Minggu, 09 Juni 2019

Mencoba Memahami Mu (4)

Kisah  yang saya tulis berjudul “ Mencoba Memahami Mu" adalah kisah seputar wirausaha, yang memuat tentang kejujuran, kesabaran dan semangat. Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.**


Maria dengan sabar menanti di Rumah ke datangan Budi. Setelah selesai meeting dengan Venture capital di KL, dia memutuskan pulang  ke Jakarta. Sementara Robert, Yen tetap di KL. Terbang ke esokan harinya ke Ho Chin Minh. Wenny pulang ke Hong Kong pada hari yang sama. Maria akan kembali lagi ke Ho Chin Minh hari minggu untuk mendukung persiapan Yen dan Robert mendirikan perusahaan. Sudah jam 9 malam tapi Budi belum juga datang. Makanan di meja sudah dingin. Ada niat dia ingin telp Budi tetapi diurungkannya. Dia tahu Budi selalu menempati janjinya hanya kadang karena kesibukannya dia lebih prioritaskan urusan bisnis daripada pribadi. Maria kenal betul sifat Budi. 

Benarlah jam 9.30 Budi sudah ada di depan Maria. Wajahnya nampak lelah. Dengan celana denim, mengenakan Tshirt dan sepatu casual. Dia memang berbeda kalau sedang di Jakarta. Selalu tampil santai. 

“ Aku sudah makan” Kata Budi menghempaskan tubuhnya di Sofa. 

“ Kalau Mas engga ada niat makan malam di rumah, ya mas kan bisa bilang dari awal. Ini aku sudah masak capek capek, Mas “  Kata Maria bersungut. 

“ Ok. Saya makan. “ Kata Budi melangkah ke ruang makan. Tanpa basa basi dia langsung duduk di korsi dan mengambil piring.

“ Aku hangatkan dulu sop nya ya “ kata Maria. 

“ Engga perlulah. Sama saja. Dingin atau panas.” Kata Budi langsung makan sop ayam dengan lahapnya. Apa yang disukai oleh Maria adalah cara Budi makan. Sangat lahap dan serius. Tapi cepat. Maria perhatikan itu sambil duduk didepan Budi.

“ Tadi ada meeting dengan direksi BUMN. Pusing engga ada kejelasan “ Kata Budi sambil makan sop ayamnya.

“Soal tol lagi ?

“ Ya. “

“ Mas, sebaiknya Mas dengar saran Wenny. “

“ Emang Wenny cerita apa?

“ Soal proyek toll itu “

“ Apa dia bilang ?

“ Akuisisi jalan toll itu di Indonesia itu tidak mudah. Karena harus melalui proses tender. Mereka kan semua BUMN. Ada aturan negara yang mengharuskan keterbukaan. Beda dengan swasta. “

“ Terus..” 

“ Mas udah setahun lebih urus akusisi jalan Tol itu. Engga mungkin bisa direalisir. Karena skema pembiayaan yang mas ajukan tidak workable secara sistem dan aturan yang ada di Indonesia. Skema di Indonesia itu hanya disetujui bila dilakukan standar normative.  Bayar dan dapat barang, seperti kita belanja di fastfood. Bukan dapat barang, baru bayar.” 

Budi menatap sekilas kearah Maria, dan menghentikan makannya. Dia pergi ke wastafel untuk cuci tangan” Benar katamu. Sejak bulan lalu saya sudah putuskan untuk hentikan negosiasi dan niat untuk akuisisi jalan Toll.  Tapi mereka terus saja memberi harapan. Tapi malam ini saya bulatkan hati , stop bicara jalan Toll. Saya ada niat akan buat boutique investment melalui perusahaan Sintetic  atau offshore company di Singapore. Dari sana saya akan pooling fund untuk direct investment proyek infrastruktur di Indonesia. "

" Apa itu boutique investment, baru dengar Maria. "


" Boutique Investment itu semacam investment banker. Namun didirikan khusus untuk melayani perusahaan dalam rangka akuisisi, merger dan restruktur modal. Kalau saya punya boutique investment, tentu saya legitimate sebagai institusi untuk memberikan dukungan langsung kepada SPV yang akan akuisisi proyek infrastruktur. "


" Darimana dananya ?


" Ya dengan ada boutique investment, saya bisa jadikan itu sebagai Hub untuk mitra global saya dari China, AS, Jepang, masuk dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia. "


" Masuk melalui akuisisi ?


" Itu yang mudah dan cepat. Dan lagi pemerintah Indonesia kan punya UU mengenai program B2B. Jadi walaupun BUMN atau BUMD yang menguasai asset, tetap investor bisa masuk dengan skema pengelolaan konsesi bisnis. "


" Asset nya ikut pindah ?


" Enggalah. Asset secara hukum tetap milik negara. Kita hanya kelola bisnis nya saja dalam kurun waktu yang ditentukan Pemerintah."


" Setelah itu kembali ke pemerintah ?


" Ya. "

" Enak banget pemerintah. "

" Bukan enak. Itu biasa saja. Kan asset pemerintah tidak selalu berupa harta yang keliatan, bisa juga yang intangible. Seperti hak mengelola infrastruktur itu ada pada negara. Tetapi bisa di serahkan kepada swasta dengan investasi swasta namun asset investasi nya tetap milik negara.  Paham ?

