Ekonomi desa bergairah. Namun tokoh masyarakat semakin membencinya.

Malang tak dapat ditolak. Yang terjadi terjadilah. Disuatu malam, orang kampung mengaraknya seraya memukuli pemuda ini. Karena tertangkap basah sedang dirumah janda miskin. Persekusi dan ekseskusi dipimpin oleh tokoh masyarakat dan pemuda dari keluarga kaya. Dia tiduh berzina. Wanita itu mengakui bahwa pemuda itu akan memperkosanya. Sebelum sampai di kantor polisi, pemuda itu menjemput ajal. Berlaku takdir untuknya. Kembali kepada Tuhan.

Petugas Polisi ketika akan mengadobsi Pemuda itu, terkesima. Darah pemuda itu harum. Bahunya nampak legam. Seakan bertahun tahun pemuda ini bekerja sebagai tukang panggul. Padahal dia orang kaya. Punya pekerja membantunya untuk memanggul beban berat. Tetapi mengapa bahunya lebam? Yang menakjubkan adalah sehari di rumah sakit, seluruh wajah yang hancur dipukuli seketika bersih seakan tidak pernah ada cedera. Wajah pemuda itu bercahaya seakan jiwanya begitu tenang menjemput ajal. “ kata teman mitra saya. Dia tersenyum seraya menarik nafas panjang.

Saya terdiam dan siap terus menyimak cerita. 

“ Sebulan setelah pemuda itu wafat…” Lanjutnya “ Orang terkejut karena banyak janda miskin dan orang tua miskin yang mempertanyakan beras yang selalu ada didepan pintu pagi hari setiap akhir bulan. Biasanya didalam karung beras itu ada amplop merah berisi uang. Kini tidak ada lagi. Banyak pemuda miskin dan pengrajin yang kehilangan mentor dari pemuda itu.

Petugas Partai dari tingkat kebupaten melakukan penyelidikan atas kasus kematian pemuda itu. Menyimpulkan bahwa penganiayaan itu direkayasa oleh tokoh masyarakat dan pemuda yang terprovokasi pemahaman agama yang salah. Tuduhan kepada pemuda itu adalah dia menjauhkan pemuda kampung dari masjid. Lebih focus kepada urusan dunia dan lupa agama. Ini dibuktikan dari hasil investigasi dengan para pemuda kampung. “ katanya.

“ Bagaimana dengan janda miskin itu ? Tanya saya.

“ Janda miskin itu akhirnya mengakui bahwa pemuda itu datang kerumah malam malam untuk mengantar uang berobat anaknya. Tetapi dia terprovokasi oleh tokoh masyarakat untuk menjebak pemuda itu. Jadi ada sifat cemburu karena GR kepada pemuda itu. Karena pemuda itu banyak disukai oleh wanita di kampung.

“ Karena itu keadilan harus ditegakan kepada mereka yang mengakibatkan pemuda itu wafat. Sekretaris partai didesa itu di hukum mati. Tokoh agama yang terlibat di kenakan hukum kerja paksa. Mereka harus di hukum melalui kerja agar paham arti bagaimana menjalani hidup. Bahwa hidup itu bukan retorika tetapi berkarya untuk paling banyak manfaat bagi orang lain. “

Saya terhenyak.

“ Mr. B…” kata mitra saya. “ itu satu contoh betapa agama itu bisa jadi perusak bagi orang yang lemah berproduksi dan punya mental tangan dibawah. Agama dijadikan alat memprovokasi orang untuk marah dalam kebodohan. Keimanan mereka berubah menjadi cemburu buta. Lupa seharusnya dalam marahpun harus adil. Bukan hanya perbuatan, bahkan dalam pikiranpun harus adil. Agama itu adalah perbuatan. Perbuatan berbagi cinta kasih karena Tuhan. Yang tidak perlu diangkat setinggi langit agar orang tahu bahwa dia hebat beragama. Agama itu masalah privasi antara manusia dengan Tuhannya, yang diaktualkan dalam nilia nilai kemanusiaan. Cinta kasih dan berbagi dalam sepi…itulah hakikat islam sesungguhnya.