" Paham.  Boss "

" Moga setelah Pilpres 2019, rencana itu bisa dilaksanakan. Itupun kalau Jokowi terpilih lagi.” Kata Budi melangkah ke sofa ruang keluarga. Maria mengikuti dan duduk di sebelah Budi.

“ Kenapa harus Jokowi ?

“ Ya kalau bukan Jokowi terpaksa wait and see selama 2 tahun. Kalau semua ok ya lanjutkan. Kalau engga ya pindah ke Thailand atau Vietnam saja. “ Kata Budi sekenanya.

" Mengapa engga tetap di Indonesia saja. Engga usah lebih focus ke negara ASEAN lainnya. Emang  Mas engga bakalan di kubur di Indonesia ?


" Sekarang sudah masuk ME-ASEAN. Jadi investasi di mana saja, sama saja. KIta bangun pabrik di Vietnam, kita tetap bisa masuk ke pasar Indonesia, itu diatur dalam ME ASEAN berkaitan dengan perdagangan. Tarif  sama saja. Sebentar lagi, ada China ASEAN Free Trade Area, artinya kita invest di China akan sama saja invest di Indonesia atau di Vietnam. "


" Woww..itu semua kebijakan Jokowi ?


" Enggalah. Jokowi hanya meneruskan dari kebijakan presiden sebelumnya. Itu sudah menjadi komitment dunia. Keterbukaan dalam sinergi dan kolaborasi. "


" Jadi orang bilang Jokowi itu pro asing, itu karena mereka engga paham "


" Ya karena mereka kurang membaca dan kurang piknik. Contoh kamu, banyak piknik tetapi males baca, tetap aja oon. "


" Ihh Mas enak aja bilang Maria oon. Lagian untuk apa baca buku. Kalau engga tahu kan tinggal tanya sama Mas. Kalau rumit, tinggal tanya aja sama James di BDG. Ya kan."

“ Ya dech..." Kata Budi.

" Mas kenapa sih terlalu banget dukung Jokowi.?


" Engga juga terlalu. Biasa saja. Itu sudah nature saya. Suka bantu orang baik. "


" Mas , sejak Jokowi jadi presiden, engga ada rencana investasi Mas bisa jalan. "


" Semua sedang ber-proses. Dulu waktu era presiden sebelumnya kita terbiasa loby pejabat dan ngakali pejabat. Semua jadi mudah. Kamu dan direksi happy karena gaji naik dan bonus dapat besar. Bagi saya itu tidak luar biasa. Engga ada value yang dibangun. Tetapi di  era Jokowi engga mudah lagi. Saya senang. Karena kamu dan direksi dipaksa kerja profesional.  Hasilnya sekarang selama era Jokowi kamu bisa melakukan restruktur perusahaan kamu dan reorganisasi agar sesuai dengan perubahan yang sedang berlangsung. Saya yakin kita akan lebih cepat maju apabila Jokowi bisa dua periode."


" Benar juga ya Mas. Semua ada hikmahnya.  Kadang perlu hentakan besar agar kita berubah."


" Gimana hasil meeting di KL “ tanya Budi. Matanya tetap mengarah ke TV.

“ Mereka sudah kasih green light. Mereka minta saham 80% dan sisanya untuk proyek sponsor, Robert dan Yen. Kalau dihitung dari value investasi, itu deal yang bagus. “

“ Terimakasih, Maria.” Kata Budi seraya merangkul pundak Maria dari samping.

“ Terimakasi apa ? Kan semua hanya menjalankan perintah Mas. “

“ Tapi kamu melakukannya dengan baik. Terutama bisa meyakinkan Ayah Yen untuk mendukung Yen dan Robert. Apalagi dia sangat percaya dengan kamu menjadi mentor anak dan calon mantunya.” 

“ Emang apa kata Ayah Yen ?

“ Dia bilang kamu mirip dengan almarhum istrinya, terutama sifat kamu. Sangat keibuan dan sabar.”

“ Mas mau jomblangin aku dengan Ayah Yen ya. Jadi itu tujuan datang ke mari ? Kata Maria seraya melepaskan  tangan Budi di pundaknya. Maria bersungut.

“ Jangan GR kamu. Orang memuji kamu bukan berarti orang inginkan kamu jadi istrinya..” 

“Tatapi dari tatapan matanya dia seperti menginginkan Maria.”

“ Ya siapa yang tidak menginginkan wanita secantik kamu. Mature , cerdas dan berkelas. Wajar sajalah. Dan lagi itu hanya kesan kamu saja. Santai aja.Engga usah emosi.”

“ OK santai. Terus sekarang setelah bicara kan soal sikap ayah Yen, mas langsung pulang. Begitu ? “ Maria merungut.

“ Eh  iya. Udah jam berapa ?

“ 10.30 malam. Pulanglah. Ibu nunggu di rumah. Engga usah kawatir. Maria akan pastikan ayah Yen enjoy mendukung proyek ini dengan mempercepat proses perizinan dan pembebasan lahan. Syukur syukur skema pembayaran lahan seperti yang Mas mau. Engga kontan. Ya kan.” kata Maria menebak jalan pikiran Budi. Budi hanya tersenyum. 

“ Ya udah, aku pulang ya. “ Kata Budi melangkah ke pintu keluar. Maria hanya mematung diruang keluarga.  Kembali dia terhenyak dalam kesendirian.

“ Bu, bapak masih di teras. “ Kata Pembantu rumah tangga. Maria melangkah keluar dari ruang keluarga menuju teras. Nampak Budi sedang merokok. “ Aku kemari sebetulnya mau bicarakan soal Maya.” Kata Budi membuang potong rokoknya. Budi tahu Maria tidak suka dia merokok. 

“ Ada apa ?

“ Kemarin dia telp kalau hubungannya serius dengan pacarnya.”

“ Si negero itu ? Kata Maria teriak.

“ Bukan. Tapi Henri. Pria China Amerika, yang jadi direktur saya di AMG Swiss. “ 

“ Henri. Si ganteng itu ? Mata Maria melotot.

“ Ya “

“ Bukankah Henri udah kepala empat usianya.” 

“ Emang kenapa ? Budi mengerutkan kening. “ Usianya baru 41 dan Maya 21. Dan lagi rencana menikah setelah Maya tamat kuliah di London.”

Maria terdiam. Dia duduk disebelah Budi. Air matanya berlinang. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“ Kenapa, Maria ? Kata Budi menyentuh punggung Maria.

“ Terimakasih Mas. Akhirnya Maya dapatkan jodoh yang baik.”

“ Jadi kamu setuju ? 

“ Ya lah setuju banget.”

“ OK Nanti acara tunangannya, saya akan hadiri di London bersama kamu ya.”

“Benar Ya mas. “

“ Ya” 

Maria memeluk erat Budi. “ terimakasih telah menjaga kami selalu.”
“ Maria, You are my true friend.” kata Budi. Membalas pelukan hangat Maria. Selang beberapa detik kemudian, Budi melepaskan pelukan Maria. “ Aku harus pulang. Kamu tidur yang nyenyak ya.”  Budi melangkah dan masuk kedalan kendaraan. Maria masuk kedalam rumah dalam kesepian selalu.

***
Pada umumnya untuk perusahaan asing, proses pendirian perusahaan  untuk sampai keluar izin resmi dari pemerintah butuh waktu sedikitnya 60 hari. Tetapi karena perusahaan pemegang sahamnya ada orang Vietnam, yaitu Yen, dalam 7 hari izin pendirian perusahaan sudah rampung. Ini cara smart pemerintah Vietnam agar memberikan peluang bagi penduduk lokal bermitra dengan asing. Maria menyetor uang ke rekening perusahaan sebesar USD 200,000. Itu uang pribadinya tanpa meminta kepada Budi. Yen dan Robert setuju akan mengembalikan dana itu setelah dana venture masuk. Karena anggaran pendirian perusahaan dimasukakan dalam business plan. Setelah, itu Maria bersama Yen dan Robert terbang ke KL membahas langkah konkrit kerjasama. Pihak modal ventura hanya bersedia masuk setelah ada MOU dengan pemilik tekhnologi dari China dan adanya izin prinsip dari Pemerintah Vietnam untuk mengelola lahan tambang untuk bahan baku klinker. 

Prinsip itu dituangkan dalam Head of Agreement yang mengatur soal pelepasan saham. Valuasi saham dimana Robert dan Yen berhak atas saham Good Will sebesar 20%. Artinya pihak modal venture keluar uang 100% namun dapat saham hanya 80%. Pihak Modal ventura menunjuk Maria sebagai Kuasa management atas 80% saham itu.Jadwal ditentukan selambat lambat nya 2 bulan kedua syarat itu sudah terpenuhi dan Modal ventura akan mengirim uang ke rekening perusahaan.

Peran Maria sebagai wakil Pemegang saham Modal Venture di perusahaan Yen karena resiko atas dana Ventura itu ditanggung oleh Perusahaan Wenny di Hong Kong yang tidak ada kaitannya dengan Holding. Perusahaan Wenny sebetulnya adalah milik pribadi Budi, dan Wenny hanya bertugas sebagai Proxy. Jadi sebenarnya tidak ada resiko bagi Modal ventura. Maria sadar bahwa skema pembiayaan modal ventura ini hanyalah cara Budi agar Maria punya posisi kuat dan memastikan pegang kendali atas perencanaan pendirian pabrik klinker di Vietnam. 

Namun bagaimanapun posisi Maria itu hanya “ kuasa”. Kepemilikan tetap ada pada perusahaan Modal Ventura yang juga milik Pak Budi. Makanya secara hukum tetap saja tanggung jawab Maria sebagai pemegang kuasa bukan kepada Budi tetapi kepada Modal Ventura. Maria harus membuat laporan kepada Modal Ventura secara tertip. Setiap keputusan diluar perecanaan harus dapat izin dari Perusahaan Modal Ventura.

Untuk sementara kantor  untuk proyek Klinker itu beralamat di kantor Maria yang di sewa oleh Holding tahun lalu. Untuk kantor dengan luas ruangan 100 M2,  lebih dari cukup menampung lima orang.