***
Walau Partai komunis selama revolusi kebudayaan melarang umat islam melaksanakan ritual agama secara bebas namun hakikat islam tetap hidup didalam jiwa orang china. Mengapa ? Karena Agama dan budaya melekat dalam diri mereka. Sehingga tidak mudah luntur dan tidak sulit menyebar kepada non islam. Mungkin sebagian besar orang China tidak mengucapkan dua kalimasahadat. Tapi mereka paham konsep Tuhan dalam Islam dan mengakui bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah dan tiada tuhan selain Allah. Tentu mereka tidak menyebut seperti bahasa Arab, yaitu Allah tapi dalam bahasa China seperti Chen Chu atau Tuhan sejati atau Chen-I atau Esa sejati, atau Chen Tsai atau Penguasa sejati .Ya sama seperti orang jawa menyebut Allah, gusti pangeran, dan lain sebagainya. Sementara sebutan rasul adalah Sheng -Hsien atau orang orang arif dan berguna. Sama seperti orang jawa menyebut Rasul, Kanjeng Nabi.

Sementara ajaran islam itu mereka sebut Ch'ing- Chen Chiao atau kalau diterjemahkan ajaran yang suci dan sejati. Mereka tidak membaca AL Quran tapi buku yang ditulis ulama China mereka baca dan pahami. Mereka tidak perlu pertanyakan apakah tafsir itu benar atau salah. Selagi tidak bertentangan dengan budaya atau tradisi mereka ya itu dianggap sudah benar. Bagi mereka, Agama selain bagai elang yang terbang dengan idealisme spiritual yang tinggi untuk mencapai kesempurnaan pribadi, tetapi juga membumi bagai induk ayam yang terlibat secara etis pragmatis dalam keseharian. Paham neo konfusian itu sebagai lampu rakyat China bagaimana mereka membangun peradaban.

Mengapa Islam di CHina dipahami seperti itu ?

Sebelum abad 17, para ulama besar China menulis buku berisi tentang bagaimana memahami ajaran Islam. Lebih banyak soal fiqih. Komunitas Islam di China tumbuh seperti itu sebelumya. Abad ke 17 muncul ulama hebat bernama Wang Tai Yu. Dia ingin mengubah sudut pandang terhadap islam. Harus menyeimbangkan pemahaman langit dan bumi. Wang menulis buku yang berjudul " Chinese Gleams of Sufi Light” ( terjemahan inggeris ). Kalau anda membaca buku itu akan bisa membuka tabir bagaimana sebetulnya orang china memandang Islam. Pemahaman islam yang disampaikan oleh Wang lebih kepada mengaktualkan islam dalam akhlak. Bagaimana Islam bisa melahirkan semangat kemandirian ditengah masyarakat. Bagaimana mentranformasi dari masyarakat yang nrimo, apatis , pesimis, korup menjadi masyarakat yang progressive, passion, berikhsan. Buku tersebut mengubah prakonsepsi - prakonsepsi tentang peran Islam di China.

Seorang perwira Militer China, ketika saya tanya mengenai buku Wang, dia mengatakan bahwa apa yang ditulis oleh Wang tentang islam, menyimpulkan bahwa islam adalah ajaran yang luar biasa. Dan kami mengakui itu. Kehebatan Wang dalam menyapaikan ajaran islam itu, dia tidak sama sekali menghilangkan ajaran konfusian, namun dia menyebut dengan Neo Konfusian. Cara dia menyampaikan ajaran itu tidak menggunakan bahasa arab tapi menggunakan padanan bahasa yang ada pada konfusiasisme, taoisme dan budhisme. Tradisi China yang memang tidak melanggar Tauhid ya tidak di hapus atau tidak dikatakan bidaah. Dan kalaupun dinilai melanggar Tauhid maka di luruskan dengan modifikasi yang tetap tidak menghilangkan tradisi China. Seperti cara Walisongo menyiarkan islam di tanah jawa. Tradisi jawa tidak di hilangkan namun di perbaiki sesuai dengan prinsip tauhid.