“ Minggu pertama kerja ini kita harus pastikan dapat izin prinsip dari pemerintah Vietnam.” Kata Maria dalam rapat pertama di hari kerja perusahaan. “ Segera buat proposal kepada Pemerintah dan upayakan pendekatan kepada pihak yang terkait dalam proses perizinan. Setidaknya kita dapat balasan surat dari Pemerintah bahwa pada prinsipnya pemerintah akan memberikan izin. Atas dasar surat itu kita bisa terbang ke China untuk bertemu dengan pihak prinsipal tekhnologi. Paham ?  Kata Maria dalam rapat pertama, hari pertama  dengan team yang dibentuk oleh Robert dan Yen.

“ Paham, Bu.” kata mereka serentak. 

“ Apa ada pertanyaan lain ?

“ Bagaimana kalau pemerintah minta company profile kita untuk mengetahui reputasi kita “ Kata salah satu team bagian keuangan. 

“ Makanya perlu pendekatan secara pribadi. Jelaskan bahwa kita perusahaan baru berdiri yang mendapatkan dukungan dari Perusahaan Modal Ventura dan akan memenuhi semua syarat yang ditetapkan pemerintah kalau kita sudah dapat izin prinsip. Kata Maria seraya melirik kearah Yen.

“ Tidak ada masalah. Kita akan adakan pendekatan secara pribadi kepada Pemerintah. “ Kata Yen.

“ OK. Apalagi ? Tanya maria dengan menyapu pandangan ke pada mereka semua.

“ Mengapa kita tidak dapatkan dulu dukungan dari Prinsipal di China, setelah  ajukan izin prinsip kepada Pemerintah. Bukankah dengan adanya MOU dengan perusahaan di China akan meningkatkan value kita di hadapan pemerintah. “ Robert mengusulkan.

“ Engga mungkin mereka mau MOU dengan kita tanpa ada indikasi kita didukung oleh Pemerintah. Emang siapa kita ? bagaimanapun mereka adalah perusahana besar yang tentu punya sistem sendiri untuk memutuskan kerjasama. Bagaimanapun kita butuh pemerintah meningkatkan rating kita. Atau kita tidak akan pernah layak deal dengan siapapun. Kamu lihat faktanya, apakah modal ventura mau keluar uang sebelum ada MOU dengan Prinsipal dan Izin prinsip dari Pemerintah ? Engga kan. Sekarang in resiko kita pribadi. Program kerja seminggu ini menentukan sekali untuk melontarkan kita kepada tahap berikutnya yang tentu tidak mudah. Paham ? Kata Maria.

“ Paham, Bu.” Kata Robert.

“ Ok. Kalau baca dari Rencana bisnis, ada tiga kegiatan untuk mendapatkan izin prinsip. Pertama tinjauan kelokasi membawa konsultan geologis. Kedua, Test lab atas contoh material tambang. Ketiga, mengirim surat dan proposal kepada pemerintah sesuai dengan Map Peluang investasi. Bagi tugas untuk itu.  “ Kata Maria. “Kalau tidak ada lagi, kita sudahi meeting. Mari kita berdoa pada hari pertama ini agar selanjutnya semua berjalan sesuai dengan rencana. Kepada Tuhan kita berharap dan berserah diri. Sambung Maria.

Maria kembali ke meja kerjanya. Dia membuat perencanaan detail tentang strategi bisnisnya. Beberapa pertanyaan untuk mendukung perencanannya seperti technologi pembuatan beton cetak siap pasang, peluang kemitraan dengan perusahaan pabrik semen di China dan Vietnam, dia ajukan ke James di Holding. Setiap email dari Maria, James selalu cepat menjawab dan menyertakan data lengkap serta informasi yang sangat bernilai. Maria berharap dari semua data yang dia punya bisa menghasilkan strategi yang tepat dan efisien untuk memastikan secara bisnis bisa dijalankan. Dia kenal betul sifat Budi dan tidak mau membuan Budi kecewa.

Jam 6 malam Maria masih di kamar kerjanya. Staf yang lain sudah pulang. Telp selular nya bergetar. Tidak ada nama tertera di layar smartphone nya. Dia mengerutkan kening. Tapi dia terima juga “ Ya, Maria disini”

“ Saya Ho. Ayah Yen. “ terdengar suara di seberang.

“ Oh Ya. Apa kabar Pak “

“ Apakah saya bisa mengundang anda makan malam. Kebetulan saya  ingin kenalkan anda dengan Menteri yang membidangi soal investasi Klinker itu “ 

“ Tentu pak. Sangat senang sekali. “

“ Kalau begitu jam 7.30 saya tunggu anda di restoran. Saya akan kirim text message alamat restorannya. Supir anda tahu tempat itu “

“ Baik pak. Jam 7.30 saya sudah sampai di sana.”

“ Thanks. Sampai jumpa di sana ya.  Bye.”

“ Bye”

Maria tahu ini berkat peran dari Yen, yang menyampaikan hasil rapat pagi tadi di Kantor. 

***
Jam 7.30 Maria sudah sampai di restoran yang ditentukan oleh Ayah Yen. Dia datang dengan mengenakan baju putih kerah tinggi menutupi lehernya yang jenjang, berbalut blasser warna hitam. Bawahanya mengenakan rok diatas lutut warna juga hitam. Tubuhnya yang tinggi semampai dengan betis yang indah  nampak sekali ketika dia melangkah masuk kedalam restoran itu. Ayah Yen menyambut Maria dengan menggeser korsi agar ada ruang bagi Maria duduk dengan nyaman. Ayah Yen memperkenalkan rekan nya yang ikut makan malam. Masih relatif muda, tapi nampak cerdas. Wajar kalau jadi menteri.

“ Tarnyata anda cantik sekali. “ kata rekan Ayah Yen.

“ Anda terlalu memuji. Usia saya sudah diatas 40. Sebentar lagi putri saya akan menikah.”

“ Wow..kalau anda menulis buku cara awet muda, saya yakin  akan best seller. “ 

“ Tetap tidak bisa mengurangi usia saya. “

“ Apalah usia. itu hanya catatan saja. Yang penting kita harus terus merasa muda agar terus bisa berkarya. “ kata Ayah Yen. Mereka tersenyum. 

“ Saya dengar kabar anda berencana membangun pabrik klinker di Vietnam. “ Kata Rekan Yen.

“ Tepatnya bukan saya tetapi investor. Saya hanya profesional yang mendapatkan mandat merencanakan pendirian pabrik itu.”  Kata Maria merendah.

“ Posisi itu jauh lebih hebat daripada investor. Karena apalah investor bila tidak ada lahan untuk tanam uang. Ya kan. “ 

Maria hanya tersenyum. 

“ Kalau boleh saya bertanya , apa hambatan investor masuk ke Vietnam ? Ini penting sebagai masukan kepada saya.” Kata rekan Ayah Yen.

“ Pada umumnya ya hambatan itu berkaitan dengan kurs yang tentu berhubungan dengan kebijakan Moneter Vietnam. Bisa jelaskan “ Kata Maria.

“ Kami sebetulnya belajar dari China soal moneter dimana kebijakan dengan orientasi kepada produksi. Tujuannya agar produksi meningkat.”

“Konkrit nya ?  Tanya Maria. 

“ Kehebatan China bukanlah melulu karena etos kerja yang tinggi tapi lebih dari kehebatan membuat kebijakan monter yang sehingga mata uang China sangat murah dan pada waktu bersamaan produk import menjadi sangat mahal dan produk eksport menjadi sangat murah. Inilah trigger yang memicu pertumbuhan dua digit selama 20 tahun lebih. Dan buktinya ketika mata uang china menguat akibat melemahnya mata uang utama dunia, negeri itu tak nampak hebat menggenjot pertumbuhan ekonominya. Banyak pabrik yang tutup. 

China akan melambat namun kesempatan pertumbuhan ekonomi selama dua puluh tahun bekalangan ini sudah berhasil membangun banyak infrastruktur ekonomi untuk bertahan ditengah badai krisis dunia saat ini.” Kata rekan Ayah yen. Maria mendapatkan pencerahan. 

“ Namun bagaimana china bisa menekan inflasi? Karena terbukti selama dua dasawarsa di china , inflasi dikelola dengan baik. Inflasi itu akan naik bila produksi turun dan konsumsi meningkat. China mampu menggenjot produksi dengan significant dan menekan import.”

“ Menurut saya karena pemerintah China mengontrol ketat moneter. Itu juga engga sehat. Kami tidak sependapat soal itu. Kami tidak menerapkan inflation targeting dalam kebijakan moneter dimana Inflasi dijaga terus rendah dengan menahan peredaran uang di masyarakat. Dan cara yang dipakai selalu sama, yakni menaikkan suku bunga. Menurut saya, biarkan saja mata uang bergerak sesuai kehendak pasar. 

“ Mengapa ? tanya Maria.

“ Ya, jika pemerintah dan Bank central tetap memilih mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi, itu hanya memuaskan orang kaya. Sektor Ril akan terpuruk dan proses recovery membutuhkan waktu lama. Kalau kegiatan usaha terganggu, maka ujung – ujungnya akan memicu terjadinya gelombang PHK, dan revolusi tidak bisa dihindari. Chaos terjadi, maka terjadilah…kami bukan Cina. Kami ingin membangun negeri dengan semangat demokrasi.”

“ Dan karena itu anda tidak mau pusing bila kurs Mata uang vietnam terlalu tajam pergerakan naik turunnya.” kata Maria.

“ Sudah saatnya pemerintah untuk berani membuka borok yang selama ini disimpan rapat demi citra. Biarkan publik tahu bahwa inflasi kita dua digit. Berapapun inflasi tidak ada masalah selagi rakyat mampu belanja dan barang tersedia. Berapapun nilai uang  tidak ada masalah selagi kegiatan produksi terus berkembang. Tahu mengapa ?karena kami focus kepada memperkuat neraca pembayaran dan neraca perdagangan. Ini berhubungan dengan kebijakan sektor rill yang bertumpu kepada kemandirian dibidang ekonomi. Yakinlah dalam jangka panjang kalau focus ini terus dipertahankan maka keseimbangan kurs akan terjadi dengan sendirinya dan itu pasar yang bekerja. bukan politik.  “ Kata rekan ayah Yen.  