Pemahaman Islam di China khususnya di wilayah Selatan China seperti Guangzou, Yunnan, Hunan, Guangxie memang seperti tafsir Wang. Tetapi di daerah China seperti Xinjiang memang masih terjebak dengan islam aliran. Makanya mereka ngotot minta dijadikan daerah khusus syariah. Walau UU Khusus syariah untuk daerah di Xinjiang diberikan oleh Pemerintah China, namun daerah itu tetap terbelakang dibandingkan daerah China lainnya. Bahkan sering terjadi konflik dengan pemerintah pusat. Karena mereka ingin memisahkan diri dengan China. Ingin mendirikan negara islam sendiri. Ya pemahaman islam berbeda maka berbeda juga hasilnya. Apalagi bila islam dibawa ke ranah politik yang lahir bukan peradaban pekerja keras dan kasih sayang tetapi petualang politik dan rakus, barbar, doyan tawuran tiada henti.

Rabu, 18 Juli 2018

Feodalisme



Tadi saya ketemu dengan teman lama seorang aktifis kemanusiaan. Dulu 8 tahun lalu saya pernah satu team dengan dia di China western development program. Di usia kepala empat dia nampak lebih muda dari usianya. Dia datang ke indonesia menemui mitra kerjannya. Sore hari dia sempatkan bertemu saya. “ Kamu kan janji akan undang saya dinner. Kemana kita pergi ? Katanya ketika bertemu di loby hotel. Saya ajak dia ke kawasan Pecenongan makan seafood di restoran kaki lima. Dia menikmati suasana tempat kami nongkrong. “ Hampir semua Sino Indo ya. “ Katanya.
“ Ya ini kawasan China town di Jakarta. “ 
“ Oh Ya. “
Seorang pengamen datang membawakan lagu. Saya minta pengamen itu membawakan lagu “ You Liang Dai “ dari Teresa Tang. Kebetulan pengamen bisa membawakan dengan baik. Usai menyanyi itu, saya beri tip. Dia tersenyum. “ Indonesia nampak pesat sekali pembangunan. Itu saya tahu dari media massa. Moga besok saya ada kesempatan ke Yogya dan kemudian ke Pontianak. “ 
“ Besok saya ke Hong Kong. Hati hati di jalan ya.” Kata saya.
“ Untung saja aku datang lebih awal. Aku bisa ketemu kamu. Walau hanya sebentar. “ 
“ 10 tahun ya kita ketemu bisa dihitung jari.”

Dia tersenyum.

“ Saya membayangkan betapa hebatnya Indonesia. Dari data ekonomi yang saya baca,luar biasa sekali pencapaiannya dalam tiga tahun terakhir. China butuh 10 tahun untuk meletakan pondasi reformasi ekonomi. Ketika Deng memulai reformasi , kami diuntungkan pasar dunia sedang bergairah. Tetapi Presiden anda memulai reformasi ditengah krisis global dan defisit anggaran. Dan sukses melewati goncangan demi goncangan. Tentu yang terberat adalah tahun tahun awal dia berkuasa. Bagaimana itu bisa terjadi ?

“ Sebagian besar rakyat Indonesia memang tidak berharap banyak kepada Presiden terpilih. Kami hanya ingin jangan lagi ada pemimpin yang masih ada kaitannya dengan masa lalu. Kami ingin mengubur masa lalu agar kami bisa melihat ke masa depan. Itu sebabnya presiden kami pilih. Setelah itu kami siap menerima perubahan walau harus menyakitkan. Kami sadar itu.”

“ Luar biasa. Tanpa revolusi kebudayaan, rakyat anda bisa memaklumi perubahan. Bagaimana bisa ?

“ Karena kami negara religius. Kami percaya kepada Tuhan dan sadar bahwa Tuhan tidak akan menolong kami bila kami tidak bisa menolong diri kami sendiri. Pemimpin hanya memberikan arah kemana kami harus melangkah. Dia bekerja keras melaksanakan amanah dengan rendah hati dan kami percaya itu. Selebihnya kamilah yang harus berbuat apa saja agar negeri ini bergerak kedepan untuk anak cucu kami.”

Dia nampak terpesona dengan ucapan saya. “ GNP indonesia telah tembus USD 1 tiliun. Indonesia masuk kelompok negara USD 1 triliun GNP. Tidak biisa dibayangkan indonesia akan seperkasa ini kalau melihat kejatuhan ekonomi tahun 1998. Tapi benar katamu. Semua karena pemimpin yang amanah dan rakyat yang sadar untuk berubah dan berdamai dengan masa lalu. Damai itu lebih baik walau memang menyakitkan. Ya, kan “ Katanya tersenyum.

Saya mengangguk.

“ Eh. tahun depan akan ada election ya. Kira kira gimana peluang MR. Jokowi ?

“ Kemungkinan akan terpilih lagi. Tetapi para oposan selalu mengangkat issue klassik soal kemiskinan dan harga naik. “ Kata saya dengan wajah sendu.

“ Bro, dengar ya. Penyakit kebudayaan negara yang pernah terjajah oleh kaum feodal selalu tidak ingin ada orang baik membela kepentingan orang banyak. Bagi mereka negara dan bangsa itu hanya sebatas bungkus namun hakikatnya adalah bagaimana mengekalkan budaya feodal. Budaya menjajah. Padahal kemiskinan itu akan selalu ada. Harga akan selalu naik. Siapapun presidennya. Tidak ada sistem negara yang sempurna. Tuhan pun tidak menciptakan manusia semua kaya dan longgar. Ya, kan.

“ Siapapun calon pemimpin seharusnya tidak lagi menggunakan retorika kemiskinan untuk mendekati simiskin. Tetapi bagaimana mendelivery solusi untuk dekat kepada rakyat. Didalam sistem demokrasi yang saya perhatikan, kadang banyak pemimpin populis justru datang dari kaum feodal yang tidak pernah berbuat nyata ditengah rakyat. Mereka berada di istana gading feodalisme. Hadir ditengah seminar kemiskinan tetapi mereka tidak pernah dekat dengan orang miksin. Bahkan makan sesuai menu orang miskin pun hanya dilakukan ketika kampanye. Ini penyakit kebudayaan.

“ Untunglah mayoritas rakyat Indonesia menyadari ini. Mereka cerdas memilih orang yang tepat untuk memimpin mereka. Jokowi orang yang tepat tentunya. Saya yakin dengan pencapaian yang dilakukan Jokowi selama periode kepempinannya tidak sulit baginya untuk mendapatkan dukungan mayoritas rakyat Indonesia. Kalian akan baik baik saja. Indonesia akan menjadi negara hebat. Menjadi insprasi dunia islam bagaimana pemimpin muslim itu seharusnya. Menjadi inspirasi bagi negara demokrasi bagaimana melaksanakan demokrasi dengan benar atas dasar nilai nilai kebebasan, kesetaraan dan perdamaian” Katanya.

“ Saya harap juga begitu. Eh gimana dengan China ?

“ Kami sedang berhadapan dengan kepongahan AS. Tetapi itu tidak terlalu mengkawatirkan. Karena sektor manufaktur hanya menyumbang 17 % terhadap GNP kami. Yang terkena kan sektor manufaktur akibat perang dagang. Sektor pertanian masih mayoritas penyumbang GNP. Data terakhir tingkat kepuasaan rumah tangga China semakin meningkat karena ekspansi pemerintah dalam stimulus ekonomi untuk pembangunan pedesaan dilakukan secara meluas. Dan lagi perang dagang tidak akan berlansung lama. Ini hanya pencitraan Trumps saja sampai rakyat AS lupa harga naik dan janji populisnya. Bagaimanapun AS adalah penyokong perdagangan bebas. Itu tidak akan berubah. “

“ Kamu selalu optimis?