Maria tercerahkan.” Jadi intinya adalah mendorong sektor ril agar terus tumbuh, dan disitulah peran pemerintah memberikan insentif agar peluang terbuka bagi siapa saja, dan penyediaan infrastruktur ekonomi diperluas agar kegiatan ekonomi jadi efisien. Dan ini akan memicu orang untuk berinvestasi.” Kata Maria.

“ Benar sekali Bu. “ kata Ayah Yen.

“ Bagaimana pendapat pribadi ibu terhadap Vietnam.” tanya Ayah Yen.

“ Tahun 2009, Saya berkunjung Ke Hanoi diajak Pak Budi. Kami menggunakan private jet. Ketika saya sampai di Hanoi, hari telah malam. Saya tidak bisa melihat kemajuan kota Hanoi dari atas pesawat. Pejabat yang menjemput kami di Bandara adalah seorang wanita, kebetulan ayahnya seorang Diplomat yang ditempatkan di Jakarta. Makanya dia senang sekali ketika mengetahui salah satu rombongan adalah saya dari Indonesia.Dari Bandara kami langsung ke Hotel dan tidur untuk istirahat karena besok pagi akan sibuk dampingi pak Budi untuk rapat dan sorenya kembali ke Hong Kong

Apa yang menarik dari Vietnam ? Sebuah negeri yang pernah luluh lantak akibat komplik politik regional antara komunis yang didukung China dan Demokrasi yang didukung oleh AS. Vietnam Utara dan Selatan tercabik, Persaudaraan pecah menimbulkan luka yang parah. Namun berkat seorang pemimpin hebat Ho Chi Minh, Vietnam berhasil melewati masa masa sulit keutuhannya sebagai bangsa. Ketika berakhirnya perang vietnam tahun 1975, AS kehilangan prajurit yang gugur sebanyak 58.000 dan rakyat Vietnam yang tewas mencapai 3 juta orang. Walau perbedaan jumlah korban Vietnam lebih besar namun peperangan ini dimenangkan oleh Rakyat Vietnam dan AS mendapat malu sepanjang masa. Tapi hebatnya, tak ada dendam apapun dari rakyat Vietnam kepada bangsa AS. Tahun 1995 atau 20 tahun setelah usainya perang, setelah ekonomi negara membaik, vietnam dibawah rezim komunis kembali menjalin hubungan diplomatik dengan AS." kata Maria.

" Sejak reformasi Ekonomi tahun 1980, difisit anggaran diatas 7% . Namun inflasi melambung gila gilaan karena pemerintah membelanjakan devisa diatas difisit yang ada. Inflasi mencapai diatas 60 persen pertahun. Akibatnya harga barang melambung tak terkendali. Rakyat bekerja keras dipertanian namun ketika mereka menjual hasil produknya , harga kebutuhan umum sudah melambung tinggi. Para buruh terpenggal pendapatannya akibat inflasi itu. Tapi ekonomi tumbuh diatas 10% pertahun. Pemerintah sadar bahwa pertumbuhan ekonomi yang berbasis sektor riel memang memakan korban ditengah keterbatasan negara. Ini sebagai sebuah pilihan dari kebijakan reformasi ekonomi Vietnam.

Tapi kini semua pengorbanan rakyat dari tahun 1980 sampai 1993 telah membuahkan hasil. Vietnam, negara dengan populasi terpadat ke-14 di dunia dan yang ke-9 terpadat di Asia, merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pada 2016, populasi diperkirakan mencapai 94,6 juta. Menurut IMP World Economic Outlook, PDB Vietnam mencapai US $ 645,3 miliar pada Purchasing Power Parity – dengan sektor manufaktur dan jasa masing-masing menyumbang 40 persen dari PDB. Goldman Sachs memperkirakan bahwa ekonomi Vietnam akan menjadi yang terbesar di dunia pada tahun 2025 – melebihi jumlah Norwegia, Singapura, dan Portugal pada tahun 2050.Difisit dapat ditekan sampai 3% dan inflasi sampai kini hanya satu digit. Intel yang merupakan kampiun business bidang High Tech dan processor, telah menjadikan Vietnam sebagai pusat risetnya dan sekaligus membangun industri chip senilai USD 1 billion. Liberalisasi perdagangan dan investasi , berpengaruh positive bagi kemajuan ekonomi vietnam. Para investor yang datang adalah memang player bukan broker yang doyan main harga saham di bursa. Jurong Industrial Park, BUMN Singapore, yang dikenal hebat membangun kawasan industri di China, Cape Town, juga ada di Ho chi Minh City. Tentu keberadaan Jurong Industrial Park sangat potensi mengundang relokasi industri dari Singapore, Eropa dan AS, Jepang, Taiwan, termasuk Indonesia yang PMA nya banyak hengkang ke Vietnam.