“ Justru kamu yang optimis. Seperti indonesia itu tidak gampang loh. Musuhnya bukan orang asing tetapi dari dalam negeri sendiri. Mereka yang haus akan kekuasaan. Sementara china , kami hanya menghadapi musuh dari luar. Itu lebih jelas. Lebih jelas menghadapinya. Semoga kalian baik baik saja. “ katanya dengan tersenyum.

Kami akhiri pertemuan itu sambil berjanji akan bertemu kembali. Sebelum keluar dari restoran itu anak kecil menawarkan tissue. Dia membeli satu dengan memberikan pecahan Rp. 100.000 kepada anak kecil sambil membelai kepala anak itu dengan cinta layaknya seorang ibu. “ semoga kelak anak ini jadi presiden Indonesia. Presiden yang lahir dari wong cilik yang tahu arti kerja keras dan berbagi tentunya.” katanya melirik kearah saya.

Sejarah freeport dan kini.

Sejarah Freeport di Papua
Tahun 1961 Soekarno di undang oleh JF Kennedy ke Washington. Ketika itu diperkenalkan kepada Soekarno seseorang bernama Augustus Long Belakangan nama ini berhubungan dengan Freeport untuk menguasai tambang Tembaga di Irian Barat. Selanjutnya Politik bergulir seperti agenda Soekarno dan JFK melalui PBB , dibuatlah Perjanjian New York 15 Agustus 1962 yang memuat "Act of Free Choice" (Pernyataan Bebas Memilih). Akhirnya Belanda kalah tanpa kehilangan muka. Tapi setelah itu, Soekarno tak pernah melaksanakan deal tersebut walau Agustus Long tak pernah lelah menagih kepada Soekarno, sampai akhirnya Soekarno dijatuhkan oleh Soeharto lewat dukungan CIA.

November 1967. Sultan Hamengkubuwono IX, Adam Malik, dan Soemitro Djojohadikusumo berkunjung ke Geneva. Mengingat pentingnya misi kunjungan ini membuat udara musim dingin itu terasa panas. Mereka datang atas undangan dari The Time-Life Corporation untuk bertemu dengan kalangan investor kelas dunia. Investor inilah yang akan menjadi undertaker kebutuhan pendanaan pembangunan indonesia menuju masyarakat sejahtera. Ketika itu yang hadir dari kalangan investor adalah General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel, tak ketinggalan David Rockefeller yang menjadi tuan rumah. Kini putranya Nat Rothchild , bermitra dengan Hashim Djojohadikusumo.

Dalam pertemuan yang berlangsung tiga hari itu, pihak investor berjanji akan menanamkan dananya untuk bisnis dibidang pertambangan Migas dan Nikel ( Freeport ). Indonesia akan mendapatkan pajak, bagi hasil dari kegiatan usaha tersebut. Tahun 1967 , Freeport Sulphur menandatangani KK dengan Indonesia untuk hak atas konsesi tambang tersebut.Bukan hanya AS merasa berhak atas Papua tapi juga inggeris dan Australia ( Rio Tinto ). Maklum saja kedua negara ini juga berjasa terhadap keunggulan AS memenangkan perang dunia kedua dan berperan ikut menekan Belanda untuk angkat kaki dari Irian tanpa memberikan dukungan apapun ketika konplik senjata dengan TNI merebut Irian.

SEPULUH tahun setelah beroperasi, PT Freeport Indonesia mengalami masalah. Pasalnya, kandungan bijih di Ertsberg mulai menipis. Hal ini ditambah dengan anjloknya harga tembaga di pasaran dunia karena mulai digunakannya serat optik dan alumunium sebagai pengganti kawat tembaga saat itu. Harga tembaga pun melorot berkisar 60 sen sampai 70 sen dolar AS per pon. Freeport pun gamang. Di saat pergulatan batin, perubahan terjadi di induk perusahaan. Freeport Sulphur yang telah bersalin nama menjadi Freeport Minerals Company bergabung dengan McMoRan Oil and Gas. Perusahaan yang dibentuk tahun 1967 ini, merupakan akronim dari tiga pendirinya: William Kennon McWilliams Jr (“Mc”), James Robert Moffet (“Mo”), yang merupakan geolog perminyakan dan Byron McLean Rankin Jr (“Ran”), seorang ahli pemasaran dan penjualan.

Pernikahan kedua perusahaan ini di tahun 1981, membuat namanya berubah menjadi Freeport-McMoRan Incorporated. Seiring dengan itu, tampuk kepemimpinan pun berubah. James Robert Moffet atau yang dikenal dengan Jim Bob ditunjuk sebagai chief executive officer. Mendapat posisi puncak, Jim Bob langsung memerintahkan seluruh awaknya untuk meningkatkan upaya eksplorasi. Di saat harga tembaga menukik, harga emas menunjukkan kemilaunya, yaitu USD450 per troy ons (t.oz). Freeport pun langsung demam emas. Grasberg pun menjadi emas paling besar dan paling berkilau dalam mahkota Freeport. Dan tambang Grasberg mencapai produksi dengan sangat cepat. Apalagi dengan dibangunnya Heat Road pada 1993 yang memungkinkan shovel dan truk-truk berat diangkut ke tambang. Dan awal 1995, produksi Grasberg telah berlipat ganda.

Penambangan Freeport di Indonesia menjelma menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Bahkan operasi Freeport di Indonesia telah tumbuh melebihi induknya. Freeport pun beruntung dapat melakukan eksplorasi di beberapa daerah produktif dalam wilayah Kontrak Karya. Seiring dengan cadangan tambahan dan cadangan bawah tanah di daerah yang berdekatan dan di Grasberg, Freeport-McMoRan Inc membentuk Freeport-McMoRan Copper & Gold dan mencatatkan namanya di bursa saham New York, dengan kode emiten FCX, sebagai pemilik tunggal seluruh aset di Indonesia. Potensi ini membuat Freeport pada 30 Desember 1991, melakukan Kontrak Karya kedua. Ketika itu, posisi Menteri Pertambangan dijabat oleh Ginandjar Kartasasmita. Penandatanganan KK kedua itu untuk masa berlaku 30 tahun berikut dua kali perpanjangan 10 tahun. Artinya Kontrak Karya Freeport baru habis pada tahun 2041.

Divestasi Freeport
Ada yang mempertanyakan darimana Inalum bumn holding tambang dapatkan uang. Assetnya nya aja engga cukup. Siapa yang mau kasih pinjam. Memang kalau pola berpikir konvensional itu bisa dimaklumi. Karena engga mungkin bisa dipahami gimana dapatkan uang sebesar Rp 53 triliun. Kalaupun ada bank yang mau kasih pinjam tetap saja engga mudah. Karena harus persetujuan DPR. Karena penjaminan BUMN adalah penjaminan Negara dan ini disamakan dengan PMN. Jelas ditolak oleh DPR ditengah defisit anggaran. Kalaupun inalum ada uang sebagian juga engga mudah mau cash out besar. Karena RKT nya harus persetujuan pemerintah dan itu ada SOP yang ketat berkaitan dengan rasio likuiditas yang harus ditaati. Katakanlah inalum cash out Rp 20 T , itu akan mempengaruhi rasio likuiditas nya. Engga bisa. Jadi gimana solusinya ?