Vietnam memang menggantungkan pertumbuhan ekonominya dari Eksport, bahkan 70% PDB nya berorientasi eksport. Setelah krisis global, memang pertumbuhan ekonomi Vietnam melambat namun kami mempunyai basis ekonomi rakyat yang kuat dibidang Agriculture. Beras, Udang , Kopi, adalah produk unggulan yang digeluti oleh 70 % populasi di Vietnam. Krisis memang telah membuat laju eksport menurun namun tidak membuat rakyat menderita. Sistem komunis yang sangat hebat mendistribusikan alat produksi kepada seluruh rakyat memang teruji efektif tahan dari segala pengaruh krisis global. Apalagi Vietnam memiliki sumber daya MIGAS yang cukup besar untuk mempertahankan pertumbuhan ekonominya." Kata rekan ayah Yen.

Yang membuat Maria tertegun adalah ketika Ayah Yen berkata "   bahwa Hồ Chí Minh adalah bapak Vietnam dan dianggap setengah dewa bagi orang Vietnam. Namun ketika dia wapat, dia tidak punya istri resmi dan tentu dia juga tidak punya anak resmi. Dia ingin agar Rakyat Vietnam cukuplah melihat dia sebagai pribadi, jangan memujanya hingga juga memuja keturunannya. Siapapun rakyat Vietnam punya nilai dan pantas untuk menjadi pemimpin tanpa harus melihat keturunan. Ya, dari seorang pemimpin hebat yang meninggal tanpa harta namun mewariskan nilai nilai kepemimpinan yang membuat semua orang vietnam merasa malu bila mereka menyianyiakan umurnya untuk kepentingan pribadi semata.  Memang sebagian besar rakyat masih miskin tapi mereka punya “hope” and "future" karena kepemimpinan yang rendah hati dan punya rasa malu. “ 

Ayah Yen menatap Maria agak lama. Mata mereka beradu pandang dalam beberapa detik. Mari segera menunduk.” Ternyata anda memang cerdas, pemerhati yang hebat. Pantas Pak Budi sangat mengandalkan anda” Kata Ayah Yen.

“ Bu Maria. “ Seru rekan Ayah Yen. “ Anda telah memenangkan hati kami. Kami sudah merasa anda bukan lagi orang asing. Tetapi bagian dari kami.  Dan engga usah kawatir. Proses perizinan pabrik klinker itu saya jamin akan selesai secepatnya. Besok surat permohonan masuk, langsung saya proses. Saya akan koordinasikan dengan pihak terkait seperti kementrian bidang Pertambangan dan Pemda. “ sambungnya

“ Terimakasih Pak. Saya juga berjanji akan merealisasikan investasi ini. “ Kata Maria. Hidangan sudah tersedia di meja. Mereka menikmati santapan, sambil bicara ringan ringan.

Usai makan malam Ayah Yen mengantar Maria sampai Maria masuk kedalam kendaraan. Dia membukakan pintu. Untuk seorang pejabat tinggi seperti Ayah Yen, sikap itu terlalu berlebihan. Apalagi Maria bukanlah eksekutif perusahaan raksasa. Dari pertemuan malam itu, Maria semakin yakin, Ayah Yen punya kesan pribadi terhadapnya.

Dalam perjalanan Maria dapat telp dari Budi.

" Maria. " Terdengar suara Budi diseberang.

" Ya Mas. " 

"  Besok aku dari Jakarat ke Beijing. Rencana dari sana aku akan KL. Mungkin hari sabtu aku masuk KL.  Kamu bisa ketemu aku di KL"

" Bisa Mas. "

" Kalau begitu Jumat kamu terbang saja. Nanti perwakilan Holding di KL akan jemput kamu. Kamu mau tinggal di Apartment kantor atau Hotel ?

" GImana Mas ajalah."

" Ok di Apartment aja ya. Kamu janji masakin aku yang enak. "

" Siap Mas. Emang ada berapa kamar di Apartement"

" Dua kamar. Yang satunya untuk tamu. Satunya lagi untuk aku."

" Siap boss. "

" Udahan ya...Bye.

***

Hari jumat pagi, Maria rapat dengan Team.
“ Sampai sekarang belum ada jawaban dari Pemerintah soal izin prinsip yang kita ajukan. “ Kata Robert

“ Gimana dengan pendekatan yang dilakukan dengan pejabat terkait”

“Semua positip. Mereka butuh waktu mempelajari proposal kita. Kemungkinan dalam 1 bulan sudah ada jawaban positip. “Kata Yen

“ Hanya untuk dapatkan jawaban positip saja kita harus menunggu 1 bulan. ? Kata Maria berkerut kening.

“ Masalahnya engga sederhana. Ini rumit. Karena menyangkut lingkunga hidup, luas lahan yang diperlukan, dan lain sebagainya “ Kata Robert.

Maria terdiam. Dia ingat pembicaraan waktu makan malam dengan Ayah Yen. Semua memang baik baik saja. Hanya memang diperlukan proses birokrasi.  “ OK. ikuti proses itu dengan seksama. Saya tidak mau anda kendala yang berarti. Kalau ada masalah , segera lapor ke saya. “ Kata Maria berdiri.

Usai rapat , Maria langsung ke Bandara untuk terbang ke KL. Sampai di KL, Maria diantar oleh staf perwakilan Holding untuk ke apartement. Dia menempati kamar untuk tamu yang berukuran luas seperti kamar Panthouse hotel. Dia tidak ingin melihat kamar khusus untuk Budi.  Kepada Staff Holding yang mengantarnya ke apartement, Maria bertanya siapa saja tamu wanita yang pernah menginap di Apartment ini ? Staf holding mengatakan tidak pernah ada tamu wanita yang diajak ke apartemen ini.  Ini apartment khusus untuk CEO Holding kalau datang ke KL. Kalau Pak Budi datang ke KL bersama keluarga, biasanya tinggal di Hotel Istana yang berjarak hanya 300 meter dari kantor. Budi sangat bisa menjaga mana privasi dan mana urusan bisnis. Apartment itu milik perusahaan maka hanya di pakai untuk tamu perusahaan.

Pagi pagi Maria sedang masak untuk breakfast. Dia dikejutkan oleh suara panggilan Budi yang sudah ada di sofa “ Mas kapan datangnya ? Kata Maria menghampir Budi dengan wajah ceria.

“ Tadi malam. Kamu udah tidur. “ Kata Budi melangkah ke teras untuk merokok.

“ Ya. Kemarin tidur cepat. Jam 8 udah tidur “ 

“ Ya udah. Kamu terus aja masak. Saya jam 10 pagi harus meeting di kantor holding. 

“ Mas, sampai hari ini belum ada jawaban dari Pemerintah Vietnam soal izin prinsip pabrik klinker” Kata Maria ketika sapan pagi bersama Budi.

“ Terus.”

“ Gimana ya. Kita perlu jawaban resmi agar bisa negosiasi dengan pihak prinsipal di China “

“ Memang engga gampang proses dapatkan izin itu. Bagaimanapun ini termasuk mega proyek.  Kamu harus bangun pelabuhan sendiri lahan Tambang itu.Juga harus bangun pembangkit listri sendiri. “ 

“ Ya sih. Tapi bisa engga negosiasi dengan pihak prinsipal dilakukan sebelum ada izin prinsip ? 

“ Gampang aja. Kamu ajak ayah Yen ke China bertemu dengan prinsipal” 

“ Loh kok ayah Yen “

“ Orang China itu sangat percaya dengan kekuasaan. Mereka engga perlu izin tertulis diatas kertas. Dengan kamu ajak ayah Yen meeting dengan mereka, itu lebih dari izin.  Pasti peluang negosiasi akan terbuka.  Saya akan telp teman saya di Beijing untuk dampingi kamu meeting. “

“ Teman mas yang profesor itu ?

“ Ya. Kamu udah kenal kan?

“ Ya kenal. “ 

“ Nah cobalah bicara dnegna Ayah Yen. Saya yakin dia mau. “ Kata Budi menyudahi sarapan paginya. Dia kembali ke teras untuk merokok.
“ Tempo hari Mas mau bail out utang prinsipal melalui bank teman mas. Apakah itu jadi ?

“ Jadi. Setelah mereka ada MOU dengan pabrik klinker kamu”

“ Jadi mereka pasti akan bantu Maria dapatkan MOU karena mereka ingin secepatnya juga bisa selesaikan utangnya di Bank. Untuk apa lagi ayah Yen ?

“ Perusahaan itu besar. Mereka punya standar sendiri untuk deal dengan mitranya. Kamu engga bisa kaitkan transaksi saya dengan mereka. Mereka butuh diyakinkan, bahwa proyek kita benar benar dapat dukungan dari Pemerintah. Paham “

“ Paham Mas.”

“ Jadi kapan mau Beijing “ Tanya Robert.

“ Minggu depan.”

“ Baguslah. Kalau bisa sebelum ke Beijing, tanda tangani akte penempatan kamu kembeli sebagai Dirut perusahaan di Jakarta.”

“ Tapi kan saya bukan lagi pemegang saham”

“ Emang apa bedanya. Dari awal kamu juga engga pernah setor modal. Itu semua saham ya. “

“ Maksud Maria, secara hukum kan aku bukan lagi pemegang saham “

“ Ya engga apa apa. Kan banyak dirut yang bukan pemegang saham.”

“ Emang kenapa dirut yang ada sekarang“

“ Setahun lebih kamu tinggalkan perusahaan, keadaan semakin turun omzet nya. Itu kan dulu kamu yang dirikan, kamu lebih tahu gimana mengembangkannya. Kelola lah lagi.”

“ Tapi gimana dengan bisnis di Vietnam.?
“Kamu kan ada direktur lainnya. Mereka kamu arahkan saja dan monitor setiap waktu.”

“ Siap Mas. “

“ Ya udah. Saya harus kekantor pagi ini. Sore ini saya kembali ke Jakarta. Kamu ikut pulang bareng saya ya “

“ Sore ini ?

“ Ya. Kenapa ?

“ Ya engga apa apa. “

BERSAMBUNG.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Hoax lebih bahaya dari virus.

  Saya tidak sependapat kalau media massa dibatasi memberitakan tentang COVID-19. Kata teman. Saya bisa terima. Alasannya bahwa  justru kare...