Perhatikan, pertama. Inalum mendekati bank untuk membeli participation interest punya Rio Tinto. Bank tertarik. Mengapa ? Karena valuasi nya lebih pasti daripada beli langsung saham Freeport McMoran di FI. Kalau beli saham Freeport Mcmoran tentu valuasi saham termsuk deposit. Berapa harganya belum pasti. Hitungannya lebih kepada Future value market. Yang jelas harganya pasti mahal untuk menghasilkan capital gain. Tetapi kalau beli PI maka inalum otomatis dapat saham sebesar 40%. Mengapa? Karana PI itu hak Rio Tinto atas produksi tambang tanpa ada kewajiban bayar pajak. Harga 40% senilai USD 3,8 miliar itu murah dibandingkan nilai Future hak Rio atas deposit sebesar USD 20 miliar.

Penjelasan diatas di buat secara detail oleh konsultan dan Fund Manager sehingga pihak bank bisa menerimanya sebagai kajian yang workable dan bankable. Kemudian atas kajian detail itu, pihak inalum mengajukan skenario pembiayaan kepada bank kreditur. Untuk apa? Untuk mendapatkan undertaking pembelian PI itu. Kalau engga mana mungkin Rio Tinto mau negosiasi pelepasan PI. Dari sini proses negosiasi dengan bank dilakukan. Tentu menggunakan skema financial engineering. Gimana skemanya? Inalum menawarkan saham yang akan dikuasai itu atas nama SPV sebagai collateral. Artinya bukan Senior Loan bagi Inalum. Dengan demikian Inalum lolos dari kewajiban mendapatkan persetujuan pemerintah atau DPR. Ini murni bisnis to bisnis.

Kedua, mengapa bank mau biayai pembelian PI itu dengan hanya jaminan dari saham yang akan dikuasai oleh SPV? Karena setelah Inalum kuasai saham itu melalui SPV , suara inalum akan mayoritas dalam rapat pemegang saham FI yang tentu inalum akan membuat keputusan tunduk kepada UU Minerba. Mengapa ? Agar valuasi saham FI tidak hanya dihitung senilai PI Rio Tinto atau replacement cost tetapi termasuk juga reserved sebesar USD 90 miliar atau lebih sampai dengan tahun 2041. Makanya Freeport McMoran setuju swap PI dengan saham. Karena saham dia di FI juga akan terdongkrak naik. Jadi semua win to win. Semua untung. Itulah skema financial engineering yang benar dimana semua stakeholder untung.

Ketiga. Pertimbangan lain bank adalah Tekhnlogi dan buyer. Oh engga usah kawatir. Freeport McMoran akan tetap menjadi mitra inalum sebesar 49%. Artinya valuasi Saham itu didukung oleh ketersediaan tehnologi. Bagaimana dengan buyer.? Rio Tinto walau tidak lagi pegang PI , akan tetap jadi partner sebagai off taker produksi. Jadi anda perhatikan, Inalum dapat jaminan Tekhnlogi dan buyer. Juga konsesi dalam bentuk IUPK dari pemerintah dimana deposit nya sudah provent. Atas dasar itulah bank Happy untuk membiayai pembelian PI. Paham ya.

Kemudian bagaimana inalum melunasi hutang itu? FI akan otomatis menjadi anak perusahaan inalum. Sebagai holding inalum bisa melakukan refinancing melalui pelepasan saham dibursa. Tentu valuasinya meliputi deposit, Tekhnlogi dan offtake market. Kalau saya hitung bodoh dengan hanya berdasarkan deposit freeport maka valuasi saham bisa 10 kali lipat. Artinya hanya jual 10% ( dari 51% ) saham ke publik, inalum sudah bisa lunasi hutang pembelian PI Rio Tinto. Kelak kalau membutuhkan dana lagi untuk ekspansi maka inalum bisa mengeluarkan convertable Bond ( hutang yang bisa ditukar dengan saham ) di bursa. Tanpa SPV harus delusi sahamnya di FI.

Jadi kesimpulannya inalum akusisi 51% saham Freeport Indonesia melalui right issue dengan duit pinjaman 100% yang sudah di secure melalui exit strategi yang kuat dan exciting. Sehingga mudah mendapatkan financial resource. Itulah financial engineering yang membeli bukan dengan uang ditangan tertapi dengan skema. Kita bersyukur di Era Jokowi, kesalahan yang tercatat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dapat diselesaikan. Tidak dengan kekuatan politik tetapi dengan kekuatan Bisnis. Para putra putri terbaik Indonesia tidak lagi menggunakan bambu runcing dan bedil untuk merebutnya tetapi menggunakan skill dibidang Financial engineering. Freeport exist karena kapitalisme dan penjajahan terjadi karena itu. Dan kita rebut dengan cara cara kapitalis. Ya melawan sistem harus dengan sistem. Udah engga jamannya lagi melawannya dengan nasionalisme sempit seperti Venezuela yang sok nasionalis tetapi bego.

Selasa, 17 Juli 2018

DKI ramah investasi


Fakta sejak Anies jadi gubernur DKI terjadi peningkatan realisasi investasi dibandingkan era Ahok walau tidak significant. Yaitu mencapai Rp 49 triliun pada semester pertama tahun ini. Anies membuktikan kepada dunia usaha bahwa dia akan ramah terhadap investasi. Hampir semua pengusaha yang saya kenal bergerak dibidang jasa dan Property di era Anies memang serba mudah. Tidak dibebani banyak kewajiban sosial seperti era Ahok. Anies hanya focus kepada penerimaan resmi dari pajak daerah yang akan masuk PAD. Penerimaan diluar anggaran berupa CSR dan kewajiban fasum tidak begitu menjadi keharusan. Bisa di nego lah.

Contoh soal reklamasi yang kembali diteruskan sesuai amanah kepres era Soeharto dimana reklamasi untuk daerah hunian. Sementara reklamasi sebagai satu kesatuan program banjir di hentikan. Jadi tidak ada lagi retribusi tambahan sebesar 15% yang dinilai membebani pengusaha. Bagi Anies program banjir itu tanggung jawab pusat. Mengapa Pemda harus pusing mikirkan anggaran proyek itu. Apalagi harus membebani pengusaha yang bisa membuat iklim investasi di DKI tidak konduksif. Sesuai aturan memang Anies benar. Dan Jokowi juga tidak menyalahkan bila DKI engga mau dibebani anggaran program tanggul raksasa pantura Jakarta.

Makanya Anies focus kepada peningkatan PAD secara normatif. Selama PAD belum mencukupi Ya Anies lebih memilih melakukan pembiaran atas kreatifitas masyarakat kelas bawah memanfaatkan sumber daya DKI untuk Survival. Mengapa? Teori klasik mengatakan selagi orang bisa terus mengais sampah itu artinya orang masih punya ruang untuk hidup. Dan lagi sebagian besar Rakyar DKI tidak punya hubungan emosional dengan Jakarta. Maklum sebagian besar mereka adalah pendatang dari daerah lain. Begitu juga soal Asian Games, Anies engga mau pusing. Karana itu program pusat dan ketua panitianya adalah wapres. Bukan dia. Ngapain repot !

Atas dasar itulah maka Anies menyingkirkan semua orang dekat Ahok walau prestasi mereka hebat. Mengapa ? Karena pejabat binaan Ahok memang di design kemandirian DKI dalam meningkatkan anggaran berdasarkan kinerja, bukan jumlah dana tersedia di APBD. Harus mengutamakan pelayanan profesional kepada publik. Karenanya untuk itu Anies engga perlu orang pintar. Yang penting loyal kepada dia. Jadi beda pemimpin tentu beda kebijakan. Masalahnya kalau DKI mengandalkan APBD yang sebagian besar habis untuk belanja pegawai maka sampai kapanpun program keberpihakan kepada rakyat kecil tidak akan terjadi. Kecuali memberikan ruang semakin luas kepada pengusaha untuk mendapatkan rente dari peluang bisnis yang ada di jakarta. Anies juga engga peduli itu urusan presiden mikir. Bukan dia. Dah gitu aja..